Pencarian

Jakarta, 30 Maret 2011 (16:57) FIF menawarkan...

 

Jakarta, 30 Maret 2011 (10:17) Kenaikan laba bersih PT JASA MARGA (Persero) Tbk

 

Jakarta, 30 Maret 2011 (10:14) Pendapatan PT KRAKATAU STEEL Tbk

 

Jakarta, 29 Maret 2011 (14:15) Peningkatan laba bersih

 
Berita Lainnya
Indeks BEI
  Index %
IHSG 3578.9 -0.66
LQ45 639.36 -0.92
Pertanian 2092.47 0.12
Pertambangan 3136.3 0.01
Industri Dasar 378.3 -0.87
Aneka Industri 965.67 -3.11
Industri Kons 1088.91 -0.84
Property 189.27 -0.12
Infrastruktur 738.52 -0.41
Keuangan 461.31 -0.37
Perdagangan 474.27 -0.72
Manufaktur 815.48 -1.55
29 Maret 2011 13:55:00
 
Market

 

 

 

Jumat 28-10-2011 (11:45)

 

 

 

Hijaunya Asia Dorong IHSG Naik 21 Poin

Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti hijaunya pergerakan saham-saham di Asia. IHSG, Jumat (28/10/2011) siang ini ditutup naik 21,60 poin atau setara 0,57 persen ke posisi 3.834,60. Pada siang ini, perdagangan telah terjadi sebesar Rp3,023 triliun dengan volume transaksi sebesar 3,175 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing membukukan aksi beli sebesar Rp417,329 miliar.
Tercatat, 110 saham menguat, 98 saham melemah, dan 99 saham diam di tempat alias stagnan, dengan indeks LQ45 naik 4,46 poin ke 684,35, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,11 poin ke 535.72. Pada pergerakan saham-saham di Asia, juga menuai hasil positif, dengan indeks Shanghai bergerak naik 23,77 poin ke 2.462,38, indeks Hang Seng naik 372,74 poin dan berada pada 20.061,44, indeks Nikkei naik 98,61 poin atau 9.025,15, serta indeks Straits Times yang meningkat 40,65 poin ke 2.888,22.
Saham-saham yang menguat di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.650 ke Rp60.950, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.300 ke Rp44.050, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp950 ke Rp69.900.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun Rp400 menjadi Rp15.650, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun Rp350 menjadi Rp9.900, serta PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp7.350

Jumat 28-10-2011 (09:36)

 

 

 

Dibuka Positif, IHSG Siap Menuju Level 3.900-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka cerah, mengikuti pergerakan Wall Street yang melambung serta bursa Asia yang seluruhnya berada di jalur hijau. Faktor eksternal sehingga membuat pergerakan yang bagus di dalam negeri membuat IHSG menghijau. IHSG Jumat (28/10/2011) pagi dibuka naik 49,76 poin atau setara 1,31 persen ke posisi 3.862,76. Sementara indeks LQ45 naik 9,66 poin ke 689,55, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,36 poin ke 540,97.
Nilai transaksi pagi ini saja sudah sebanyak Rp239,19 miliar dengan volume transaksi sebesar 222,02 juta lembar saham. Tercatat, 101 saham menguat, dua saham melemah, dan 19 saham diam di tempat alias stagnanBeberapa sektor pun terpantau menguat yang dipimpin dari sektor pertambangan yang melesat 49,84 poin, sektor perkebunan naik 40,51 poin, sektor manufaktur naik 13,62, serta sektor konsumer naik 19,77 poin.
Saham-saham yang menguat di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.500 ke Rp60.800, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 ke Rp69.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp750 ke Rp43.500, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp600 ke Rp22.050.
Serta saham-saham yang melemah di antaranya PT Nippon Sari Tbk (ROTI) turun Rp100 ke Rp3.325, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 ke Rp7.450, serta PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) turun Rp25 ke Rp2.000.

Kamis 27-10-2011 (16:09)

 

 

 

Regional Dukung IHSG Menguat 1,9% ke 3.813

Bursa saham Indonesia menguat 74,4 poin atau 1,9% ke 3.813 pada penutupan perdagangan Kamis sore ini. Volume perdagangan mencapai 9,1 milair saham senilai Rp7,9 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 236 saham naik, 34 saham turun dan 61 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp586,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing Rp2,3 triliun.
Indeks JII naik 10,03 poin ke 532, indeks ISSI naik 2,3 poin ke 123,17 dan indeks LQ45 naik 13,2 poin ke 679,77. Penguatan didukung sektor 103,9 poin ke 2.180 diikuti sektor pertambangan yang naik 99,6 poin ke 2.739. Dengan kepastian hasil KTT Uni Eropa maka indeks terus menguat. Indeks berhasil menembus level 3.800. Level tertinggi hari ini di 3.814 dan terendah di 3.739.
Bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 3,2% ke 19.688, indeks Shanghai naik 0,3% ke 2.435, indeks Nikkei naik 2,04% ke 8.926, indeks Kospi naik 1,4% ke 1.922, indeks STI naik 3,2% ke 2.858,85, indeks KLSE naik 0,8% ke 1.470.
Saham yang menguat seperti saham MLBI naik Rp9.950 ke Rp340.000, ITMG naik Rp1.450 ke Rp42,750, GGRM naik Rp1.250 ke Rp59.500, ADMF naik Rp1.200 ke Rp11.400, AALI naik Rp1.050 ke Rp18.200, PTBA naik Rp950 ke Rp18.200, MBAI naik Rp850 ke Rp14.750, HERO naik Rp800 ke Rp9.800, ASII naik Rp550 ke Rp68,950, DSSA naik Rp550 ke Rp13.050, INTP naik Rp500 ke Rp16.000, HMSP naik Rp450 ke Rp31.950, IMAS naik Rp45o ke Rp12.450, SMAR naik Rp450 ke Rp6.500, HRUM naik Rp400 ke Rp8.250.
Saham yang turun seperti saham GYDR turun Rp500 ke Rp9.700, ACES turun Rp125 ke Rp3.275, SRAJ turun Rp105 ke Rp360.

Kamis 27-10-2011 (12:38)

 

 

 

Kinerja Emiten Tutup IHSG Sesi I Naik Dekati 3.800

IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (27/10) ditutup naik 1,42% ke level 3.791,88. Penguatan indeks siang ini seiring penguatan bursa regional dan sentimen positif kinerja emiten kuartal 3-2011.Bursa Asia siang ini naik signifikan dengan Shanghai naik 0,39%, Hang Seng naik 1,74%, KLSE naik 1,03%, Nikkei naik 1,67%, STI naik 1,71%, dan Seoul naik 1,36%. Sebanyak 191 saham tercatat naik siang ini, 31 saham turun, dan 563 saham masig stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,51% ke level 676,61, sedang JII naik 1,21% ke level 676,61. Volume perdagangan siang ini sebanyak 2,31 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,41 triliun. Asing pun siang ini masih melanjutkan pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp505,34 miliar.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 9,36 poin (0,39%) ke level 2.436,84.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 332,49 poin (1,74%) ke level 19.399,03.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 135,23 poin (1,55%) ke level 8.883,70.  
  • Indeks Straits Times melesat 46,54 poin (1,68%) ke level 2.816,48.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Adira Multifinance (ADMF) naik Rp 1.250 ke Rp 11.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 42.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 59.100, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 800 ke Rp 9.800.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 9.900, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 2.525, Ace Hardware (ACES) turun Rp 225 ke Rp 3.175, dan Hotel Sahid (SHID) turun Rp 60 ke Rp 530.

Kamis 27-10-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,36%

IHSG pada perdagangan Kamis (27/10) dibuka naik 0,36% ke level 3.752,35. Penguatan indeks pagi ini seiring penguatan bursa regional. Namun demikian, Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan penguatan indeks akan relatif terbatas seiring beberapa saham khususnya sektor banking telah menguat signifikan dalam 3 hari terakhir dan cukup rawan profit taking. Resistance indeks berada di level 3.780. Bursa AS ditutup menguat semalam memfaktorkan sentimen positif dari hasil pertemuan kepala negara Uni eropa yang sepakat untuk merekapitalisasi sektor perbankan yang terkena imbas krisis utang di Eropa. Sementara, harga komoditas terkoreksi semalam dengan harga minyak dunia turun 3,2% ke level US$90,2/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel -3,1% dan Timah -3,9.
Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan menguat tipis memfaktorkan penguatan bursa AS semalam. Harga komoditas bergerak rebound pagi ini dengan harga minyak naik ke level US$91,5/barel. Sebanyak 97 saham tercatat naik pagi ini, hanya 5 saham yang turun, dan 50 saham masig stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,51% ke level 669,91, sedang JII naik 0,37% ke level 524,21.

Volume perdagangan pagi ini sebanyak 246,28 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp283,71 miliar. Asing pun pagi ini lebih banyak melakukan pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp35,47 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ITMG naik 0,96%, ASII naik 0,43%, PTBA naik 1,44%, GGRM naik 0,25%, HRUM naik 1,27%, dan SMGR naik 1,09%.

Rabu, 26-10-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Menguat 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 28 poin akibat aksi beli di saham-saham lapis dua. Investor masih berhati-hati dalam bertransaksi karena menunggu keputusan pertemuan petinggi Eropa hari ini. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904 tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was. Aksi ambil untung marak terjadi di awal-awal perdagangan, indeks pun jatuh ke posisi terendahnya di 3.680,152. Setelah itu, indeks bergerak sangat labil, mondar-mandir antara zona merah dan hijau.Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,841 poin (0,13%) ke level 3.715,319. Indeks masih bergerak fluktuatif hingga pertengahan hari.
Aksi beli selektif di saham-saham unggulan menyelamatkan IHSG dari teritori negatif. Meski tipis, namun indeks berhasil kembali ke zona hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 3.740,732. Mengakhiri perdagangan, Rabu (26/10/2011), IHSG ditutup menguat 28,129 poin (0,75%) ke level 3.738,607. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 5,825 poin (0,88%) ke level 666,495. Perburuan saham-saham berlanjut di sesi II. Namun, investor tetap berhati-hati sambil menunggu keputusan petinggi-petinggi Eropa dalam menanggulangi krisis setempat. Hari ini merupakan hari terakhir pertemuan tingkat tinggi negara-negara Eropa. Para pelaku pasar sangat berharap para pemimpin Eropa bisa menelurkan langkah penyelesaian krisis utangnya.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa menghijau, hanya sektor aneka industri yang masih terkoreksi. Penguatan kali ini dipimpin oleh indeks sektor agribisnis.Dana asing kembali parkir di bursa saham dalam negeri. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 230,237 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 110.213 kali pada volume 3,987 miliar lembar saham senilai Rp 4,7 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 84 saham stagnan. Bursa saham di Asia masih bergerak mixed, namun kini dengan kecenderungan menguat. Sementara bursa saham Singapura hari ini tidak berdagang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 16,54 poin (0,69%) ke level 2.426,22.
  • Indeks Hang Seng naik 98,34 poin (0,52%) ke level 19.066,54.
  • Indeks Nikkei 225 turun 13,84 poin (0,16%) ke level 8.748,47.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 58.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 24.650, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 15.350, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.400.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.450 ke Rp 330.050, Indomobil (IMAS) turun Rp 400 ke Rp 12.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 3.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 41.300.

Rabu, 26-10-2011 (12:08)

 

 

 

Labil Sepanjang Perdagangan, IHSG Rehat Dulu di 3.715

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sejak dibukanya perdagangan akibat aksi ambil untung. Indeks pun berhenti menguat tipis ke 3.715. Mengawali perdagangan, IHSG melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904 tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was. Aksi ambil untung marak terjadi di awal-awal perdagangan, indeks pun jatuh ke posisi terendahnya di 3.680,152. Setelah itu, indeks bergerak sangat labil, mondar-mandir antara zona merah dan hijau. Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (26/10/2011), IHSG naik tipis 4,841 poin (0,13%) ke level 3.715,319. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,656 poin (0,25%) ke level 662,326.ksi beli selektif di saham-saham unggulan menyelamatkan IHSG dari teritori negatif. Meski tipis, namun indeks berhasil kembali ke zona hijau. Investor asing bergerak cukup lincah membeli saham di perdagangan hari ini. Langkah ini akhirnya diikuti para investor lokal, yang sebelumnya sempat mengambl untung di awal perdagangan. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 56.162 kali pada volume 2,346 miliar lembar saham senilai Rp 2,869 triliun. Sebanyak 80 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 82 saham stagnan. Aksi beli investor belum terlalu gencar. Pasalnya, hari ini merupakan pertemuan terakhir para petinggi Eropa dalam rangka membahas langkah penanganan krisis utang di negara-negaranya. Para pelaku pasar sangat berharap pertemuan tersebut membuahkan hasil yang signifikan untuk mengakhiri krisis. Bursa-bursa di Asia pun bergerak mixed sambil menanti selesainya pertemuan tersebut.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 16,17 poin (0,67%) ke level 2.425,84.  
  • Indeks Hang Seng turun tipis 20,43 poin (0,11%) ke level 18.947,77.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 10,19 poin (0,12%) ke level 8.752,12.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 24.550, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 15.350, Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 ke Rp 2.900, dan AKR (AKRA) naik Rp 125 ke Rp 3.025.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.450 ke Rp 330.050, Multibreeder (MBAI) turun Rp 400 ke Rp 13.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 41.150, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 12.200.

Rabu, 26/10/2011 (09:36)

 

 

 

Penyelesaian Krisis Eropa Belum Jelas, IHSG Menciut 17 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 17 poin tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was.Pada perdagangan preopening, IHSG turun 17,345 poin (0,47%) ke level 3.693,133. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,310 poin (0,65%) ke level 656,360. Mengawali perdagangan, Rabu (26/10/2011), IHSG melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904. Indeks LQ 45 turun 4,322 poin (0,65%) ke level 656,348. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG berkurang 21,112 poin (0,57%) ke level 3.689,366. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,001 poin (0,61%) ke level 656,669.

Pertemuan yang belum membuahkan hasil itu menekan pergerakan bursa global dan regional. Sentimen negatif kembali membayangi pergerakan IHSG, menyusul anjloknya bursa Wall Street yang diikuti pelemahan bursa regional.


Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 5,66 poin (0,23%) ke level 2.415,33.  
  • Indeks Hang Seng melemah 175,41 poin (0,92%) ke level 18.792,79.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 53,33 poin (0,61%) ke level 8.708,98.  

Kamis 20-10-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Turun 1,76% ke level 3.620,14

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,76% ke level 3.620,14 pada perdagangan saham Kamis sore. Penurunan IHSG juga seiring penurunan bursa saham Asia. Adapun saham-saham yang mengalami penurunan antara lain saham ITMG turun 3,90% ke level Rp40.600 per saham, saham ASII turun 2,23% ke level Rp67.750 per saham, saham CNTX turun 15,49% ke level Rp6.000 per saham, saham BATA turun 1,78% ke level Rp55.000 per saham, saham GGRM turun 1,33% ke level Rp55.350 per saham, dan saham PTBA turun 3,44% ke level Rp16.800 per saham. Sekitar 204 saham mengalami penurunan, sekitar 55 saham tidak mengalami perubahan harga, dan sekitar 43 saham mengalami kenaikan. Total nilai perdagangan saham secara reguler senilai Rp2,91 triliun dan volume 3.065.124.500. Nilai transaksi foreign buy senilai Rp1 triliun dan foreign sell senilai Rp1,19 triliun.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 46,15 poin (1,94%) ke level 2.331,37.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 326,12 poin (1,78%) ke level 17.983,10.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 90,39 poin (1,03%) ke level 8.682,15.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 25,23 poin (0,93%) ke level 2.694,98.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 9.900, Multibreeder (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 14.800, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 150 ke Rp 3.825, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 100 ke Rp 6.050.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 40.600, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 ke Rp 67.800, Century Textile (CNTX) turun Rp 1.100 ke Rp 6.000, dan Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 55.000.

Kamis, 20-10-2011 (12:12)

 

 

 

IHSG Ditutup Turun 0,99%

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,99% atau 36,43 poin ke level 3.648,88 pada sesi I perdagangan saham Kamis siang ini. Penurunan indeks saham ini seiring dengan penurunan bursa saham Asia pada perdagangan saham Kamis (20/10). Indeks Hang Seng turun 1,8%, indeks Shanghai turun 1,3%, dan indeks Nikkei tutun 0,9%. Sementara itu, indeks Kospi turun 0,1% setelah perdagangan saham sempat di wilayah positif. Indeks Australian S&P turun 1,7%. Bursa saham Asia turun karena aksi ambil untung dan penyelesaian krisis utang Eropa belum jelas.A
Saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami penurunan antara lain saham ASII ke level Rp68.500 per saham atau turun 1,15%, saham PTBA turun 2,87% ke level Rp16.900 per saham, saham BYAN turun 2,29% ke level Rp19.200 per saham, saham ITMG turun 1,06% ke level Rp41.800 per saham, saham SMGR turun 2,77% ke level Rp8.750 per saham, dan saham EXCL turun 3,84% ke level Rp5.000.
Saham-saham yang mengalami penurunan ada 176 saham, pergerakan saham tidak berubah ada 61 saham, dan 37 saham mengalami kenaikan. Nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun dengan volume perdagangan saham 1.569.356.500. Indek saham LQ45 turun 0,93% ke level 647,91, indeks saham JII turun 1,24% ke level 508,9, dan indeks ISSI turun 1,13% ke level 118,22.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 46,28 poin (1,95%) ke level 2.331,23.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 359,46 poin (1,96%) ke level 17.949,76.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 86,05 poin (0,98%) ke level 8.686,49.  
  • Indeks Straits Times turun 20,48 poin (0,75%) ke level 2.699,73.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 9.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 56.500, Sumber Alfaria (AMR) naik Rp 200 ke Rp 4.000, dan Jasa Marga (JSMR) naik Rp 150 ke Rp 3.825.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 68.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 16.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 41.800, dan Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 19.200.

Kamis 20-10-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Terkoreksi 24 Poin

Setelah ditutup menguat 63 poin pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi 24 poin tersapu negatifnya indeks di Asia. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis hari ini, IHSG turun tipis 24,75 poin atau 0,67 persen dan berada di level 3.660,55. Pada pagi ini, terpantau terjadi total transaksi sebesar Rp121,719 miliar dengan total volume transaksi 139,894 saham diperdagangkan, dengan aksi beli oleh investor asing sebesar Rp19,872 miliar. IHSG mengawali pembukaan dengan 106 saham melmah, 10 saham menguat, dan 52 saham bergerak stagnan. Sementara pada indeks favorit, terpantau Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,31 poin ke 511,98 serta indeks LQ45 turun 4,82 poin menjadi 649,20.
Pada perdagangan saham di Asia, terpantau kompak melemah dengan indeks Shanghai turun 21,74 poin atau 0,91 persen ke level 2.355,77, indeks Hang Seng turun 274,17 poin atau 1,50 persen ke level 18.035,05, indeks Nikkei turun 79,97 atau 0,91 persen ke 8.692,57, dan indeks Straits Times terkoreksi 7,29 poin atau 0,27 persen ke 2.712,92. Merahnya indeks di Asia, seiring melemahnya Indeks Dow Jones industrial average yang tersapu tekanan jual minor sebesar 72,43 poin atau 0,63 persen ke level 11.504,62. Indeks S&P500 terseret 15,50 poin atau 1,26 persen ke level 1.209,88 dan Nasdaq merosot 53,39 poin atau 2,01 persen ke level 2.604,04. Di sisi lain, saham-saham di Eropa terpantau berada pada jalur hijau dengan indeks FTSE 100 naik 40,14 poin atau 0,74 persen menjadi 5.450,49, indeks DAX bergerak naik 36,12 poin atau 0,61 persen ke 5.913.53, dan indeks CAC 40 melaju 16,24 poin atau 0,52 persen dan berada pada level 3.157,34.
Saham-saham yang terpantau menguat antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat Rp100 ke Rp15.800, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menguat Rp50 ke Rp2.825, serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menguat Rp50 ke ke Rp2.875.      

Saham-saham yang terpantau melemah antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp450 menjadi Rp68.850, PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp400 menjadi Rp19.200, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp300 menjadi Rp19.350

Rabu 19-10-2011 (16:10)

 

 

IHSG Menguat 1,7%

Bursa saham Indonesia menguat 63,28 poin atau 1,7% ke 3.685,31 pada penutupan perdagangan Rabu (19/10). Volume perdagangan 6,7 miliar saham senilai Rp4,09 triliun. Perdagangan diwarnai dngan 215 saham naik, 30 saham turun dan 72 saham stagnan. IHSG mengalami net foriegn buy sekitar Rp210,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,06 triliun dan penjualan asing sekitar Rp855 miiar.
Indeks JII naik 8,8 poin ke 514, indeks ISSI naik 1,8 poin ke 119 dan indeks LQ45 naik 11,6 poin ke 652,85. Penguatan didukung sektor pertambangan yang naik 63,5 poin ke 2.631 dan sektor perkebunan naik 35,7 poin ke 2.012,74.
Bursa saham Asia mixed seperti indeks Hang Seng naik 1,2% ke 18.309, indeks Nikkei naik 0,3% ke 8.772, indeks Kospi naik 0,9% ke 1.855, indeks KLSE naik 0,75 ke 1.450, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.377.
Saham yang menguat
seperti saham ASII naik Rp1.250 ke Rp63.300, MBAI naik Rp800 ke Rp14.500, AALI naik Rp600 ke Rp19.600, MLBI naik Rp500 ke Rp340.000, INTP naik Rp450 ke Rp14.750, ITMG naik Rp450 ke Rp42.250, SMGR naik Rp450 ke Rp9.000, PTBA naik Rp400 ke Rp17.400, INDS naik Rp375 ke Rp8.850, HMSP naik Rp250 ke Rp31.150, INDF naik Rp250250 le R[5.550, MBRI naik Rp200 ke Rp6.600, KKGI naik Rp200 ke Rp5.200, SMDR naik Rp200 ke Rp3.875, INDR naik Rp175 ke Rp2.600. Saham yang melemah seperti saham CNTX turun Rp600 ke Rp7.100

Rabu 19-10-2011 (12:41)

 

 

 

IHSG Sesi I Rebound Ditutup Naik 1,7%

IHSG pada perdagangan sesi I Rabu siang ditutup naik 1,70% ke level 3.683,66. Penguatan indeks siang ini terjadi karena technical rebound setelah kemarin terkoreksi cukup signifikan. Investor asing terlihat sudah kembali ke pasar dengan melakukan aksi beli sebanyak 236,08 juta saham senilai Rp452,73 miliar atau terjadi net foreign buy sebesar Rp78,94 miliar. Bursa AS berhasil rebound dengan indeks S&P500 menguat sekitar 2% seiring rilis kinerja kuartal 3-2011 beberapa emiten yang lebih baik dari ekspektasi dan menguatnya saham-saham sektor finansial yang dipimpin oleh Bank of America yang berhasil membukukan laba.
Bursa Asia siang ini menguat kecuali Seoul yang turun 0,08%. Rebound ini seiring sentimen positif dari penguatan bursa AS semalam mengkompensasi sentimen negatif dari diturunkannya rating Spanyol oleh Moody’s sebanyak 2 level menjadi A1. Shanghai naik 0,06%, Hang Seng naik 1,25%, KLSE naik 0,36%, Nikkei naik 0,20%, dan STI naik 0,24%.
Sebanyak 200 saham tercatat naik siang ini, 22 saham turun, dan 57 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,94% ke level 653,69, sedang JII naik 1,73% ke level 514,11. Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,91 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,54 poin (0,06%) ke level 2.385,03.
  • Indeks Hang Seng menanjak 226,37 poin (1,25%) ke level 18.302,83.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 10,12 poin (0,12%) ke level 8.752,03.  
  • Indeks Straits Times naik 7,57 poin (0,28%) ke level 2.732,26.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 57.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 69.050, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 42.400, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 19.500.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Jembo Cable (JECC) turun Rp 70 ke Rp 500, Mayora (MYOR) turun Rp 50 ke Rp 13.900, Hotel Sahid (SHID) turun Rp 50 ke Rp 450, dan Rig Tender (RIGS) turun Rp 50 ke Rp 550.

Rabu 19-10-2011 (09:35)

 

 

 

Sentimen Eropa Dorong IHSG Dibuka Naik 0,96%

IIHSG pada perdagangan Rabu (19/10) dibuka naik 0,96% ke level 3.656,84. Penguatan indeks pagi ini terjadi karena technical rebound setelah kemarin terkoreksi cukup signifikan. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memprediksi beberapa saham yang kemarin terkoreksi cukup dalam seperti saham-saham sektor banking, batubara dan ASII akan bergerak menguat hari ini. Sementara isu reshuffle kabinet oleh presiden SBY akan direspon netral oleh pasar. Resistance indeks berada di level 3.706.
Bursa AS berhasil rebound dengan indeks S&P500 menguat sekitar 2% seiring rilis kinerja kuartal 3-2011 beberapa emiten yang lebih baik dari ekspektasi dan menguatnya saham-saham sektor finansial yang dipimpin oleh Bank of America yang berhasil membukukan laba. Harga minyak dunia turut menguat semalam sekitar 2,2% ke level US$88,3/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +0,9% dan Timah -0,7. Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring sentimen positif dari penguatan bursa AS semalam mengkompensasi sentimen negatif dari diturunkannya rating Spanyol oleh Moody’s sebanyak 2 level menjadi A1. Sebanyak 61 saham tercatat naik pagi ini, 3 saham turun, dan 19 saham masig stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 1,34% ke level 649,89, sedang JII naik 1,34% ke level 512,15. Volume perdagangan pagi ini sebanyak 112,21 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp111,81 miliar. Namun, asing masih menyisakan aksi jualnya kemarin pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp287,57 juta.
Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,86 poin (0,04%) ke level 2.382,62.  
  • Indeks Hang Seng menguat 146,25 poin (0,81%) ke level 18.222,71.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 47,92 poin (0,55%) ke level 8.789,83.
  • Indeks Straits Times naik tipis 9,10 poin (0,33%) ke level 2.733,79.

Selasa, 18-10-2011 (16:14)

 

 

 

IHSG Jatuh 106 Poin, 248 Saham Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 106 poin di tengah perdagangan penuh aksi ambil untung dan banyak saham melemah. Nilai transaksi hanya Rp 4 triliun, lebih kecil dari rata-rata transaksi harian Rp 6 triliun. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia dan Global. Aksi ambil untung terus terjadi sejak dibukanya perdagangan. Hal ini menyebabkan indeks terkoreksi tajam tak lama setelah pembukaan. Hampir saja indeks tinggalkan level 3.600.Pada perdagangan sesi I, IHSG jatuh 110,498 poin (2,97%) ke level 3.618,517 terkena aksi ambil untung yang marak terjadi. Saham-saham yang dilepas antara lain berbasis komoditas, properti dan finansial.
Aksi jual saham dalam rangka ambil untung semakin sore semakin gencar. Koreksi indeks pun semakin dalam dan sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya 3.580,769. Mengakhiri perdagangan, Selasa sore ini, IHSG ditutup jatuh 106,988 poin (2,87%) ke level 3.622,027. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 19,932 poin (3,02%) ke level 641,238. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi, yaitu saham-saham berbasis komoditas, finansial dan properti. Indeks sektor tambang langsung menjadi pemberat bursa dengan jatuh lebih dari 4%.
Profit taking tak hanya dilakukan investor lokal, tetapi juga para pemodal asing. Hingga penutupan perdagangan sore ini, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 33,045 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 122.338 kali pada volume 6,03 miliar lembar saham senilai Rp 4,116 triliun. Sebanyak 24 saham naik, sisanya 248 saham turun, dan 33 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 56,92 poin (2,33%) ke level 2.383,49.  
  • Indeks Hang Seng terjun 797,53 poin (4,23%) ke level 18.076,46.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 137,69 poin (1,55%) ke level 8.741,91.  
  • Indeks Straits Times jatuh 57,06 poin (2,05%) ke level 2.721,91.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.700, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 15.700, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 200 ke Rp 2.300, dan Metro Realty (MREI) naik Rp 110 ke Rp 620.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 41.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.100 ke Rp 13.700, Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 68.050, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 ke Rp 17.000.

Selasa, 18-10-2011 (12:08)

 

 

 

IHSG Terpangkas 3% 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar di zona merah terkena aksi ambil untung yang marak terjadi. Saham-saham yang dilepas antara lain berbasis komoditas, properti dan finansial. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia dan Global. Aksi ambil untung terus terjadi sejak dibukanya perdagangan. Hal ini menyebabkan indeks terkoreksi tajam tak lama setelah pembukaan. Hampir saja indeks tinggalkan level 3.600. Pada perdagangan sesi I, Selasa (18/10/2011), IHSG jatuh 110,498 poin (2,97%) ke level 3.618,517. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 20,441 poin (3,10%) ke level 640,729. Sudah bisa ditebak, aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi. Saham-saham tersebut diantaranya berbasis komoditas, finansial dan properti.Indeks sektor tersebut pun langsung jatuh cukup dalam, rata-rata lebih dari tiga persen. Indeks sektor lainnya pun terseret ke zona merah, tak satu pun yang berhasil menguat.
Kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa kembali mencuat setelah pernyataan Menteri Keuangan Jerman memutus harapan akan segera rampungnya krisis di Eropa. Hal tersebut juga memicu aksi jual investor asing. Hingga siang ini nilai penjualan bersihnya masih tidak terlalu besar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 63.496 kali pada volume 3,237 miliar lembar saham senilai Rp 1,904 triliun. Sebanyak 11 saham naik, sisanya 242 saham turun, dan 25 saham stagnan. Bursa-bursa Asia masih terkena jeratan negatif terkait krisis utang Eropa. Bursa saham Hong Kong menderita koreksi paling tajam.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 40,82 poin (1,67%) ke level 2.399,58.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 630,68 poin (3,34%) ke level 18.243,31.
  • Indeks Nikkei 225 turun 129,34 poin (1,46%) ke level 8.750,26.
  • Indeks Straits Times melemah 48,02 poin (1,73%) ke level 2.730,95.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.700, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 200 ke Rp 2.300, Metro Realty (MREI) naik Rp 110 ke Rp 620, dan Enseval (EPMT) naik Rp 30 ke Rp 780.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 41.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.000 ke Rp 54.150, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 68.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 18.800.

Selasa, 18-10-2011 (09:36)

 

 

IHSG Jatuh 52 Poin Terkena Tekanan Bursa Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena tekanan negatif bursa global sehingga jatuh 52 poin. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia. Pada perdagangan preopening, IHSG langsung jatuh 50,918 poin (1,36%) ke level 3.678,097. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 12,654 poin (1,91%) ke level 648,516. Mengawali perdagangan, Selasa (18/10/2011), IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Indeks LQ 45 dibuka turun 13,046 poin (1,98%) ke level 648,124. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 97,622 poin (2,62%) ke level 3.631,393. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 19,869 poin (3,01%) ke level 641,301.
 IHSG kemarin berhasil mempertahankan momentum penguatannya dengan kenaikan sebanyak 64 poin. Indeks mantap bercokol di level 3.279.Bursa Wall Street semalam berhenti di titik terendahnya dalam 2 pekan terakhir gara-gara pernyataan dari Menteri Keuangan Jerman, yang mengkandaskan harapan akan segera selesainya krisis di Eropa. Bursa-bursa di regional kompak melemah setelah merespons jatuhnya bursa global tersebut. Bursa saham Hong Kong yang sudah naik tinggi kini jatuh sangat dalam.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 28,14 poin (1,15%) ke level 2.412,26.
  • Indeks Hang Seng jatuh 591,51 poin (3,13%) ke level 18.282,48.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 137,03 poin (1,54%) ke level 8.742,57.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 44,72 poin (1,61%) ke level 2.734,25.  

Senin 17-10-2011 (16:15)

 

 

 


IHSG Ditutup Melesat 1,68%

IHSG pada perdagangan Senin (17/10) ditutup naik tajam 1,68% ke level 3.726,55. Penguatan indeks sore ini masih seiring penguatan bursa global dan aksi beli investor asing. Asing sore ini tercatat melakukan net foreign buy sebesar Rp164,57 miliar. Sepertinya investor juga tidak begitu terpengaruh dengan terjadinya reshuffle di sejumlah menteri KIB II. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Bursa Asia sore ini juga menguat signifikan seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.

Shanghai naik 0,37%, Hang Seng naik 2,01%, KLSE naik 1,59%, Nikkei naik 1,50%, STI naik 1,26%, dan Seoul naik 1,62%. Sebanyak 211 saham naik sore ini, sedang 45 saham turun, dan 66 saham stagnan. Indeks LQ45 ditutup naik 1,73% ke level 660,98, sedang JII naik 2,15% ke level 517,74.Volume perdagangan sore sebanyak 7,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,28 triliun. Saham-saham yang menguat tajam sore ini adalah MLBI naik 4,14%, ASII naik 3,06%, ITMG naik 4,57%, UNTR naik 3,25%, AALI naik 3,98%, dan DSSA naik 5,38%

Senin, 17-10-2011 (12:12)

 

 

 


Asing Bantu IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,35%

IHSG pada sesi I perdagangan Senin (17/10) ditutup naik 1,35% ke level 3.714,36.Penguatan indeks siang ini masih seiring penguatan bursa global dan pembelian investor asing. Asing siang ini tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp41,81 miliar. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus level psikologis 3.700 dengan resistance di level 3.715.
Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi. Harga komoditas dunia khususnya minyak di akhir pekan kemarin juga menguat signifikan sekitar 3% ke level US$86,8/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel +2,3% dan Timah 0,9%.
Bursa Asia siang ini juga menguat signifikan seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.Shanghai naik 0,18%, Hang Seng naik 1,54%, KLSE naik 1%, Nikkei naik 1,48%, STI naik 0,86%, dan Seoul naik 1,26%.
Sebanyak 192 saham naik siang ini, sedang 38 saham turun, dan 66 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,48% ke level 659,32, sedang JII naik 1,46% ke level 514,23. Volume perdagangan siang sebanyak 3,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,02 triliun. Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah ASII naik 1,49%, ITMG naik 2,16%, PTBA naik 3,80%, UNTR naik 2,38%, HMSP naik 1,13%, dan AALI naik 1,59%.

Senin, 17-10-2011 (09:12)

 

 

 


IHSG Akan Kembali Tembus Level Psikologis di 3.700

IHSG pada perdagangan Senin pagi ini diperkirakan akan menguat seiring penguatan bursa global dan penguatan nilai tukar Rupiah. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus level psikologis 3.700 dengan resistance di level 3.715. Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi. Harga komoditas dunia khususnya minyak di akhir pekan kemarin juga menguat signifikan sekitar 3% ke level US$86,8/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel +2,3% dan Timah 0,9%. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat signifikan sekitar 1,5% seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.

Jumat, 14-10-2011 (16:10)

 

 

 


IHSG Anjlok 10 Poin 

Akhir pekan yang suram bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi ambil untung di saham-saham unggulan membuat harus terpangkas 10 poin di tengah perdangan yang sepi. Mengawali perdagangan akhir pekan, pagi tadi IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah. Pergerakan IHSG masih serba tipis dan berfluktuatif, beberapa kali indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.688,140. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 14,202 poin (0,39%) ke level 3.661,182. Investor masih menunggu hasil pertemuan G20 tentang penyelesaian krisis utang Eropa. Aksi ambil untung mulai marak terjadi memasuki perdagangan sesi II, indeks pun jatuh ke posisi 3.639,343. Namun, aksi beli selektif menjelang penutupan bisa menahan jatuhnya bursa. Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG ditutup turun tipis 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah tipis 2,362 poin (0,37%) ke level 649,690. Saham-saham bank kelas berat menjadi penopang jatuhnya pasar saham hari ini setelah banyak diburu investor asing, seperti BRI dan BNI. Sementara saham Telkom (TLKM) dan tambang seperti Harum Energy (HRUM), Bukit Asam (PTBA) dan lain-lain menjadi pemberat bursa. Investor pun masih banyak melakukan aksi tunggu sambil sesekali mengurangi portofolionya sambil menanti hasil keputusan dari pertemuan G20 yang membahas penyelesaian krisi utang Eropa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 115,803 kali pada volume 5,359 miliar lembar saham senilai Rp 5,340 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 90 saham stagnan. Nilai transaksi cukup tinggi karena ada pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di pasar negosiasi hingga sebesar Rp 1,64 triliun. Pengalihan saham itu difasilitasi Credit Suisse (CS) dan Deutsche Securities (DB). Para pemodal asing kembali mengurangi investasinya, hingga sore ini transaksi investor asing terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 169,087 miliar di seluruh pasar.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 7,42 poin (0,30%) ke level 2.431,37.
  • Indeks Hang Seng anjlok 256,02 poin (1,36%) ke level 18.501,79.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 75,29 poin (0,85%) ke level 8.747,96.
  • Indeks Straits Times turun tipis 3,19 poin (0,12%) ke level 2.730,78.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 3.725, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 8.950, dan Central Omega (DKFT) naik Rp 300 ke Rp 2.825

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 57.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 41.550,dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 66.950.

Jumat, 14-10-2011 (11:43)

 

 

 


Investor Tunggu Hasil G20, IHSG Menipis 14 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin di tengah transaksi yang sepi. Investor masih menunggu hasil pertemuan G20 tentang penyelesaian krisis utang Eropa. Mengawali perdagangan akhir pekan, pagi tadi IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah.Pergerakan IHSG masih serba tipis dan berfluktuatif, beberapa kali indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.688,140, sedangkan terendahnya di 3.662,108. Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat sebelum sholat jumat, IHSG menipis 14,202 poin (0,39%) ke level 3.661,182. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,477 poin (0,38%) ke level 649,575.
Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu keputusan atas pertemuan G20 yang sedang membahas penanganan krisis utang Eropa. Maka dari itu nilai transaksi di lantai bursa tidak terlalu ramai. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.734 kali pada volume 2,486 miliar lembar saham senilai Rp 2,953 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 84 saham stagnan. Nilai transaksi cukup tinggi karena ada pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di pasar negosiasi hingga sebesar Rp 1,61 triliun. Pengalihan saham itu difasilitasi Credit Suisse (CS) dan Deutsche Securities (DB).  Meski cenderung memerah, tak semua indeks sektoral jatuh di zona negatif. Beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau atas aksi beli selektif, seperti indeks sektor agri, dan industri dasar. Investor asing masih konsisten menanamkan modalnya di pasar saham dalam negeri. Hingga siang ini, meski tipis, investor asing mencatat pembelian bersih. Sentimen negatif dari Eropa menghajar bursa-bursa regional hingga terkapar di teritori negatif, padahal pagi tadi masih ada yang mampu menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,76 poin (1,10%) ke level 2.412,03.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 261,64 poin (1,39%) ke level 18.496,17.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 62,07 poin (0,70%) ke level 8.761,18.
  • Indeks Straits Times turun 5,91 poin (0,22%) ke level 2.728,06.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 325 ke Rp 3.700, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 19.000, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 8.850.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 57.950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 67.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 30.200, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 700 ke Rp 14.750.

Jumat, 14-10-2011 (09:36)

 

 

 


Bursa Regional Memerah, IHSG Terpangkas 3 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli empat hari dengan melemah tipis 3 poin membuka perdagangan akhir pekan. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,528 poin (0,13%) ke level 3.670,856. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 1,125 poin (0,17%) ke level 650,927. Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Indeks LQ 45 dibuka melemah tipis 0,982 poin (0,15%) ke level 651,070. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, pergerakan IHSG masih belum mengembirakan, turun 10,646 poin (0,29%) ke level 3.664,738. Sementara Indeks LQ 45 menipis 2,011 poin (0,31%) ke level 650,041.Kemarin, IHSG ditutup menguat 39 poin namun tidak berhasil mempertahankan level tertingginya di 3.700. Profit taking setelah kenaikan yang cukup tinggi membuat IHSG tak berhasil mempertahankan performa terbaiknya. Kabar negatif datang dari Eropa, peringkat Spanyol diturunkan oleh Standard & Poor's sebanyak 1 notch dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif akibat tingginya pengangguran, kondisi finansial yang lebih ketat dan melemahnya perekonomian negara mitra dagang utang Spanyol.
Bursa-bursa Asia langsung terkoreksi merespons sentimen negatif tersebut. Hanya bursa saham Singapura yang masih kuat naik tipis.
Berikut situasi di bursa regional pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 14,59 poin (0,60%) ke level 2.424,20.
  • Indeks Hang Seng melemah 252,60 poin (1,35%) ke level 18.505,21.
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 63,68 poin (0,72%) ke level 8.759,57.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,59 poin (0,09%) ke level 2.736,56.

Kamis 13-10-2011 (16:04))

 

 

 


IHSG Melambung 39 Poin

Menjelang reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang akan diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diutup naik 39 poin. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG naik 39,45 poin atau setara 1,09 persen ke posisi 3.675,38. IHSG, mencapai level tertinggi di kisaran 3.702,71, sedangkan level terendah IHSG berada pada kisaran 3.635,931. Sementara untuk indeks favorit, indeks LQ45 yang naik 6,54 poin ke level 652,05 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,08 poin ke level 509,57.

Kenaikan IHSG ini, disokong dengan adanya aksi beli oleh asing sebesar Rp908,152 miliar dari total transaksi perdagangan sebesar Rp5,803 triliun dengan volume transaksi sebesar 8,845 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, tercatat 165 saham menguat, 88 saham melemah, dan 71 saham terpantau stagnan.
Sementara, indeks Asia terpantau bergerak mixed, indeks Hang Seng naik 428,35 atau 2,34 persen ke level 18.757,81, indeks Nikkei naik 84,35 poin atau 0,97 persen ke 8.823,25, indeks Straits Times terkoreksi 2,29 atau 0,08 persen ke level 2.735,46, serta indeks Shanghai menguat tipis 18,79 poin atau 0,78 persen ke level 2.438,79.
Pada siang ini, saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.950 menjadi Rp67.900, PT Bukit Asam (Persero) TbK (PTBA) naik Rp1.200 menjadi Rp17.400  serta PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp800 menjadi Rp9.800.

Saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.050 ke Rp58.950, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp250 ke Rp10.250, dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) turun Rp150 ke Rp11.75

Kamis 13-10-2011 (12:09)

 

 

 


Naik 1,5% IHSG Bersiap Masuki Level 3.700

Pergerakan indeks Asia membuat investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp443 miliar, imbasnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 56 poin dan bersiap menuju level 3.700. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG meluncur mulus 56,75 poin atau setara 1,56 persen ke posisi 3.692,68. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang naik 10,46 poin ke level 655.97 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,61 poin ke level 512,10. Kenaikan IHSG ini, disokong dengan adanya aksi beli oleh asing sebesar Rp443,479 miliar dari total transaksi perdagangan sebesar Rp3,046 triliun dengan volume transaksi sebesar 5,379 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, tercatat 190 saham menguat, 50 saham melemah, dan 65 saham terpantau stagnan.
Indeks Asia mayoritas mengalami kenaikan, indeks Hang Seng naik 27,69 atau 0,16 persen ke level 18.680,08, indeks Nikkei naik 82,35 poin atau 0,94 persen ke 8.821,25, indeks Straits Times naik 12,59 atau 0,46 persen ke level 2.750,34 serta indeks Shanghai menguat tipis 12,19 poin atau 0,50 persen ke level 2.432,19.Pada siang ini, saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.500 menjadi Rp67.450 PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.450 menjadi Rp10.450, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp900 menjadi Rp23.450.
Saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2,000 ke Rp59,000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 ke Rp7.500, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp7,250

Kamis 13-10-2011 (09:35)

 

 

 


IHSG Buntuti Kekuatan Wall Street

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka cerah. IHSG mengikuti pergerakan indeks Asia dan Wall Street yang berada di jalur hijau. IHSG Kamis pagi, pada pukul 09.32 waktu JATS melesat 47,88 poin atau setara 1,32 persen ke posisi 3.683,81. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang naik 8,74 poin dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,68 poin.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 102,55 poin, atau 0,90 persen menjadi 11.518,85. Sementara indeks Indeks Standard & Poor 500 rebound 11,71 poin atau 0,98 persen ke 1.207,25. Serta Nasdaq Composite Index naik 21,70 poin atau 0,84 persen menjadi 2.604,73. Nilai transaksi pagi ini tercatat sebesar Rp303,68 miliar dengan volume transaksi sebesar 408,54 juta lembar saham. Di mana 118 saham menguat, 12 saham melemah, dan 52 saham terpantau stagnan.

Pagi ini saham-saham yang menguat di antaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.450 ke Rp10.450, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp800 ke Rp42.800, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp750 ke Rp20.000, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp700 ke Rp18.800.
Saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.700 ke Rp59.300, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 ke Rp7.300, dan PT Bank Pertama Tbk (BNII) turun Rp15 ke Rp410

Rabu, 12-10-2011 (16:06)

 

 

 


Melesat 104 poin, IHSG Parkir Lagi di 3.600 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat cukup tinggi atas perburuan saham-saham unggulan dan lapis dua. Aksi beli ini mendorong indeks kembali parkir di level 3.600. Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Namun pelemahan indeks tidak bertahan lama, aksi beli kembali terjadi sehingga membawanya ke zona positif. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi puncak pada level 3.597,354. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 61,090 poin (1,72%) ke level 3.592,843. Pemodal asing mulai kembali agresif setelah melakukan aksi jual di beberapa perdagangan lalu.Meski sempat terjadi aksi ambil untung di awal perdagangan sesi II, namun penguatan saham-saham unggulan masih mampu menahan indeks di zona hijau bahkan mengangkatnya kembali ke posisi tertinggi hari ini di 3.637,123.


Mengakhiri perdagangan, Rabu sore, IHSG ditutup melesat 104,178 poin (2,95%) ke level 3.635,931. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melonjak 22,606 poin (3,63%) ke level 645,506. Penguatan indeks masih dipimpim oleh saham-saham berbasis komoditas. Minat beli investor domestik terangsang atas aksi borong saham investor asing. Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, tak satu pun yang terkena koreksi. Indeks sektor tambang melonjak lebih dari 4 persen. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.270 kali pada volume 8,556 miliar lembar saham senilai Rp 5,969 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 40 saham turun, dan 55 saham stagnan. Sementara dari sentimen global, investor masih menunggu hasil pemungutan suara Slovakia terkait pemberian dana talangan di zona Eropa. Hal ini membuat bursa Saham Wall Street ditutup flat pada perdagangan semalam. Kebanyakan bursa-bursa di Asia mampu bertahan di zona hijau, dengan bursa saham China memimpin penguatan. Pergerakan bursa saham Jepang masih mengecewakan dan terkoreksi tipis.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melesat 71,48 poin (3,04%) ke level 2.420,00.
  • Indeks Hang Seng menanjak 181,10 poin (1,00%) ke level 18.322,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 34,78 poin (0,40%) ke level 8.738,90.  
  • Indeks Straits Times naik 11,22 poin (0,42%) ke level 2.704,27.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 5.000 ke Rp 61.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.400 ke Rp 42.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.100 ke Rp 16.200, dan Indocement (INTP) naik Rp 1.100 ke Rp 14.700.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 19.250, Voksel (VOKS) turun Rp 180 ke Rp 570, Fastfood (FAST) turun Rp 75 ke Rp 2.900, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 60 ke Rp 1.560.

Rabu, 12-10-2011 (12:08)

 

 

 


Investor Asing Kembali Agresif, IHSG Menguat 61 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 61 poin didorong aksi beli investor asing yang cukup tinggi. Pemodal asing mulai kembali agresif setelah melakukan aksi jual di beberapa perdagangan lalu. Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Namun pelemahan indeks tidak bertahan lama, aksi beli kembali terjadi sehingga membawanya ke zona positif. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi puncak pada level 3.597,354.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (12/11/2011), IHSG menguat 61,090 poin (1,72%) ke level 3.592,843. Sementara Indeks LQ 45 melesat 13,302 poin (2,13%) ke level 636,202. Saham-saham komoditas yang sudah murah kini menanjak cukup tinggi atas aksi beli yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks sektor agrikultur melesat lebih dari tiga persern. Transaksi yang dilakukan pemodal asing cukup menggembirakan, pembelian bersih yang dilakukan hingga siang ini nilainya cukup besar. Menguatnya bursa-bursa di regional menjadi pendorong aksi beli.Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 78.900 kali pada volume 3,824 miliar lembar saham senilai Rp 3,112 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 47 saham turun, dan 67 saham stagnan. Sementara dari sentimen global, investor masih menunggu hasil pemungutan suara Slovakia terkait pemberian dana talangan di zona Eropa. Hal ini membuat bursa Saham Wall Street ditutup flat pada perdagangan semalam. Kebanyakan bursa-bursa di Asia mampu bertahan di zona hijau, dengan bursa saham China memimpin di depan. Sayangnya, bursa saham Jepang terkena koreksi tipis.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 50,66 poin (2,16%) ke level 2.399,18.  
  • Indeks Hang Seng menguat 113,64 poin (0,63%) ke level 18.255,23.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 30,68 poin (0,35%) ke level 8.743,00.
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,85 poin (0,14%) ke level 2.696,90.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 58.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.650 ke Rp 41.250, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 18.000, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.000 ke Rp 16.100.Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 65.450, Bayan (BYAN) turun Rp 350 ke Rp 19.200, Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 5.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 50 ke Rp 30.600.

Rabu, 12-10-2011 (09:36)

 

 

 


IHSG Melemah Tipis Terkena Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 13 poin akibat aksi ambil untung. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 13,475 poin (0,38%) ke level 3.518,278. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 3,349 poin (0,54%) ke level 619,551. Mengawali perdagangan, Rabu (12/11/2011), IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Indeks LQ 45 dibuka turun tipis 3,306 poin (0,53%) ke level 619,594.


Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG balik arah ke zona hijau, naik tipis 8,704 poin (0,25%) ke level 3.540,457. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,603 poin (0,42%) ke level 625,503. Kemarin, IHSG ditutup menguat 80 poin dengan sentimen positif penguatan bursa regional dan penurunan BI Rate 25 basis poin. Investor asing kembali borong saham dengan nilai hampir Rp 600 miliar. Bursa Wall Street tadi malam ditutup flat. Investor menunggu musim laporan keuangan untuk menjadi sentimen pendorong berlanjutnya rebound pasar saham. Sentimen yang netral ini disambut negatif oleh bursa-bursa di Asia. Belum sepakatnya penyelesaian utang Eropa menjadi kekhawatiran tersendiri di mata para pelaku pasar.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,32 poin (0,10%) ke level 2.346,19.  
  • Indeks Hang Seng turun 129,08 poin (0,71%) ke level 18.012,51.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 58,58 poin (0,67%) ke level 8.715,10.  
  • Indeks Straits Times melemah tipis 4,51 poin (0,17%) ke level 2.688,54.

Selasa 11-10-2011 (16:13)

 

 

 


IHSG Menguat 2,3%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (11/10) menguat 80,6 poin atau 2,3% ke 3.531,75. Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar saham senilai Rp4,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 217 saham naik, 30 saham turun dan 71 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp591,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,6 triliun dan penjualan asing Rp1,06 triliun.

Indeks JII naik 13,3 poin ke 487,04, indeks ISSI naik 2,6 poin ke 113,91 dan indeks LQ45 naik 16,9 poin ke 622,90. Penguatan didukung sektor pertambangan yang memimpin kenaikan hingga 85,5 poin ke 2.452 disusul sektor industri dasar naik 30,3 poin ke 1.174. Menjelang pengumuman BI rate, IHSG cenderung flat. Ekspektasi pasar pun akhirnya terjadi dengan penurunan BI rate menjadi 6,5% sehingga menjaga indeks bertahan di zona positif.

Penguatan IHSG juga seiring dengan penguatan bursa regional seperti indeks Hang Seng naik 2,4% ke 18.141, indeks Nikkei naik 1,9% ke 8.773, indeks Shanghai naik 0,1% ke Rp2.348 dan indeks ASX naik 0,6% ke 4.227. Demikian juga dengan bursa Eropa seperti indeks FTSE turun 0,3% ke 5.382, indeks DAX turun 0,1% ke 5.839 dan indeks CAC turun 0,4% ke 3.148, untuk saham yang menguat seperti saham MLBI naik Rp2.100 ke Rp325.100, ITMG naik Rp1.800 ke Rp39.600, ASII naik Rp1.750 ke Rp65.900, PTBA naik Rp1.250 ke Rp15.100, IMAS naik Rp850 ke Rp11.350, UNTR naik Rp750 ke Rp21.500, INTP naik Rp700 ke Rp13.600, HMSP naik Rp550 ke Rp30.650, MYOR naik Rp550 ke Rp13.550, ADMF naik Rp500 ke Rp10.250, HRUM naik Rp450 ke Rp7.300, GGRM naik Rp400 ke Rp56.000, AALI naik Rp300 ke Rp17.000.


Saham yang melemah seperti saham DLTA turun Rp9.000 ke Rp110.000, GYDR turun Rp200 ke Rp9.000, SMAR turun Rp100 ke Rp5.800, SMDR turun Rp100 ke Rp3.500, INVS turun Rp50 ke Rp5.600.

Selasa 11-10-2011 (12:09)

 

 

 


IHSG Sesi I Berakhir Naik 3,15%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa (11/10) ditutup naik 3,15% ke level 3.559,82. Penguatan indeks siang ini masih mengikuti gairah di saham regional dan global di tengah harapan penyelesaian utang di Zona Euro. Bursa Asia siang ini menguat, di mana Hang Seng melesat 3,26% seiring aksi beli pemerintah di saham perbankan besar, Shanghai naik 0,72%, KLSE naik 0,98%, Nikkei naik 2,03%, STI naik 2,27%, dan Seoul naik 1,87%.  Sebanyak 216 saham tercatat naik siang ini, 26 saham turun, dan 52 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 3,74% ke level 628,68, sedang JII naik 3,44% ke level 489,97.
Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,10 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,66 triliun. Asing juga masih lebih banyak melakukan pembelian hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp221,53 miliar.
Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah MBLI naik 2,13%, ASII naik 3,66%, ITMG naik 3,96%, DSSA naik 10%, GGRM naik 2,24%, dan PTBA naik 8,66%

Selasa 11-10-2011 (09:38)

 

 

 


Gairah Regional Topang IHSG Dibuka Naik 1,71%

IIHSG pada perdagangan Selasa pagi ini dibuka naik 1,71% ke level 3.510,3. Penguatan indeks pagi ini mengikuti gairah di saham regional dan global di tengah harapan penyelesaian utang di Zona Euro. Bursa Asia pagi ini menguat seiring pernyataan kanselir Jerman Angela Merkel yang akan melakukan yang terbaik untuk melindungi bank-bank di Eropa dari efek krisis utang di Eropa. Shanghai naik 1,72%, Hang Seng naik 3,6%, KLSE naik 0,82%, Nikkei naik 2,17%, STI naik 1,93%, dan Seoul naik 2,10%. Sebanyak 147 saham tercatat naik pagi ini, 3 saham turun, dan 29 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,42% ke level 620,68, sedang JII naik 2,37% ke level 484,91.
Volume perdagangan pagi ini sebanyak 352,59 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp416,46 miliar. Asing juga lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp21,47 miliar.


Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 2,88%, ITMG naik 2,64%, GGRM naik 1,61%, UNTR naik 2,65%, PTBA naik 3,24%, dan INTP naik 3,10%

Senin, 10-10-2011 (16:11)

 

 

 


IHSG Masih Menguat

Sentimen positif Asia, nampaknya masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan kali ini, IHSG mampu menguat 25 poin. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG naik tipis 25,40 poin atau sebesar 0,74 persen ke posisi 3.451,08, Senin (10/10/2011). IHSG, sempat mencapai level tertinggi di 3.448,79 dan level terendahnya pada 3.413,26. Sementara, indeks LQ45 naik tipis 5,73 poin ke 605,96, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 1.46 poin ke 473.67.
Pada penutupan perdagangan, bursa Asia masih bergerak mixed, di mana Shanghai Composite Index turun 14,43 poin atau 0,61 persen ke 2.344,79 indeks Hang Seng bergerak flat dengan naik 4,05 poin atau 0,02 persen ke 17.711,06, indeks Nikkei naik 83,60 poin atau 0,98 persen ke 8.605,62, serta indeks Strait Times naik 27,70 poin atau 1,05 persen ke 2.668.

Di sisi lain, tercatat sebanyak 111 saham menguat, 85 saham melemah, dan 91 saham stagnan. Adapun volume transaksi pada penutupan hari ini, sebesar 2,182 miliar lembar saham dengan total transaksi mencapai Rp2,627 triliun, di mana investor asing telah melakukan aksi jual sebesar Rp5,135 miliar.
Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik Rp1.700 ke Rp10,250, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp900 ke Rp64.150, dan PT Nipress Tbk (NIPS) naik Rp750 ke Rp3.850.
Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp12.000 menjadi Rp323.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp400 menjadi Rp16.700, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp350 menjadi Rp19.550

Senin 10:10:2011 (09:34)

 

 

 


Awali Pekan, Saham Blue Chip Sokong IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini tercatat melaju tipis dibandingkan dengan penutupan di akhir pekan lalu. Saham-saham blue chips pagi ini juga menyokong pergerakan IHSG. Pagi ini, IHSG Senin  pukul 09.34 waktu JATS melambung tipis 14,96 poin atau sebesar 0,44 persen ke posisi 3.440,65. Sementara indeks LQ45 naik tipis 1,97 poin ke 602,2, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,95 poin ke 473,16.
Bursa Asia pagi ini pun juga terpantau bergerak mixed, di mana Shanghai Composite Index ambles 7,95 poin ke 2.351, indeks Hang Seng anjlok 189,44 poin ke 17.517, serta indeks Strait Times naik 6,85 poin. Nilai transaksi pagi ini pun tercatat sebesar Rp91,65 miliar dengan volume sebesar 65,69 juta lembar saham. Di mana 47 saham menguat, 55 saham stagnan, dan 20 saham melemah.

Adapun saham-saham yang menguat pagi ini di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp700 ke Rp55.700, PT Astra International Tbkl (ASII) naik Rp400 ke Rp63.650, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp200 ke Rp17.300, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp200 ke Rp37.800.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp75 ke Rp3.725, PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp50 ke Rp6.850, serta PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp25 ke Rp2.300

Jumat, 07-10-2011 (16:11)

 

 


Terkena Profit Taking, IHSG Turun Tipis 17 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena profit taking dan terpaksa turun 17 poin. Koreksi ini menahan IHSG di level 3.400 padahal siang tadi sempat ke 3.500. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202 menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini. Aksi beli di saham-saham unggulan mendorong IHSG naik lagi ke level 3.500. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini di posisi 3.526,801. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 65.680 poin (1,90%) ke level 3.508,786 didorong menguatnya saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham ini berlomba mengambil tempat di top gainers.Investor banyak yang bermain cepat dengan mengambil keuntungan dari penguatan saham-saham yang masih murah pagi tadi. Aksi ambil untung pun marak terjadi di saham-saham yang pagi tadi memimpin penguatan. Indeks pun sempat jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung ini, berhenti di posisi terendahnya 3.418,136 sebelum akhirnya kembali naik namun poin yang dicetaknya masih tipis. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2011), IHSG kembali jatuh, terkoreksi 17,422 poin (0,51%) ke level 3.425,684. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,398 poin (0,57%) ke level 600,231.
Saham-saham tambang dan bank yang sempat memimpin laju penguatan bursa, langsung terkena profit taking. Akhirnya indeks sektor tambang malah terperosok ke zona merah. Banyak investor yang ingin mengambil keuntungan dengan cepat dalam rangka mengganti kerugian yang dialaminya dalam beberapa perdagangan terakhir, saat IHSG terjun bebas akibat buruknya sentimen global. Meski marak aksi ambil untung, investor asing secara perlahan konsisten mulai kembali menanamkan sahamnya di pasar modal dalam negeri. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 381,392 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 150.026 kali pada volume 5,167 miliar lembar saham senilai Rp 4,557 triliun. Sebanyak 72 saham naik, sisanya 155 saham turun, dan 75 saham stagnan.Pergerakan bursa-bursa Asia masih kuat di zona hijau, tidak IHSG yang beda sendiri akibat berfluktuasi. Bursa saham Hong Kong mencetak poin paling tinggi di regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Hang Seng melesat 534,73 poin (3,11%) ke level 17.707,01.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 83,60 poin (0,98%) ke level 8.605,62.  
  • Indeks Straits Times menanjak 44,84 poin (1,72%) ke level 2.647,96.  
  • Indeks Kospi melonjak 49,45 poin (2,89%) ke level 1.759,77.  

 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.550 ke Rp 63.250, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.100 ke Rp 12.500, Bank Mega (MEGA) naik Rp 500 ke Rp 3.500, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 475 ke Rp 2.600.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.650 ke Rp 8.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 37.600, Century Textille (CNTX) turun Rp 700 ke Rp 6.900, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 17.100.

Jumat, 07-10-2011 (11:41)

 

 

 


Saham Unggulan Diburu, IHSG Melaju ke Level 3.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 65 poin didorong menguatnya saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham ini berlomba mengambil tempat di top gainers. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202 menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini. Aksi beli di saham-saham unggulan mendorong IHSG naik lagi ke level 3.500. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini di posisi 3.526,801. Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat siang ini, IHSG menanjak 65.680 poin (1,90%) ke level 3.508,786. Sementara Indeks LQ 45 melesat 14,647 poin (2,52%) ke level 618,276.Saham-saham bank dan tambang kembali memimpin penguatan indeks. Selain harganya yang sudah sangat murah, peningkatan harga komoditas dunia juga turut menyumbang sentimen.
Investor asing mulai mengoleksi saham, hingga siang ini sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai yang cukup besar. Sebaliknya, investor domestik ada beberapa yang main cepat memanfaatkan penguatan indeks dengan profit taking. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 76.738 kali pada volume 2,898 miliar lembar saham senilai Rp 2,262 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 65 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia melaju semakin kencang menyusul positifnya bursa saham Wall Street dan bursa Eropa semalam. Krisis utang di Eropa pun sedikit mereda atas rencana rekapitalisasi perbankan Eropa untuk menghindari kolaps


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Hang Seng melesat 606,06 poin (3,53%) ke level 17.778,34.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 138,12 poin (1,62%) ke level 8.660,14.  
  • Indeks Straits Times menanjak 55,84 poin (2,15%) ke level 2.658,96.  
  • Indeks Kospi melompat 51,52 poin (3,01%) ke level 1.761,84.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 3.100 ke Rp 63.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 56.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 30.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.800.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain BFI Finance (BFIN) turun Rp 350 ke Rp 5.600, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 300 ke Rp 3.200, Tifico (TFCO) turun Rp 130 ke Rp 650, dan Berlina (BRNA) turun Rp 100 ke Rp 1.820.

Jumat, 07-10-2011 (09:36)

 

 


IHSG Menguat 37 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 37 poin menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 36,658 poin (1,06%) ke level 3.479,764. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 9,102 poin (1,50%) ke level 612,731. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2011), IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202. Indeks LQ 45 naik 9,194 poin (1,52%) ke level 612,823. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak 67,671 poin (1,97%) ke level 3.510,777. Sementara Indeks LQ 45 naik 15,746 poin (2,57%) ke level 619,375.Kemarin, IHSG menguat hingga 149 poin dan berhasil bertengger kembali di level 3.400. Tren positif bursa-bursa regional sangat membantu laju IHSG. Harapan penyelesaian krisis Eropa itu tadi malam sudah berhasil mendorong penguatan indeks saham di Wall Street. Indeks Dow Jones pun akhirnya kembali lagi ke level 11.000. Sentimen ini turut membantu pergerakan bursa-bursa di regional memberikan penguatan yang cukup signifikan. Sementara bursa saham China belum juga berdagang karena masih libur.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Hang Seng melonjak 479,90 poin (2,79%) ke level 17.652,18.  
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 96,94 poin (1,14%) ke level 8.618,96.  
  • Indeks Straits Times menguat 32,63 poin (1,25%) ke level 2.635,75.
  • Indeks Kospi melesat 47,93 poin (2,80%) ke level 1.758,25.

Kamis, 06-10-2011 (16:09)

 

 

 


IHSG Naik ke Level 3.400

Acara kumpul-kumpul para investor, Investor Summit and Capital Market Expo 2011, nampaknya memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan mengusung tema investing in Capital Market: A Journey for a Better Future, event tahunan ini yang bertempat di Ritz Carlton, Pacific Place akan diikuti oleh 28 emiten dan akan menghadirkan kegiatan seminar, presentasi emiten, dan pameran (expo). Adapun penyelenggaraan acara ini, bertujuan untuk memantapkan posisi dan peran Pasar Modal Indonesia sebagai representasi komitmen pemerintah dan Self Regulation (SRO), dan masyarakat bisnis dalam meningkatkan investasi di Indonesia.
Hasilnya, pada penutupan perdagangan Kamis sore ini, sempat turun ke level terendah 3.293,23, IHSG mampu bangkit dan berada pada level 3.443,11 dengan naik 149,87 poin atau 4,55 persen. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 29,54 poin ke level 603,63 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 20,38 poin ke level 474,51. Penguatan IHSG tak lepas dari 248 saham yang menguat, 18 saham melemah, dan 41 sahan stagnan. Sementara, aksi beli yang dilakukan oleh investor asing sebesar Rp29,533 miliar dari total transaksi sebesar Rp4,720 triliun dan total volume perdagangan 5,292 miliar saham.
Pada indeks Asia, terpantau Nikkei menguat 139,04 poin atau 1,66 persen ke level 8.522,02. Indeks Hang Seng naik 922,01 poin atau 5,67 persen ke level 17.172,28 dan indeks Straits Times naik 70,48 atau 2,79 persen ke 2.599,19. Sedangkan indeks Shanghai justru belum mampu naik dan turun tipis 6,12 poin atau 0,26 persen ke 2.359,22.

Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp3.400 ke Rp60.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp2.700 ke Rp38.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.350 ke Rp54.600,

Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) turun Rp160 menjadi Rp1.100, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp125 menjadi Rp2.600, serta PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp100 menjadi Rp7.600.

Kamis, 06-10-2011 (12:08)

 

 

 


206 Saham Menguat, IHSG Lanjutkan Penguatan

Dengan 206 saham menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berhasil melaju di jalur hijau. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat hampir 90 poin. Dalam penutupan perdagangan sesi I, Kamis siang hari ini, IHSG melaju 89,76 poin atau 2,73 persen ke level 3.383. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 18,78 poin ke level 592,87 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 12,08 poin ke level 466,21. Penguatan IHSG tak lepas dari aksi beli yang dilakukan oleh investor asing sebesar Rp88,006 miliar dari total transaksi sebesar Rp2,334 triliun dan total volume perdagangan 2,474 miliar saham. Selain itu, tercatat 206 saham yang menguat, 28 saham melemah dan 43 sahan stagnan.
Pada indeks Asia, terpantau Nikkei menguat 132,17 poin atau 1,58 persen ke level 8.515,15. Indeks Hang Seng naik 700,96 poin atau 4,31 persen ke level 16.951,23 dan indeks Straits Times naik 54,51 atau 2,16 persen ke 2.583,22. Sedangkan indeks Shanghai justru tercatat melemah tipis 5,87 poin atau 0,25 persen ke 2.359,47. Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.750 ke Rp60.050, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.100 ke Rp54.350, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp2.050 ke Rp37.650.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp250 menjadi Rp7.450, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp7.300, serta PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp75 menjadi Rp2.650

Kamis 06-10-2011 (09:44)

 

 

 


IHSG Dibuka Melejit 80 Poin

Pada Kamis pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melejit 80 poin. Kenaikan IHSG ini juga disokong aliran dana asing yang mulai mencatatkan aksi beli. Dalam pembukaan perdagangan, Kamis pagi , IHSG melaju 82,22 poin atau 2,50 persen ke level 3.375,46. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 18,15 poin ke level 592,24 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 13,25 poin ke level 467,38Sokongan IHSG datang dari 145 saham yang menguat, enam saham melemah dan 16 sahan stagnan. Selain itu, tercatat investor asing mulai melakukan aksi beli sebesar Rp39,075 miliar dari total transaksi sebesar Rp411,080 miliar dan total volume perdagangan 331,282 juta.
Sementara pada indeks ASia, terpantau Nikkei menguat 161,70 poin atau 1,93 persen ke level 8.544,68. Indeks Hang Seng naik 755,02 poin atau 4,65 persen ke level 15.792,41 dan indeks Straits Times naik 60,98 atau 2,41 persen ke 2.589,69. Sedangkan indeks Shanghai justru tercatat melemah tipis 5,87 poin atau 0,25 persen ke 2.359,47. Pada indeks Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 131,24 poin atau 1,21 persen ke level 10.939,95. Indeks S&P 500 menguat 20,09 poin atau 1,79 persen ke level 1.144,04 dan Nasdaq menguat 55,69 poin atau 2,32 persen ke level 2.460,51.

Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.100 ke Rp59.400, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.950 ke Rp54.200, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.550 ke Rp37.150

Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp100 menjadi Rp7.600, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp75 menjadi Rp2.650, serta PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun Rp50 menjadi Rp3.125

Selasa 04-10-2011 (16:11)

 

 

 


IHSG Rontok 2,3%

Bursa saham Indesia ditutup melemah hingga 79,26 poin atau 2,3% ke 3.269,45. Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 205 saham turun, 44 saham naik dan 55 saham stagnan. IHSG mengalami net forign sell hingga Rp459,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,9 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,4 triliun. Indeks JII turun 9,5% ke 452,46, indeks ISSI turun 2,06 poin ke 106,64 dan indeks LQ45 turun 14,7 poin ke 569,46. Pelemahan terdalam dalami sektor pertambangan hingga 117,01 poin ke 2.221 disusul sektor perkebunan yang turun 41,31 poin ke 1.828,23.
Pelemahan IHSG mengikuti bursa Asia yang memerah seperti indeks Hang Seng turun 3,45 ke 16.250, indeks Nikkei turun 1,05% ke 8.456, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.359 dan indeks ASX turun 0,65 ke 3.872,10. Bursa Eropa juga melemah tertekan sektro perbankan seperti indeks FTSE turun 2,1% ke 4.967, DAX turun 2,7% ke 5.230 dan indeks CAC turun 2,4% ke 2.855. Indeks tertekan seiring pelemahan bursa regional dan bursa Eropa yang melanjutkan pelemahan Senin kemarin. Level terendah hari di 3.256,44 dan level tertinggi di 3.352,40.
Saham yang melemah seperti saham GGRm turun Rp1.400 ke Rp51.100, PTBA turun Rp1.300 ke Rp14.400, ITMG turun Rp1.200 ke Rp34.600, UNTR turun Rp800 ke Rp19.350, INTP turun Rp700 ke Rp12.000, BYAN turun Rp600 ke Rp20.350, HRUM turun Rp600 ke Rp6.050, SMMA turun Rp500 ke Rp4.000, BFIN turun Rp400 ke Rp5.400, MBAI turun Rp400 ke Rp13.800, SCMA turun Rp350 ke Rp5.350, HMSP turun Rp29.200.
Saham yang menguat seperti IMAS naik Rp550 ke Rp10.600, FAST naik Rp450 ke Rp9.250, TPIA naik Rp250 ke Rp3.500, MYOR naik Rp150 ke Rp12.150, SMDR naik Rp100 ke Rp3.300, BRNA naik Rp60 ke Rp1.850.

Selasa, 04-10-2011 (12:18)

 

 

 


Terendah 2011,IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Hampir 2%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa siang ini ditutup anjlok 1,67% ke level 3.292,54. Pelemahan IHSG siang ini masih seiring koreksi yang terjadi di bursa regional terkait krisis utang Yunani. Bursa AS semalam kembali terkoreksi sekitar 2,5% semalam dan mencetak rekor terendah sepanjang 2011 dengan indeks S&P500 akhirnya menembus level psikologis 1.100. Sentimen negatif dari krisis utang di Yunani terkait keputusan pemberian bail out berikutnya pada 13 Oktober mengkompensasi sentimen positif dari rilis data manufacturing index di bulan September yang naik. Harga komoditas dunia melanjutkan koreksinya dengan harga minyak kembali turun 2% ke level US$77,6/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +8,2% dan Timah +0,7%.
Bursa Asia siang ini juga masih rontok, di mana Shanghai jatuh 0,25%, Hang Seng anjlok 1,59%, KLSE melemah 0,29%, Nikkei meluncur 1,45%, STI turun 1,81%, dan Seoul ambruk 4,85%. Sebanyak 204 saham turun siang ini, 32 saham naik, dan 47 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup anjlok 1,74% ke level 574,05, sementara JII melorot 0,89% ke level 457,83. Volume perdagangan siang ini mencapai 2,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,89 triliun. Asing terpantau masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp175,27 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah GGRM turun 1,52%, PTBA turun 4,14%, HRUM turun 8,27%, ITMG turun 1,25%, UNVR turun 2,17%, dan INTP turun 2,36%.

Senin, 03-10-2011 (16:12)

 

 

 


IHSG Teperosok 200 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 200 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Koreksi ini membuat IHSG jatuh paling dalam diantara bursa Asia. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Tekanan jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat hampir kembali ke level 3.300. Namun, koreksi IHSG masih belum terlalu besar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 143,596 poin (4,05%) ke level 3.405,436 dibayang-bayangi banyaknya sentimen negatif, antara lain lemahnya data ekonomi China, potensi gagal bayar Yunani dan potensi lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin tinggi. Tak ada satu pun sentimen positif yang bisa membantu IHSG sehingga meluncur tajam.
Menutup perdagangan, Senin sore hari ini, IHSG terjun 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 38,418 poin (6,18%) ke level 584,218. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi di September 2011 cukup jinak mencapai 0,27%. Harga beras stabil, dan emas perhiasan masih menyumbang inflasi. Tingkat inflasi yang terkendali itu tidak mampu menahan kejatuhan IHSG. Aksi jual tak hanya dilakukan investor asing tetapi juga investor domestik. Pemodal asing yang sejak pagi sudah melepas saham, sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 531,962 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Indeks sektoral di lantai bursa selurunnya terkoreksi rata-rata lebih dari 6%. Hanya indeks sektor perdagangan yang terkoreksi paling 'tipis' yaitu hanya 4,7%.Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 118.364 kali pada volume 4,517 miliar lembar saham senilai Rp 4,028 triliun. Sebanyak 5 saham naik, sisanya 279 saham turun, dan 22 saham stagnan.


Koreksi yang diderita IHSG merupakan yang paling buruk di Asia hari ini, ditempel bursa saham Hong Kong yang juga jatuh cukup dalam sekitar 4,4%. Bursa regional lainnya juga terpuruk di zona merah.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Hang Seng anjlok 770,26 poin (4,38%) ke level 16.822,15.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 154,81 poin (1,78%) ke level 8.545,48.  
  • Indeks Straits Times jatuh 57,55 poin (2,15%) ke level 2.617,61.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300, Eterindo (ETWA) naik Rp 5 ke Rp 400, dan Verena (VRNA) naik Rp 4 ke Rp 125.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 4.700 ke Rp 58.950, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.450 ke Rp 35.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 2.000 ke Rp 17.300, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.850 ke Rp 20.150.

Senin, 03-10-2011 (12:07)

 

 

 

Banyak Dibayangi Sentimen Negatif Akhirnya IHSG Anjlok 143 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 143 poin dibayang-bayangi banyaknya sentimen negatif, antara lain lemahnya data ekonomi China, potensi gagal bayar Yunani dan potensi lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Tekanan jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat hampir kembali ke level 3.300 ketika berhenti di level terendahnya 3.402,093.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (3/9/2011), IHSG anjlok 143,596 poin (4,05%) ke level 3.405,436. Sementara Indeks LQ 45 terjun 27,933 poin (4,49%) ke level 594,703. Sentimen negatif yang beredar pada perdagangan hari ini cukup marak, mulai dari lemahnya data manufaktur China yang sudah turun dalam tiga bulan terakhir, sampai Yunani yang gagal mencapai target defisit, Target defisit Yunani untuk bisa mendapatkan bailout yaitu 7,4% pada kesepakatan Juni lalu. Namun ternyata, defisit anggaran Yunani hanya akan turun menjadi 8,5% dari PDB pada 2011. Investor asing pun tak berlama-lama memegang portofolio sahamnya dan langsung menarik dananya keluar dari lantai bursa. Hingga siang ini, transaksi asing tercatat melakukan jual bersih dengan nilai cukup besar.Lemahnya harga-harga komoditas dunia juga ikut memicu aksi jual di saham-saham yang berbasis komoditas. Selain itu, saham-saham properti dan finansial juga ikut dilepas.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.390 kali pada volume 1,838 miliar lembar saham senilai Rp 1,823 triliun. Sebanyak 9 saham naik, sisanya 243 saham turun, dan 25 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Hang Seng terjun bebas 869,95 poin (4,95%) ke level 16.722,46.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 223,27 poin (2,57%) ke level 8.477,02.  
  • Indeks Straits Times ambruk 67,46 poin (2,52%) ke level 2.607,70.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 53.050, Multibreeder (MBAI) naik Rp 350 ke Rp 14.650, dan Sorini Agro (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.250 ke Rp 60.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 37.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.150 ke Rp 20.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 12.900.

Senin, 03-10-2011 (09:36)

 

 

 

IHSG Jatuh 50 Poin, Bursa Regional Berjatuhan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 50 poin terseret pelemahan bursa-bursa regioanl. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG anjlok 49,312 poin (1,38%) ke level 3.499,720. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 12,242 poin (1,96%) ke level 610,394.Membuka perdagangan awal pekan, Senin (3/10/2011), IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Indeks LQ 45 ambruk 12,420 poin (1,99%) ke level 610,216. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam, terpangkas 112,269 poin (3,16%) ke level 3.436,763. Sementara Indeks LQ 45 melemah 24,295 poin (3,90%) ke level 598,341.

Pada akhir pekan lalu, IHSG naik tipis 11 poin setelah berfluktuasi menjelang penutupan. Aksi ambil untung di akhir perdagangan sempat menyeret indeks ke zona merah. Buruknya data perekonomian China serta krisis Eropa yang berkepanjangan membuat bursa-bursa di regional berguguran dengan koreksi yang cukup dalam. Sentimen ini juga menyeret IHSG terkoreksi.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,87 poin (0,25%) ke level 2.359,47.  
  • Indeks Hang Seng terjun 657,49 poin (3,74%) ke level 16.934,92.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 196,41 poin (2,26%) ke level 8.503,88.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 47,71 poin (1,78%) ke level 2.627,45.

Jumat, 30-09-2011 (11:41)

 

 

 

Disokong Asing, IHSG Hanya Menguat Tipis

IAksi beli mencapai Rp7 triliun oleh investor asing, mampu menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan penguatannya.   Penurunan tingkat pengangguran di Jerman yang berada di luar ekspektasi juga membuat sentimen positif perdagangan kali ini. Di mana ekspektasi awal tingkat pengangguran akan turun sebesar 8.000, namun ternyata turun sebanyak 26 ribu. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 8,74 poin yang setara 0,25 persen 3.545,92 atau naik sebesar. Sedangkan indeks LQ 45 menguat 2,46 poin ke level 623,27. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,45 poin ke level 493,48.Dengan nilai transakasi sebesar Rp9,293 triliun dan volume transaksi sebesar 4,579 miliar, investor asing tercatat melakukan aksi beli mencapai Rp7,632 triliun. Selain itu, sebanyak 84 saham menguat, 102 saham melemah, dan 87 saham tercatat tak bergerak (stagnan).
Pada indeks Asia, terpantau pergerakan _mixed dengan indeks Hang Seng turun 374,59 poin atau 2,08 persen ke 17.626,47. Indeks Nikkei turun 34,13 poin atau 0,39 persen ke 8.667,10. Sedangkan, indeks Straits Times juga turun 41,63 poin atau 1,54 persen menuju ke 2.666,50. Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.900 ke Rp52.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp650 ke Rp16.350, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp600 ke Rp64.650.
Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya yakni PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp600 menjadi Rp14.500, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun Rp325 menjadi Rp3.325, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp250 menjadi Rp19.050. Pada indeks Eropa, tercatat indeks FTSE  menurun 20,79 atau 0,40 persen ke level 5,196.84, indeks DAX naikl 61,16 atau 1,10 persen ke level 5,639.58, dan indeks CAC 40 naik 32,03 atau 1,07 persen ke level 3.027,65

Jumat 30-09-2011 (09:48)

 

 

 

IHSG Naik Hingga Level 3.600

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan mulai menunjukkan taringnya. Setelah disokong sentimen positif dari luar, IHSG mulai bergerak di jalur hijau. IHSG Jumat pagi sempat dibuka hanya menguat tipis sebesar tujuh poin, namun perlahan IHSG menguat dan mulai percaya diri. IHSG pun kini bertengger di level 3.573,81 atau naik sebesar 36,63 poin yang setara 1,04 persen. Sedangkan indeks LQ 45 menguat 9,19 poin ke level 630. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,83 poin ke level 496,86. Nilai transaksi saham pada pagi ini tercatat sebesar Rp509,48 miliar dengan volume sebesar 516,67 juta lembar saham. Adapun 116 saham menguat, 56 saham stagnan, dan 31 saham melemah.
Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.600 ke Rp52.100, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp650 ke Rp64.700, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp650 ke Rp16.350, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp40.500.
 Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya yakni PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp150 ke Rp5.300, PT BFI Finance Tbk (BFIN) turun Rp100 ke Rp5.750, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp5 ke Rp415

Kamis, 29-09-2011 (16:12)

 

 

 

Bursa Asia Menguat, IHSG Bertambah 24 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24 poin didorong bursa-bursa Asia yang mulai rebound. Aksi jual asing masih menghambat penguatan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global. Aksi beli semakin ramai memasuki perdagangan sesi II. Saham-saham unggulan yang sudah murah langsung diburu investor, IHSG pun sempat naik hingga ke posisi tertingginya di 3.549,184. Menutup perdagangan, Kamis sore ini, IHSG menguat 24 poin (0,68%) ke level 3.537,178. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,283 poin (1,02%) ke level 620,814. Hanya indeks sektor tambang dan perdagangan yang terkena koreksi. Sisa indeks sektoral lainnya masih mampu meneruskan penguatan. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik lebih dari dua persen.
Penguatan ini atas jasa para investor lokal yang berburu saham, sementara beberapa investor asing masih melepas sahamnya. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 209,501 miliar di seluruh pasar.Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 99.982 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 4,12 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 87 saham stagnan. Rata-rata bursa Asia mulai rebound mengikuti rencana IMF untuk memberikan bantuan terhadap utang Yunani sebesar US$150 miliar. Hanya bursa saham China yang masih terpuruk di zona merah dengan koreksi cukup banyak.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,72 poin (1,12%) ke level 2.365,34.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 85,58 poin (0,99%) ke level 8.701,23.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,49 poin (0,06%) ke level 2.702,66.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.850 ke Rp 64.050, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 650 ke Rp 12.500, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 13.900, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 10.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 50.500, Century Textille (CNTX) turun Rp 700 ke Rp
6.200, Samudera Indonesia (SMMA) turun Rp 350 ke Rp 4.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.200.

Kamis, 29-09-2011 (12:10)

 

 

 

Transaksi Sepi, IHSG Naik Tipis 5 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5 poin di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan preopening, Kamis siang ini, IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Indeks LQ 45 menguat tipis 3,908 poin (0,63%) ke level 618,439.
Indeks bergerak fluktuatif karena belum ada sentimen positif yang mampu mendorong pergerakannya. Sebaliknya sentimen negatif masih banyak beredar, salah satunya penyelesaian krisis utang di zona Eropa yang tak kunjung usai. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.039 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 1,959 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 61 saham stagnan Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terpengaruh koreksi Wall Street dan bursa Eropa semalam. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu yang mampu menguat bersama bursa saham Korea Selatan dan Jepang.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 19,75 poin (0,83%) ke level 2.372,31. 
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,48 poin (0,01%) ke level 8.616,13.  
  • Indeks Straits Times melemah 6,11 poin (0,23%) ke level 2.695,06.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 62.650, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 13.600, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 10.450.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 39.700, Samudera Indonesia (SMMI) turun Rp 350 ke Rp 4.500, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 11.550, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 15.100

Kamis, 29-09-2011 (09:36)

 

 

 

Harga Komoditas Dunia Anjlok, IHSG Turun 35 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 35 poin dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Pada perdagangan preopening, IHSG turun 33,987 poin (0,96%) ke level 3.479,179. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 8,437 poin (1,37%) ke level 606,094. Membuka perdagangan, Kamis (29/9/2011), IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852. Indeks LQ 45 turun 8,762 poin (1,43%) ke level 605,769.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terkoreksi 44,731 poin (1,27%) ke level 3.468,435. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 9,542 poin (1,55%) ke level 604,989.
Kemarin, IHSG berhasil mencetak 39 poin meski dibayangi merosotnya harga komoditas. Perburuan saham-saham unggulan mendorong IHSG naik paling tinggi di Asia. Anjloknya harga komoditas sebelumnya telah memangkas saham-saham di Wall Street. Saham-saham berbasis komoditas yang berjatuhan langsung menghentikan reli di Wall Street yang sudah berlangsung selama 3 hari.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 13,63 poin (0,57%) ke level 2.378,44.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 84,63 poin (0,98%) ke level 8.531,02.  
  • Indeks Straits Times melemah 13,99 poin (0,52%) ke level 2.687,18.

Rabu, 28-09-2011 (16:16)

 

 

 

Asing Nett Buy Rp252 M, IHSG Melaju ke Level 3.500

 

Meningkatnya aksi beli investor, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa Asia, tercatat sebagai kenaikan tertinggi. Di tengah mixed-nya pergerakan indeks Asia, IHSG, pada penutupan Rabu sore, naik 39,23 poin atau 1,13 persen ke level 3.513,17 pada Rabu (28/9/2011). Sementara, indeks LQ45 naik 9,35 poin ke posisi 614,06. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,18 poin ke 482,66. Di sisi lain, investor asing terpantau melakukan aksi beli sebesar Rp252,260 miliar, dengan 106 saham tercatat menguat, 136 saham melemah, dan 72 saham stagnan. Nilai transaksi pada penutupan perdagangan sore ini mencapai Rp5,244 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,076 miliar saham. Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.650 ke Rp62.200, PT United  Tractors Tbk (UNTR) naik Rp850 ke Rp21.950, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp600 ke Rp40.500. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp800 menjadi Rp15.000, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp800 menjadi Rp7.200, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp550 menjadi Rp7.650.  
Pada bursa Asia, indeks Hang Seng masih turun 119,49 poin atau 0,66 persen ke posisi 18.011,06 Indeks Nikkei 225 naik 5,70 poin atau 0,07 persen ke level 8.615,65, dan indeks Straits Times yang turun 30,29 poin atau 1,11 persen ke level 2.695,62.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp600 menjadi Rp7.600, PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp29.700, ke PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun Rp200 menjadi Rp5.700.

Rabu, 28-09-2011 (12:12)

 

 

 

IHSG Naik 1,41%  Jadi Jawara Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada area jenuh beli atau oversold, membuat IHSG naik 48 poin dan menjadi jawara pada bursa Asia. Setelah bergerak flat pada pembukaan perdagangan, IHSG mengalami kenaikan tertinggi di indeks Asia pada penutupan sesi I. IHSG, naik 48,98 poin atau 1,41 persen ke level 3.522,92 pada Rabu (28/9/2011). Sementara, indeks LQ45 naik 11,59 poin ke posisi 616,30. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,96 poin ke 484,44. Pulihnya kepercayaan investor asing nampaknya makin meningkat, dengan aksi beli sebesar Rp68,896 miliar, sebanyak 132 saham tercatat menguat, dengan 76 saham melemah, dan 76 saham stagnan. Di sisi lain, nilai transaksi pada penutupan sesi I ini mencapai Rp2,959 triliun volume perdagangan sebesar 2,856 miliar saham.
Pergerakan pada indeks Asia tercatat masih mixed, dengan indeks Hang Seng turun 163,24 poin atau 0,90 persen ke posisi 17.967,31 Indeks Nikkei 225 naik 14,82 poin atau 0,17 persen ke level 8.624,77, dan indeks Straits Times yang turun 17,71 poin atau 0,65 persen ke level 2.708,20.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.550 ke Rp62.100, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp700 ke Rp21.800, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp650 ke Rp13.500.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp600 menjadi Rp7.600, PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp29.700, ke PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun Rp200 menjadi Rp5.700.

Rabu 28-09-2011 (09:42)

 

 

 

IHSG Bergerak Tidak Pasti

Pada Penutupan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat rebound 4,75 persen, pada pembukaan perdagangan kali ini IHSG cenderung bergerak flat. Menurut Analis pasar modal Andy WG, secara teknikal potensi rebound IHSG karena perdagangan sudah memasuki area jenuh beli atau oversold. Namun kepercayaan investor, khususnya investor asing belum pulih kembali. Imbasnya, IHSG, pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, naik 0,67 poin atau 0,02 persen ke level 3.474,61. Sementara, indeks LQ45 naik 2,67 poin ke posisi 602,04. Sedangkan Jakarta IslamicIndex (JII) naik 2,25 poin ke 472,23.
Perdagangan yang terjadi kali ini pun cukup lesu, dengan volume perdagangan sebesar 27,983 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp68,475 miliar. Tercatat sebanyak 14 saham tercatat menguat, dengan 13 saham melemah dan 25 saham stagnan. Investor asing pun nampak masih wait and see, hasilnya, tercatat pemeblian oleh asing hanya sebesar Rp10,165 miliar.Pada indeks Asia, terjadi pergerakan yang {mixed}. Tercatat, indeks Hang Seng turun 154,08 poin atau 0,85 persen ke posisi 17.976,47, Indeks Nikkei 225 naik 15,45 poin atau 0,18 persen ke level 8.625,40, dan indeks Straits Times yang turun 20,52 poin atau 0,38 persen ke level 2.715,50.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 ke Rp51.950, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp200 ke Rp16.000, dan PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp150 ke Rp5.500.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp900 menjadi Rp29.200, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp200 menjadi Rp19.200, serta PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turun Rp200 menjadi Rp15.250.
Pada indeks di Amerika Serikat (AS),Dow Jones Industrial Average naik 146,83 poin atau 1,33 persen ke 11.190,69. Indeks Standard & Poor 500 naik 12,44 poin atau 1,07 persen menjadi 1.175,39 dan Nasdaq Composite Index naik 30,14 poin atau 1,20 persen ke 2.546,83

Selasa, 27-09-2011 (16:07)

 

 

 

IHSG Menguat 4,7%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (27/9) ditutup menguat 157,8 poin atau 4,7% menjadi 3.473,94. Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 263 saham naik, 26 saham turun dan 33 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp42,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,6 triliun.

Indeks JII naik 23,92 poin ke 475,38, indeks ISSI naik 5,17 poin ke 112,06 dan indeks LQ45 naik 32,35 poin ke 606,50. Penguatan dimotori sektor perkebunan yang naik 106,63 ke 2.015,99, sektor pertambangan naik 97,35 poin ke 2.488,53. Perdagangan terus menguat dengan sentimen eksternal yang positif. Level terendah pada hari ini di 3.316,69 dan tertinggi di 3.487,76.


Penguatan ini seiring dengan bursa Asia seperti indeks Hang Seng naik 4,1% ke 18.130, indeks Nikkei naik 2,8% ke 8.609,95, indeks Shanghai naik 0,9% ke 2.415,05, indeks ASX naik 3,6% ke 4.004,60.
Bursa Eropa juga mengikuti kenaikan bursa Asia seperti indeks FTSe naik 1,8% ke 5.185, indeks DAX naik 2,8% ke 5.496 dna indeks CAC naik 2,85 ke 2.940.
Saham yang menguat dipimpin saham ASII naik Rp3.550 ke Rp60.550, GGRM naik Rp2.650 ke Rp51.650, UNTR naik Rp1.400 ke Rp21.100, HMSP naik Rp1.150 ke Rp30.100, ITMG naik Rp1.100 ke Rp39.900, INTP naik Rp1.050, MYOR naik Rp800 ke Rp13.000, HEXA naik Rp750 ke Rp7.300, IMAS naik Rp700 ke Rp9.900, PTBA naik Rp650 ke Rp15.400, AALI naik Rp600 ke Rp19.400, AMFG naik Rp600 ke Rp8.200, SMDR naik Rp575 ke Rp3.700, ADMF naik Rp550 ke Rp10.150, BMRI naik Rp450 ke Rp5.950.

Saham yang turun seperti saham SQBI turun Rp27.800 ke Rp117.000, EMTK turun Rp175 ke Rp2.025, ROTI turun Rp100 ke Rp3.000, ASRM turun Rp90 ke Rp1.290, FISH turun Rp50 ke Rp1.800.

Selasa 27-09-2011 (12:11)

 

 

 

IHSG Sesi I Ditutup Melesat 4,3%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa siang ini ditutup naik 4,3% ke level 3.458,82. Bursa AS ditutup menguat signifikan semalam sekitar 2,5% dan membawa indeks Dow kembali ke atas level psikologis 11.000 seiring spekulasi Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga serta melakukan buyback obligasi. Bursa Asia siang ini masih menguat seiring sentimen penguatan bursa Eropa dan AS semalam serta reboundnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya. Shanghai naik 0,3%, Hang Seng naik 2,4%, KLSE naik 1,62%, Nikkei naik 1,8%, STI naik 1,36%, dan Seoul naik 3,59%. Sebanyak 236 saham tercatat naik siang ini, sementara 23 saham yang turun, dan 36 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 5,03% ke level 603,04, sedan JII naik 4,72% ke level 472,79.
Sementara, harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%. harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%.
Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,6 triliun. Asing pun terpantau masih lebih banyak melakukan aksi beli saham hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp135,44 miliar.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII yang naik 5,43%, GGRM naik 4,89%, ITMG naik 2,83%, UNTR naik 4,56%, HMSP naik 2,93%, dan INTP naik 6,69%.

Selasa 27-09-2011 (09:36)

 

 

 

Rebound, IHSG Dibuka Naik 2,01% ke 3.383

IHSG pada perdagangan Selasa (27/9) dibuka rebound dengan naik 2,01% ke level 3.383. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan beberapa saham yang telah mengalami intraday rebound signifikan pada akhir perdagangan kemarin diperkirakan akan kembali menguat hari ini seperti ASII, BUMI, ADRO dan saham-saham sektor banking. Resistance indeks hari ini berada di level 3.400.
Bursa AS ditutup menguat signifikan semalam sekitar 2,5% dan membawa indeks Dow kembali ke atas level psikologis 11.000 seiring spekulasi Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga serta melakukan buyback obligasi.Sementara, harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat sekitar 1,5% seiring sentimen penguatan bursa Eropa dan AS semalam serta reboundnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya. Nilai tukar Rupiah pagi ini juga dibuka menguat signifikan sekitar 2,1% ke level Rp8.933 per dolar AS. Sebanyak 103 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 2 saham yang turun, dan 18 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,89% ke level 590,75, sedan JII naik 2,66% ke level 463,49.Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 115,04 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp162,09 miliar. Asing pun terpantau lebih banyak melakukan aksi beli saham dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp1,83 miliar.
Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII yang naik 3,07%, ITMG naik 2,57%, GGRM naik 1,42%, INTP naik 4,6%, UNTR naik 2,53%, dan PTBA naik 3,05%.

Senin, 26-09-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Makin Terpuruk, Ambles 110 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 110 poin pasca investor terus mengurangi portofolionya akibat situasi global yang tidak menentu. Jatuhnya harga-harga komoditas dunia juga turut memberi sentimen negatif. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362 terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300.Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menanjak ke zona hijau meski hanya naik tipis ke 3.429,463. Setelah itu, tekanan aksi jual memaksa indeks jatuh sangat dalam hingga ke level 3.217,951. Pada penutupan perdagangan tadi siang, IHSG jatuh 137,497 poin (4,02%) ke level 3.288,849. Tekanan jual masih tinggi dilakukan baik investor asing maupun lokal. Setelah sempat menyentuh posisi terendahnya, indeks mulai mengurangi tingkat koreksinya meski belum berhasil kembali ke zona hijau. Meski jatuh cukup dalam, namun koreksi IHSG ini bukan yang paling parah di Asia.
Menutup perdagangan, Senin Sore ini, IHSG anjlok 110,209 poin (3,22%) ke level 3.316,137. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 18,565 poin (3,15%) ke level 574,153. Investor seolah masih alergi untuk mengkoleksi saham, terbukti dari tekanan jual yang tak henti-hentinya menghantam IHSG. Hal ini membuat seluruh indeks sektoral 'kebakaran'. Saham-saham tambang memimpin koreksi bursa saham dengan anjlok lebih dari 7% dipicu rontoknya harga-harga komoditas. Selain itu krisis utang Eropa yang tak kunjung usai juga memberi tekanan kepada investor. Dana asing pun kembali mengalir keluar lantai bursa. Transaksi investor asing pada perdagangan hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreig net sell) senilai Rp 114,928 miliar di seluruh pasar.Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 166.292 kali pada volume 5,381 miliar lembar saham senilai Rp 5,572 triliun. Sebanyak 25 saham naik, sisanya 263 saham turun, dan 35 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 39,98 poin (1,64%) ke level 2.393,18.
  • Indeks Hang Seng jatuh 261,03 poin (1,48%) ke level 17.407,80.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 186,13 poin (2,17%) ke level 8.374,13.
  • Indeks Straits Times turun 44,28 poin (1,64%) ke level 2.654,52.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mandom (TCID) naik Rp 700 ke Rp 8.600, BFI Finance (BFIN) naik Rp 450 ke Rp 6.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 15.800, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 70 ke Rp 720.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 8.000 ke Rp 335.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.950 ke Rp 18.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.850 ke Rp 57.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.850 ke Rp 38.800.

Senin, 26-09-2011 (12:08)

 

 

 

Tekanan Jual Masih Tinggi, IHSG Tinggalkan Level 3.300

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi tajam dan terpaksa jatuh meninggalkan level psikologis 3.300. Tekanan jual masih tinggi dilakukan baik investor asing maupun lokal. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362 terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300. Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menanjak ke zona hijau meski hanya naik tipis ke 3.429,463. Setelah itu, tekanan aksi jual memaksa indeks jatuh sangat dalam hingga ke level 3.264,723.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin siang, IHSG jatuh 137,497 poin (4,02%) ke level 3.288,849. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 24,403 poin (4,12%) ke level 568,315. Indeks terseret melemahnya bursa-bursa Asia, selain itu koreksi harga-harga komoditas dunia semakin membuat investor tidak percaya diri. Meskipun posisinya sudah sangat jenuh jual, namun situasi pasar yang belum kondusif memaksa investor kembali lakukan aksi jual.Koreksi yang terjadi di indeks sektoral sangat tinggi, rata-rata turun lebih dari 4%, bahkan indeks sektor properti turun lebih dari 6% dan memimpin kejatuhn bursa.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 79.132 kali pada volume 2,597 miliar lembar saham senilai Rp 2,573 triliun. Sebanyak 11 saham naik, sisanya 250 saham turun, dan 27 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di Asia juga tidak terlalu menggembirakan, sejak dibuka pagi tadi masih terjebak di zona merah. Penurunan IHSG ini kembali menjadi yang paling parah di Asia.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,07 poin (0,50%) ke level 2.421,09.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 316,83 poin (1,79%) ke level 17.352,00.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 160,25 poin (1,87%) ke level 8.400,01.
  • Indeks Straits Times anjlok 43,33 poin (1,61%) ke level 2.655,47.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 7.350, First Media (KBLV) naik Rp 90 ke Rp 590, Ultra Jaya (UTLJ) naik Rp 50 ke Rp 1.100, dan Berlina (BRNA) naik Rp 50 ke Rp 1.890.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 3.050 ke Rp 12.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.550 ke Rp 56.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 48.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 39.150.

Senin, 26-09-2011 (09:36)

 

 

 

Menipis 4 Poin, IHSG Terus Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 4 poin dan terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 3,564 poin (0,11%) ke level 3.422,782. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 0,884 poin (0,14%) ke level 691,834. Membuka perdagangan awal pekan, Senin pagi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362. Indeks LQ 45 menipis 1,237 poin (0,20%) ke level 591,481.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG turun 36,034 poin (1,05%) ke level 3.390,312. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,376 poin (1,24%) ke level 585,342.
IHSG berhasil rebound 57 poin setelah dalam empat hari perdagangan terpuruk di zona merah. Indeks pun sempat mengalami koreksi harian terburuknya hingga hampir sembilan persen.Bursa-bursa di Asia merespons turunnya Wall Street akhir pekan lalu dengan terkoreksi cukup signifikan. Meski para pemimpin G20 sepakat menanggulangi krisis utang Eropa namun para pelaku pasar belum percaya diri.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 5,14 poin (0,21%) ke level 2.428,02.  
  • Indeks Hang Seng melemah 131,84 poin (0,75%) ke level 17.536,99.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 140,90 poin (1,65%) ke level 8.419,36.
  • Indeks Straits Times jatuh 32,47 poin (1,20%) ke level 2.666,33.  

Senin 19-09-2011 (12:09)

 

 

 

IHSG Kembali Menjauh Dari Level 3.800

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nampaknya kian terseret imbas sentimen negatif bursa Asia. IHSG bergerak makin menjauh dari level 3.800. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 49,57 poin atau 1,29 persen ke level 3.785,61 pada Senin siang ini. Indeks saham unggulan LQ45 turut turun 9,73 poin ke posisi 660,37. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turut melemah 7,03 poin ke level 519,76. Sementara di bursa Asia, indeks Hang Seng anjlok 408,16 poin atau 2,10 persen ke 19.047,15. Index Shanghai Composite Index  terkoreksi 34,96 poin atau 1,41 persen ke 2.447,38. Sedangkan indeks Straits Times turun 21,55 atau 0,77 persen ke posisi 2.767,49.
Pada nilai transaksi, tercatat sebanyak 2,700 miliar lembar saham diperdagangkan denggan total transakasi mencapti Rp1,267 triliun. Di mana 29 saham tercatat menguat, 59 saham stabil, dan 192 saham melemah, dan nett sell sebesar Rp43.960 miliar.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp275 menjadi Rp5.200, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp100 menjadi Rp44.650, serta PT Skybee Tbk (SKYB) naik Rp80 menjadi Rp680.
Saham-saham yang melemah (top losers), di antaranya PT Sepatu Bata Tbk (BATA) turun Rp1.000 ke Rp59.000, PT Astra International (ASII) turun Rp800 ke Rp65.100, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp650 ke Rp55.500.

Senin 19-09-2011 (09:38)

 

 

IHSG Masih Terseret Regional

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih betah berada di jalur merah. Kendati pagi ini pergerakannya tidak seambles pekan kemarin.Merahnya IHSG ini mengikuti pergerakan bursa Asia yang seluruhnya terpantau anjlok. IHSG Senin pagi ini dibuka melemah 33,92 poin atau sebesar 0,88 persen ke posisi 3.801,26.Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 7,92 poin ke posisi 662,18. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turut melemah 5,77 poin ke level 521,02.
Bursa Asia yang terpantau melemah di antaranya yakni indeks Hang Seng anjlok 418,81 poin ke 19.036,5. Shanghai Composite Index terkoreksi 30,42 poin ke 2.451,92. Setra indeks Straits Times turun 25,67 ke posisi 2.763,37. Nilai transaksi pagi ini terpantau sebesar Rp272,43 miliar dengan volume sebanyak 254,75 juta lembar saham. Di mana 20 saham tercatat menguat, 67 saham stabil, dan 101 saham melemah. Pelemahan dari faktor internal sendiri juga turut menjadi pemicunya. Sektor tambang tercatat memimpin perlemahan terdalam sebesar 25,37 poin, yang kemudian diikuti dari sektor perkebunan, sektor consumer, keuangan, hingga infrastruktur.
Oleh karena itu, saham-saham yang melemah (top losers) di antaranya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp400 ke Rp23.100, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 ke Rp22.050, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp350 ke Rp55.800, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 ke Rp16.550.
Serta saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya yakni PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDK) naik Rp30 ke Rp1.600, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik Rp25 ke Rp3.575, PT Modernland Indonesia Tbk (MDRN) naik Rp25 ke Rp2.600.

Jumat, 16-09-2011 (16:10)

 

 

IHSG Menanjak 60 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 60 poin atas aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks mengakhiri pelemahan yang sudah terjadi dalam lima hari perdagangan terakhir. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Indeks masih betah berjalan di teritori positif sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Akumulasi saham-saham yang sudah murah terus dilakukan investor.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 35,895 poin (0,95%) ke level 3.810,229. Tekanan jual asing masih mengancam pergerakan indeks. Minat beli investor kembali meninggi memasuki perdagangan sesi II, indeks pun naik secara perlahan dan menyentuh posisi tertingginya di level 4.840,731. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat sore ini, IHSG menanjak 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181. Sementara Indeks LQ 45 menguat 10,338 poin (1,56%) ke level 670,096Kepercayaan diri investor kembali meninggi setelah sentimen krisis utang di Eropa sedikit berkurang setelah adanya kesepatakan pemerintah untuk memberikan pinjaman dolar. Saham-saham unggulan di seluruh sektor pun langsung menjadi incaran. Tak hanya investor lokal, pemodal asing yang sudah lima hari melakukan jual bersih senilai total Rp 3,64 triliun pun kini melakukan pembelian bersih (foreign net buy). Nilainya tipis, sebesar Rp 25,258 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.617 kali pada volume 4,027 miliar lembar saham senilai Rp 4,102 triliun. Sebanyak 176 saham naik, sisanya 55 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 3,29 poin (0,13%) ke level 2.482,34.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 273,81 poin (1,43%) ke level 19.455,31.  
  • Indeks Nikkei 225 melesat 195,30 poin (2,25%) ke level 8.864,16.  
  • Indeks Straits Times menanjak 26,19 poin (0,95%) ke level 2.792,14

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 44.550, Asahimas (AMFG) naik Rp 700 ke Rp 8.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 9.850, dan Astra Agro (AALI) naik RP 600 ke Rp 22.400.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 200 ke Rp 8.000, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 3.300, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.350, dan Central Omega (DKFT) turun Rp 125 ke Rp 3.575.

Jumat, 16-09-2011 (11:36)

 

 

Investor Akumulasi Saham Murah, IHSG Menguat 35 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin atas akumulasi saham-saham yang sudah murah oleh investor lokal. Tekanan jual asing masih mengancam pergerakan indeks. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Indeks masih betah berjalan di teritori positif sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Indeks pun sempat menanjak ke level tertingginya hari ini di 3.820,908.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat siang ini, IHSG menguat 35,895 poin (0,95%) ke level 3.810,229. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 7,547 poin (1,14%) ke level 667,305.Investor lokal mengakumulasi saham-saham yang sudah sangat murah akibat koreksi yang terjadi IHSG dalam lima perdagangan terakhir. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menghijau, dipimpin oleh saham-saham konsumer. Meski demikian, ancaman dari investor asing masih ada melalui tekanan jualnya. Hingga siang ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai yang masih belum terlalu tinggi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.909 kali pada volume 1,63 miliar lembar saham senilai Rp 1,746 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Berikut situasi bursa-bursa regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,34 poin (0,42%) ke level 2.489,39.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 394,77 poin (2,06%) ke level 19.576,27.  
  • Indeks Nikkei 225 melesat 185,89 poin (2,14%) ke level 8.854,75.  
  • Indeks Straits Times menanjak 37,38 poin (1,35%) ke level 2.803,33.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.350 ke Rp 66.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 56.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 44.300, dan Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 343.000.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 21.650, Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 100 ke Rp 4.100, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 5.600.

Jumat, 16-09-2011 (09:36)

 

 

Bursa Global dan Regional Semangati IHSG 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 34 poin setelah disemangati bursa-bursa regional yang kompak menghijau. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 32,795 poin (0,86%) ke level 3.807,129. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 8,139 poin (1,23%) ke level 667,897. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (16/9/2011), IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Indeks LQ 45 menguat 8,492 poin (1,28%) ke level 668,250. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat 36,518 poin (0,97%) ke level 3.810,852. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,928 poin (0,90%) ke level 667,653. Kemarin, IHSG kembali melemah 24 poin akibat masih tingginya tekanan jual. Saham-saham unggulan masih mengalami koreksi meski sebagian bursa regional sudah menguat.
Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa. Rencana tersebut memberi angin segar terhadap pergerakan bursa-bursa di regional pagi ini.
Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:
Indeks Komposit Shanghai naik 15,20 poin (0,61%) ke level 2.494,26.
Indeks Hang Seng melonjak 422,86 poin (2,20%) ke level 19.604,36.
Indeks Nikkei 225 menanjak 150,83 poin (1,74%) ke level 8.819,69.
Indeks Straits Times menguat 36,39 poin (1,32%) ke level 2.802,34.

Kamis 14-09-2011 (16:08)

 

 

IHSG Ditutup 0,6% ke 3.774,33

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (15/9) ditutup turun 24,7 poin atau 0,6% ke 3.774,33. Volume perdagangan mencapai 4,06 miliar saham senilai Rp5,2 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 146 saham turun, 76 saham turun dan 103 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp1,3 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp2,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,3 triliun.
Indeks JII turun 3,5 poin ke 522,94, indeks ISSI turun 0,9 poin ke 122,93 dan indeks LQ45 turun 6,3 poin ke 658,62. Pelemahan terdalam dialami sektor perkebunan turun 38,55 poin ke 2.230, disusul sektor pertambangan turun 32,6 poin ke 2.843. Sementara sektor perbankan sudah naik 0,6 poin ke 490 dan sektor infrastruktur naik 10,8 poin ke 719,14. Sepanjang perdagangan IHSG terus tertekan. Level terendah di level 3.710,09 yang terjadi di sesi II dan level tertinggi di level 3.829,38 yang terjadi saat pembukaan. Padahal bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,7% ke 19.181, indeks Nikkei naik 1,7% ke 8.668, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.479, indeks ASX naik 1,6% ke 4.071.
Saham yang masih turun seperti saham BATA turun Rp5.000 ke Rp60.000, GGRM turun Rp1.700 ke Rp56.300, ASII turun Rp1.650 ke Rp65.100, DSSA turun Rp1.150 ke 15.050, PTBA turun Rp750 ke Rp17.650, AMFG turun Rp650 ke Rp7.900, ITMG turun Rp550 ke Rp43.400, IMAS turun Rp400 ke Rp11.200, HMSP turun Rp300 ke Rp31.700, INTP turun Rp300 ke Rp13.850, BDMN turun Rp250 ke Rp4.950, UNTR turun Rp200 ke Rp22.900.

Saham yang menguat seperti saham MYOR naik Rp450 ke Rp14.650, HEXA turun Rp400 ke Rp8.400, SCMA naik Rp300 ke Rp5.700, ISAT naik Ro250 ke Rp5.700, BBCA naik Rp150 ke Rp7.900, BBRI naik Rp150 ke Rp6.300, EXCL naik Rp150 ke Rp5.150, TLKM naik Rp150 ke Rp7.500, LPGI naik Rp130 ke Rp1.790, AMRT naik Rp100 ke Rp3.400, TGKA naik Rp100 ke Rp1.000, CNBP naik Rp50 ke Rp1.650.

Kamis, 15-09-2011 (12:27)

 

 

Faktor Teknikal, IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,61%

IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (15/9) ditutup anjlok 1,61% ke level 3.737,73. Menurut analis Corfina Securities Deni Hamzah, penurunan indeks siang ini lebih disebabkan faktor teknikal, di mana pergerakannya cebderung turun melanjutkan pola pergerakan indeks 3 hari terakhir yang juga cenderung turun. Dia memprediksi jika indeks jebol lagi, maka support lanjutan bisa berada di level 3.600-an. Indeks saham unggulan LQ45 sesi I ditutup anjlok 2,07% ke level 651,15, sedang JII melemah 2,07% ke level 515,57. Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,57 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,88 triliun. Asing terpantau masih lebih banyak menjual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp449,05 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,37 poin (0,02%) ke level 2.484,45.
  • Indeks Hang Seng naik 89,01 poin (0,47%) ke level 19.134,45.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 128,37 poin (1,51%) ke level 8.646,94.
  • Indeks Straits Times menguat 15,43 poin (0,56%) ke level 2.754,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 14.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 8.200, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 150 ke Rp 5.550, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 3.400.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.800 ke Rp 55.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 22.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 16.250.

Kamis 14-09-2011 (09:38)

 

 

Sentimen Global Topang IHSG Dibuka Naik 0,54%

IHSG pada perdagangan Kamis (15/9) ini naik 0,54% ke level 3.819,66. Penguatan indeks pagi ini diperkirakan seiring positifnya sentimen dari bursa global serta kembali menguatnya nilai tukar Rupiah pagi ini ke level Rp8.803 per dolar AS. Sebanyak 46 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 2 saham yang turun, dan 15 saham masih stagnan. Namun demikian, Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini menyebutkan investor tetap harus mewaspadai pergerakan di pasar obligasi, di mana dalam satu pekan terakhir, yield SUN 10 tahun telah naik sekitar 76 bps kembali ke level 7,22%. Samuel memprediksi Resistance indeks berada di level 3.872. IHSG kemarin kembali melemah yang lebih disebabkan oleh sentimen koreksi signifikan pada nilai tukar Rupiah yang sempat melemah ke level Rp8.938 per dolar AS. Koreksi tiba-tiba yang terjadi pada nilai tukar Rupiah disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kebijakan BI yang menerapkan aturan devisa ekspor ekspor disambut negatif oleh investor.
Sementara bursa AS dan Eropa semalam kembali ditutup menguat setelah Perancis dan Jerman kembali menyatakan komitmen dukungannya terhadap Yunani dan akan mempertahankan negara tersebut tetap di dalam zona Euro. Harga minyak terkoreksi 1.4% ke level US$88,9/barel diikuti mayoritas harga metal dunia seperti Timah yang turun 1%.Bursa Asia pagi ini kembali dibuka menguat seiring membaiknya optimisme di Eropa dan memfaktorkan penguatan bursa global. Indeks saham unggulan LQ45 dibuka naik 0,76% ke level 670,05, sedang JII naik 0,66% ke level 529,98. Volume perdagangan pagi ini sangat kecil hanya 20,86 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp54,18 miliar. Namun, asing terpantau lebih banyak menjual pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp7,72 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah UNTR naik 1,51%, ASII naik 0,37%, AALI naik 0,91%, ICBP naik 1,94%, BMRI naik 1,55%, dan TLKM naik 1,36%

Rabu, 14-09-2011 (16:17)

 

 

IHSG Terus Anjlok,  Sekarang Terlempar dari 3.800

Dana asing makin banyak keluar dari pasar saham, alhasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kembali turun. Sempat rebound pada awal perdagangan, IHSG malah anjlok pada penutupan perdagangan. IHSG, turun 75,75 poin atau 1,95 persen ke 3.799,04, pada pebutupan Rabu (14/9/2011). Sementara, Saham LQ45 turun 5,61 poin atau 2,3 persen ke level 664.93, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 8,87 poin atau 1,7 persen ke 526,48.

Pada penutupan kali ini, dana investor asing keluar makin deras. Tercatat adanya nett selling yang meningkat menjadi Rp1,345 triliun, dengan 4,967 miliar saham diperdagangkan dan total transaksi Rp4,916 triliun. Pada sesi ini, sebanyak 45 saham tercatat menguat, 236 saham melemah, dan 43 lainnya stagnan. Adapun saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain  PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp500 menjadi Rp3.650, Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) naik Rp170, menjadi Rp880 dan Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp150 menjadi Rp21.900.Sedangkan saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp2.250 ke Rp66.750, Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp1.000 ke Rp125.000, serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp750 ke Rp43,950.

 

Bursa Asia tercatat bergerak mixed dengan indeks Nikkei 225 harus turun 97,98 poin atau 1,14 persen ke 8.518,57, Indeks Straits Times naik 8,60 poin atau 0,65 persen ke level 2.737,97, diikuti dengan indeks Hang Seng yang naik tipis 14,90 poin atau 0,08 persen ke level 19.045,44. untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.

Rabu 14-09-2011 (12:15)

 

 

IHSG Ikuti Merahnya Bursa Asia

Tekanan dari indeks saham di Asia membawa sentimen negatif bagi Indeks Harga. Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sesi I, IHSG harus rela kembali memerah. Awal pembukaan, IHSG sempat rebound namun kembali turun 67,62 poin atau 1,75 persen ke 3.807,16, Rabu (14/9/2011). Dalam sesi ini, Saham LQ45 turun 13,91 poin atau dua persen ke level 666,63, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 8,33 poin atau 1,6 persen ke 527,02.
Tercatat adanya nett selling yang meningkat menjadi Rp542.136 miliar, dengan 2,809 miliar saham diperdagangkan dan total transaksi Rp2,114 triliun. Meski demikian sesi ini mencatat sebanyak 33 saham tercatat menguat, 215 saham melemah, dan 52 lainnya stagnan.
 Adapun saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp400 menjadi Rp3.550, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp250 menjadi Rp9.750, serta PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) naik Rp170 menjadi Rp880. Sedangkan saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp1.250 ke Rp67.750, United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp1.050 ke 22.550, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)    turun Rp700 ke Rp14.100. Kompak, bursa Asia turut mengalami penurunan, tercatat Nikkei 225 harus turun 81,16 poin atau 0,94 persen ke 8.535,39, Indeks Straits Times turun 5,67 poin atau 0,21 persen ke level 2.723,70, diikuti dengan indeks Hang Seng yang juga turun 255,15 poin atau 1,34 persen ke level 18.775,39. 
 
Penguatan juga terjadi pada indeks Wall Street, tercatat indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin atau 0,40 persen ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin 0,91 persen ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin 1,49 persen ke level 2532,15.
Sementara untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.

Rabu 14-09-2011(09:41)

 

 

Rabu Pagi IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat, kendati masih banyaknya dana asing yang keluar di pasar saham serta bursa Asia yang bergerak mixed. Pada hari ini, Rabu Pagi , IHSG dibuka naik 19,92 poin atau 0,51 persen ke 3.894,70. Saham LQ45 naik 3,36 poin atau 0,5 persen ke level 683.90, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 3,74 poin atau 0,7 persen ke 539,09. Pada pembukaan ini, saham yang diperdagangkan cukup moderat dengan 222,296 juta saham diperdagangkan dan total transaksi Rp140 miliar. Sebanyak 89 saham tercatat menguat, 12 saham melemah, dan 56 lainnya stagnan. Sementara, dari dana investor asing masih mencatatkan adanya nett selling sebesar Rp21,926 miliar.
Sementara, bursa Asia turut mengalami kenaikan, tercatat Nikkei 225 harus turun 16,81 poin atau 0,20 persen ke 8.599,74, Indeks Straits Times naik 21,79 poin atau 0,8 persen ke level 2.751,16, diikuti dengan indeks Hang Seng yang juga naik 119,72 ppoin atau 0,63 persen ke level 19.150,26. Penguatan juga terjadi pada indeks Wall Street, tercatat indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin atau 0,40 persen ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin 0,91 persen ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin 1,49 persen ke level 2532,15.  Sementara untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.
Saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp400 menjadi Rp69.400, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp400 menjadi Rp3.550, serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp200 menjadi Rp44.900.
 
Saham-saham yang melemah (top looser), antara lain Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 ke Rp57,800, Semen Gresik (Persero) Tbk. (SMGR) turun Rp50 ke Rp8.850, sementara Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun Rp25 ke Rp3.600.

Selasa, 13-09-2011 (16:11)

 

 

IHSG Terpangkas 21 Poin, Akibat Asing Lepas Saham Rp 592 Miliar  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tepangkas 21 poin atas larinya dana asing sebanyak Rp 592 miliar. Nilai transaksi di lantai bursa tidak terlalu tinggi dengan perdagangan yang cukup sepi. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Kekhawatiran krisis utang Eropa sedikit reda setelah China berniat membeli obligasi Italia.Meski terus menguat secara perlahan, namun investor masih belum sepenuhnya percaya diri akan situasi ekonomi global. Pasalnya, krisis utang di Eropa masih belum benar-benar pulih. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 3.929,549. Setelah itu pergerakan naiknya IHSG tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran 15-25 poin.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 14,804 poin (0,37%) ke level 3.910,923. Investor belum sepenuhnya percaya diri akan kondisi ekonomi global sehingga laju IHSG tersendat. Memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin terasa, terutama dilakukan investor asing. Indeks pun terpaksa jatuh ke zona merah dan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 3.855,036. Mengakhiri perdagangan, Selasa Sore ini, IHSG ditutup terpangkas 21,336 poin (0,55%) ke level 3.874,783. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 3,640 poin (0,53%) ke level 680,544.
Hanya dua indeks sektoral yang masih bertahan di zona hijau, sektor agribisnis dan konsumer. Sementara sisanya terpaksa puas bercokol di teritori negatif akibat tekanan jual.Aksi jual asing cukup besar, dibarengi dengan investor asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 592,055 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 139.854 kali pada volume 4,242 miliar lembar saham senilai Rp 3,343 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,45 poin (1,06%) ke level 2.471,30.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 80,88 poin (0,95%) ke level 8.616,55.
  • Indeks Straits Times melemah 5,53 poin (0,20%) ke level 2.738,05.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 58.000, Central Omega (DKFT) naik Rp 625 ke Rp 3.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 44.700, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 300 ke Rp 11.900.



Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.500 ke Rp 16.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 23.600, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 11.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 18.800.

Selasa, 13-09-2011 (12:06)

 

 

IHSG Cuma Naik 14 Poin 

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Kekhawatiran krisis utang Eropa sedikit reda setelah China berniat membeli obligasi Italia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin atas aksi beli selektif investor. Sayangnya, investor belum sepenuhnya percaya diri akan kondisi ekonomi global sehingga laju IHSG tersendat. Meski China sudah berniat membantu Italia dengan membeli surat utangnya, namun krisis utang Eropa masih jauh dari berakhir. Dana asing pun mengalir keluar lantai bursa. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 3.929,549. Setelah itu pergerakan naiknya IHSG tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran 15-25 poin. Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (13/9/2011), IHSG menguat 14,804 poin (0,37%) ke level 3.910,923. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,740 poin (0,40%) ke level 686,924.

Situasi ekonomi global yang belum kondusif membuat investor masih ragu berinvestasi. Beberapa saham unggulan diburu, namun tak sedikit juga yang melarikan dananya keluar dari pasar modal. Saat investor lokal memburu saham, sebaliknya investor asing justru mencairkan uangnya. Hingga siang ini transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup besar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 74.729 kali pada volume 1,936 miliar lembar saham senilai Rp 1,385 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 44 saham turun, dan 74 saham stagnan.Rata-rata bursa di regional mampu cetak poin dengan signifikan, kecuali bursa saham China yang masih ketinggalan di teritori negatif. Rencana China membeli surat utang Italia disambut negatif oleh investor setempat.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 35,65 poin (1,43%) ke level 2.462,10.
  • Indeks Nikkei 225 naik ke 58,06 poin (0,68%) level 8.593,73.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,39 poin (1,11%) ke level 2.773,97.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 58.100, Central Omega (DKFT) naik Rp 550 ke Rp 3.075, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 17.300.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 11.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 23.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 18.950, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 175 ke Rp 3.625.

Selasa, 13-09-2011 (09:36)

 

 

Pagi Ini IHSG Naik 9 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 9 poin terbawa arus positif bursa-bursa Asia. Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 7,612 poin (0,19%) ke level 3.903,731. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat tipis 1,889 poin (0,27%) ke level 686,073.
Mengawali perdagangan, Selasa (13/9/2011), IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Indeks LQ 45 dibuka naik tipis 2,349 poin (0,34%) ke level 686,533. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat 26,073 poin (0,67%) ke level 3.922,192. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,667 poin (0,83%) ke level 689,851.Kemarin, IHSG merosot hingga 102 poin akibat mencuatnya lagi kekhawatiran krisis utang Eropa. Indeks pun meninggalkan level 3.900.
Bursa Wall Street berhasil menguat pada sesi-sesi akhir didorong harapan Italia akan mendapatkan support pendanaan dari China. Harapan itu mulai mengurangi kekhawatiran investor akan memburuknya krisis utang Eropa. Sentimen negatif masih ada, yaitu kemungkinan penurunan peringkat bank-bank besar Prancis oleh Moody's. Berita-berita ini membuat bursa-bursa di regional bergerak mixed pagi ini.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,69 poin (1,35%) ke level 2.464,06.
  • Indeks Nikkei 225 naik 26,30 poin (0,31%) ke level 8.561,97.
  • Indeks Straits Times menguat 20,60 poin (0,75%) ke level 2.764,18.

Senin, 12-09-2011 (16:12)

 

 

Sore Ini IHSG Jatuh hingga 2,5%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (12/9) ditutup melemah hingga 102,38 poin atau 2,5% ke 3.896,12. Volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp2,9 triliun. Perdagangan mengalami 235 saham turun, 35 saham naik dan 48 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp271,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun dan pembelian asing sebesar Rp941,6 miliar.


Indeks JII turun 14,04 poin ke 538,54, indeks ISSI turun 3,03 poin ke 126,43 dan indeks LQ45 turun 21,52 poin ke 683,73. Sektor pertambangan masih memimpin pelemahan hingga turun 79,52 poin ke 2.923,63 disusul sektor konsumer turun 38,68 poin ke 1.297,55.

Pelemahan ini sejalan dengan pelemahan bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 4,2% ke 19.030, indeks Nikkei turun 2,3% ke 8.535, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497 dan indeks ASX turun 3,7% ke 4.038.
Saham yang terkoreksi seperti saham GGRM turun Rp2.550 ke Rp57.250, ITMG turun Rp1.400 ke Rp44.400, UNTR turun Rp1.000 ke Rp24.300, ASII turun Rp900 ke Rp69.400, AALI turun Rp750 ke Rp21.550, HMSP turun Rp600 ke Rp32.250, UNVR turun Rp550 ke Rp17.000, INTP turun Rp450 ke Rp15.000, PTBA turun Rp450 ke Rp19.225, AMRT turun Rp400 ke Rp3.350, HRUM turun Rp400 ke Rp8.200, MYOR turun Rp400 ke Rp14.550, BBCA turun Rp300 ke Rp8.050.

Saham yang masih naik seperti saham DSSA naik Rp1.050 ke 17.800, DKFT naik Rp300 ke Rp2.525, SMMA naik Rp200 ke Rp4.825, DPNS naik Rp110 ke Rp570, KKGI naik Rp100 ke Rp6.200, RMBA naik Rp50 ke Rp940.

Senin 12-09-2010 (12:08)

 

 

IHSG Sesi I Turun 1,8%

Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (12/9) sesi I ditutup turun 73,55 poin atau 1,8% ke 3.924,95. Volume perdagangan mencapai 1,4 miliar saham senilai Rp1,2 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 208 saham turun, 27 saham naik dan 49 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp86,02 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp470,9 miliar dan pembelian asing sebesar Rp384,9 miliar.
Indeks JII turun 10,8 poin ke 541,69, indeks ISSI turun 2,1 poin ke 127,28 dan indeks LQ45 turun 15,5 poin ke 689,73. Pelemahan indeks masih dimotori sektor pertambangan yang turun 60,19 poin ke 2.942,96 disusul sektor konsumsi turun 27,82 poin ke 1.308,41.
Bursa Asia terlebih dahulu terkoreksi seperti indeks Hang Seng turun 3,3% ke 19.194, indeks Nikkei turun 2,1% ke 8.553, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497,75, indeks ASX turun 3,3% ke 4.052.
Saham yang terkoreksi seperti saham ITMG turun Rp1.200 ke Rp44.600, HMSP turun Rp1.050 ke Rp31.800, GGRM turun Rp650 ke Rp59.150, UNTR turun Rp600 ke Rp24.700, UNVR turun Rp500 ke Rp17.050, PTBA turun Rp450 ke 19.250, ASII turun Rp400 ke Rp69.900, INTP turun Rp400 ke Rp15.050, HRUM turun Rp350 ke Rp8.250, AALI turun Rp300 ke Rp22.000, MYOR turun Rp300 ke Rp14.650, BMRI turun Rp250 ke Rp6.950.

Saham yang masih naik seperti saham DSSA naik Rp1.250 ke Rp18.000, DKFT naik Rp200 ke Rp2.425, DPNS nak Rp110 ke Rp570, MAPI naik Rp100 ke Rp4.975, BCAP naik Rp60 ke Rp530.

Senin, 12-09-2011 (09:39)

 

 


IHSG Senin Pagi Dibuka Turun 1,7%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (12/9) pagi dibuka turun 69,12 poin atau 1,7% ke 3.929,38. Volume mencapai 308,08 juta saham senilai Rp261,9 miliar. Perdagangan diwarnai dengan 175 saham turun, 9 saham naik dan 21 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp25,3 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp80,2 miliar dan pembelian asing sekitar Rp54,8 miliar.
Indeks JII turun 10,8 poion ke 541,78, indeks ISSI turun 2,2 poin ke 127,21 dan indeks LQ45 turun 13,3 poin ke 691,88. Pelemahaan dialami mayoritas sektor saham dan yang terdalam sektor pertambangan hingga 56,6 poin ke 2.946,53 disusul sektor konsumsi turun 26,1 poin ke 1.310,05.

IHSG, Jumat (9/9) lalu, ditutup turun 7 poin (0,17%) ke level 3,998.50 dengan asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp26 miliar. Demikian juga dengan indeks Dow Jones ditutup turun 304 poin (2.69%) ke level 10.992,13. Hal ini Dengan meningkatnya kekhawatiran akan kondisi ekonomi Yunani menutupi berita stimulus sebesar US$447 miliar yang akan dikeluarkan oleh Presiden AS, Barrack Obama. Pelemahan juga ditunjukkan bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 3,3% ke 19.203, indeks Nikkei turun 2,01% ke 8.562, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497, indeks ASX turun 3,4% ke 4.049.

Saham yang terkoreksi seperti saham HMSP turun 1.050, ITMG turun Rp900 ke Rp44.900, ASII turun Rp800 ke Rp69.500, GGRM turun Rp450 ke Rp59.350, DSSA turun Rp400 ke Rp15.050, INTP turun Rp400 ke Rp15.050, UNVR turun Rp400 ke Rp17.150, PTBA turun Rp350 ke Rp19.350, UNTR turun Rp350 ke Rp24.950, HRUM turun Rp250 ke Rp8.350.

Saham yang masih menguat seperti saham DKFT naik Rp275 ke Rp2.500, RMBA naik Rp50 ke Rp940.

Jumat, 09-09-2011 (16:13)

 

 


Menipis 6 Poin, IHSG Tinggalkan Level 4.000 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 6 poin akibat tekanan jual di penghujung perdagangan. Atas koreksi ini IHSG tinggalkan level 4.000. Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,400 poin (0,18%) ke level 4.012,790. Bursa Asia yang positif berhasil semangati indeks. Posisi tertinggi yang bisa didaki oleh indeks berada di level 4.028,484. Investor banyak memburu saham-saham lapis dua yang berpotensi menguat. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 10,657 poin (0,26%) ke level 4.016,047. Investor masih ragu untuk tanamkan modalnya. Hampir sepanjang perdagangan sesi II indeks berada di zona hijau, namun tekanan jual di menjelang penutupan akhirnya pertahanan IHSG jebol juga dan jatuh ke zona merah.


Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat sore ini, IHSG ditutup menipis 6,888 poin (0,18%) ke level 3.998,502. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 4,438 poin (0,63%) ke level 705,250. Investor mengekor aksi jual yang terjadi di bursa-bursa Asia. Saham-saham unggulan pun terkena aksi ambil untung dan melemah cukup dalam. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 52,868 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 103.296 kali pada volume 3,914 miliar lembar saham senilai Rp 3,326 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional di sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,19 poin (0,05%) ke level 2.497,75.  
  • Indeks Hang Seng turun 46,19 poin (0,23%) ke level 19.866,63.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 55,46 poin (0,63%) ke level 8.737,66.
  • Indeks Straits Times anjlok 30,77 poin (1,08%) ke level 2.826,13.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.650 ke Rp 16.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 59.800, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 25.300.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 70.300, Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.350, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 8.700, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300.

Jumat, 09-09-2011 (11:37)

 

 


IHSG Cuma Naik 10 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 10 poin di tengah mixed-nya bursa regional. Investor masih ragu untuk tanamkan modalnya. Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,400 poin (0,18%) ke level 4.012,790. Bursa Asia yang positif berhasil semangati indeks.  Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (9/92011), IHSG naik tipis 10,657 poin (0,26%) ke level 4.016,047. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,122 poin (0,02%) ke level 709,566.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 53.433 kali pada volume 1,831 miliar lembar saham senilai Rp 1,478 triliun. Sebanyak 120 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,31 poin (0,13%) ke level 2.502,26.
  • Indeks Hang Seng naik ke 44,36 poin (0,22%) level 19.957,18.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 19,23 poin (0,22%) ke level 8.773,89.  
  • Indeks Straits Times melemah 8,77 poin (0,31%) ke level 2.848,13.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.150 ke Rp 16.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 61.350, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 71.500, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 250 ke Rp 8.650, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300, Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.650, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 150 ke Rp 8.650.

Jumat, 09-09-2011 (09:35)

 

 


IHSG Dibuka Masih Naik 0,19%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat  pagi ini dibuka naik 7,7 poin atau 0,19% menjadi 4.013,16. Volume 235,07 juta saham senilai Rp147,1 miliar. Perdagangan diwarnai dengan 48 saham naik, 31 saham turun dan 80 saham stagnan. IHSG masih mengalami net forign buy sebesar Rp10,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp38,1 miliar dan penjualan asing Rp27,9 miliar.
Indeks JII naik 2,3 poin ke 557,33, indeks ISSI naik 0,3 poin ke 129,92 dan indeks LQ45 naik 1,64 poin ke 711,33. Sektor konsumsi masih menguat tertinggi 13,4 poin ke 1.315,7 sementara sektor pertambangan turun terdalam 19,84 poin ke 3.036,04 disusul sektor infrastruktur turun 7,7 poin ke 754,8.
Saham yang masih naik seperti saham TRAM naik 24,29% ke Rp870, DSSA naik 20% ke Rp14.100, GYDR naik 18% ke Rp11.100, MRAT naik Rp16,6% ke Rp630, DKFT naik Rp10,5% ke 2.350, PJAA naik Rp9,8% ke Rp1.120.

Saham yang trun seperti saham GTBO turun 12,7% ke Rp165, MTFN turun 12,2% ke Rp430, NPS turun 9,09% ke Rp3.500, EMTK turun Rp8,3% ke Rp2.200, AKPI turun 8,15% ke Rp1.240. Untuk bursa Asia masih tertekan seperti indeks Hang Seng turun 135 poin ke 19.192, indeks Shanghai turun 17 pin ke 2.498, indeks Nikkei naik 29,7 poin ke 8.793.

Kamis 08-09-2011 (16:16)

 

 


IHSG Bertahan di Atas Level 4.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat turun, namun IHSG ditutup melaju berada di jalur hijau. IHSG pada penutupan perdangan Kamis sore ini , tercatat berhasil naik tipis 3,96 persen atau 0,1 persen ke level  4.005. Namun, index LQ45 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,177 atau 0,16 persen, hal serupa juga terjadi pada Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 3,117 atau 0,55 persen. Tercatat sebanyak 10,313 miliar saham diperdagangkan, dengan total transaksi mencapai Rp5,725 triliun. Sebanyak 107 saham menguat, 130 saham melemah dan 87 saham stagnan. Selain itu, aksi jual-beli oleh investor asing mencatatkan pemasukan sebesar Rp545,524 miliar. perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 130 saham turun, 107 saham naik dan 67 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.
Saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp11.800, menjadi Rp144.800, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) naik Rp5.550 menjadi Rp365.050, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp2.350 menjadi Rp14.100
Saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp650 menjadi Rp46.000, PT Nipress Tbk (NIPS) turun Rp350 menjadi Rp3.500, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp300 menjadi Rp22.200.

Kamis, 08-09-2011 (12:09)

 

 


IHSG Sempat Jatuh,  Bangkit Lagi 17 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjatuh ke zona merah akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Namun, penguatan saham-saham konsumer dan finansial mengangkat IHSG 17 poin.Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 11,464 poin (0,28%) ke level 4.012,897. Indeks melanjutkan reli di hari keempatnya karena investor mulai percaya diri setelakrisis utang di eropa sedikit mereda. Tekanan jual di saham-saham lapis unggulan sempat membawa IHSG anjlok ke zona merah sampai di posisi 3.978,343, padahal sebelumnya baru saja naik tinggi ke level 4.017,308 sesaat setelah pembukaan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis siang ini, IHSG naik 17,079 poin (0,42%) ke level 4.018,512. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,619 poin (0,36%) ke level 712,714. Saham-saham tambang yang kemarin naik paling tinggi kini terkena tekanan jual, indeks tambang menjadi salah satu yang memerah bersamaan dengan sektor industri dasar, properti dan infrastruktur. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.277 kali pada volume 2,429 miliar lembar saham senilai Rp 2,364 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 45,57 poin (1,84%) ke level 2.516,09.  
  • Indeks Hang Seng melemah 150,85 poin (0,75%) ke level 19.897,15.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 17,03 poin (0,19%) ke level 8.780,44.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,92 poin (0,14%) ke level 2.836,05.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 59.950, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 126.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 750 ke Rp 12.500, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 71.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 46.350, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp15.700, Hexindo (HEXA) turun Rp 150 ke Rp 8.400, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750.

Kamis 08-09-2011 (09:38)

 

 



IHSG Dibuka masih Naik 0,35% 

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (8/9) pagi dibuka naik 14,08 poin atau 0,35% ke 4.015,51. Volume perdagangan mencapai 33,6 juta saham senilai Rp71,3 miliar Perdagangan diwarnai dengan 23 saham naik, 3 saham turun dan 20 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp14,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp33,4 miliar dan penjualan asing sekitar Rp18,8 miliar. Indeks JII naik 0,5 poin ke 558,30, indeks ISSI naik 0,14 poin ke 130,07 dan indeks LQ45 naik 1,27 poin ke 711,36. Penguatan dialami sektor perkebunan naik 12,3 poin ke 2.329 sedangkan sektor pertambangan turun 12,3 poin ke 3.023.
Pada perdagangan Rabu (7/9) dini hari tadi, Indeks Dow Jones ditutup naik 275,56 poin (2,47%) ke level 11.414,86 setelah Presiden AS Barrack Obama dikabarkan akan mengeluarkan dana sebesar US$300 miliar lagi untuk meningkatkan perekonomian negara tersebut. Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,9% ke 19.856, indeks Nikkei naik 0,4% ke 8.804, indeks Shanghai turun 0,1% ke 2.513 dan indeks ASX turun 0,3% ke 4.168.

Saham yang menguat seperti saham GGRM naik Rp300 ke Rp59.000, IMAS naik Rp250 ke Rp11.450, KKGI naik Rp150 ke Rp6.350, SCMA naik Rp150 ke Rp6.000, AALI naik Rp100 ke Rp22.600, TRAM naik Rp100 ke Rp800, UNVR naik Rp100 ke Rp17.500, BBRI naik Rp50 ke Rp6.900.

Saham yang melemah seperti saham ASII truun Rp750 ke Rp70.500, ITMG turun Rp750 ke Rp45.900, INTP turun Rp200 ke Rp8.700.

Selasa, 06-09-2011 (16:12)

 

 


Jelang Penutupan IHSG Naik 23 Poin 

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Cahaya Kalbar (CTBN) turun Rp 300 ke Rp 3.200, Lion Metal (LION) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 10.700, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 5.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan menguat 23 poin berkat perburuan saham-saham unggulan di menit-menit terakhir. Indeks telah melalui perdagangan yang fluktuatif. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984 mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik. Sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.829,609, IHSG berhasil naik ke zona hijau atas aksi beli di saham-saham lapis dua. Indeks pun sempat menyentuh zona hijau meski hanya sesaat.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 7,354 poin (0,20%) ke level 3.858,818. Indeks alami perdagangan yang berfluktuasi akibat investor masih ragu menanamkan modalnya di tengah maraknya sentimen negatif dari bursa global dan regional. Perburuan saham-saham tambang berhasil mengangkat IHSG ke puncak tertingginya hari ini di level 3.885,328. Menjelang penutupan perdagangan, aksi beli saham semakin ramai. Menutup perdagangan, Selasa sore ini , IHSG menguat 23,799 poin (0,61%)ke level 3.889,971. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,542 poin (0,66%) ke level 687,512. Aksi beli selektif yang dilakukan investor lokal akhirnya membuahkan hasil, indeks kembali berjalan di zona hijau meski poin yang dicetaknya belum terlalu tinggi. Beberapa saham masih terkan profit taking dan tertinggal di zona merah. Investor asing masih konsisten mengeluarkan dananya dari lantai bursa, hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 402,348 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 135.725 kali pada volume 4,261 miliar lembar saham senilai Rp 5,018 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 8,21 poin (0,33%) ke level 2.470,52.
  • Indeks Hang Seng naik 94,10 poin (0,48%) ke level 19.710,50.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 193,89 poin (2,21%) ke level 8.590,57.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,98 poin (0,07%) ke level 2.775,15.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 44.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 56.600, Astra Internasional (ASII) naik Rp 700 ke Rp 68.500, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 550 ke Rp 8.150.

Selasa, 06-09-2011 (12:10)

 

 



Bergerak Labil, Tapi IHSG Melemah 7 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perdagangan yang berfluktuasi akibat investor masih ragu menanamkan modalnya di tengah maraknya sentimen negatif dari bursa global dan regional. Posisi IHSG yang jenuh jual membuatnya sempat naik ke zona hijau. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984 mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik.
Sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.829,609, IHSG berhasil naik ke zona hijau atas aksi beli di saham-saham lapis dua. Indeks pun berhasil menanjak ke puncaknya hari ini di 3.877,785. Setelah itu, indeks mengalami pergerakan yang labil, naik-turun antara zona merah dan hijau. Investor masih ragu berinvestasi karena maraknya sentimen negatif dari global dan regional. Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa Siang hari ini, IHSG melemah 7,354 poin (0,20%) ke level 3.858,818. Sementara Indeks LQ 45 menipis 0,884 poin (0,13%) ke level 682,086.
Tekanan aksi jual masih tinggi di saham-saham unggulan, terutama berbasis finansial, konsumer dan properti. Namun, masih adanya aksi beli di sejumlah saham-saham lapis dua membuat gerak IHSG semakin fluktuatif. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 63.095 kali pada volume 1,738 miliar lembar saham senilai Rp 2,298 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,98 poin (0,08%) ke level 2.476,76.  
  • Indeks Hang Seng turun 184,08 poin (0,94%) ke level 19.432,32.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 164,63 poin (1,87%) ke level 8.619,83.  
  • Indeks Straits Times jatuh 32,43 poin (1,17%) ke level 2.740,74.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 43.800, Harum Energy (HRUM) naik Rp 400 ke Rp 8.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 300 ke Rp 8.800, dan Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.800.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 55.050, Indomobil (IMAS) turun Rp 400 ke Rp 10.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 24.100, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.000.

Selasa, 06-09-2011 (09:36)

 

 


Pagi Hari Ini IHSG Jatuh 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi poin mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik.
Pada perdagangan preopening, IHSG turun 27,313 poin (0,70%) ke level 3.838,859. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 6,780 poin (0,99%) ke level 676,190. Membuka perdagangan, Selasa (6/9/2011), IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984. Indeks LQ 45 melemah 6,993 poin (1,02%) ke level 675,977. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terpangkas 26,137 poin (0,68%) ke level 3.840,035. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 6,301 poin (0,92%) ke level 677,340. Kemarin, IHSG tampil beda dengan menguat 24 poin di tengah jatuhnya bursa-bursa Asia. Investor kembali masuk ke pasar modal setelah libur panjang lebaran hingga satu pekan. Dengan liburnya bursa saham Wall Street, bursa Eropa menjadi acuan regional sehingga akhirnya terkena koreksi seluruhnya. Koreksi paling dalam diderita bursa saham Jepang.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,62 poin (0,02%) ke level 2.478,12.  
  • Indeks Hang Seng melemah 124,30 poin (0,63%) ke level 19.492,10.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 108,34 poin (1,23%) ke level 8.676,12.  
  • Indeks Straits Times turun 16,94 poin (0,61%) ke level 2.756,23.  

Jumat, 26-08-2011 (16:08)

 

 


IHSG Turun Tak Semangat Sambut Lebaran 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir di bulan puasa tahun ini dengan menipis 2 poin. Indeks telah melewati serangkaian perdagangan yang penuh tekanan jual akibat pencairan portofolio investor. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703 jelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks. Indeks semakin tak bergairah, secara perlahan performanya terus turun sejak pembukaan perdagangan. Bahkan, indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya di level 3.800,480.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 38,950 poin (1,02%) ke level 3.805,427. Investor masih menahan rencana investasinya sampai ada penjelasan dari pidato Ben Bernanke mengenai stimulus AS. Memasuki perdagangan sesi kedua, beberapa investor memanfaatkan posisi saham-saham yang suda murah untuk aksi beli selektif. Sehingga IHSG sempat menanjak ke zona hijau meski hanya sesaat di level 3.847,254. Menutup perdagangan terakhir di bulan ramadan tahun ini, Jumat (26/8/2011), IHSG kembali menipis 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 85.775 kali pada volume 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,07 poin (0,12%) ke level 2.612,19.  
  • Indeks Hang Seng melemah 169,60 poin (0,86%) ke level 19.582,88.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 25,42 poin (0,29%) ke level 8.797,78.  
  • Indeks Straits Times turun 22,60 poin (0,82%) ke level 2.743,14.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 55.500, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 16.900, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 15.200, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 9.400.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 66.150, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 430 ke Rp 1.970.

Jumat 26-08-2011 (11:43)

 

 


Banyaknya Aksi Jual Tekan IHSG Sesi I Anjlok 1,01%

IHSG pada perdagangan sesi I Jumat (26/8) ditutup melemah 1,01% ke level 3.805,43. Pelemahan indeks siang ini seiring pergerakan bursa regional yang negatif dan aksi jual investor jelang liburan panjang. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, Volume perdagangan juga diperkirakan akan relatif sepi seiring hari ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang lebaran. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit antara 3.821 – 3.887.
Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa. Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%. Bursa Asia siang ini mayoritas terkoreksi meski tidak sedalam koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini. Shanghai turun 0,79%, Hang seng melemah 0,21%, KLSE merosot 1,27%, Nikkei jatuh 0,02%, dan STI turun 0,82%. Sementara Seoul mencatatkan kenaikan sebesar 0,11% siang ini. Sebanyak 186 saham tercatat turun siang ini, sedang hanya 33 saham yang naik, dan 53 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 1,05% ke level 669,26, sementara JII turun 1,2% ke level 523,22. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan penjualan hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp182,68 miliar. Volume perdagangan siang sebanyak 969,59 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp961,24 miliar.  Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah BATA turun 1,51%, ASII turun 1,33%, UNTR turun 2,08%, LPCK turun 14,58%, PTBA turun 1,81%, dan SMGR turun 2,74%.

Jumat, 26-08-2011 (09:38)

 

 


IHSG Melemah 27 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir di bulan ramadan dengan koreksi 27 poin menjelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks. Pada perdagangan preopening, IHSG turun 27,278 poin (0,70%) ke level 3.817,099. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 6,772 poin (1,00%) ke level 669,631. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (26/8/2011), IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703. Indeks LQ 45 turun 6,870 poin (1,02%) ke level 669,533. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terpangkas 30,880 poin (0,80%) ke level 3.813,497. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,920 poin (1,02%) ke level 669,483.

Kemarin, aksi ambil untung di saham-saham tambang membuat IHSG melemah tipis 2 poin setelah melewati perdagangan yang berfluktuasi. Indeks ketinggalan reli bursa-bursa Asia. Jelang hari raya lebaran, investor pun mulai mencairkan portofolionya untuk mendapatkan dana segar. Tak heran tekanan jual pun marak terjadi di lantai bursa. Hanya bursa saham Hong Kong yang mampu menguat tipis, sisa bursa Asia lainnya terpuruk di zona merah. Pasar masih menunggu hasil keputusan rapat The Fed yang dilakukan esok hari.


Berikut situasi bursa-bursa regional di pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,34 poin (0,13%) ke level 2.611,92.  
  • Indeks Hang Seng menguat 161,42 poin (0,82%) ke level 19.913,90.  
  • Indeks Nikkei 225 menipis 5,82 poin (0,07%) ke level 8.766,54.  
  • Indeks Straits Times turun 9,71 poin (0,35%) ke level 2.756,03.  

Kamis 25-08-2011 (16:13)

 

 


IHSG Ditutup Turun 0,07%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (25/8) ditutup melemah 2,64 poin atau 0,07% ke 3.844,38. Volume perdagangan 6,2 miliar saham senilai Rp4,1 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 118 saham naik, 102 saham turun dan 98 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp317,9 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp2,07 triliun dan pembelian asing senilai Rp1,7 triliun. Indeks JII turun 2,7 poin ke 529, indeks ISSI turun 0,2 poin ke 124,16 dan indeks LQ45 turun 1,9 poin ke 676,40. Pelemahan diseret sektor pertambangan yang turun 18,9 poin ke 2.905,17 dan sektor konsumsi turun 13,99 poin ke 1.267,22. Pergerakan indeks tidak dapat bertahan di zona positif. Level tertinggi berada di 3.886,17 dan terendah di 3.835,59.
Bursa saham Eropa menguat seperti indeks FTSE naik 0,4% ke 5.228, indeks DAX naik 1,1% ke 5.747 dan indeks CAC naik 1,3% ke 3.182. Sedangkan bursa saham Asia juga menghijau seperti indeks Hang Seng naik 1,4% ke 19.752, indeks Nikkei naik 1,5% ke 8.772, indeks Shanghai naik 2,9% ke 2.615 dan indeks ASX naik 1,09% ke 4.212.
Saham yang menguat seperti saham TPIA naik Rp300 ke Rp3.600, ADMF naik Rp250 ke Rp11.250, ASII naik Rp250 ke Rp67.400, AALI naik Rp200 ke Rp21.750, EMTK naik Rp200 ke Rp2.400, GGRM naik Rp150 ke Rp54.150, BBCA naik Rp100 ke Rp8.000, BBRI naik Rp100 ke Rp6.500, BFIN naik Rp100 ke Rp6.900, GYDR naik Rp100 ke Rp9.100.

Saham yang melemah saham DLTA turun Rp500 ke Rp126.000, UNVR turun Rp300 ke Rp16.150, INDF turun Rp250 ke Rp6.200, SMDR turun Rp15 ke Rp4.175, CPIN turun Rp150 ke Rp2.700, PLIN turun Rp150 ke Rp2.700, SCMA turun Rp150 ke Rp2.700, SMGR turun Rp150 ke Rp9.100, PGAS turun Rp100 ke Rp3.000, SMAR turun Rp100 ke Rp5.950.

Kamis, 25-08-2011 (12:06)

 

 

Aksi Ambil Untung Bikin IHSG Cuma Naik 8 Poin

Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit tertahan oleh aksi ambil untung di saham-saham lapis dua. Indeks masih terbantu sinyal positif dari bursa-bursa regional.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melaju 20,469 poin (0,53%) ke level 3.867,489. Membaiknya sektor perdagangan AS memberikan harapan ekonomi global tidak akan jatuh ke masa resesi. Sesaat setelah pembukaan, indeks langsung melesat ke posisi tertingginya hari ini di level 3.886,170. Namun, setelah posisi puncaknya itu indeks langsung meluncur akibat aksi ambil untung, hampir saja IHSG kembali jatuh di zona merah.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (25/8/2011), IHSG naik tipis 8,302 poin (0,21%) ke level 3.855,322. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,258 poin (0,18%) ke level 679,623. Penguatan pasar saham kali ini dipimpin oleh saham-saham properti. Namun demikian, profit taking di saham-saham berbasis industri dasar dan manufaktur hampir saja memaksa indeks ke jalur negatif. Investor asing masih enggan masuk ke pasar modal dalam negeri. Hingga siang ini dana asing masih keluar dari lantai bursa namun jumlahnya tidak sebesar perdagangan-perdagangan kemarin.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 50.149 kali pada volume 2,383 miliar lembar saham senilai Rp 2,416 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 80 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 43,77 poin (1,72%) ke level 2.584,86.  
  • Indeks Hang Seng melaju 300,83 poin (1,55%) ke level 19.767,62.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 172,68 poin (2,00%) ke level 8.812,29.  
  • Indeks Straits Times melonjak 39,44 poin (1,45%) ke level 2.759,34.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp Rp 54.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 300 ke Rp 67.450, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.850, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.200.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 3.500 ke Rp 123.000, Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 5.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 19.100, dan Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 16.300.

Kamis, 25-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,52%

IHSG pada perdagangan Kamis pagi  ini dibuka naik 0,53% ke level 3.867,49.Penguatan indeks pagi ini seiring sentimen positif dari penguatan bursa global. Hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus resistance terdekat di 3.908 hari ini. Bursa AS meneruskan penguatannya dalam 2 hari terakhir seiring rilis data durable goods order di bulan Juli yang naik 4% dan harga property di bulan Juni yang naik 0,9% MoM, lebih baik dari ekspektasi. Kembali munculnya optimisme ini juga membuat harga emas dunia terkoreksi signifikan sekitar 8% dari level tertingginya di awal pekan. Harga minyak dunia relatif flat di level US$85,3/barel sementara harga metal dunia masih bergerak mixed dengan Nikel +0,8% dan Timah -0,4%.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat seiring sentimen positif dari bursa AS semalam dan pelemahan nilai tukar Yen mengembalikan optimisme investor. Harga minyak dunia pagi ini relatif flat di level US$85,3/barel.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,70 poin (0,42%) ke level 2.551,79.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 261,70 poin (1,34%) ke level 19.728,49.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 123,55 poin (1,43%) ke level 8.763,16.  
  • Indeks Straits Times menguat 27,07 poin (1,00%) ke level 2.746,97

Rabu, 24-08-2011 (16:09)

 

 

Aksi Ambil Untung Tapi IHSG Ditutup Melemah 0,8%

 

Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (24/8) ditutup melemah 33,44 poin atau 0,8% ke 3.847,02. Volume perdagangan mencapai 7,2 miliar saham senilai Rp4,6 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 164 saham turun, 69 saham naik dan 87 saham stagnan. Indeks JII turun 5,3 poin ke 532,39, indeks ISSI turun 1,01 ke 124,43 dan indeks LQ45 turun 7,9 poin ke 678,07.
Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan 49,5 poin ke 2.929 disusul sektor perkebunan turun 26,7 poin ke 2.236,84. IHSG mengalami net foreign sell Rp484,02 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,07 triliun.Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 2,065 ke 19.466, indeks Nikkei turun 1,07% ke 8.639, indeks Shanghai turun 0,5% ke 2.541 dan indeks ASX turun 0,1% ke 4.167. Sementara bursa Eropa cenderung flat seperti indeks FTSE naik 0,01% ke 5.129, indeks DAX naik Rp0,6% ke 5.568 dan indeks CAC naik 0,5% ke 3.101.
Untuk saham yang melemah seperti DSSA turun Rp700 ke Rp13.100, MYOR turun Rp450 ke Rp15.050, PTBA turun Rp400 ke Rp19.200, MBAI turun Rp350 ke Rp29.000, INDF turun Rp300 ke Rp6.450, INTP turun Rp250 ke Rp14.850, ROTI turun Rp200 ke Rp3.500, LPIN turun Rp175 ke Rp2.625, ADMF turun Rp150 ke Rp11.00, ICBP turun Rp150 ke Rp5.600, INCO turun Rp150 ke Rp3.575.
Saham yang masih menguat seperti saham CNTX naik Rp550 ke Rp6.500, DKFT naik Rp445 ke Rp2.275, NIPS naik Rp275 ke Rp3.875, TPIA naik Rp150 ke Rp3.300, SOBI naik Rp125 ke Rp2.375, AMFG naik Rp100 ke Rp8.900, HRUM naik Rp100 ke Rp8.050.

Rabu, 24-08-2011 (12:18)

 

 

IHSG Naik Tipis 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi I di teritori positif meski sempat melemah karena sentimen negatif penurunan peringkat Jepang oleh Moody's. IHSG bergerak fluktuatif dalam transaksi yang cukup ramai. Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat mengikuti penguatan di bursa Wall Street yang cukup signifikan. Namun IHSG kemudian sempat berbalik ke teritori negatif terimbas sentimen negatif penurunan peringkat Jepang.
Pada perdagangan preopening, IHSG menguat tipis 9,705 poin (0,25%) ke level 3.890,169. Dan mengawali perdagangan Rabu (24/8/2011), IHSG tercatat menguat hingga 19,168 poin (0,49%) ke level 3.899,632.  Mengakhiri sesi I perdagangan Rabu (24/8/2011), IHSG menguat tipis 3,882 poin (0,10%) ke level 3.884,346. Indeks LQ 45 juga menguat 0,906 poin (0,13%) ke level 686,903. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan titik tertinggi pada 3.906,492 dan terendah pada 3.867,827. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 81.704 kali pada volume 4,4 miliar lembar saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 89 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Citra Marga Nusaphala (CMNP) naik Rp 30 menjadi Rp 1.650, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.550, Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 100 menjadi Rp 2.900, Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 67.450, Harum Energy (HRUM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.050.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Adaro (ADRO) turun Rp 50 menjadi Rp 2.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.600, PGN (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 3.150, Indofood (INDF) turun Rp 150 menjadi Rp 6.600.


Bursa-bursa regional juga bergerak sangat fluktuatif. Posisi bursa-bursa regional hingga siang ini adalah:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 4,30 poin (0,17%) ke level 2.558,32.
  • Indeks Hang Seng turun 161,01 poin (0,81%) ke level 19.714,52.
  • Indeks Nikkei-225 turun 10,93 poin (0,13%) ke level 8.722,08.
  • Indeks Straits Times turun 7,53 poin (0,27%) ke level 2.757,62. +

Rabu 24-08-2011 (09:37)

 

 

IHSG Rabu (24/8) Dibuka Naik 0,25%

IHSG pada perdagangan Rabu (24/8) ini dibuka naik 0,25% ke level 3.890,127. Penguatan indeks pagi ini seiring penguatan bursa global. Namun demikian, Samuel Sekuritas memperkirakan volume perdagangan akan mulai menipis seiring investor mengantisipasi libur panjang lebaran pekan depan. Resistance indeks berada di level 3.920. Sebanyak 76 saham menguat pagi ini, dan hanya 7 saham yang turun, sementara 69 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,35% ke level 688,41, sedang JII naik 0,30% ke level 539,32.
Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 97.47 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp114,37 miliar. Asing masih lebih banyak melakukan penjualan dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp87,35 juta. Bursa AS pada perdagangan semalam menguat signifikan sekitar 3% seiring semakin menguatnya spekulasi The Fed akan mengumumkan QE3 di akhir pekan ini setelah rilis data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi. Data penjualan rumah baru di Juli turun 0,7% sementara data Richmond manufacturing index di bulan Agustus turun ke level terendah sejak Juni 2009.
Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$85,4/barel semalam seiring turunnya persediaan minyak di AS. Harga metal dunia masih bergerak mixed dengan Timah +2,2% dan Nikel -0,9%. Marke. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat meski tidak sebesar kenaikan yang terjadi di bursa AS semalam terimbas sentimen negatif dari penurunan rating utang Jepang oleh Moody’s menjadi Aa3. Harga minyak menguat tipis pagi ini ke level US$85,7/barel.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah GGRM naik 0,46%, ASII naik 0,37%, UNVR naik 1,19%, INTP naik 0,66%, BBCA naik 0,62%, dan HRUM naik 0,62%.

Selasa, 23-08-2011 (16:08)

 

 

IHSG Tetap Naik 1,06%

Bursa saham Indonesia ditutup menguat 40,85 poin atau 1,06% ke 3.880,46 pada perdagangan Selasa (23/8). Volume perdagangan mencapai 6,5 miliar saham senilai Rp4,6 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 168 saham naik, 66 saham turun dan 81 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp65,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,6 triliun. Indeks JII naik 4,7 poin ke 537,87, indeks ISSI naik 1,1 poin ke 125,47 dan indeks LQ45 naik 8,2 poin ke 686,06. Penguatan indeks Ditopang sektor pertambangan yang naik 30,9 poin ke 2.979 disusul sektor konsumsi naik 19,06 ke 1.303. Indeks pada sesi II semakin menunjukkan kekuatan untuk naik menjauhi zona negatif. Level terendah hari ini di 3.821,38 dan tertinggi di 3.881,20.
Penguatan juga dialami bursa saham Eropa seperti indeks FTSE naik 1,4% ke 5.170, indeks DAX naik 1,8% ke 5.576 dan indeks CAC naik 2,1% ke 3.117,47. Bursa saham Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,5% ke 19.793, indeks Nikkei naik 1,2% ke 8.733, indeks Shanghai naik 1,5% ke 2.554 dan indeks ASX naik 2,2% ke 4.173.
Saham yang menguat seperti DSSA naik Rp1.100 ke Rp13.800, MYOR naik Rp700 ke Rp15.450, UNTR naik Rp550 ke Rp23.950, HERO naik Rp500 ke Rp8.500, MBAI naik Rp400 ke Rp29.350, ROTI naik Rp375 ke Rp3.700, DKFT naik Rp360 ke Rp1.830, HRUM naik Rp300 ke Rp7.900, INDF naik Rp300 ke Rp6.750.
Saham yang melemah seperti saham ASII turun Rp250 ke Rp67.500, AKRA turun Rp225 ke Rp3.675, HMSP turun Rp200 ke Rp30.900, SMAR turun Rp200 ke Rp6.050, MDRN turun Rp150 ke Rp2.450, SMDR turun Rp100 ke Rp4.350.

Selasa, 23-08-2011 (12:17)

 

 

IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,43%

Pada sesi I perdagangan Selasa IHSG ditutup naik 0,43% ke level 3.856,41 setelah dibuka melemah 0,09%. Penguatan IHSG siang ini terimbas penguatan bursa regional dan Wall Street dengan didukung kuat saham sektor mining yang naik 1,18%. Namun, menurut Samuel Sekuritas, minimnya sentimen domestik baru dan antisipasi investor atas libur panjang Idul Fitri pekan depan diperkirakan akan membuat indeks bergerak sideways. Resistance indeks berada di level 3.872.
Sebanyak 120 saham naik siang ini, 66 saham turun, dan 94 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 0,56% ke level 681,65, sedang JII naik 0,42% ke level 533,41. Volume perdagangan siang ini mencapai 2,24 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,86 triliun. Namun, asing tercatat masih lebih banyak melakukan penjualan saham hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp193,21 miliar.
Bursa Asia siang ini relatif menguat seiring rebound yang terjadi di bursa AS dan Eropa semalam. Shanghai naik 0,56%, Hang Seng naik 0,56%, KLSE naik 0,08%, Nikkei naik 0,56%, STI naik 0,42%, dan Seoul naik 3,37%. Meski demikian penguatan bursa regional cukup rentan karena minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mendorong optimisme pasar. Bursa AS berhasil rebound semalam meski hanya tipis sekitar 0,2% seiring sell-off yang terjadi di akhir sesi perdagangan yang dipicu oleh saham-saham sektor finansial. Di awal perdagangan, bursa AS sempat menguat sekitar 1,2% seiring ekspektasi The Fed akan kembali mengucurkan stimulus dalam bentuk QE3 di akhir pekan ini dan rilis data industrial production di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Harga minyak dunia turut menguat semalam ke level US$84,4/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,7% dan Timah +0,2%.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah DSSA naik 8,66%, GGRM naik 1,48%, UNTR naik 2,77%, HERO naik 6,25%, ITMG naik 1,16%, dan DKFT naik 24,48%.

Selasa 23-08-2011 (09:45)

 

 

IHSG Selasa Pagi ini Dibuka Melemah

Pada perdagangan Selasa (23/8) IHSG dibuka melemah 0,09% ke level 3.835,98.Pelemahan IHSG pagi ini disebabkan aksi ambil untung yang tersisa dari perdagangan kemarin. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, minimnya sentimen domestik baru dan antisipasi investor atas libur panjang Idul Fitri pekan depan diperkirakan akan membuat indeks bergerak sideways. Resistance indeks berada di level 3.872.
Bursa AS berhasil rebound semalam meski hanya tipis sekitar 0,2% seiring sell-off yang terjadi di akhir sesi perdagangan yang dipicu oleh saham-saham sektor finansial. Di awal perdagangan, bursa AS sempat menguat sekitar 1,2% seiring ekspektasi The Fed akan kembali mengucurkan stimulus dalam bentuk QE3 di akhir pekan ini dan rilis data industrial production di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Harga minyak dunia turut menguat semalam ke level US$84,4/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,7% dan Timah +0,2%.


Bursa Asia pagi ini dibuka menguat tipis seiring rebound yang terjadi di bursa AS dan Eropa semalam. Meski demikian penguatan bursa regional cukup rentan karena minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mendorong optimisme pasar.
 Sebanyak 19 saham mengalami penurunan, 48 saham naik, dan 64 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 0,13% ke level 676,92, sedang JII melemah 0,10% ke level 532,57. Volume perdagangan pagi ini mencapai 85,82 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp107,19 miliar. Asing terlihat lebih banyak melakukan penjualan saham pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp23,33 miliar.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 5,82 poin (0,23%) ke level 2.521,69.
  • Indeks Hang Seng menguat 19,32 poin (0,10%) ke level 19.506,19.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 8,65 poin (0,10%) ke level 8.636,78.
  • Indeks Straits Times melemah 9,48 poin (0,35%) ke level 2.722,33.
  • Indeks KOSPI naik 28,32 poin (1,66%) ke level 1.739,02.

Jumat, 19-08-2011 (11:42)

 

 

IHSG Ambruk 110 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 110 poin akibat adanya ancaman resesi di perekonomian global. Investor berlomba-lomba mengamankan portofolionya sebelum jatuh lebih dalam. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 88,373 poin (2,20%) ke level 3.932,621 akibat jatuhnya bursa-bursa di Asia didorong proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. Indeks langsung meluncur tajam saat dibukanya perdagangan dan parkir di level terbawahnya di 3.903,759. Investor mengamankan portofolionya akibat adanya ancaman resesi ekonomi global.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/8/2011), IHSG anjlok 110,922 poin (2,76%) ke level 3.910,072. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 22,402 poin (3,14%) ke level 692,936. Seluruh saham-saham di lantai bursa terkena tekanan jual masif, hasilnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi. Koreksi paling dalam diderita indeks sektor aneka industri yang lebih dari empat persen. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.164 kali pada volume 2,383 miliar lembar saham senilai Rp 2,89 triliun. Sebanyak 21 saham naik, sisanya 244 saham turun, dan 38 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,92 poin (1,33%) ke level 2.525,55.
  • Indeks Hang Seng jatuh 475,67 poin (2,38%) ke level 19.540,60.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 166,57 poin (1,86%) ke level 8.777,19.
  • Indeks Straits Times ambruk 74,14 poin (2,62%) ke level 2.750,82.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Duta Anggada (DFKT) naik Rp 290 ke Rp 1.470, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 100 ke Rp 1.100, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 50 ke Rp 2.250, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp naik Rp 44 ke Rp 190.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.600 ke Rp 69.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 43.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.750 ke Rp 54.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 24.300.

Kamis 18-08-2011 (09: 38)

 

 

 

IHSG Kamis pagi Dibuka Naik 0,91% Dekati 4.000

IHSG pada perdagangan Kamis pagi naik 0,91% ke level 3.989,37. Penguatan indeks pagi ini terjadi di tengah pelemahan bursa AS dan Asia. Sektor yang menjadi penguat indeks pagi ini adalah industri dasar yang naik 1,09%, konsumer naik 1,38%, infrastruktur naik 1,61%, dan manufaktur naik 1,16%. Sepertinya niat pemerintah untuk mendukung pembangunan infrastuktur dan jelang lebaran mendorong penguatan sektor tersebut. Samuel Sekuritas menjelaskkan  dalam ulasan pasarnya hari ini melihat secara teknikal indeks akan kembali memasuki fase konsolidasi setelah kemarin gagal menembus level psikologis di 4.000 dan membentuk doji candle. Support indeks berada di level 3.903.
Bursa AS dan Eropa dalam dua hari perdagangan terakhir bergerak melemah tipis memfaktorkan langkah pemerintah Jerman dan Perancis yang berencana akan menerapkan pajak transaksi keuangan dan menolak menerbitkan Eurobond. Sementara dari AS, sentimen negatif datang dari pernyataan dua pejabat bank sentral AS yang menolak adanya QE3. Harga komoditas dunia juga bergerak sideways semalam dengan minyak di level US$87,6/barel yang juga diikuti oleh harga metal dunia. Emas yang dipandang sebagai safe haven asset kembali menguat ke level US$1.791/oz kemarin.Bursa Asia pagi ini dibuka melemah seiring nilai tukar Yen yang kembali menguat dan diturunkannya estimasi pertumbuhan ekonomi China di 2012 oleh Morgan Stanley dan Deutsche Bank seiring perlambatan ekonomi AS dan Eropa. Harga minyak relatif terkoreksi tipis pagi ini ke level US$87,1/barel.


Sebanyak 70 saham tercatat naik pagi ini, sedang 22 saham turun, dan 64 saham masih stagnan. Indeks LQ45 pagi naik 1,21% ke level 708,94, sedang JII naik 1,39% ke level 553,93.

Asing pun tercatat lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan net foreign buy sebesar Rp5,72 miliar. Volume perdagangan pagi ini mencapai 200,29 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp246,33 miliar.


Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 1,28%, GGRM naik 1,66%, UNTR naik 1,62%, INTP naik 2%, dan TLKM naik 3,47%.

Selasa 16-08-2011 (16:15)

 

 

 

IHSG Berakhir di Zona Merah

IHSG pada perdagangan Selasa (16/8) ditutup turun 0,17% ke level 3.953,28 terimbas efek negatif saham regional setelah ditutup naik 0,57% di sesi I. Penurunan saham regional, termasuk Indonesia ini dipicu munculnya kembali kekhawatiran investor terhadap penyelesaian utang di wilayah Zona Euro. Bahkan dikabarkan ada kemungkinan dilakukan downgrade terhadap rating kredit di wilayah zona euro ini. Volume perdagangan sore ini tercatat sebanyak 6,78 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,14 triliun. Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan pembelian meskipun dalam nilai yang kecil dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp9,03 miliar.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 18,60 poin (0,71%) ke level 2.608,17.  
  • Indeks Hang Seng turun 48,02 poin (0,24%) ke level 20.212,08.
  • Indeks Nikkei 225 naik 21,02 poin (0,23%) ke level 9.107,43.
  • Indeks Straits Times anjlok 36,80 poin (1,28%) ke level 2.837,60.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Fastfood (FAST) naik 500 ke Rp 9.700, Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 500 ke Rp 3.500, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 470 ke Rp 2.400, dan Sorini Agro (SOBI) naik 350 ke Rp 2.450.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 45.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 11.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.000.

.

Selasa, 16-08-2011 (12:08)

 

 

 

IHSG Sesi 1 Naik Dekati 4.000

Perdagangan sesi I Selasa (16/8) ditutup naik 0,57% ke level 3.982,61 mengikuti penguatan saham regional dan sambutan positif terhadap pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dan mencoba kembali menembus level psikologis 4.000.
Bursa AS kembali ditutup menguat di awal pekan ini seiring sentimen positif dari berita akuisisi Motorola Mobile Inc. oleh Google Inc. dengan harga pembelian yang relatif premium. Berita akuisisi ini juga berhasil memperkuat optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar yang berada dalam level valuasi cukup murah. Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$87.9/barel semalam meski tidak diikuti oleh harga metal dunia yang terkoreksi seperti Nikel -0,5% dan Timah -1%.
Bursa Asia siang ini mayoritas menguat memfaktorkan rally yang terjadi di bursa AS dan penguatan harga minyak dunia. Bursa Korea yang kemarin tutup hari ini mengejar ketertinggalannya dengan menguat sekitar 3%. Sementara harga CPO di bursa Malaysia meneruskan penguatannya dalam 4 hari terakhir sekitar 5,3% dari level terendahnya seiring ekspektasi demand CPO akan kembali naik di semester 2-2011. Hang Seng naik 0,41%, KLSE naik 0,38%, STI naik 0,29%, Seoul naik 4,1%, tapi Shanghai turun 0,3%.Sebanyak 128 saham tercatat naik siang ini, sementara 88 saham yang turun, dan 99 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,64% ke level 706,98, sedang JII naik 0,46% ke level 550,94.

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 4,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,64 triliun. Asing juga terpantau masih lebih banyak melakukan pembelian hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp88,64 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 7,98 poin (0,30%) ke level 2.618,79.  
  • Indeks Hang Seng menguat 83,29 poin (0,41%) ke level 20.343,39.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 13,59 poin (0,15%) ke level 9.072,82.  
  • Indeks Straits Times naik 8,20 poin (0,29%) ke level 2.882,60.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 70.650, Century Textille (CNTX) naik Rp 600 ke Rp 6.000, Surya Citra (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 6.350, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 370 ke Rp 2.300.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 450 ke Rp 30.500, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 11.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 4.550, dan Pembangunan Jaya Ancol (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 1.010.

.

Selasa 16-09-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,51% ke 3.980,42

IHSG pada perdagangan Selasa (16/8) dibuka naik 0,51% ke level 3.980,42 mengikuti penguatan saham regional. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dan mencoba kembali menembus level psikologis 4.000. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, beberapa saham berbasis komoditas terutama CPO dan batubara diperkirakan akan menjadi pendorong penguatan indeks hari ini. Resistance indeks berada di level 4.006.
Bursa AS kembali ditutup menguat di awal pekan ini seiring sentimen positif dari berita akuisisi Motorola Mobile Inc. oleh Google Inc. dengan harga pembelian yang relatif premium. Berita akuisisi ini juga berhasil memperkuat optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar yang berada dalam level valuasi cukup murah. Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$87.9/barel semalam meski tidak diikuti oleh harga metal dunia yang terkoreksi seperti Nikel -0,5% dan Timah -1%.
Bursa Asia pagi ini kembali dibuka relatif menguat memfaktorkan rally yang terjadi di bursa AS dan penguatan harga minyak dunia. Bursa Korea yang kemarin tutup hari ini mengejar ketertinggalannya dengan menguat sekitar 3%. Sementara harga CPO di bursa Malaysia meneruskan penguatannya dalam 4 hari terakhir sekitar 5,3% dari level terendahnya seiring ekspektasi demand CPO akan kembali naik di semester 2-2011.
Sebanyak 100 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 7 saham yang turun, dan 58 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,72% ke level 707,49, sedang JII naik 0,76% ke level 552,58. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 293,46 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp247,52 miliar. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp50,51 miliar.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,05 poin (0,27%) ke level 2.633,82.
  • Indeks Hang Seng menguat 166,30 poin (0,82%) ke level 20.426,40.  
  • Indeks Nikkei 225 bertambah ke 29,92 poin (0,33%) level 9.116,33.  
  • Indeks Straits Times tumbuh 12,20 poin (0,42%) ke level 2.886,60.

.

Senin, 15-08-2011 (16:14)

 

 

 

IHSG Kembali Dekati Level 4.000 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini dengan cerah ceria. IHSG semakin memantapkan posisinya mendekati lagi level 4.000. Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat tipis, bersamaan dengan penguatan di bursa-bursa regional lainnya. Investor kembali memburu saham-saham yang sudah terdiskon besar dengan memanfaatkan momentum tersebut.
Pada perdagangan preopening, IHSG tercatat menguat 17,565 poin (0,45%) ke level 3.908,091. Indeks LQ 45 juga menguat 4,360 poin (0,63%) ke level 693,963. IHSG selanjutnya dibuka menguat 27,782 poin (0,71%) ke level 3918,308. Indeks LQ 45 juga menguat 5,974 poin (0,87%) ke level 695,577.Menutup perdagangan Senin (15/8/2011), IHSG tercatat menguat hingga 69,496 poin (1,79%) ke level 3.960,022. Indeks LQ 45 menguat 12,828 poin (1,86%) ke level 702,431.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 149.847 kali pada volume 5,6 miliar lembar saham senilai Rp 4,7 triliun. Sebanyak 208 saham naik, 38 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.850 menjadi Rp 70.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 7.300, BNI (BBNI) naik Rp 125 menjadi Rp 4.325, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.600, Latinusa (NIKL) melonjak Rp 45 menjadi Rp 380.
Saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 54.550, Clipan Finance Indonesia (CFIN) turun Rp 20 menjadi Rp 690, Multi Prima Sejahtera (LPIN) turun Rp 100 menjadi Rp 3.075.

Bursa-bursa regional juga ditutup menguat cukup signifikan, mengikuti penguatan di Wall Street akhir pekan lalu.

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 33,60 poin (1,30%) ke level 2.626,77.
  • Indeks Hang Seng menguat 640,09 poin (3,26%) ke level 20.260,10.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 122,69 poin (1,37%) ke level 9.086,41.
  • Indeks Straits Times menguat 21,93 poin (0,77%) ke level 2.872,52.

Senin 15-08-2011 (12:13)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,64%

IHSG pada perdagangan sesi 1 Senin (15/8) ditutup naik 0,64% ke level 3.915,6 mengikuti penguatan saham regional. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan rally dan akan menguji resistance 3.923. Investor lokal juga terpantau tengah mendominasi pembelian hingga perdagangan siang ini. Sebanyak 171 saham tercatat naik siang ini, sementara hanya 51 saham yang turun, dan 74 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,60% ke level 693,8, sedang JII naik 0,78% ke level 540,62.
Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,58 triliun. Interest sentive stocks berpotensi menguat dikarenakan menjadi telah menjadi lagging pada 2 perdagangan terakhir.Bursa AS ditutup menguat sekitar 1% Jumat kemarin dikarenakan data retail sales AS yang memuaskan (naik dalam lima bulan berturut-turut) dan juga terimbas dari kebijakan sejumlah otoritas bursa di beberapa negara Eropa untuk melarang short selling. Namun investor masih tetap menkhawatirkan outlook ekonomi AS yang tercermin dari rendahnya volume perdagangan. Dari pasar komoditas dunia harga minyak melemah ke level US$85,4/barel (-0,4%) pada perdagangan hari Jumat begitu juga harga Nikel -0,09%. Namun nikel berhasil menguat cukup signifikan 4,7%.
Bursa Asia siang ini menguat, memfaktorkan sentimen positif dari data retail sales AS dan juga data GDP Jepang pada 2Q11 yang lebih baik dari estimasi pasar. Ekonomi Jepang dilaporkan kontraksi 1,3% (annualized) namun kontraksi ini lebih baik dari estimasi pasar yakni kontraksi 2,5%. Sementara itu, harga batu bara New Castle flat pada kisaran US$120/ton. Sanghai naik 0,18%, Hang Seng naik 2,29%, KLSE naik 0,62%, Nikkei naik 1,25%, STI naik 0,65%. Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ITMG naik 2,02%, ASII naik 0,96%, AALI naik 2,57%, LPCK naik 23,22%, SMDR naik 5,55%, dan HEXA naik 1,96%.

Senin 15-08-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Senin Dibuka Naik 0,45% ke 3.908,09

IHSG pada perdagangan Senin (15/8) naik 0,45% ke level 3.908,09 mengikuti penguatan saham regional. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan rally dan akan menguji resistance 3.923. Sebanyak 112 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 7 saham yang turun, dan 42 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,63% ke level 693,96, sedang JII naik 0,69% ke level 540,1. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 162,33 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp148,37 miliar, penjualan pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp19,95 miliar.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari data retail sales AS dan juga data GDP Jepang pada 2Q11 yang lebih baik dari estimasi pasar. Ekonomi Jepang dilaporkan kontraksi 1,3% (annualized) namun kontraksi ini lebih baik dari estimasi pasar yakni kontraksi 2,5%. Sementara itu, harga batu bara New Castle flat pada kisaran US$120/ton.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ITMG naik 1,12%, ASII naik 0,52%, UNTR naik 1,24%, UNVR naik 1,21%, INTP naik 1,37%, dan AALI naik 0,70%.

Jumat 12-08-2011 (16:16)

 

 

 

Dana Asing Keluar, Laju IHSG Terhambat

Pada perdagangan Jumat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526, dengan intraday tertinggi di 3.926,55 dan terendah di 3.864,42. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,309 poin (0,48%) ke level 689,603. Indeks hampir sepanjang perdagangan berada di teritori positif. Dibuka menguat 0,66% ke level 3.895, indeks terus naik hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.903. Namun, apresiasi teredam, bahkan sempat terjatuh  tipis ke level 3.864.
IHSG berhasil ditutup menguat, seiring apresiasi bursa global. Kepanikan investor mereda, menyusul pernyataan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang berkomitmen memotong defisit anggaran. Apalagi kondisi fundamental domestik juga cukup kokoh, dengan BI rate dan kurs yang positif, Semuanya sudah mulai rasional, sehingga IHSG berhasil ditutup menguat hari iniBursa AS berhasil menguat sekitar 4% semalam, setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun menjadi 395k, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,633 miliar lembar saham senilai Rp 5,374 triliun dan frekuensi 141.010 kali. Sebanyak 174 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 84 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing masih terpantau keluar dari bursa saham. Nilai transaksi jual asing (net foreign sell) mencapai sebesar Rp336 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,072 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,735 triliun.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 54.950, Delta Jakarata (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 126.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 44.500, dan Modern (MDRN) naik Rp 275 ke Rp 2.900.
Sementara emiten-emiten lain yang melemah antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 5.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 30.500, Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 8.700, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 24.100.

Jumat, 12-08-2011 (11:55)

 

 

 

Bursa Asing Masuk, IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,88%

Pada perdagangan sesi 1 Jumat siang yang panas , IHSG ditutup menguat 0,88% ke level 3.903,63.Penguatan IHSG siang ini seiring sentimen positif dari bursa global. Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten, d imana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%. Bursa Asia hingga siang ini mayoritas menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi tadi melemah tipis ke level US$85,2/barel. Shanghai naik 3,95%, Hang Seng naik 1,11%, KLSE naik 0,54%, STI naik 1,33%, tapi Nikkei turun 0,29%, dan Seoul turun 0,12%.
Sebanyak 211 saham mengalami penguatan, 36 saham turun, dan 52 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,82% ke level 691,94, sedang JII naik 0,71% ke level 539,54. Asing terpantau mulai masuk ke pasar siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp123,74 miliar. Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,82 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,44 triliun.
Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah GGRM yang naik 3,77%, ITMG naik 1,59%, ASII naik 1,03%, CNTX naik 11,11%, HEXA naik 4,05%, dan BDMN naik 4,90%.

Jumat 12-08-2011 (09:37)

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,66% ke3.895,13

 

Pada perdagangan Jumat pagi ini, IHSG dibuka menguat 0,66% ke level 3.895,13. Penguatan IHSG pagi ini seiring sentimen positif dari bursa global. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8), beberapa saham yang kemarin masih melemah seperti sektor banking, semen dan batubara diperkirakan akan bergerak menguat hari ini. Saham-saham berbasis metal mining juga diperkirakan akan menguat seiring sentimen positif dari lonjakan harga metal dunia semalam. Resistance indeks berada di level 3.921. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 493,05 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp454,86 miliar.
Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten dimana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%.Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi ini melemah tipis ke level US$85,2/barel. Sebanyak 141 saham mengalami penguatan, 6 saham turun, dan 38 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,93% ke level 692,69, sedang JII naik 0,74% ke level 539,73. Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ITMG yang naik 1,7%, ASII naik 0,89%, GGRM naik 0,94%, PTBA naik 1,06%, INTP naik 1,38%, dan BDMN naik 2,94%.

Kamis, 11-08-2011 (16:14)

 

 

Hampir Seharian Melemah, IHSG Ditutup Naik 5 Poin 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan dengan naik tipis 5 poin setelah seharian bergerak di zona merah. Penguatan saham konsumer berhasil mengalahkan pelemahan saham finansial. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 42,634 poin (1,10%) ke level 3.820,942 terseret arus negatif bursa global dan regional. Rumor pemangkasan peringkat bank-bank Perancis membuat kekhawatiran investor meninggi. Pergerakan indeks cukup fluktuatif hari ini, di awal perdagangan sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.803,252. Tak lama kemudian indeks langsung berusaha balik ke zona hijau namun gagal.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 31,747 poin (0,83%) ke level 3.831,829. Sentimen krisis utang Eropa membuat kembali membuat investor khawatir.  Pada pertengahan perdagangan sesi II, IHSG sempat mencoba menanjak ke zona hijau namun gagal. Namun, menjelang penutupan aksi beli saham semakin marak. Mengakhiri perdagangan, Kamis sore ini, IHSG naik tipis 5,789 poin (0,14%) ke level 3.869,365. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,047 poin (0,15%) ke level 682,294.
Dana asing masih mengalir deras keluar dari lantai bursa, hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan (foreign nett sell) senilai Rp 686,634 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 144.309 kali pada volume 7,355 miliar lembar saham senilai Rp 6,392 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 32,33 poin (1,27%) ke level 2.581,51.  
  • Indeks Hang Seng melemah 188,53 poin (0,95%) ke level 19.595,14.
  • Indeks Nikkei 225 turun 56,80 poin (0,63%) ke level 8.981,94.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 37,93 poin (1,34%) ke level 2.783,16.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 52.950, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.400, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 430 ke Rp 2.300, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 425 ke Rp 3.175.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.550 ke Rp 6.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 43.950, Sorini Agro (SOBI) turun Rp 675 ke Rp 2.025, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 ke Rp 67.400,

Kamis 11-08-2011 (12:28)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 2,12%

Pada perdagangan sesi 1 Kamis siang ini, IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 3.831,83. Sektor infrastruktur dan perdagangan berhasil rebound masing-masing naik sebesar 1,05% dan 0,38%, sekaligus mengurangi tekanan IHSG siang ini. Pelemahan indeks siang ini masih terimbas sentimen negatif koreksi bursa global. Bursa AS dan Eropa kembali terkoreksi signifikan memfaktorkan naiknya yield spread obligasi Perancis seiring ekspektasi krisis utang Eropa berpotensi menular ke perekonomian Perancis yang memiliki rating utang AAA. Koreksi signifikan terjadi pada saham-saham sektor finansial yang dipicu oleh naiknya rate CDS untuk obligasi Yunani, Italia, Spanyol dan Perancis. Harga minyak dunia bergerak sideways semalam dan ditutup di level US$82,1/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,1% dan Timah -0,1%. Volume perdagangan siang sebanyak 2,63 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,73 triliun.
Bursa Asia pagi dibuka di teritori negatif meski tidak setajam koreksi di bursa AS dan Eropa semalam karena tertolong rilis data factory orders Jepang di bulan Juni yang naik 7,7% MoM. Harga minyak pagi tadi relatif flat di level US$82/barel. Siang ini, Shanghai sudah berhasil naik 0,43%, Seoul juga naik 0,93%, tapi Hang Seng masih turun 1,45%, KLSE turun 0,49%, Nikkei turun 0,69%, STI turun 1,52%. Sebanyak 175 saham tercatat turun siang ini, sedang 60 saham yang naik, dan 62 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup turun 0,82% ke level 679,62, sedang JII turun 0,35% ke level 530,29. Asing terpantau masih menepi dari pasar hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp307,14 miliar..

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah CNTX turun 19,74%, ASII turun 1,10%, MYOR turun 3,31%, HMSP turun 1,56%, INTP turun 2,02%, dan GGRM turun 0,58%.

Kamis 11-08-2011 (09:42)

 

 

IHSG Dibuka Melemah 1,12%

Perdagangan Kamis hari ini IHSG dibuka melemah lagi 1,12% ke level 3.820,26 setelah kemarin baru saja rebound. Pelemahan indeks pagi ini terimbas sentimen negatif koreksi bursa global. Bursa AS dan Eropa kembali terkoreksi signifikan memfaktorkan naiknya yield spread obligasi Perancis seiring ekspektasi krisis utang Eropa berpotensi menular ke perekonomian Perancis yang memiliki rating utang AAA. Koreksi signifikan terjadi pada saham-saham sektor finansial yang dipicu oleh naiknya rate CDS untuk obligasi Yunani, Italia, Spanyol dan Perancis. Harga minyak dunia bergerak sideways semalam dan ditutup di level US$82,1/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,1% dan Timah -0,1%.
Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori negatif meski tidak setajam koreksi di bursa AS dan Eropa semalam karena tertolong rilis data factory orders Jepang di bulan Juni yang naik 7,7% MoM. Harga minyak pagi ini relatif flat di level US$82/barel. Sebanyak 147 saham tercatat turun pagi ini, sedang 35 saham yang naik, dan 43 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 1,56% ke level 674,5, sedang JII turun 1,6% ke level 523,65. Asing terpantau menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp67,41 miliar. Volume perdagangan pagi sebanyak 589,03 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp650,31 miliar.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah UNVR turun3,16%, GGRM turun 0,88%, UNTR turun 1,63%, ASII turun 0,44%, SMGR turun 2,82%, dan PTBA turun 1,06%..

Rabu 10-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Ditutup masih Naik 3,4%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (10/8) ditutup naik 128,46 poin atau 3,4% ke 3.863,58. Volume perdagangan mencapai 8 miliar saham senilai Rp7,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 266 saham naik, 24 saham turun dan 47 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp208,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,4 triliun dan pembelian asing sebesar Rp2,2 triliun.
Indeks JII naik 21,9 poin ke 532,20, indeks ISSI naik 4,7 poin ke 124,01 dan indeks LQ45 naik 24,7 poin ke 685,25. Penguatan ditopang sektor pertambangan yang naik 141,9 poin ke 3.026 disusul sektor industri dasar naik 66,3 poin ke 1.234,42. Meski menguat tetapi pergerakan indeks sangat terbatas dan cenderung flat. Untuk level terendah di 3.736 dan level tertinggi di 3.883.55. Penguatan juga dialami bursa Asia seperti indeks Hang Seng naik 2,3% ke 19.783, indeks Nikkei naik 1,05% ke 9.038, indeks Shanghai naik Rp0,9% ke 2.549 dan indeks ASX naik 2,6% ke 4.141. Demikian juga bursa Eropa, indeks FTSE naik 1,3% ke 5.232, indeks DAX naik 2,2% dan indeks CAC naik 1,3% ke 3.220.
Untuk saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp3.700 ke Rp67.800, DLTA naik Rp3000 ke Rp125.000, MBAI naik Rp2.100 ke Rp31.000, ITMG naik Rp2.050 ke Rp44.850, UNTR naik Rp1.200 ke Rp24.400, IMAS naik Rp1.050 ke Rp11.350, GGRM naik Rp950 ke Rp50.950. Berikutnya saham PTBA naik Rp850 ke Rp18.700, UNVR naik Rp800 ke Rp15.800, ADMF naik Rp650 ke Rp11.700, MYOR naik Rp650 ke Rp11.700, MYOR naik Rp650 ke Rp15.100, GYDR naik Rp600 ke Rp9.900, HMSP naik Rp550 ke Rp31.500, HRUM naik Rp400 ke Rp8.850, INTP naik Rp400 ke Rp14.800.
Sedangkan saham yang melemah seperti saham HERO turun Rp500 ke Rp7.500, ASRM turun Rp140 ke Rp1.350, SCMA turun Rp100 ke Rp6.200, TLKM turun Rp100 ke Rp7.100, EXCL turun Rp50 ke Rp5.300.

Rabu, 10-08-2011 (12:09)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 2,12%

Pada perdagangan sesi 1 Rabu (10/8) ini, IHSG ditutup naik 2,12% ke level 3.814,47. Kenaikan IHSG siang ini masih mengikuti kembalinya optimisme investor di pasar global. Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.
Bursa Asia juga masih rebound hingga siang ini seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong reboundnya saham-saham komoditas di bursa Asia. Dow semalam ditutup naik 3,98%, Shanghai naik 1,87%, Hang Seng naik 3,27%, KLSE naik 0,96%, Nikkei naik 1,23%, Seoul naik 1,01%, sedang STI turun 0,76%. Sebanyak 252 saham tercatat naik siang ini, sedang 24 saham turun, dan 40 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 3,49% ke level 683,6, sedang JII naik 3,93% ke level 530,31.Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual hingga siang ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp32,66 miliar. Volume perdagangan siang sebanyak 3,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,73 triliun.


Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 47,31 poin (1,87%) ke level 2.573,38.  
  • Indeks Hang Seng meroket 632,90 poin (3,27%) ke level 19.963,60.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 103,53 poin (1,16%) ke level 9.048,01.  
  • Indeks Straits Times melemah 24,49 poin (0,85%) ke level 2.859,51.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 3.850 ke Rp 67.950, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 124.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.050 ke Rp 44.850, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 24.350.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.900, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 120 ke Rp 1.380, Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 110 ke Rp 1.380, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 6.200.

Rabu, 10-08-2011 (09:38)

 

 

Rebound, IHSG Rabu (10/8) Dibuka Naik 2,12%

Pada perdagangan Rabu (10/8) ini, IHSG dibuka rebound dengan naik 2,12% ke level 3.814,47. Kenaikan IHSG pagi ini diperkirakan seiring kembalinya optimisme investor di pasar global. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.
Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia. Sebanyak 202 saham tercatat naik pagi ini, sedang 3 saham turun, dan 16 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,98% ke level 680,21, sedang JII naik 2,78% ke level 524,44.Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual pagi ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp49,06 miliar. Volume perdagangan pagi sebanyak 788,52 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp886,13 miliar.
Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 3,74%, GGRM naik 3,50%, ITMG naik 2,80%, PTBA naik 4,48%, UNTR naik 2,8%, dan INTP naik 4,16%.

Selasa, 09-08-2011 (16:12)

 

 

IHSG Ditutup Terperosok Jatuh Hingga Turun 2,9%

Bursa saham Indonesia ditutup melemah 115,15 poin atau 2,99% menjadi 3.735,12. Volume perdagangan sebesar 10,1 miliar saham senilai Rp9,3 triliun.  Perdagangan diwarnai dengan 254 saham turun 39 saham naik dan 40 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp952,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,5 triliun.
Indeks JII turun 19,7 poin ke 510,25, indeks ISSI turun 4,3 poin ke 119,31 dan indeks LQ45 turun 21,44 poin ke 660,51. Pelemahan terdalam masih dialami sektor pertambangan turun 144,96 poin ke 2.884,15 disusul sektor perkebunan turun 61,42 poin ke 2.191.19. Indeks sempat menyentuh zona positif dan sebagai level tertinggi di 3.873,54 walaupun hanya sebentar. Sedangkan level terendah terjadi di awal perdagangan di 3.590,94 Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 5,6% ke 19.330, indeks Nikkei turun 1,6% ke 8.944, indeks Shanghai turun Rp0,03% ke 2.525 dan indeks ASX naik 1,2% ke 4.034.
Saham yang melemah seperti saham ITMG turun Rp1.750 ke Rp42.500, PTBA turun Rp1.500 ke Rp17.850, AALI turun Rp1.100 ke Rp21.200, DSSA turun Rp1.000 ke Rp12.700, UNVR turun Rp1.000 ke Rp15.000, ASII turun Rp950 ke Rp64.100, MYOR turun Rp750 ke Rp14.500, GYDR turun Rp700 ke 9.300, ADMF turun Rp650 ke Rp11.050, HMSP turun Rp650 ke Rp30.450, HRUM turun Rp550 ke Rp8.450, SMGR turun Rp450 ke Rp8.700, KKGI ke Rp400 ke Rp6.200.
Sedangkan saham yang menguat seperti EXCL naik Rp200 ke Rp5.300, CLPI naik Rp120 ke Rp1.750, SCMA naik Rp100 ke Rp6.300, DKFT naik Rp95 ke Rp475.

Selasa, 09-08-2011 (12:12)

 

 

IHSG Terkoreksi, Pilih Saham yang Sudah Anjlok

Koreksi siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Namun, saham yang sudah terkoreksi dalam bisa dijadikan pilihan. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (9/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) http://www.inilah.com/assets/image/graph_icon.gifditutup rontok 102,79 poin (2,67%) ke level 3.747,477. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45http://www.inilah.com/assets/image/graph_icon.gif yang anjlok 18,56 poin (2,72%) ke angka 663,391.
Laju indeks siang ini sangat ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,789 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4.435 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp3,784 triliun di pasar reguler dan total Rp3,961 triliun dan frekuensi 100.284 kali. Baru 23 saham menguat, sedangkan 258 saham melemah dan 29 saham stagnan. Anjloknya indeks juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp587.05 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp600,5 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,187 triliun.

Semua sektor saham, kompak mendukung pelemahan indeks. Sektor pertambangan memimpin koreksi 3,87%, disusul perkebunan 3,32%, industri dasar 3,26%, keuangan 2,76%, properti 2,68%, perdagangan 2,67%, manufaktur 2,29%, aneka industri 2,12%, konsumsi 1,82% dan infrastruktur 1,31%. Koreksi indeks hari ini dipicu negatifnya bursa regional yang rata-rata turun di atas 5%, setelah Dow Jones anjlok 634,76poin (5,55%) ke level 10.809,80. koreksi indeks saat ini tidak terlalu berbahaya dibandingkan 2008. Saat itu, Dow Jones turun ke level 8.000-an sedangkan sekarang Dow Jones masih bertahan di atas 10.000. “Saya justru melihat, yang paling berbahaya adalah saat korontokan IHSG pada 2008.
Dari fundamental ekonomi Indonesia, tak ada yang perlu diikhawatirkan. Sebab, cadangan devisa RI mencapai level tertinggi dalam sejarah US$122,7 miliar dan nilai ekspor sudah mencapai US$200 miliar per Juni 2011. “Pada saat yang sama, laba bersih emiten kuartal kedua 2011 mencapai rata-rata 25%.
Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrie and Brothers (BNBR), PT Borneo Lumbung Energi (BORN), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Bumi Resources (BUMI), PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT AKR Corporindo (AKRA). “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” imbuh Willy. [ast]

Selasa 09-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 3,88% ke 3.700,64

Pada perdagangan Selasa (9/8) ini, IHSG dibuka melemah 3,88% ke level 3.700, (IHSG) kembali terkena tekanan jual.  Pengumuman BI rate hari ini yang diperkirakan tetap di level 6,75% diperkirakan tidak akan memberi efek sentimen signifikan pada IHSG. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Selasa (9/8) memperkirakan secara teknikal support kuat indeks berada di level 3.764 dan support berikutnya di level 3.710. Jika level support tersebut tertembus, IHSG akan mematahkan pola trend bullish yang terbentuk sejak 2009.
Bursa Asia pagi ini kembali terkoreksi sekitar 5% memfaktorkan anjloknya bursa AS dan penguatan nilai tukar Yen. Investor juga akan memfaktorkan rilis data inflasi China di bulan Juli sebesar 6,5% YoY, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Harga minyak meneruskan koreksinya ke level US$77,1/barel pagi ini atau turun 4,3%. Volume perdagangan pagi sebanyak 510,27 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp586,37 miliar.
Sebanyak 235 saham tercatat turun pagi ini, sedang 4 saham yang naik, dan 7 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 5,44% ke level 644,81, sedang JII turun 4,77% ke level 504,71. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp138,38 miliar. Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 4,99%, ITMG turun 7,34%, GGRM turun 5%, AALI turun 9,86%, UNTR turun 4,38%, dan PTBA turun 4,9%.

Senin, 08-08-2011 (16:14)

 

 

 

IHGS Terpangkas 71 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menahan laju pelemahannya menjadi 'hanya' 71 poin (1,83%) berkat perburuan saham-saham yang sudah murah. Koreksi IHSG paling tipis di Asia yang rata-rata turun lebih dari 2%. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terpangkas 65,057 poin (1,66%) ke level 3.856,586. Saham-saham unggulan terkena koreksi akibat sentimen dipangkasnya peringkat utang AS. Sentimen negatif tersebut terus menyeret IHSG jatuh semakin lama semakin dalam, hingga ke posisi terendahnya hari ini di level 3.714,922. Indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terjun bebas 195,861 poin (5,00%) ke level 3.725,782. Pemangkasan peringkat utang AS berakibat sangat parah terhadap psikologis investor.
Menutup perdagangan, Senin sore ini , IHSG terkoreksi 71,377 poin (1,83%) ke level 3.850,266. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 11,347 poin (1,64%) ke level 681,946.Perburuan di saham-saham unggulan yang sudah murah mampu menahan jatuhnya IHSG sehingga menjadi tidak terlalu dalam. Sayangnya, koreksi masif yang sudah terjadi pagi tadi sangat dalam sehingga indeks gagal kembali ke zona hijau. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 216.771 kali pada volume 9,832 miliar lembar saham senilai Rp 9,474 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 239 saham turun, dan 56 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 99,61 poin (3,79%) ke level 2.526,82.  
  • Indeks Hang Seng ambruk 455,57 poin (2,17%) ke level 20.490,57.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 202,32 poin (2,18%) ke level 9.097,56.  
  • Indeks Straits Times terjun 108,59 poin (3,63%) ke level 2.886,19.  


Tiga indeks utama di Eropa, yaitu Indeks The FTSE, DAX dan the CAC 40 sudah mulai bisa mengurangi koreksinya sehingga tidak terlalu dalam. Hingga sore ini, masing-masing melemah, 0,2%, 0,73% dan 1%

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 850 ke Rp 29.000, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 14.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.300, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke RP 15.250.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 2.500 ke Rp 122.000, Schering Plough (SCPI) turun Rp 2.450 ke Rp 26.050, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.150 ke Rp 65.050, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 50.000.

Senin, 08-08-2011 (12:11)

 

 

IHSG Sesi I Terjungkal Hampir 5%

Pada perdagangan sesi I Senin (8/8) ini, IHSG ditutup melemah 4,99% ke level 3.725,83. Pelemahan IHSG siang ini masih dipengaruhi sentimen negatif koreksi di bursa global. Namun, diperkirakan efek koreksi eksternal ini hanya akan berupa sentimen seiring fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan berorientasi domestik. Pekan kemarin bursa global mengalami koreksi signifikan dalam 2 hari perdagangan terakhir seiring pesimisme investor ekonomi AS akan melambat setelah rilis data manufaktur di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi. Setelah bursa AS tutup di akhir pekan kemarin, lembaga rating Standard & Poor’s menurunkan rating utang AS satu level menjadi AA+ seiring meningkatnya risiko utang AS dan risiko politik.
Bursa Asia siang masih terkoreksi memfaktorkan penurunan rating AS dan ditambah dengan sentimen negatif dari langkah China menaikkan suku bunga acuannya sebesar 23 bps menjadi 6,43%. Harga minyak dunia pagi ini terkoreksi sekitar 3% ke level US$84,1/barel. Di Asia siang, Shanghai turun 3,68%, Hang Seng turun 4,04%, KLSE turun 3,06%, Nikkei turun 2,54%, STI turun 4,82%, dan Seoul turun 6,84%. Sebanyak 305 saham tercatat turun siang ini, sedang hanya 9 saham yang naik, dan 14 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 4,53% ke level 661,82, sedang JII turun 3,82% ke level 517,41. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp468,88 miliar.
Volume perdagangan siang sebanyak 3,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,86 triliun. Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah MBAI yang turun 18,29%, ASII turun 4,09%, SCPI turun 8,59%, ITMG turun 4,46%, TOWR turun 13,38%, dan GGRM turun 3,03%.

Senin, 08-08-2011 (09:38)

 

 

IHSG Dibuka Anjlok 1,64%

Pada perdagangan Senin ini, IHSG dibuka melemah 1,64% ke level 3.857,1. Pelemahan IHSG pagi ini seiring sentimen negatif koreksi di bursa global dan akan mencoba menembus level support kuat di 3.900 serta memasuki trend bearish jangka pendek.
Pada hari senin ini di perkirakan efek koreksi eksternal hanya akan berupa sentimen seiring fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan berorientasi domestik. Pekan kemarin bursa global mengalami koreksi signifikan dalam 2 hari perdagangan terakhir seiring pesimisme investor ekonomi AS akan melambat setelah rilis data manufaktur di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi. Setelah bursa AS tutup di akhir pekan kemarin, lembaga rating Standard & Poor’s menurunkan rating utang AS satu level menjadi AA+ seiring meningkatnya risiko utang AS dan resiko politik. Volume perdagangan pagi sebanyak 370,46 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp431,77 miliar.
Market. Bursa Asia pagi ini dibuka tekoreksi sekitar 1,5% memfaktorkan penurunan rating AS dan ditambah dengan sentimen negatif dari langkah China menaikkan suku bunga acuannya sebesar 23 bps menjadi 6,43% pagi ini. Harga minyak dunia pagi ini terkoreksi sekitar 3% ke level US$84,1/barel.
Sebanyak 190 saham tercatat turun pagi ini, sedang 8 saham yang naik, dan 19 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 2,31% ke level 677,27, sedang JII turun 1,95% ke level 527,46. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp93,61 miliar.
Di Asia, Shanghai turun 0,84%, Hang Seng turun 2,77%, KLSE turun 1,77%, Nikkei turun 1,31%, STI turun 3,2%, dan Seoul turun 1,66%.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 2,52%, ITMG turun 2,79%, GGRM turun 1,27%, AALI turun 2,07%, UNTR turun 1,64%, dan PTBA turun 1,52%.

Jumat, 05-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Ditutup Turun 4,86%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (5/8) ditutup melemah 200,44 poin atau 4,86% ke 3.921,64. Volume perdagangan sebesar 10,2 miliar saham senilai Rp9,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 325 saham turun, 8 saham naik dan 13 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp1,2 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp3,4 triliun dan pembelian asing mencapai Rp2,2 triliun.
Indeks JII turun 30,08 poin ke 536,91, indeks ISSI turun 6,9 poin ke 125,45 dan indeks LQ45 turun 37,8 poin ke 692,3. Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan hingga 207,72, sektor perkebunan turun 151,64 poin ke 2.273.
Bursa saham Asia juga memerah seperti indeks Hang Seng turun 4,2% ke 20.946, indeks Nikkei turun 3,7% ke 9.299, indeks Shanghai turun 2,1% ke 2.626 dan indeks ASX turun 4% ke 4.105. Hal yang sama juga terjadi pada bursa Eropa seperti indeks FTSE turun 2,01% ke 5.284, indeks DAX turun 2,4% ke 6.259 dan indeks CAC turun 0,9% ke 3.288.
Saham yang melemah seperti SCPI turun Rp6.900 ke Rp28.500, indeks ASII turun Rp3.200 ke Rp67.200, ITMG naik Rp3.100 ke 45.200, MBAI turun Rp2.850 ke 28.150, AALI turun 1.400 ke Rp21.800, HMSP turun Rp1.350 ke Rp31.200, GGRM turun Rp1.300 ke Rp51.400, PTBA turun Rp1.200 ke Rp19.650, UNTR turun Rp1.000 ke 24.300.

Saham yang naik seperti CNTX turun Rp100 ke Rp8.00, PTSP naik Rp100 ke Rp800.

Jumat, 05-08-2011 (11:39)

 

 

IHSG Anjlok  5,14%

Pada perdagangan IHSG ditutup melemah 5,14% ke level 3.910,01. Pelemahan indeks siang ini masih mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran pelemahan ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual hingga siang ini. Asing terpantau melanjutkan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp816,13 miliar.
Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia siang, Shanghai turun 1,88%, Hang Seng turun 4,75%, KLSE turun 1,6%, Nikkei turun 3,62%, STI turun 3,36%, dan Seoul turun 3,29%. Sebanyak 304 saham tercatat turun siang ini, sementara hanya 6 saham yang naik, dan 11 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 5,47% ke level 690,1, sedang JII turun 4,96% ke level 538,86. Volume perdagangan siang sebanyak 4,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,61 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,52 poin (1,88%) ke level 2.633,52.
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 1.022,08 poin (4,67%) ke level 20.862,66.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 348,16 poin (3,60%) ke level 9.311,02.
  • Indeks Straits Times anjlok 101,19 poin (3,26%) ke level 3.005,82.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.700, Tempo Scan (TSPC) naik Rp 250 ke Rp 3.025, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 6.350, dan Sinarmas (SMMA) naik Rp 25 ke Rp 3.325.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.900 ke Rp 28.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.000 ke Rp 45.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.800 ke Rp 67.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.600 ke Rp 50.100.

Jumat, 05-08-2011 (09:40)

 

 

 

IHSG Dibuka Anjlok 3,12% ke 3.993,09

Pada perdagangan Jumat pagi ini, IHSG dibuka melemah 3,12% ke level 3.993,09. Pelemahan indeks pagi ini mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual pagi ini. Asing terpantau melakukan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp565,18 miliar. Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia, Shanghai turun 1,78%, Hang Seng turun 4,14%, KLSE turun 1,28%, Nikkei turun 3,36%, STI turun 2,75%, dan Seoul turun 3,3%. Sebanyak 172 saham tercatat turun pagi ini, sedang 88 saham yang naik, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 4,38% ke level 698,09, sedang JII turun 3,9% ke level 544,85.
Volume perdagangan pagi sebanyak 5,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,06 triliun.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,17 poin (1,87%) ke level 2.633,87.  
  • Indeks Hang Seng jatuh tajam 942,38 poin (4,31%) ke level 20.942,36.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 324,92 poin (3,36%) ke level 9.334,26.  
  • Indeks Straits Times merosot tajam 86,96 poin (2,80%) ke level 3.020,05.  


Kamis, 04-08-2011 (16:11)

 

 

IHSG Ditutup Terpangkas 14 Poin

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis sore ditutup melemah 14,42 poin atau 0,3% ke 4.122,09. Volume perdagangan 6,3 miliar saham senilai Rp6,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 201 saham turun, 77 saham naik dan 65 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp507,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,1 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,6 miliar.
Indeks JII turun 1,1 poin ke 564,16, indeks ISSI turun 0,5 poin ke 131,76 dan indeks LQ45 turun 4,2 poin ke 728,46. pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun 34,7 poin ke3.313,24 disusul sektor konsumsi turun 27,4 poin ke 1.295,47. Indeks tidak dapat bertahan di zona positif meskipun saat dibuka berada di zona positif. Level tertinggi berada di sesi I 4.157,25. Selanjutnya, indeks bergerak di zona negatif dengan menyentuh level terendah di 4.095,62. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 171.721 kali pada volume 6,493 miliar lembar saham senilai Rp 6,808 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 172 saham turun, dan 85 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 5,55 poin (0,21%) ke level 2.684,04.  
  • Indeks Hang Seng turun 107,98 poin (0,49%) ke level 21.884,74.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 22,04 poin (0,23%) ke level 9.659,18.  
  • Indeks Straits Times melemah 21,89 poin (0,70%) ke level 3.108,45.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 7.000 ke Rp 133.000, Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 124.500, Century Textille (CNTX) naik Rp 1.300 ke Rp 7.900, dan Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 17.000.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 25.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 48.300, Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 31.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 20.850.

Kamis, 04-08-2011 (12:08)

 

Aksi Jual Asing, IHSG Sesi I Ditutup Negatif

 

Pada perdagangan sesi I Kamis ini, IHSG ditutup melemah 0,40% ke level 4.119,89. Pelemahan indeks siang ini, karena pasar masih menyisakan kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi AS. Pelemahan Hang Seng juga ikut menekan IHSG siang ini. Asing juga masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp226,48 miliar. Dow semalam ditutup naik 0,25%. Di Asia bursa mixed, Shanghai naik 0,33%, KLSE naik 0,42%, Nikkei naik 0,71%, sementara Hang Seng turun 0,13%, STI turun 0,36%, dan Seoul turun 0,75%. Sebanyak 170 saham tercatat turun siang ini, sedang 78 saham yang naik, dan 76 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,42% ke level 729,66, sedang JII naik 0,06% ke level 565,72. Volume perdagangan siang ini sebanyak 2,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,98 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,93 poin (0,33%) ke level 2.687,42.  
  • Indeks Hang Seng turun tipis 27,78 poin (0,13%) ke level 21.964,94.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 58,15 poin (0,60%) ke level 9.695,29.  
  • Indeks Straits Times melemah 10,97 poin (0,35%) ke level 3.119,37.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 1.300 ke Rp 7.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 52.750, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 16.600, dan Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 400 ke Rp 14.200.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 25.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 70.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 14.450, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 31.200.

Kamis, 04-08-2011 (09:36)

 

IHSG Hari Ini Akan Bergerak Rebound

IHSG Kamis Hari  ini diperkirakan akan bergerak rebound seiring bursa regional.Menurut analisa Samuel Sekuritas, beberapa saham yang kemarin mengalami koreksi signifikan seperti BBRI, UNTR, ASII, TLKM dan INDF diperkirakan akan menguat hari ini. Namun demikian, secara teknikal IHSG sedang berada di level support trend bullish di 4.145. Jika level ini tertembus, indeks akan memasuki trend bearish jangka pendek. Resistance indeks hari ini berada di level 4,177.
Bursa Asia pagi ini dibuka positif seiring rebound yang terjadi di bursa AS semalam yang juga diikuti penguatan harga komoditas pagi ini. Bursa Jepang menguat setelah pemerintah mengintervensi penguatan nilai tukar Yen. Harga minyak pagi ini rebound ke level US$92,4/barel Bursa AS berhasil ditutup menguat semalam meski sempat melemah signifikan di awal perdagangan akibat rilis data ISM non-manufacturing index di bulan Juni berada di bawah ekspektasi dan terendah sejak Februari 2010. Penguatan bursa AS semalam ditopang oleh spekulasi investor bahwa The Fed akan mengucurkan stimulus tahap ke-3 untuk mengurangi potensi perlambatan ekonomi AS. Harga minyak dunia kembali mengalami koreksi signifikan ke level US$91,9/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel -4% dan Timah -3.5%.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,77 poin (0,48%) ke level 2.691,25.  
  • Indeks Hang Seng naik tipis 32,83 poin (0,15%) ke level 22.025,55.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 86,66 poin (0,90%) ke level 9.723,80.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,99 poin (0,03%) ke level 3.129,35.  

Rabu, 03-08-2011 (15:18)

 

IHSG Melemah

IHSG masih melanjutkan koreksi hari ini di tengah memburuknya sentimen eksternal dan aksi jual asing. Namun, koreksi tertahan fundamental domestik yang cukup kokoh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (3/8) ditutup melemah 41,34 poin (0,99%) ke level 4.136,50, dengan intraday terendah di 4.095,87 dan tertinggi di 4.177,57. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 7,89 poin (1,07%) ke level 732,74. Indeks sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Dibuka langsung anjlok 1,03% ke level 4.134, indeks melanjutkan koreksi hingga pada sesi pertama bertengger di level 4,122. Namun pelemahan tertahan, sehingga IHSG akhirnya ditutup di level 4.136. “Namun, koreksi IHSG terbatas karena fundamental ekonomi dalam negeri yang masih positif, ditunjukkan dengan laporan keuangan semester pertama 2011 emiten-emiten yang membaik.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,73 miliar lembar saham, senilai Rp 5,702 triliun dan frekuensi 146.268 kali. Sebanyak 63 saham naik, 199 saham turun, dan 80 saham stagnan. Keluarnya dana asing mendukung koreksi bursa kali ini. Nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp539 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,941 triliun dan transaksi beli sebesar Rp 1,402 triliun.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 123.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 49.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 52.000, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 70.650.
Emiten-emiten yang menguat antara lain Century Textille (CNTX) naik Rp 850 ke Rp 6.600, Charoen Pokphand (CPIN) naik 225 ke Rp 2.750, Astra Graphia (ASGR) naik Rp 180 ke Rp 1.210, dan Indofood (INDF) naik Rp 150 ke Rp 6.450.
Bursa regional Asia mendukung koreksi bursa. Indeks Komposit Shanghai turun 0,77 poin (0,03%) ke level 2.678,48, indeks Hang Seng jatuh 428,74 poin (1,91%) ke level 21.992,72, indeks Nikkei 225 turun 207,45 poin (2,11%) ke level 9.637,14 dan indeks Straits Times melemah 38,25 poin (1,20%) ke level 3.138,84.  

Rabu, 03-08-2011 (12:10)

 

IHSG Terpangkas 55 Poin atas Profit Taking Saham Unggulan

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 55 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan dan lapis dua. Kekhawatiran melambatnya perekonomian dunia kembali mencuat. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung jatuh 44,393 poin (1,07%) ke level 4.133,453 akibat terseret arus pelemahan bursa global dan regional. Krisis utang AS kembali menjadi perhatian investor. Pada perdagangan, Rabu siang ini, IHSG terpangkas 55,097 poin (1,32%) ke level 4.122,749. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 9,868 poin (1,33%) ke level 730,768. Profit taking terjadi di seluruh saham-saham unggulan dan lapis dua. Koreksi yang terjadi di tiap indeks sektoral cukup tinggi, rata-rata lebih dari satu persen.Koreksi terbanyak diderita indeks sektor properti dan industri dasar, keduanya terpangkas lebih dari dua persen. Tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat hingga siang hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 73.507 kali pada volume 3,149 miliar lembar saham senilai Rp 2,752 triliun. Sebanyak 42 saham naik, 218 saham turun, dan 60 saham stagnan. Aksi jual masif di awal perdagangan memaksa indeks jatuh ke posisi terdalamnya di 4.095,871, terkoreksi lebih dari 80 poin. Setelah itu jatuhnya bursa bisa diperlambat oleh aksi beli selektif. Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MERK turun 3,11%, ITMG turun 2,87%, GGRM turun 2,44%, MBAI turun 2,38%, HMSP turun 1,86%, dan SMDR turun 8,92%.

Berikut kondisi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,42 poin (0,09%) ke level 2.681,68.
  • Indeks Hang Seng ambruk 425,71 poin (1,90%) ke level 21.995,75.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 188,97 poin (1,92%) ke level 9.655,62.  
  • Indeks Straits Times anjlok 53,02 poin (1,67%) ke level 3.124,07.  

Rabu, 03-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Jatuh 44 Poin Akibat Pelemahan Bursa Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambles 44 poin akibat terseret arus pelemahan bursa global dan regional. Krisis utang AS kembali menjadi perhatian investor. Sementra nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 8.485 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di R8.470 per dolar AS.Pada perdagangan preopening, IHSG anjlok 43,410 poin (1,04%) ke level 4.134,436. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 10,775 poin (1,45%) ke level 729,861.
Mengawali perdagangan, Rabu , IHSG dibuka jatuh 44,393 poin (1,07%) ke level 4.133,453. Indeks LQ 45 dibuka ambruk 11,018 poin (1,48%) ke level 729,618. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam 75,104 poin (1,80%) ke level 4.102,742. Sementra Indeks LQ 45 terjun bebas 15,152 poin (2,05%) ke level 725,484. Kemarin, IHSG sempat cetak rekor tertinggi sebelum akhirnya terkoreksi 15 poin akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal. Dana asing masih mengalir masuk bursa, nilainya mendekati Rp 700 miliar.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,02 poin (0,22%) ke level 2.673,24.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 487,58 poin (2,17%) ke level 21.933,88.  
  • Indeks Nikkei 225 terjun bebas 217,47 poin (2,21%) ke level 9.627,12.
  • Indeks Straits Times ambruk 59,60 poin (1,88%) ke level 3.117,49.  

Selasa 02-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Terkoreksi 15 Poin

IHSG akhirnya terjerembab di zona negatif. Memburuknya bursa regional dan aksi ambil untung investor menekan bursa domestik. Namun, aksi beli asing mencegah kejatuhan lebih dalam.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa sore ditutup terkoreksi 15,60 poin (0,37%) ke level 4.177,84, dengan intraday terendah di 4.148,94 dan tertinggi di 4.195,72. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang melemah 1,87 poin (0,25%) ke level 740,63. IHSG hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Dibuka 0,13% ke level 4.187, indeks sempat melesat ke level 4.195 sebelum akhirnya berbalik lagi dan bertengger di angka 4.180. Namun tekanan jual terus menenggelamkan IHSG hingga ditutup di level 4.177.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,491 miliar lembar saham senilai Rp 6,568 triliun dan frekuensi 156.613 kali. Sebanyak 104 saham naik, 170 saham turun, dan 78 saham stagnan. Kendati terkoreksi, aliran dana asing masih mengalir ke pasar domestik, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp688 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp2,060 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,371 triliun.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 3.000 ke Rp 124.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 26.500, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 15.600, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 550 ke Rp 5.600. Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Schering Plough (SCPI) naik Rp 5.500 ke Rp 35.500, Century Textile (CNTX) naik Rp 1.150 ke Rp 5.750, dan Multi Breeder (MBAI) naik Rp 1.050 ke Rp 31.500, dan Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 24,52 poin (0,91%) ke level 2.679,26.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 241,91 poin (1,07%) ke level 22.421,46.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 120,42 poin (1,21%) ke level 9.844,59.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 38,45 poin (1,20%) ke level 3.176,82.  

Selasa, 02-08-2011 (12:17)

 

 

IHSG Ditutup Melemah

Pada perdagangan sesi I Selasa Siang ini IHSG ditutup turun 0,31% ke level 4.180,24 akibat aksi profit taking. Pelemahan IHSG siang ini masih disebabkan terjadinya koreksi setelah menguat signifikan kemarin memfaktorkan rilis data inflasi Juli yang lebih baik dari ekspektasi pasar di level 0,67% MoM. Minimnya sentimen domestik baru pasca earning season di semester 1-2011 ini akan membuat indeks bergerak seiring bursa global.
Sebanyak 172 saham mengalami penurunan, 81 saham naik, dan 76 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,25% ke level 740,59, sedang JII turun 0,65% ke level 570,97. Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,06 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,24 triliun. Namun, asing masih berada di pasar hingga penutupan perdagangan siang ini dengan melakukan net foreign buy sebesar Rp627,17 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 43,58 poin (1,61%) ke level 2.660,20.  
  • Indeks Hang Seng melemah 157,30 poin (0,69%) ke level 22.506,07.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 134,99 poin (1,35%) ke level 9.830,02.  
  • Indeks Straits Times turun 30,51 poin (0,95%) ke level 3.184,76.

Dow semalam ditutup turun 0,09%. Di Asia, Shanghai siang turun 1,61%, Hang Seng turun 0,69%, KLSE turun 0,09%, Nikkei turun 1,31%, STI turun 0,96%, dan Seoul turun 2,44%. Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ASII yang turun 1,25%, LION turun 10,252%, UNTR turun 1,63%, MYOR turun 2,74%, ITMG turun 0,88%, dan SMDR turun 5,69%.

Selasa, 02-08-2011 (09:36)

 

 

Posisi Sudah Overbought, IHSG Menipis 5 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret arus pelemahan bursa-bursa Asia akibat koreksi yang terjadi di Wall Street semalam. Posisi IHSG juga sudah terlalu tinggi.
Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 5,568 poin (0,14%) ke level 4.187,873. Sedangkan Indeks LQ 45 menipis 1,382 poin (0,18%) ke level 741,120.
Membuka perdagangan, Selasa Pagi ini , IHSG menipis 5,782 poin (0,14%) ke level 4.187,659. Indeks LQ 45 turun tipis 1,435 poin (0,19%) ke level 741,067. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 12,760 poin (0,30%) ke level 4.180,681. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,831 poin (0,38%) ke level 739,671. Kemarin, IHSG kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menanjak 62 poin. Bursa-bursa Asia yang menguat serta meredanya krisis utang AS menjadi faktor pendorong naiknya IHSG.
Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 47,83 poin (1,77%) ke level 2.655,95.  
  • Indeks Hang Seng turun 156,45 poin (0,69%) ke level 22.506,92.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 131,20 poin (1,32%) ke level 9.833,81.  
  • Indeks Straits Times melemah 32,23 poin (1,00%) ke level 3.183,04.

Senin, 01-08-2011 (16:12)

 

 

Cetak Rekor Baru, IHSG Makin Dekat ke 4.200

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menanjak 62 poin. Bursa-bursa Asia yang menguat serta meredanya krisis utang AS menjadi faktor pendorong naiknya IHSG. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 46,348 poin (1,12%) ke level 4.177,148. Krisis utang AS semakin mendekati tahap akhir dan diharapkan bisa berakhir positif.
Menjelang penutupan perdagangan, IHSG menanjak sangat tinggi dan menembus rekor intraday tertingginya di 4.193,556. Rekor intraday tertinggi sebelumnya yaitu di 4.177,739 yang diraih pada Rabu 27 Juni 2011 pekan lalu. Mengakhiri perdagangan awal pekan di bulan Ramadan, Senin sore, IHSG ditutup menanjak 62,641 poin (1,51%) ke level 4.193,441. Sementara Indeks LQ 45 melesat 12,666 poin (1,73%) ke level 742,502. Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG pada Rabu 27 Juli 2011, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Saham-saham unggulan sangat berjasa dalam pencetakan rekor kali ini. Volume dan nilai transaksi hari ini melonjak sangat tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing terhadap saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) senilai Rp 12,5 triliun oleh Net Sekuritas (OK). Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.295 kali pada volume 19,482 miliar lembar saham senilai Rp 18,575 triliun. Sebanyak 182 saham naik, 82 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,05 poin (0,08%) ke level 2.703,78.  
  • Indeks Hang Seng menguat 223,12 poin (0,99%) ke level 22.663,37.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 131,98 poin (1,34%) ke level 9.965,01.  
  • Indeks Straits Times naik 27,68 poin (0,87%) ke level 3.216,94.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 24.000 ke Rp 359.000, Schering Plough (SCPI) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.100 ke Rp 53.000, dan Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 125.000.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 16.400, Indomobil (IMAS) turun Rp 500 ke Rp 11.950, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 13.400, dan Axiata (XL) turun Rp 200 ke Rp 5.550.

Senin, 01-08-2011 (12:11)

 

 

IHSG Cetak Lagi Rekor Tertinggi Di Level 4.187

Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyentuh posisi intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.187 didorong sentimen positif dari mulai meredanya krisis utang Amerika Serikat (AS).  Mengawali perdagangan awal pekan di bulan Ramadan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Puncak tertinggi yang bisa diraih IHSG sekaligus rekor barunya berada di 4.187.600. Rekor intraday tertinggi sebelumnya yaitu di 4.177,739 yang diraih pada Rabu 27 Juni 2011 pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin siang, IHSG melesat 46,348 poin (1,12%) ke level 4.177,148. Sementara Indeks LQ 45 tumbuh 9,071 poin (1,24%) ke level 738,907. Volume dan nilai transaksi hari ini melonjak sangat tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing terhadap saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) senilai Rp 12,5 triliun.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 97.479 kali pada volume 15,94 miliar lembar saham senilai Rp 15,478 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 71 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,97 poin (0,15%) ke level 2.705,70.
  • Indeks Hang Seng melonjak 338,89 poin (1,51%) ke level 22.779,14.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 192,41 poin (1,96%) ke level 10.025,44.  
  • Indeks Straits Times menguat 33,90 poin (1,06%) ke level 3.223,16.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.350 ke Rp 71.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 52.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 500 ke Rp 7.200, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 400 ke Rp 5.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 16.500, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 13.300, Surya Citra (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 6.350, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 175 ke Rp 2.500.

Senin, 01-08-2011 (09:38)     

 

 

IHSG Bergerak Semangat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di hari pertama bulan ramadan dengan menguat 19 poin. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 19,727 poin (0,47%) ke level 4.150,527. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 4,897 poin (0,67%) ke level 734,733. Mengawali perdagangan awal pekan di bulan ramadan, Senin (1/8/2011), IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Indeks LQ 45 dibuka naik 5,115 poin (0,70%) ke level 734,951.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik semakin tinggi, 30,381 poin (0,74%) ke level 4.161,181. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,274 poin (0,99%) ke level 737,083.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menutup perdagangan dengan suram, melemah 15 poin. Kinerja emiten-emiten yang positif tak mampu mengangkat IHSG keluar dari teritori negatif. Sentimen positif datang dari hampir selesainya krisis utang AS setelah adanya kesepakatan untuk menaikkan batas utangnya. Berita ini membuat bursa-bursa di regional mampu bergerak ke atas.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,25 poin (0,12%) ke level 2.704,98.
  • Indeks Hang Seng melesat 315,26 poin (1,40%) ke level 22.755,51.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 180,87 poin (1,84%) ke level 10.013,90.  
  • Indeks Straits Times menguat 22,23 poin (0,70%) ke level 3.211,49.

Jumat, 29-07-2011 (11:40)

 

 

IHSG Terpangkas 36 Poin, Hampir Tinggalkan 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 36 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Indeks pun bersiap meninggalkan level 4.100. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 8,101 poin (0,19%) ke level 4.153,928 dan menjadi satu-satunya bursa di regional yang menguat.  Penguatan ini tak bertahan lama. Setelah menanjak hingga ke posisi tertingginya di level 4.160,498, indeks langsung terkena tekanan jual dan ambruk hingga ke level 4.105,293. Pada penutupan perdagangan, Jumat Siang, IHSG terpangkas 36,164 poin (0,88%) ke level 4.109,663. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,306 poin (0,99%) ke level 725,751.

Aksi ambil untung banyak dilakukan pemodal lokal, sementara investor asing hingga siang ini masih melakukan pembelian bersih (foreign net buy) dengan jumlah yang tipis.Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 94.547 kali pada volume 3,547 miliar lembar saham senilai Rp 2,774 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 189 saham turun, dan 62 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-burs di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,65 poin (0,47%) ke level 2.696,13.  
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 163,73 poin (0,73%) ke level 22.407,01.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 65,56 poin (0,66%) ke level 9.835,79.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 7,52 poin (0,24%) ke level 3.182,33.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.850 ke Rp 12.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 30.500, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 31.600.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 4.000 ke Rp 336.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 ke Rp 70.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 51.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 51.000.

Jumat, 29-07-2011 (09:35)

 

 

IHSG Menguat di Tengah Koreksi Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound tipis 8 poin dan menjadi satu-satunya bursa di regional yang menguat. Krisis utang AS semakin mendekati tenggat waktu namun belum juga ada kesepakatan. Membuka perdagangan, Jumat Pagi ini, IHSG menguat tipis 8,101 poin (0,19%) ke level 4.153,928. Indeks LQ 45 naik tipis 1,854 poin (0,25%) ke level 734,911. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak perlahan, 13,087 poin (0,32%) ke level 4.158,914. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 2,597 poin (0,35%) ke level 735,654.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,65 poin (0,25%) ke level 2.702,12.  
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 108,78 poin (0,48%) ke level 22.461,96.  
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 7,64 poin (0,08%) ke level 9.893,71.  
  • Indeks Straits Times melemah tipis 4,92 poin (0,15%) ke level 3.184,93.

Kamis, 28-07-2011 (16:10)

 

 

Terkoreksi 28 Poin, IHSG Bertahan di Level 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 28,285 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Saham-saham konsumer dan komoditas menjadi penopang jatuhnya bursa sehingga bertahan di level 4.100. Mengakhiri perdagangan, Kamis (28/7/2011), IHSG ditutup terkoreksi 28,285 poin (0,68%) ke level 4.145,827. Sementara Indeks LQ 45 turun 7,935 poin (1,08%) ke level 733,0,57. Indeks langsung terkena koreksi sehat akibat posisinya yang sudah sangat tinggi dan masuk area jenuh beli (overbought). Posisi terendahnya hari ini di level 4.122,001. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 145.065 kali pada volume 6,391 miliar lembar saham senilai Rp 5,707 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 138 saham turun, dan 92 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,71 poin (0,54%) ke level 2.708,78.  
  • Indeks Hang Seng naik tipis 29,05 poin (0,13%) ke level 22.570,74.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 145,84 poin (1,45%) ke level 9.901,35.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 2,53 poin (0,08%) ke level 3.196,07.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.200 ke Rp 17.300, Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, Century Textile (CNTX) naik Rp 825 ke Rp 4.175, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.750.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.250 ke Rp 71.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 51.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 27.150, dan Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 8.200.

Kamis, 28-07-2011 (09:36)

 

 

Bursa Global dan Regional Bikin IHSG Ambles 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali raih rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. Kali ini IHSG ditemani rupiah yang juga mencetak rekor terkuat. Menutup perdagangan, Rabu sore ini, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 9,954 poin (1,36%) ke level 740,992.Investor bisa mengabaikan posisi IHSG yang sudah overbought serta sentimen negatif yang datang dari krisis utang Uni Eropa dan AS melalui bantuan sentimen positif membaiknya kinerja keuangan emiten.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.243 kali pada volume 8,139 miliar lembar saham senilai Rp 6,279 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 114 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,47 poin (0,76%) ke level 2.723,49.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,39 poin (0,13%) ke level 22.541,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,53 poin (0,50%) ke level 10.047,19.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,31 poin (0,04%) ke level 3.187,88.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 126.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.950 ke Rp 27.700, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 75.000, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 650 ke Rp 4.950.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.500 ke Rp 340.000, Harum Energy (HRUM) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Fast Food (FAST) turun Rp 400 ke Rp 10.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 2.225.

Rabu, 27-07-2011 (16:14)

 

 

IHSG Naik Cetak Rekor Baru

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali raih rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. Kali ini IHSG ditemani rupiah yang juga mencetak rekor terkuat. Menutup perdagangan, Rabu sore ini, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 9,954 poin (1,36%) ke level 740,992.Investor bisa mengabaikan posisi IHSG yang sudah overbought serta sentimen negatif yang datang dari krisis utang Uni Eropa dan AS melalui bantuan sentimen positif membaiknya kinerja keuangan emiten.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.243 kali pada volume 8,139 miliar lembar saham senilai Rp 6,279 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 114 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,47 poin (0,76%) ke level 2.723,49.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,39 poin (0,13%) ke level 22.541,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,53 poin (0,50%) ke level 10.047,19.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,31 poin (0,04%) ke level 3.187,88.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 126.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.950 ke Rp 27.700, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 75.000, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 650 ke Rp 4.950.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.500 ke Rp 340.000, Harum Energy (HRUM) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Fast Food (FAST) turun Rp 400 ke Rp 10.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 2.225.

Rabu, 27-07-2011 (12:09)

 

 

Kinerja Positif Emiten Bantu IHSG Ukir Rekor Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertingginya di 4.162 didorong sentimen positif kinerja emiten-emiten di semester I-2010. Sentimen itu mampu meredam berita negatif krisis utang AS dan Eropa.
Pada perdagangan IHSG rabu siang ini melesat 26,072 poin (0,63%) ke level 4.158,849. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 6,027 poin (0,82%) ke level 737,065. Saham-saham unggulan yang sudah menguat masih bisa melanjutkan perkembangannya, ditambah beberapa saham lapis dua yang ikut menguat akibat maraknya aksi beli di lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.779 kali pada volume 4,756 miliar lembar saham senilai Rp 2,876 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 118 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,70 poin (0,06%) ke level 2.704,72.  
  • Indeks Hang Seng menipis 14,85 poin (0,07%) ke level 22.557,23.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,65 poin (0,50%) ke level 10.047,07.
  • Indeks Straits Times turun 4,09 poin (0,13%) ke level 3.182,48.

Rabu, 27-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Menipis 3 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis poin akibat terbawa arus tren negatif bursa Asia dan Global. Kekhawatiran gagal bayar utang AS membuat pelaku pasar ragu berinvestasi. Membuka perdagangan, Rabu pagi , IHSG melemah tipis 3,413 poin (0,09%) ke level 4.129,364. Indeks LQ 45 turun tipis 0,884 poin (0,12%) ke level 730,154. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat naik tipis 0,657 poin (0,02%) ke level 4.133,434. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,436 poin (0,06%) ke level 731,404.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,58 poin (0,32%) ke level 2.694,44.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 28,67 poin (0,13%) ke level 22.543,41.
  • Indeks Nikkei 225 turun 56,71 poin (0,56%) ke level 10.041,01.
  • Indeks Straits Times melemah tipis 11,28 poin (0,35%) ke level 3.175,29.

Selasa, 26-07-2011 (16:12)

 

 

IHSG Tembus Rekor Baru Lagi 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.132. setelah menanjak 45 poin. Transaksi di lantai bursa sangat ramai hingga menembus Rp 6 triliun. Penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG melaju 33,418 poin (0,81%) ke level 4.120,512 ditopang positifnya kinerja emiten semester I-2011. Indeks pun kembali menembus rekor tertingginya yang baru di 4.133,689. Rekor terakhir yang sudah ditembus IHSG terjadi pada perdagangan Jumat 22 Juni 2011 lalu di level 4.106,822 setelah menanjak 38,749 poin (0,95%). Kala itu, aksi beli sangat tinggi dan dana asing sebanyak setengah triliun masuk ke lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 192.132 kali pada volume 9,171 miliar lembar saham senilai Rp 6,28 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 86 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 14,28 poin (0,53%) ke level 2.703,03.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 278,79 poin (1,25%) ke level 22.572,08.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 47,71 poin (0,47%) ke level 10.097,72.  
  • Indeks Straits Times bertambah 12,88 poin (0,41%) ke level 3.184,43.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.500 ke Rp 51.800, Astra Internasional (ASII) naik 1.500 ke Rp 73.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 25.750, dan Argha Prima (AKPI) naik Rp 455 ke Rp 2.325.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 550 ke Rp 3.975, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 5.350, Tifico (TFCO) turun Rp 110 ke Rp 900, dan Sari Roti (ROTI) turun Rp 100 ke Rp 3.500.

Selasa, 26-07-2011 (12:08)

 

 

IHSG Naik Tembus Rekor Tertinggi 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini mampu balik arah ke zona hijau ditopang positifnya kinerja emiten semester I-2011. Indeks pun kembali menembus rekor tertingginya yang baru. Pada perdagangan, Selasa siang ini, IHSG melaju 33,418 poin (0,81%) ke level 4.120,512. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,316 poin (1,01%) ke level 728,403.Minat beli investor asing dan lokal kembali muncul terbawa tren penguatan bursa-bursa regional. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa mampu mencetak poin, kecuali indeks sektor infrastruktur. Rekor terakhir yang sudah ditembus IHSG terjadi pada perdagangan Jumat 22 Juni 2011 lalu di level 4.106,822 setelah menanjak 38,749 poin (0,95%). Kala itu, aksi beli sangat tinggi dan dana asing sebanyak setengah triliun masuk ke lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 112.189 kali pada volume 5,347 miliar lembar saham senilai Rp 3,273 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 95 saham turun, dan 99 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,58 poin (0,06%) ke level 2.690,33.
  • Indeks Hang Seng menguat 209,36 poin (0,94%) ke level 22.502,65.  
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 75,37 poin (0,75%) ke level 10.125,38.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 6,19 poin (0,20%) ke level 3.177,74.

Selasa, 26-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Tertinggal Penguatan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketinggalan penguatan yang diraih bursa-bursa di Asia dengan melemah tipis 2 poin. Sentimen negatif masih datang dari AS dengan krisis utangnya. Mengawali perdagangan, Selasa  pagi ini IHSG dibuka turun tipis 2,297 poin (0,06%) ke level 4.084,797. Indeks LQ 45 dibuka melemah tipis 0,514 poin (0,07%) ke level 720,573. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah tipis 1,498 poin (0,04%) ke level 4.085.596. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,282 poin (0,04%) ke level 720,805.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,20 poin (0,04%) ke level 2.689,94.  
  • Indeks Hang Seng menguat 158,63 poin (0,71%) ke level 22.451,92.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 4,33 poin (0,04%) ke level 10.054,34.  
  • Indeks Straits Times naik 5,61 poin (0,18%) ke level 3.177,16.  

Senin, 25-07-2011 (16:13)

 

 

 

IHSG Turun 19 Poin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan berbasis komoditas, terutama tambang. Penurunan peringkat utang Yunani juga turut menyeret IHSG bergerak ke bawah.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin sore ini IHSG terkoreksi 19,728 poin (0,49%) ke level 4.087,094. Sementara Indeks LQ 45 melemah 4,852 poin (0,66%) ke level 721,087.
Saham-saham tambang banyak terkena aksi profit taking, sehingga sektornya melemah lebih dari 1%. Sektor lain yang menjadi pemberat bursa kali ini adalah infrastruktur dan industri dasar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 136.682 kali pada volume 8,924 miliar lembar saham senilai Rp 5,164 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 158 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 82,04 poin (2,96%) ke level 2.688,75.  
  • Indeks Hang Seng melemah 151,51 poin (0,68%) ke level 22.293,29.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 82,10 poin (0,81%) ke level 10.050,01.  
  • Indeks Straits Times turun 17,19 poin (0,54%) ke level 3.165,76.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 29.500 ke Rp 359.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 16.250, Argha Karya (AKPI) naik Rp 370 ke Rp 1.870, dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 300 ke Rp 2.900.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 52.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 49.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 25.250, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 72.450.

Senin, 25-07-2011 (12:09)

 

 

Aksi Profit Taking Pangkas IHSG 26 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 26 poin akibat aksi mbil untung di saham-saham unggulan. Sentimen negatif juga datang dari melemahnya bursa-bursa regional. Pada penutupan perdagangan, Senin siang hari ini, IHSG terpangkas 26,814 poin (0,66%) ke level 4.080,008. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 6,107 poin (0,85%) ke level 719,832.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.253 kali pada volume 2,838 miliar lembar saham senilai Rp 2,103 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 93 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 58,19 poin (2,10%) ke level 2.712,60.  
  • Indeks Hang Seng melemah 176,52 poin (0,79%) ke level 22.268,28.
  • Indeks Nikkei 225 turun 80,57 poin (0,80%) ke level 10.051,54.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 29,61 poin (0,93%) ke level 3.153,34.  

Senin, 25-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Tinggalkan Level 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 13 poin akibat melemahnya bursa-bursa di Asia. Indeks pun terpaksa lengser dari level 4.100. Membuka perdagangan awal pekan, Senin ini. IHSG terkoreksi 13,357 poin (0,32%) ke level 4.093,465. Indeks LQ 45 melemah 3,462 poin (0,48%) ke level 722,477. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG turun semakin dalam, 23,254 poin (0,57%) ke level 4.083,568. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,323 poin (0,87%) ke level 719,616.
Berikut situasi bursa-bursa di Asi pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 20,26 poin (0,73%) ke level 2.750,53.  
  • Indeks Hang Seng turun 140,89 poin (0,63%) ke level 22.303,91.  
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 63,48 poin (0,63%) ke level 10.068,63.  
  • Indeks Straits Times anjlok 28,57 poin (0,90%) ke level 3.154,38.

Jumat, 22-07-2011 (11:40)

 

 

IHSG Cuma 'Numpang Lewat' di Level 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 20 poin dan tidak mampu bertahan lama di level 4.100. Saham-saham komoditas menjadi pendorong naiknya bursa ke level tertingginya tersebut.
Pada perdagangan sesi I, Jumat siang, IHSG melaju 20,331 poin (0,49%) ke level 4.088,404. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 3,527 poin (0,49%) ke level 721,562. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.253 kali pada volume 2,838 miliar lembar saham senilai Rp 2,103 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 93 saham turun, dan 101 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,50 poin (0,45%) ke level 2.778,40.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 364,71 poin (1,66%) ke level 22.352,00.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 95,57 poin (0,95%) ke level 10.105,96.  
  • Indeks Straits Times menanjak 30,19 poin (0,96%) ke level 3.168,70.

 

Jumat, 22-07-2011 (09:36)

 

 

Marak Sentimen Positif, IHSG Tembus 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 18 poin akibat maraknya sentimen positif yang membantu pergerakan bursa. Indeks pun menembus level tertingginya sepanjang sejarah di level 4.100. Mengawali perdagangan awal pekan, Jumat Pagi ini IHSG dibuka menguat 19,496 poin (0,47%) ke level 4.087,569. Indeks LQ 45 dibuka naik 5,054 poin (0,70%) ke level 723,089. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melesat 32,346 poin (0,80%) ke level 4.100,419. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,794 poin (0,95%) ke level 725,829.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,74 poin (0,06%) ke level 2.767,63.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 288,07 poin (1,31%) ke level 22.275,36.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 86,17 poin (0,86%) ke level 10.096,56.  
  • Indeks Straits Times naik 29,97 poin (0,95%) ke level 3.168,48.

Jumat, 15-07-2011 (16:12)

 

 

IHSG Naek Hingga Raih Rekor Baru di 4023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghalau banyaknya sentimen negatif dan melesat 25 poin. Indeks berhasil mengukir kembali rekor tertingginya di 4.023. Menutup perdagangan hari jumat ini IHSG melesat 25,567 poin (0,64%) ke level 4.023,202. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,496 poin (0,78%) ke level 713,178.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini

  • Indeks Komposit Shanghai naik 9,73 poin (0,35%) ke level 2.820,17.  
  • Indeks Hang Seng turun 64,82 poin (0,30%) ke level 21.875,38.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 38,35 poin (0,39%) ke level 9.974,47.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,49 poin (0,05%) ke level 3.087,21.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.450 ke Rp 70.400, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 30.150, dan Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 2.750, BCA (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 8.300.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 900 ke Rp 29.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 47.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 20.850, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 50.700.

 

Jumat, 15-07-2011 (11:39)

 

 

IHSG Melaju 19 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju paling kencang di Asia dan mencetak kenaikan 19 poin. Indeks kembali lagi ke level 4.000 dan sempat cetak rekor intraday tertinggi. IHSG melaju 19,004 poin (0,47%) ke level 4.016,639. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,708 poin (0,66%) ke level 712,390.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 65.242 kali pada volume 1,954 miliar lembar saham senilai Rp 2,167 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 96 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menipis 1,07 poin (0,04%) ke level 2.809,38.
  • Indeks Hang Seng turun 56,31 poin (0,26%) ke level 21.883,89.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 16,94 poin (0,17%) ke level 9.953,06.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 1,44 poin (0,05%) ke level 3.087,26.  

Jumat, 15-07-2011 (09:38)

 

 

IHSG Turun Tipis, Balik Lagi ke 4.000 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis, namun secara perlahan bisa balik arah ke zona hijau akibat aksi beli selektif. Sentimen negatif datang dari AS menyusul pernyataan Bernanke yang belum akan memberikan stimulus terhadap perekonomian, bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya.
Membuka perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Jumat, IHSG melemah tipis 6,147 poin (0,16%) ke level 3.991,488. Indeks LQ 45 turun tipis 1,593 poin (0,22%) ke level 706,089.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik tipis 6,094 poin (0,16%) ke level 4.004,729. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,027 poin (0,29%) ke level 709,709.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 15,47 poin (0,55%) ke level 2.794,98.  
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 144,33 poin (0,66%) ke level 21.795,87.
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 24,87 poin (0,25%) ke level 9.960,99.  
  • Indeks Straits Times menipis 2,30 poin (0,07%) ke level 3.086,40.  

Kamis, 14-07-2011 (12:10)

 

 

IHSG Bergerak Datar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 7 poin atas keragu-raguan investor setelah adanya ancaman Moody's untuk menurunkan peringkat utang Amerika Serikat (AS). Secara perlahan indeks semakin dekati level 4.000.
Pada penutupan perdagangan Kamis sore ini IHSG naik tipis 7,061 poin (0,17%) ke level 3.987,906. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,383 poin (0,19%) ke level 706,234.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.422 kali pada volume 3.181 miliar lembar saham senilai Rp 1,979 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 114 saham turun, dan 80 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,98 poin (0,14%) ke level 2.799,45.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 167,38 poin (0,76%) ke level 21.759,50.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 60,24 poin (0,60%) ke level 9.902,90.  
  • Indeks Straits Times turun 7,15 poin (0,23%) ke level 3.081,27.  

Kamis, 14-07-2011 (09:37 )

 

 

 

IHSG Mampu Naik 3 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melanjutkan penguatan dengan naik tipis 3 poin meski dibayangi ancaman Moody's untuk menurunkan peringkat utang Amerika Serikat (AS) dan fluktuatifnya bursa-bursa di Asia. Mengawali perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat tipis 3,194 poin (0,08%) ke level 3.984,039. Indeks LQ 45 dibuka naik tipis 0,828 poin (0,11%) ke level 705,679. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik tipis 5,454 poin (0,14%) ke level 3.986,299. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,220 poin (0,17%) ke level 706,071.
Kemarin, IHSG berhasil rebound 42 poin, namun gagal merapat lagi ke level 4.000. Capaian IHSG dibantu sentimen positif dari bursa-bursa di Asia.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 11,26 poin (0,40%) ke level 2.806,74.  
  • Indeks Hang Seng turun 71,15 poin (0,32%) ke level 21.855,73.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 36,40 poin (0,37%) ke level 9.926,74.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,04 poin (0,10%) ke level 3.091,46.  

Rabu, 13-07-2011 (16:08)

 

 

 

Rebound 42 Poin, IHSG Gagal Bertahan Di Level 4.000 

 

Meski sudah mampu menanjak 42 poin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di level 4.000. Capaian indeks ini dibantu sentimen positif dari bursa-bursa di Asia. Menutup perdagangan, Rabu sore ini IHSG menanjak 42,830 poin (1,08%) ke level 3.980,845. Sementara Indeks LQ 45 menguat 6,802 poin (0,97%) ke level 704,851.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 141.433 kali pada volume 6,421 miliar lembar saham senilai Rp 4,006 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 44 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia di sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 40,89 poin (1,48%) ke level 2.795,48.  
  • Indeks Hang Seng melesat 263,72 poin (1,22%) ke level 21.926,88.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 37,22 poin (0,37%) ke level 9.963,14.  
  • Indeks Straits Times menguat 18,68 poin (0,61%) ke level 3.096,04.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 51.500, Nipress (NIPS) naik Rp 950 ke Rp 68.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 3.950, dan Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 450 ke Rp 10.350..
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Ekonomi (BAEK) turun Rp 200 ke Rp 1.850, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 200 ke Rp 3.700, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 100 ke Rp 15.100, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 100 ke Rp 1.800.

Rabu, 13-07-2011 (12:09)

 

 

 

 

IHSG Melangkah Hingga 25 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 25 poin dan berencana kembali menembus level 4.000. Aksi beli di saham-saham unggulan berhasil membawa IHSG bertahan di zona hijau.
IHSG melaju 25,233 poin (0,64%) ke level 3.963,248. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,080 poin (0,58%) ke level 702,129.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 64.986 kali pada volume 2,966 miliar lembar saham senilai Rp 1,735 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 44 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 33,14 poin (1,20%) ke level 2.787,72.  
  • Indeks Hang Seng menguat 205,65 poin (0,95%) ke level 21.868,81.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 36,50 poin (0,37%) ke level 9.962,42.  
  • Indeks Straits Times bertambah 10,04 poin (0,33%) ke level 3.087,40.  

Rabu, 13-07-2011 (09:36)

 

 

 

 

Penguatan Bursa Asia Angkat IHSG Naik 5 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengakhiri koreksinya dan dibuka naik tipis 5 poin. Sentimen positif datang dari bursa regional yang kompak menguat. IHSG menguat tipis 5,169 poin (0,13%) ke level 3.943,184. Indeks LQ 45 naik tipis 1,214 poin (0,17%) ke level 699,263. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak semakin tinggi, 24,894 poin (0,63%) ke level 3.962. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,352 poin (0,77%) ke level 703,401.Kemarin, mencuatnya kembali masalah krisis utang di kawasan Eropa telah membuat IHSG terperosok jatuh hingga 57 poin. Indeks kian menjauh dari level 4.000.
Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,82 poin (0,47%) ke level 2.767,41.  
  • Indeks Hang Seng menguat 159,50 poin (0,74%) ke level 21.822,66.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,89 poin (0,01%) ke level 9.926,81.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 2,36 poin (0,08%) ke level 3.079,72.  

Selasa, 12-07-2011 (16:15)

 

 

 

IHSG Terjatuh Hingga  57 Poin 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok jatuh hingga 57 poin. Indeks pun semakin jauh meninggalkan level 4.000. Indeks kembali jatuh ke posisi terendahnya setelah terkena tekanan jual, baik dari investor asing maupun lokal. IHSG pun sempat jatuh ke level terendahnya di 3.927,411. IHSG ditutup ambruk 57,572 poin (1,45%) ke level 3.938,015. Sementara Indeks LQ 45 ditutup jatuh 10.910 poin (1,54%) ke level 698,049.Sentimen negatif dari zona Eropa kembali memuncak setelah ada kekhawatiran krisis utang Yunani dan Portugal bisa menular ke Italia. Sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di eropa, Italia memiliki rasio utang terhadap PDB tertinggi kedua di Eropa setelah Yunani.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 48,11 poin (1,72%) ke level 2.754,58.  
  • Indeks Hang Seng ambruk 684,07 poin (3,06%) ke level 21.663,16.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 143,61 poin (1,43%) ke level 9.925,92.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 46,71 poin (1,50%) ke level 3.070,66.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 50.000, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 300 ke Rp 8.700, Nipress (NIPS) naik Rp 200 ke Rp 3.300, dan Colorpak (CLPI) naik Rp 150 ke Rp 2.275.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 67.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 24.600, Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 40.000, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 400 ke Rp 9.900.

 
 

 

 

Selamat Datang Di Berita Portal Investasi Finansial Bisnis Informasi

Telkomsel Catat Kenaikan Laba 12,5%

Jumat 28-10-2011 (12:45)

 

 

Salah satu produk seluler PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Telkomsel, mencatatkan kenaikan laba 12,5 persen pada triwulan III-2011.  Laba bersih Telkomsel naik 12,5 persen Year on Year (Yoy) dari Rp3,13 trilun menjadi Rp3,52 triliun. Pencapaian ini didukung oleh peningkatan pendapatan operasional Telkomsel yang naik 7,4 persen dari Rp11,93 triliun menjadi Rp12,8 triliun. Sedangkan total biaya operasional naik 3,6 persen dari Rp7,67 triliun menjadi Rp7,95 triliun.  Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menyatakan, pada Triwulan III-2011, Telkomsel sudah menunjukkan pertumbuhan yang semakin baik. Pada triwulan III-2011 ini, layanan broadband Telkom naik signifikan dengan pertumbuhan 75,1 persen YoY dari 6,4 juta menjadi 11,2 juta orang. Rinciannya, pelanggan Speedy naik 42,7 persen dari 1,53 juta menjadi 2,18 juta orang; pelanggan Telkomsel Flash naik dari 4,3 juta menjadi 5,95 juta orang; dan layanan BlackBerry naik 431 persen dari 573 ribu menjadi 3,04 juta pelanggan.

Kuartal III, Outstanding KUR Bank BRI Capai Rp14,43T

Jumat 28-10-2011 (11:15)

 

 

 

 

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di kuartal tiga tahun ini telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp14,43 triliun (outstanding) dengan jumlah debitur sebanyak 1,92 juta. BRI berkomitmen bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan menyalurkan KUR. Pertumbuhan kredit kami naik 20,83 persen, dimana khususnya di sektor mikro kami sudah lebih dari lima juta debitur dengan total penyaluran kredit sebesar Rp35 triliun," ungkap Direktur Utama Sofyan Basyir dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan Kuartal Tiga di kantornya, Jumat (28/10/2011). Dengan demikian, lanjut dia, penyaluran KUR tersebut suah 145 persen dari target Bank BRI sampai dengan akhir tahun ini. Sofyan menambahkan, dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20,5 persen dari Rp257,02 triliun di kuartal ketiga ini, menjadi Rp309,71 triliun di saat ini.  Komposisi DPK ini terdiri dari giro di posisi Rp54,44 triliun atau sekira 17,58 persen, tabungan Rp130,06 triliun (sekira 41,99 persen) dan deposito Rp125,21 triliun (40,43 persen).

Dengan peningkatan penyaluran kredit sebesar 20,83 persen, maka komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 89,22 persen, dengan rasio tingkat kredit macet gross di angka 3,34 persen. Sementara rasio profitabilitas seperti Return of Asset (ROA) di angka 4,67 persen dan Return of Equity (ROE) di angka 39,86 persen. Angka rasio kecukupan modal (CAR) juga naik 13,36 persen menjadi 14,84 persen di triwulan tiga ini

Salim Ivomas Cetak Laba Rp1,27 Triliun

Jumat 28-10-2011 (08:06)

 

 

 

 

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan laba bersih (unaudited) sebesar Rp1,27 triliun dari Rp613,09 miliar pada periode yang sama pada tahun lalu. Seperti dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Jumat (28/10/2011)kenaikan laba bersih didorong kenaikan penjualan sebesar 44,79 persen dari Rp6,50 triliun pada September 2010 menjadi Rp9,41 triliun pada September 2011. Beban pokok penjualan naik dari Rp4,23 triliun pada September 2010 menjadi Rp6,13 triliun pada periode yang sama pada tahun ini. Adapun laba kotor naik menjadi Rp3,28 triliun pada September 2011 dari periode sama sebelumnya Rp2,27 triliun.
Laba usaha perseroan naik menjadi Rp2,38 triliun pada September 2011 dari periode sama pada tahun lalu sebesar Rp1,38 triliun. Namun, kewajiban perseroan turun dari Rp11,32 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp9,94 triliun pada September 2011. Di sisi lain, aset perseroan naik dari Rp21,06 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp24,63 triliun pada September 2011 dan kas perseroan pun menjadi Rp4,42 triliun pada September 2011.

Laba Bersih London Sumatra Melesat 104%

Jumat 28-10-2011 (07:56)

 

 

PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan laba bersih naik 104 persen menjadi Rp1,31 triliun pada kuartal-III 2011 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp641,84 miliar. Seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/10/2011), kenaikan laba bersih juga didorong kenaikan penjualan sebesar 104,47 persen dari Rp2,40 triliun pada September 2010 menjadi Rp3,52 triliun pada periode yang sama ditahun ini. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,68 triliun pada September 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,24 triliun. Kenaikan beban pokok penjualan membuat laba kotor naik menjadi Rp1,87 triliun pada September 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,15 triliun. Laba operasi perseroan naik dari Rp843,37 miliar pada September 2010 menjadi Rp1,55 triliun pada September 2011. Sedangkan total kewajiban perseroan turun dari Rp1 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp996,74 miliar pada September 2011. Aset perseroan naik dari Rp5,56 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp6,44 triliun pada September 2011. Serta kas perseroan menjadi Rp1,86 triliun pada September 2011 dari Desember 2010 menjadi Rp1,16 triliun.    

Astra Graphia Cetak Laba Rp 92 Miliar %

Kamis, 27-10-2011 (15:28)

 

 

 

 

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berhasil membukukan laba bersih Rp 92,06 miliar di September 2011, naik 25% dari periode sebelumnya Rp 73,53 miliar. Laba per saham juga naik dari Rp 54,5 per lembar menjadi Rp 68,2 per lembar. Demikian disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Pencapaian ini tidak lepas dari pendapatan ASGR yang mencapai Rp 1 triliun hingga September ini. Pendapatan naik 18,16% dari periode sebelumnya, Rp 848,83 miliar. Laba kotor juga tumbuh 12,15% mmenjadi Rp 340,285 miliar dari sebelumnya Rp 303,419 miliar. Dengan beban usaha Rp 231,441 miliar, menjadikan laba usaha perseroan mencapai Rp 103,843 miliar.

Usai terpangkas pajak Rp 26,899 miliar, anak usaha Astra International ini membukukan laba bersih Rp 92,068 miliar. Laba per saham juga naik dari Rp 54,5 per lembar menjadi Rp 68,2 per lembar.Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 15.25 waktu JATS, harga saham ASGR naik 50 poin (+4,71%) ke level Rp 1.110 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 241 kali dengan volume 7.047 lot senilai Rp 3,908 miliar.

2 Emiten Bank Lampaui Target KUR

Kamis 27-10-2011 (15:23)

 

 

 

 

Sebanyak dua bank pelat merah berhasil melampaui target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain dua bank pelat merah tersebut, 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan anak usaha bank pelat merah juga berhasil melakukan hal yang sama. Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan, realisasi penyaluran KUR hingga 21 Oktober 2011 sudah mencapai Rp23,61 triliun. "Realisasi KUR sekira 18,1 persen di atas target hingga akhir tahun sebesar Rp20 triliun," kata dia di Jakarta, Kamis (27/10/2011). Dari total realisasi KUR tersebut, sebanyak tiga bank pelat merah telah berhasil melampaui target realisasi KUR. Mereka adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Di samping dua bank tersebut, 13 BPD dan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk, yakni Bank Mandiri Syariah juga berhasil melampaui target realisasi KUR.
BRI berhasil menyalurkan KUR kepada 1,425 juta debitur sebesar Rp13,66 triliun atau naik 26,7 persen dari target Rp10 triliun, BNI menyalurkan KUR kepada 338.121 debitur senilai Rp2,639 triliun atau naik sekira 5,6 persen dari target Rp2,5 triliun. Sedangkan 13 BPD menyalurkan KUR kepada 39.563 debitur dengan nilai mencapai Rp3,026 triliun atau naik 10 persen dibanding target senilai Rp2,75 triliun dan Bank Mandiri Syariah mencatat penyaluran KUR kepada 7.497 debitur senilai Rp614 miliar atau naik 2,2 persen dari target akhir tahun Rp600 miliar. Bank Mandiri yang sudah menyalurkan KUR kepada 75.956 debitur hampir mendekati target KUR dengan realisasi mencapai Rp2,976 triliun atau sekira 99,2 persen dari target Rp3 triliun. Bank pelat merah lainnya, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pada periode yang sama baru merealisasi KUR kepada 3.867 debitur senilai Rp535 miliar atau 66,8 persen dari target Rp800 miliar dan realisasi KUR Bank Bukopin kepada 1.225 debitur senilai Rp161 miliar atau 46,1 persen dari target Rp350 miliar.

Kedaung Bukukan Laba Bersih Naik 34,06%

Kamis 27-10-2011 (11:49)

 

 

PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 34,06% pada kuartal 3-2011 menjadi Rp10,43 miliar dari periode serupa 2010 sebesar Rp7,78 miliar. Dari keterbukaan Perseroan ke BEI, Kamis (27/10) disampaikan kenaikan laba bersih Q3-2011 ini disebabkan kenaikan penghasilan lain-lain bersih menjadi Rp5,12 miliar dari Q3-2010 sebesar Rp775,62 juta. Laba selisih kurs juga naik dari Rp668,26 juta menjadi Rp915,84 juta. Laba usaha Perseroan Q3-2011 naik tipis menjadi Rp21,04 miliar dari Q3-2010 sebesar Rp21,01 miliar. Sementara pendapatan bersih Q3-2011 naik menjadi Rp875,74 miliar dari Rp833,77 miliar pada Q3-2010. Kewajiban Perseroan pada Q3-2011 naik menjadi Rp326,72 miliar dari Rp302,18 miliar pada Q3-2010. Sementara ekuitas pada Q3-2011 mencapai Rp265,97 miliar atau naik dari Q3-2010 sebesar Rp255,54 miliar.

Penjualan Kabel Jembo Cable Capai Rp912 Miliar

Kamis 27-10-2011 (11:09)

 

 

 

 

PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) mencatatkan penjualannya sebesar Rp912 miliar, atau mencapai 78 persen dari target 2011. Penjualan konsolidasi per 30 September Rp912 miliar dari total proyeksi 2011 yang sebesar Rp1,11 triliun. Berarti sudah tercapai 78 persen dari budget 2011," ungkap Sekretaris Perusahaan Jembo Cable Antonius Benandy dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2011). Perusahaan yang bergerak dalam produsen kabel listrik, serta optik dan energi listrik ini mencatat kenaikan penjualan konsolidasi mengalami peningkatan 18,8 persen tiap tahun.
Penjualan konsolidasi tiap tahun naik 18,8 persen walaupun pada 2009 sempat mengalami penurunan 32,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Disebabkan oleh dampak ekonomi. Pada 2010 mulai mengalami kenaikan 8,9 persen dari Rp763 miliar menjadi Rp830 miliar di 2010,"Adapun komposisi dari penjualan konsolidasi adalah sebesar 30 persen ke PLN, tujuh persen ke Telkom, 31 persen ke sektor swasta, distributor 15 persen, dan sisanya yang 18 persen diekspor. Ekspor sampai saat ini ke negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Srilanka, Bangladesh dan juga sebagian kecil ke Eropa dan Inggris. Tapi jumlahnya tidak signifikan. Ekspor 2010 sebesar 14 persen, pada 2011 sebesar 15 persen, margin ekspor untuk ke luar negeri kecil. Sehingga menurutnya karena margin untuk ekspor lebih kecil, lebih baik penjualan kabel difokuskan untuk penjualan ke dalam negeri. "Jadi lebih baik untuk kebutuhan dalam negeri. Yang booming saat ini untuk kabel PLN.

Northstar Borong Saham Multistrada Rp 691 Miliar

Kamis, 27-10-2011 (11:12)

 

 

Northstar Pacific melalui anak usahanya, PT Lunar Crescent International Inc berniat memborong 19,99% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) senilai Rp 691,56 miliar. Direktur MASA Ade Bunian Moniaga, pada keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2011), mengatakan, perseroan sudah mendapatkan surat konfirmasi dari Lunar untuk pembelian saham tersebut yang rencananya dilakukan hari ini. Saham-saham tersebut dihargai Rp 565 per lembar. Transaksi itu akan dilakukan hari ini di pasar negosiasi. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.58 waktu JATS, harga saham MASA stagnan di Rp 540 per lembarSebanyak 10.622 sahamnya ditransaksikan 170 kali senilai Rp 2,869 miliar. Northstar merupakan perusahaan yang didirikan oleh Patrick Walujo pada 2003. Perusahaan ini mendapat dukungan langsung dari Texas Pacific, perusahaan investasi asal Amerika Serikat.

Naik 18,1%, Kalbe Farma Raup Laba Bersih Rp1,06 T

Kamis 27-10-2011 (09:58)

 

 

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba bersih konsolidasi (belum diaudit) sebesar Rp1,065 triliun pada periode 9 bulan tahun 2011, dengan pertumbuhan sebesar 18,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp902 miliar. Hal ini yang terutama didukung oleh peningkatan laba usaha dan penghasilan lain-lain, dan penurunan nilai hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan. Laba bersih per saham meningkat sebesar 18,1% dari Rp96 per lembar saham menjadi Rp114 per lembar saham. “Kondisi ekonomi global yang kurang kondusif telah berimbas pada perekonomian Indonesia dengan melemahnya nilai tukar Rupiah pada sekitar akhir triwulan ketiga 2011. "Namun demikian, dampak pelemahan Rupiah terhadap profitabilitas tahun 2011 diperkirakan tidak signifikan karena Perseroan memiliki persediaan bahan baku maupun barang jadi dan cadangan dana dalam dolar AS yang mencukupi, serta didukung oleh penerapan pengendalian biaya produksi,” kata Vidjongtius, Direktur Keuangan merangkap Sekretaris Perusahaan Kalbe dalam keterbukaannya ke BEI, Kamis hari ini. Kalbe membukukan penjualan bersih sebesar Rp7,692 triliun pada periode 9 bulan tahun 2011 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,8%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp7,272 triliun. Dengan dijualnya bisnis kemasan Perseroan di awal Agustus 2010, Perseroan tidak lagi mencatat kontribusi penjualan dari Divisi Kemasan pada 9 bulan tahun 2011. Jika nilai penjualan bersih Divisi Kemasan dikeluarkan dari penjualan bersih periode 9 bulan tahun 2010, Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9,1%. Laba kotor meningkat sebesar 7,0% menjadi sebesar Rp 3.987 miliar pada periode 9 bulan tahun 2011 dibandingkan Rp3,727 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba kotor Perseroan juga tercermin di dalam peningkatan marjin laba kotor Perseroan menjadi 51,8% pada periode 9 bulan tahun 2011 dari 51,2% pada periode yang sama tahun 2010.
Pada periode 9 bulan tahun 2011, beban usaha tercatat meningkat sebesar 5,9% menjadi Rp2,582 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,439 triliun. Secara persentase terhadap penjualan bersih, beban usaha meningkat menjadi 33,6% pada periode 9 bulan tahun 2011 dari 33,5% dari periode yang sama tahun 2010. Rasio beban penjualan terhadap penjualan bersih naik 0,2% menjadi 27,4% pada tahun 2011 dari 27,2% pada tahun sebelumnya. Sementara itu rasio beban umum dan administrasi serta rasio biaya riset dan pengembangan terhadap penjualan bersih relatif stabil sebesar 5,4% dan 0,8% pada tahun 2011, dibandingkan 5,5% dan 0,8% pada tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat meningkat sebesar 9,0% menjadi Rp1,404 triliun pada periode 9 bulan tahun 2011 dibandingkan Rp1,288 triliun pada periode yang sama tahun 2010.Rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada periode 9 bulan tahun 2011 meningkat menjadi 18,3% dari 17,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih DEFI Turun 44,03%

Rabu 26-10-2011 (15:33)

 

 

 

PT Danasupra Erapacifik Tbk (DEFI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 44,03% pada kuartal 3-2011 menjadi Rp889,93 juta dari periode yang sama 2010 sebesar Rp1,59 miliar. Dalam laporan publikasinya ke BEI Rabu (26/10) dijelaskan penurunan laba bersih Q3-2011 ini dipicu kerugian laba usaha sebesar Rp226,45 juta dibanding periode serupa 2010 yang berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp365,31 juta. Pendapatan Perseroan pada Q3-2011 juga turun menjadi Rp1,92 miliar dari Rp2 miliar pada Q3-2010. Perseroan mencatatkan penurunan kewajiban pada Q3-2011 menjadi Rp403,68 juta dibanding Q3-2010 sebesar Rp465,63 juta. Sementara ekuitas naik menjadi Rp41,9 miliar dari Rp41,01 miliar.

Adhi Karya Alami Penurunan Laba Bersih 59,97% 

Rabu 26-10-2011 (15:04)

 

 

 

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 59,97% pada kuartal 3-2011 menjadi Rp30,29 miliar dari periode yang sama 2010 sebesar Rp75,67 miliar. Dalam laporan publikasinya ke BEI Rabu (26/10) dijelaskan penurunan laba bersih Q3-2011 ini dipicu penurunan pendapatan bunga dari Rp1,65 miliar pada Q3-2010 menjadi Rp1,32 miliar. Laba selisih kurs juga turun menjadi Rp1,78 miliar dari Rp5,75 miliar. Pada kuartal 3-2011 juga terjadi kerugian pendapatan lainnya sebesar Rp2,84 miliar dibanding periode serupa 2010 yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp24,06 miliar. Laba usaha Q3-2011 juga turun menjadi Rp182,94 miliar dari Q3-2010 sebesar Rp187,17 miliar. Namun, pendapatan usaha Q3-2011 naik menjadi Rp3,13 triliun dari Q3-2010 sebesar Rp3,07 triliun. Perseroan mencatatkan kenaikan kewajiban pada Q3-2011 menjadi Rp4,65 triliun dibanding Q3-2010 sebesar Rp4,06 triliun. Sementara ekuitas justru turun menjadi Rp838,26 miliar dari Rp867,75 miliar

BEI Ingin 'Jaring' 25 Emiten di 2012     

Rabu, 26-10-2011 (13:31)

 

 

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 25 emiten baru mencatatkan saham perdananya (Intial Public Offering) di lantai bursa sepanjang 2012, atau sama dengan target dua tahun sebelumnya. Sementara target rata-rata nilai transaksi harian saham tahun depan mencapai Rp 5,8 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama BEI, Ito Warsito usai RUPS luar biasa di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
25 itu angka yang pas untuk situasi yang terjadi saat ini. Permasalahan krisis akan terus terjadi, itu selalu ada naik dan turun. Dalam RKAT (Rencana Kerja Anggaran Tahunan) 2012 juga disepakati rata-rata nilai transaksi harian saham tahun depan mencapai Rp 5,8 triliun, dengan total jam perdagangan 246 hari. Selain 25 emiten, BEI juga membidik 50 emiten pencatatan tambahan (rights issue dan saham bonus), 42 obligasi korporasi, dan 46 obligasi negara.

Indikator pertumbuhan ekonomi berada di level 6,5%, dengan inflasi 6-7%. Suku bunga SBI 1 bulan 6,75-7,25%, dan suku bunga deposito rupiah 7,25%, dengan kurs rupiah Rp 8.800 per dollar AS, return investasi jangka pendek 13%.


Rata-rata volume transaksi harian SBN melalui Centralized Trading Platform Value Added Service diproyeksi mencapai Rp 4,19 miliar dan rata-rata transaksi obligasi korporasi mencapai  Rp 2,29 miliar.

Kresna Securities Akan Tangani 3 IPO Senilai Rp1 T    

Rabu 26-10-2011 (12:48)

 

 

 

PT Kresna Securities Tbk (KREN) akan menangani tiga penawaran umum saham perdana dengan total nilai Rp1 triliun hingga semester pertama 2012. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Kresna Securities Tbk Michael Steven, saat ditemui wartawan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Rabu (26/10)."Dua hingga tiga perusahaan akan kita tangani untuk melakukan penawaran saham perdana. Total tiga penawaran saham perdana bisa mencapai Rp1 triliun. Lebih lanjut ia menuturkan, perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana bergerak di bidang otomotif, properti, dan pertambangan. Kemungkinan pelaksanaan penawaran umum saham perdana dapat dilakukan pada semester pertama 2012. Bila krisis utang Eropa dapat diselesaikan dan tidak ada gejolak di Eropa maka kondisi bursa saham global termasuk Indonesia akan positif. Hal itu dapat mendorong pelaksanaan penawaran saham perdana. Mudah-mudahan global dan Eropa tak masalah.  Sebelumnya, PT Kresna Securities Tbk juga menangani penawaran umum saham perdana Ranch Market dan salah satu perusahaan asuransi dengan total nilai Rp400 miliar-Rp500 miliar pada akhir tahun 2011. Menurut Michael, bisnis penjaminan emisi efek mengalami kenaikan cukup signifikan pada 2011."Bisnis penjaminan emisi efek tahun ini meningkat 300%-400%.

Laba Danamon Naik Tipis, Capai Rp 2,45 Triliun    

Rabu, 26-10-2011 (11:08)

 

 

 

Laba PT Bank Danamon Tbk (BDMN) capai Rp 2,45 triliun di triwulan III-2011, naik 11% dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,2 triliun. Perseroan juga mencatat pertumbuhan kredit, terutama di sektor mikro dan usaha kecil, serta kredit komersial. Menurut Direktur Utama Bank Danamon, Henry Ho, dalam keterangan tertulisnya, Rabu(26/10/2011), total kredit tumbuh 26% dari Rp 77,37 triliun di triwulan III-2010 menjadi Rp 97,83 triliun. Varian produk pembiayaan perseroan yang tercatat dalam laporan keuangan diantaranya Danamon Simpan Pinjam, Adira Finance, Adira Kredit.
Kredi UKM dan komersial bahkan mencatat pertumbuhan paling tinggi, masing-masing 31% dan 29%. Kedua sektor kredit ini, kata Direktur Keuangan perseroan Vera Eve Lim, mencapai Rp 29,764 triliun, atau 31% dari total kredit BDMN. Pembiayaan di anak usaha, Adira Finance sampai triwulan III Rp 39,02 triliun naik dari periode sebelumnya Rp 27,83 triliun. Sementara wholesale loan mencapai Rp 12,04 triliun, dan kredit ritel Rp 4,77 triliun.Henry menambahkan, rasio biaya kredit (cost of credit ratio) perseroan terhadap jumlah rata-rata aset produktif berada pada level 3%. Pencapaian ini lebih baik dari tahun lalu 3,5% setahun. Rasio kredit bermasalah (Nett Performing Loan) 2,9%, turun dari periode sebelumnya 3,1%.
Pendanaan dari masyarakat juga tumbuh 21% menjadi Rp 86,99 triliun, dengan posisi tabungan dan giro (CASA) Rp 32,874 triliun atau 38% dari total DPK. Tabungan meningkat 12% menjadi RP 21,42 triliun, dengan giro yang juga bertumbuh 23% menjadi Rp 11,45 triliun. Deposito berjangka Danamon tumbuh 23% mencapai Rp54,116 triliun, mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat,. Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 99,5% dengan Return on Asset (ROA) 2,6% dan Return on Equity (ROE) sebesar 18,3%.

Harga Batubara Tinggi, PTBA Raup Laba Rp 2,3 Triliun     

Rabu, 26-10-2011 (10:44)

 

 

 

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memperoleh laba Rp 2,326 triliun di akhir September 2011, angka ini naik 68,55% dari perolehan laba tahun lalu pada periode yang sama Rp 1,38 triliun. Laba perseroan naik didukung tumbuhnya penjualan. Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Rabu (26/10/2011), penjualan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang itu mencapai Rp 7,754 triliun di triwulan III-2011, dibandingkan Rp 5,901 triliun di periode yang sama tahun lalu. Pada penjualan meningkat, tingginya harga jual batubara menekan beban pokok penjualan sehingga naik tidak terlalu tinggi. Beban pokok penjualan perseroan sebelumnya Rp 3,527 triliun di tahun lalu menjadi Rp 3,776 tahun ini.
Dengan demikian, rasio beban terhadap penjualan pun semakin kecil, dari sebelumnya 59,76% menjadi hanya 48,69%. Hal ini membuat laba usahanya naik cukup tinggi, menjadi Rp 2,862 triliun di periode sembilan bulan pertama tahun ini, dari sebelumnya Rp 1,633 triliun. Naiknya laba usaha dan laba bersih itu ikut mendorong tumbuhnya laba bersih per saham perusahaan plat merah tersebut. Laba bersih per saham dasar PTBA tumbuh menjadi Rp 1.008 per lembar, dibandingkan triwulan III-2010 sebesar Rp 603 per saham. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.35 waktu JATS, harga saham PTBA stagnan di Rp 17.350 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 276 kali dengan volume 945 lot senilai Rp 8,194 miliar.

CIMB Securities Tangani Tiga IPO US$ 1 Miliar

Kamis, 20-10-2011 (16:43)

 

 

 

 

PT CIMB Securities Indonesia siap menjadi penjamin tiga penerbitan saham baru (Initial Public Offering/IPO) di tahun depan dengan nilai emisi US$ 1 miliar. Perseroan juga memfasilitasi dua penerbitan obligasi dengan total nilai Rp 1 triliun. Demikian disampaikan Presiden Direktur CIMB Securities, Bernard Thien di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis hari ini.

Tahun depan, tiga IPO, total US$ 1 miliar. Obligasi ada dua, semuanya Rp 1 triliun. Tiga calon emiten tersebut bergerak di bidang batu bara dan transportasi. Namun, ia enggan menyebutkan lebih lanjut porsi saham yang akan kliennya lepas ke publik. Sedangkan dua perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, bergerak di bidang jasa keuangan.Di saat yang sama, perseroan baru saja meluncurkan fitur baru, i*Trade@CIMB Cross Border dalam perdagangan online mereka. Fitur ini memungkinkan investor membeli bertransaksi di delapan bursa efek dunia, diantaranya SGX Singapura, Bursa Malaysia, Stock Exchange of Thailand (SET), HKSE Hongkong, NYSE, Nasdaq, Amex dan Arca. Dengan tambahan fitur ini, perseroan pun berharap ada penambahan jumlah nasabah online, dari posisi saat ini 1.500 akun menjadi 2.000-3.000 akun di 2012. Posisi nasabah online sekarang 1.000 nasabah, per September. Sampai akhir tahun bisa tambah 500, menjadi 1.500 nasabah. Tahun depan bisa 3.000.

Energi Mega Siapkan Capex USD157 Jt di 2012

Kamis 20-10-2011 (16:00)

 

 

 

 

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menargetkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2012 sebesar USD157 juta. "Capex 2012 sebesar USD157 juta," ungkap Presiden Direktur EMP Imam P Agustino dalam public expose di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis sore ini. Adapun capex tersebut salah satunya adalah digunakan perusahaan sebagai upaya dalam meningkatkan target produksi minyak yang mencapai 50 ribu barel per hari tahun depan. "Capex tersebut dananya dari internal cash flow perusahaan. Saat ini aset yang dimiliki oleh EMP di antaranya adalah Gebang Join Operation Body (JOB) Production sharing contractor (PSC), dengan partner PT Pertamina, kepemilikan masing-masing 50 persen. Selanjutnya Malacca Strait PSC partnernya CNOOC, kepemilikan perseroan EMP 60 persen. Sungai Gelam Technical Assistane contract (TAC) 100 persen dimiliki oleh perseroan.

Semberah TAC 100 persen dimiliki oleh perseroan, Bentu PSC 100 persen milik perseroan, Korinci Baru 100 persen milik perseroan, Kangean PSC yang berpartner dengan Mitsubishi dan Japex. Dengan kepemilikan EMP 50 persen, Mitsubishi 25 persen dan Japex 25 persen. Terakhir Masela PSC dengan partner Inpex dan Shell. Masing-masing perseroan 10 persen, Inpex 60 persen dan sisanya yang 30 persen dimiliki Shell. Cadangan minyak untuk keseluruhan dari blok migas, net cadangan terukur 531 juta barel oil equivalen. Untuk produksi saat ini tercatat meningkat 15-20 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 15.100 barel per hari, dibanding sebelumnya yang hanya 13.000 barel per hari.

Laba Gapura Prima Turun 20,39% Jadi Hanya Rp 16 Miliar  .

Kamis, 20-10-2011 (14:32)

 

 

 

Hingga triwulan III-2011 PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) mencatat laba bersih Rp 16,86 miliar, turun 20,39% dari periode yang sama tahun lalu Rp 21,18 miliar. Laba bersih per saham juga turun dari Rp 6,6 per lembar menjadi Rp 5,26 per lembar. Turunnya kinerja perseroan disebabkan oleh melemahnya pendapatan usaha perusahaan properti ini dari Rp 159,06 miliar menjadi Rp 151,31 miliar. Laba kotor memang menunjukkan pertumbuhan, meskipun tipis daro Rp 74,44 miliar menjadi Rp 78,88 miliar. Beban operasi yang membengkak, menjadikan laba sebelum pajak perseroan turun Rp 2,53 miliar dari Rp 22,85 miliar menjadi Rp 20,32 miliar. Hingga 30 Juni total aset perseroan mencapai Rp 1,24 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,18 triliun, sementara kewajiban GPRA naik dari Rp 575,47 miliar menjadi Rp 621,18 miliar.
Perseroan merupakan perusahaan properti dengan segmen bisnis perkantoran dan apartemen. GPRA memiliki tiga anak usaha, PT Sumber Daya Nusaphala (SDN), PT Dinamika Karya Utama (DKU), PT Bella Indah Gapura (BIG). SDN adalah perusahaan pengelola The Bellezza Permata Hijau dengan konsep mixed use building. Satu anak usaha lain, Dinamika Karya Utama saat ini tengah membangun mix use building, Serpong Town Square. Sedangkan, Bella Indah Gapura kini sedang menyelesaikan Gapura Prima Plaza, yang berlokasi di Slipi, Gatot Subroto. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.30 waktu JATS, harga saham GPRA stagnan di Rp 122 per lembar. Sahamnya ditransaksikan enam kali dengan volume 351 lot senilai Rp 21,011 juta.

DSSA Jual Aset Senilai Rp129,03 Miliar

Kamis, 20-10-2011 (12:52)

 

 

 

 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSAA) menjual tanah dan bangunan senilai Rp129,03 miliar kepada PT Sinar Mas Teladan yang juga termasuk pihak terafiliasi. Hal itu disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis siang ini. Transaksi afiliasi ini diharapkan dapat meningkatkan arus kas dan likuiditas dana perseroan yang akan mendukung dan meningkatkan kegiatan operasional perseroan Pertimbangan dilakukannya transaksi afiliasi ini karena merupakan kekayaan perseroan, tapi saat ini tanah dan bangunan tersebut tidak digunakan untuk kegiatan operasional perseroan. Perseroan terus berupaya untuk mengembangkan kegiatan usaha dan bisnis perseroan dengan mencari peluang usaha yang memiliki prospek menjanjikan. Salah satu upaya perseroan dengan mengikuti proyek pengadaan PLTU Mulut Tambang Sumsel 5 dengan kapasitas 2x150 MW yang diadakan PT PLN (Persero).
Konsorsium perseroan telah ditunjuk sebagai preferred bidder dalam tender proyek PLN sesuai pengumuman PLN pada 4 Agustus 2011 dan letter of intent pada 11 Agustus 2011 tentang pembelian tenaga listrik PLTU Sumsel-5. Dana kas yang diperoleh akibat transaksi direncanakan untuk pembiayaan kegiatan pengembangan proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel-5 seperti pendanaan rekening Escrow senilai US$5 juta dan security bond senilai Rp24 miliar. Sisa dana yang digunakan untuk modal kerja lainnya seperti biaya konsultan dan pengadaan lahan untuk PLTU tersebut.

Pengusaha Arab Tanam Investasi USD190 Juta

Kamis 20-10-2011 (09:50)

 

 

Pengusaha dari The United Arab Emirates (UAE) yang berasal dari 20 perusahaan, datang ke Indonesia guna menanamkan investasi sekira USD190 juta. Berdasarkan siaran pers yang diselenggarakan  di Jakarta, Kamis hari ini, Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran membawa lima delegasi pengusaha Dubai ke Indonesia.  Antara lain, delegasi 30 CEO, Managing Director, General Manager dari 20 perusahaan perbankan syariah UAE, delegasi pengusaha di sektor industri ban, dan delegasi pengusaha industri penyulingan Crude Palm Oil (CPO).

Para pengusaha tersebut, akan berada di Indonesia dari 19 Oktober hingga 28 Oktober mendatang. Rencananya, mereka akan melakukan penjajakan peluang kerja sama di bidang perbankan syariah di Indonesia, serta menindaklanjuti rencana pembangunan pabrik ban di Cikarang dengan nilai USD90 juta dan pendirian pabrik penyulingan CPO di Riau senilai USD100 juta. Misi utama kunjungan delegasi UAE, antara lain menjajaki lebih jauh mengenai potensi dan peluang investasi pada sektor perbankan dan keuangan syariah di Indonesia, dengan tujuan membuka peluang bisnis bagi masing-masing pengusaha untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Kondisi krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Eropa dan Amerika akhir-akhir ini, menjadikan Asia, terutama Indonesia sebagai sasaran destinasi bagi aliran dana para pemilik modal tersebut. Total volume perdagangan kedua negara mengalami peningkatan pada 2009 lalu sebesar 26,40 persen menjadi USD1,9 miliar. Seluruh produk Indonesia pada umumnya masih kompetitif dan paling dicari di pasar UEA dan direexpor ke negara lain seperti Eropa dan Afrika. Produk unggulan Indonesia di UAE antara lain emas, mutiara, Toyota Innova, kopi, coklat, tekstil, alat tulis dan lainnya

DKFT Tawarkan Harga PUT Rp1.000

Kamis 20-10-2011 (09:12)

 

 

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) akan melakukan penawaran umum terbatas I (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 983.736.000 saham biasa atau 90% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp1.000 per saham. Demikian seperti dikutip dari prospektus singkat yang diterbitkan Kamis (20/10). Hasil dana dari penawaran umum terbatas/rights issue ini diperkirakan mencapai Rp983,73 miliar. Adapun setiap pemegang saham yang memiliki satu saham biasa mempunyai sembilam HMETD di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham biasa. Setiap pelaksanaan 27 HMETD dalam rangka membeli membeli 27 saham yag ditawarkan dalam PUT I ini akan memperoleh satu waran seri I secara cuma-cuma di mana satu waran dapat digunakan untuk membeli satu saham biasa dengan harga pelaksanaan Rp1.250. Periode pelaksanaan waran pada 4 Juni 2012-1 Desember 2014. PUT I yang diterbitkan sebanyak 36.436.666 sehingga total nilai waran yang diperoleh sebesar Rp45,54 miliar.Bila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli pemegang HMETD maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya. Jika setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan maka saham tersebut akan diambil oleh JM pada harga yang sama dengan harga pelaksanaan Rp1.000 per saham.
Penggunaan dana hasil PUT I untuk transaksi penyertaan perseroan ke dalam sebuah perusahaan baru yang akan didirikan setelah PUT I sekitar 50%, sekitar 30% akan digunakan sebagai tambahan belanja modal anak perusahaan yang memiliki konsesi pertambangan yang yang belum beroperasi di Kabupaten Buli,Halmahera, Maluku Utara dan di Amfoang, Kupang, NTT, dan sekitar 20% akan digunakan sebagai modal tambahan kerja perseroan dan anak usaha. Jadwal pelaksanaan PUT I antara lain Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 November 2011, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negoisasi pada 25 Nopvember 2011 dan pasar tunai pada 30 November 20111, dan pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD pada 1 Desember 2011. Untuk pencatatan saham hasil HMETD dan waran seri I di BEI pada 2 Desember 2011

Newmont Setor Dividen Rp 346 Miliar ke Bakrie

Selasa, 18-10-2011 (16:42)

 

Direktur Keuangan BRMS Yuanita Rohali mengatakan, sekitar 80% dari penerimaan dividen digunakan untuk pelunasan pinjaman pokok dan biaya bunga dari Credit Suisse. PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menyetor dividen bersih US$ 40,8 juta atau sekitar Rp 346,8 miliar kepada PT Multi Daerah Bersaing (MDB), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Penerimaan dividen itu berdasarkan porsi kepemilikan usaha Grup Bakrie itu sebesar 24%. "Sedangkan sisanya digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja, semuanya di level MDB," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/10/2011).Bakrie cs secara resmi menguasai 24% saham tersebut setelah membeli 7% saham divestasi Newmont di awal tahun 2010 lalu. Sebelumnya, perseroan hanya memegang 17% saham di Newmont setelah pemerintah memilih menyerahkan saham jatah divestasinya ke grup Bakrie itu ketimbang kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Saat ini, grup Bakrie juga masih berniat untuk menguasai 7% saham Newmont divestasi tahun 2011. Saat ini, rencana tersebut masih dalam proses audit di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Agus Martowardojo, tak mau kecolongan lagi dengan memberikan jatah divestasi saham Newmont itu ke grup Bakrie. Menurut Agus, saham Newmont itu harus jatuh ke tangan pemerintah pusat.

Smartfren Terbitkan Surat Utang Rp 500 Miliar 

Rabu, 19-10-2011 (15:16)

 

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menerbitkan surat utang (medium term notes) senilai Rp 500 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga tetap. Menurut Corporate Secretary FREN Ade Rusmanta, surat utang tersebut diterbitkan melalui Agen Penerbitan dan Pelaksana Lembaga Keuangan Non Bank. Bunga surat utang tersebut dipatok 14% per tahun dengan pembayaran per triwulan. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 30 November 2012. Keseluruhan dana yang diperoleh perseroan dari penerbitan MTN dipergunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan pembayaran utang perseroan serta anak-anak perusahaannya. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 15.12 waktu JATS, harga saham FREN stagnan di Rp 50 per lembar tanpa diperdagangkan sama sekali. Sahamnya sudah berhenti bergerak sejak 29 Maret 2010.

Unilever Dapat Utang Rp 1,2 Triliun

Rabu, 19-10-2011 (12:25)

 

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mendapat fasilitas pijaman senilai Rp 1,2 triliun dari Unilever Finance International AG (UFI). Pinjaman ini akan ditarik secara bertahap. Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Rabu (19/10/2011), emiten berkode UNVR itu akan menarik pinjaman secara bertahap antara 17 Oktober hingga 31 Desember 2011. Perseroan telah melakukan penarikan pertaam dari UFI pada 18 Oktober kemarin, sebesar US$ 22 juta atau setara dengan Rp 202,4 miliar. Total beban biaya untuk tahap pertama ini sebesar 7,35%.
Penarikan fasilitas selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan perseroan dengan beban biaya yang sama termasuk premi lindung nilai.
Dana segar tersebut akan digunakan UNVR untuk perluasan fasilitas produksi yang ada, sehingga akhirnya bisa meningkatkan pendapatan perseroan. Dampaknya belum terasa tahun ini, namun bisa dimulai tahun depan. Tahun depan, perseroan sudah membidik tambahan Rp 164 miliar per tahun. Selain itu, perseroan bisa menghemat beban biaya Rp 3,75 miliar per tahun dibandingkan pinjaman dari lembaga lain. Selaku pemberi pinjaman, UFI merupakan perusahaan terafiliasi perseroan yang berasal dari Swiss. Untuk memastikan kewajaran transaksi ini, perseroan sudah menunjuk konsultan independen.

September, Manulife Prediksi Dana Kelolaan Rp28 T

Rabu 19-10-2011 (11:41)

 

PT Manulife Aset Management memperkirakan dana kelolaan mencapai Rp28 triliun hingga September 2011. Bila kondisi bursa saham baik, dana kelolaan perseroan diperkirakan mencapai Rp30 triliun. "Dana kelolaan mencapai Rp28 triliun. Market bagus bisa mencapai Rp30 triliun hingga akhir tahun," di sampaikan Head of Legal Compliance PT Manulife Aset Management Justisia Tripurwosani, Lebih lanjut ia mengatakan, dana kelolaan sebesar Rp28 triliun itu terdiri dari discreationary fund dan reksa dana. Saat ini, pihaknya memiliki jumlah sub account mencapai 20 ribu untuk ritel. Tetapi dana kelolaan PT Manulife Aset Management sebagian besar masih dikontribusikan dari investor institusi

Adaro Akuisisi 46% Saham Bukit Enim USD46 Juta

Rabu, 19-10-2011 (08:42)

 

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak perusahaannya PT Alam Tri Abadi (ATA) telah mengakuisisi 46 persen kepemilikan PT Bukit Enim Energy (BEE) milik Lucky Star Corporation, Oriental Holdings Ltd and BrightPath Corp senilai USD46 juta pada 14 Oktober 2011 lalu. "Investasi kami di BEE merupakan bagian dari prakarsa untuk membangun pijakan yang kuat dan membuka potensi batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel)," ungkap Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, Rabu pagi ini.
Akuisisi ini, bersama dengan dua akuisisi lain yang telah diumumkan sebelumnya, merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mengembangkan cadangan batu bara di wilayah tersebut.Pada saat yang bersamaan, akuisisi tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Investasi ini akan membantu kami dalam pencapaian visi kami untuk menjadi kelompok perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka. Selain itu, setelah dilakukan transaksi tersebut, perseroan memiliki 61,04 persen saham BEE. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memiliki 20 persen, PT Triputra Utama Selaras memiliki 13,92 persen, dan PT Bumi Alam Sejahtera (BAS) memiliki 5,04 persen.
BEE merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) selama 20 tahun yang berlaku sejak Maret 2011 dan mencakup area seluas sekira 11.130 hektare (ha). Area ini memiliki jaringan transportasi lokal, yang akan melengkapi akuisisi perusahaan logistik batu bara di Sumatera Selatan yang baru-baru ini dilakukan oleh Adaro Energy. Perseroan pun telah melakukan uji kelayakan geologis sebelum menyelesaikan proses pembelian dan berpendapat bahwa IUP ini memiliki potensi pertambangan batu bara terbuka. BEE merupakan salah satu dari beberapa peluang akuisisi, yang sejalan dengan pertumbuhan organik, akan membantu Adaro Energy untuk mencapai kapasitas produksi 80 juta ton per tahun dalam jangka menengah sebagai perusahaan yang terus menciptakan nilai yang berkelanjutan untuk jangka panjang dari batu bara Indonesia

Sebulan, Dana Nasabah Kaya Bank Turun Rp 31 Triliun

Rabu, 19-10-2011 (07:37)

 

Jumlah dana nasabah perbankan per Agustus 2011 mencapai Rp 2.492,51 triliun. Turun Rp 2,2 triliun (0,09%) dibandingkan posisi Juli 2011 yang sebesar Rp 2.494,71 triliun. Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (18/10/2011), per 31 Agustus 2011, jumlah dana nasabah kaya bank dengan simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 979,97 triliun. Turun 3,09% atau Rp 31,21 triliun dibanding Juli 2011 yang sebesar Rp 1.011,17 triliun. Dari total simpanan tersebut, yang dijamin pemerintah melalui LPS mencapai Rp 1.510,18 triliun di Agustus 2011. Jumlah itu mengalami kenaikan Rp 28,34 triliun, dibandingkan Juli 2011 yang sebesar Rp 1.481,85 triliun.
Simpanan yang dijamin tersebut terdiri dari seluruh simpanan nasabah untuk segmen Rp 2 miliar ke bawah jumlahnya Rp 1.275,24 triliun, dan seluruh bagian simpanan yang dijamin (Rp 2 miliar) dari simpanan nasabah untuk segmen di atas Rp 2 miliar jumlahnya Rp 234,95 triliun. Jumlah simpanan yang dijamin oleh LPS tersebut meliputi 60,59% dari total simpanan pada seluruh bank umum.
Jumlah Rekening Turun. Meskipun terjadi kenaikan total simpanan namun jumlah rekening mengalami penurunan sebesar 195.287 rekening atau 0,2% dibandingkan dengan jumlah rekening pada bulan sebelumnya sebesar 99.967.634 rekening. Kenaikan ini menyebabkan jumlah rekening per 31 Agustus 2011 menjadi 100.162.920 rekening. Kenaikan jumlah rekening terjadi pada tabungan sebesar 178.806 rekening atau minus 0,19% dan giro sebesar 10.451 rekening 0,37%. Sedangkan jenis simpanan deposito mengalami kenaikan sebesar 5.542 rekening atau tumbuh 0,21%.

TV One Cs Listing di Bursa Saham 15 November    

Selasa, 18-10-2011 (14:51)

 

 

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) masih menetapkan harga penerbitan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di level Rp 280 per lembar. Perseroan akan menjual 2,286 miliar lembar saham seri A plus waran 571,5 juta lembar. Pencatatan saham VIVA pada Bursa Efek Indonesia (BEI) di jadwalkan pada 15 November. Menurut prospektus ringkas kedua yang perseroan publikasikan, di Jakarta, Selasa (18/10/2011), dengan harga pelaksanaan Rp 280 per lembar dan nilai nominal Rp 100, perseroan akan mendapatkan dana sekitar Rp 640,08 miliar. Bersamaan dengan penawaran umum, Visi Media akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 571,5 juta lembar waran seri I. Waran diberikan secara cuma-cuma kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat di DPS.
Harga pelaksanaan waran Rp 300 dengan nilai nominal sama, Rp 100 per lembar. Sehngga seluruh waran bernilai Rp 171,45 miliar. Waran dapat dieksekusi selama 12 bulan, mulai 17 Mei 2012 sampai 16 Mei 2013Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur. Masa penawaran awal saham dimulai 18-26 Oktober, dengan perkiraan masa penawaran di 8-10 November. Penjatahan di 14 November, dan distribusi elektronik dan pengembalian uang di 15 November. Dana hasil IPO sekitar 40% untuk pembayaran utang kepada Credit Suisse AG, Cabang Singapura, dengan nilai sekitar US$ 54 juta. Lalu sebanyak 40% sisanya akan digunakan untuk belanja modal terkait pengembangan anak usaha perseroan. Sisanya 20% disiapkan untuk modal kerja perseroan dan anak usahanya.

Manulife Gandeng Danamon Kembangkan Unit Link     

Selasa, 18-10-2011 (15:20)

 

 

 

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia siap mengeluarkan produk baru, terkait kerja sama perseroan dengan PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Jenis unit link akan jadi prioritas produk yang akan dikembangkan kedua perusahaan.  Produk unit link akan menjadi prioritas keduanya dalam pengembangan ke depan, baik single premi ataupun reguler premi. Namun, target premi dan peluncuran produk baru perseroan. Saat ini sudah ada kerja sama sebelumnya dengan Bank Danamon, dengan masuk dalam tabungan pendidikan. Bisa saja jenis produk yang sama (dikembangkan) atau produk baru tradisional. Dalam kerja sama strategis ini, Manulife bermaksud akan memperbesar pasar Bancassurance, dimana perbankan menjadi yang terdepan dalam penetrasi asuransi jiwa. Manulife beranggapan, bank lebih mudah memasarkan produk asuransi dengan mengandalkan database nasabahnya.

1,1 Juta Orang Berpotensi Jadi Nasabah Kaya Bank    

Selasa, 18-10-2011 (12:24)

 

 

 

Perkembangan industri wealth management dan private banking terus melesat seiring dengan bertambahnya nasabah 'kaya' dan keinginan berinvestasi oleh para masyarakat. Terdapat sebanyak 1,1 juta potensi nasabah baru wealth management seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Pasca kasus Malinda Dee, industri perbankan juga terus bebenah untuk lebih memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para nasabahnya.
Chairman Certified Welath Management (CWMA) Darmadi Sutanto mengatakan perkembangan wealth management diiringi oleh situasi yang muncul akhir-akhir ini. Di mana nasabah wealth management tidak diberikan penjelasan tentang profil risiko yang benar. Sebagaimana kita ketahui pemahaman risiko di balik imbal hasil yang diperoleh menjadi suatu hal yang penting, kata Darmadi dalam CWMA Conference 2011 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (18/10/2011).Menurut Darmadi, bank terus bebenah dalam memberikan layanan wealth management karena potensi market masih besar. Potensinya itu 1,1 juta orang. Di mana spending-nya per hari mencapai US$ 10-20 bahkan ada yang US$ 50.000 penghasilan per tahun. produk apa yang sesuai dan diminati masyarakat harus diberikan oleh bank tetapi tidak lupa peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Mengatakan semakin bertumbuhnya masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia diharapkan bisa diikuti dengan peningkatan pelayanan prima industri perbankan baik dari sisi produk maupun layanan.

Permintaan KPR 'Murah' di BCA Capai Rp 5 Triliun      

Selasa, 18-10-2011 (11:19)

 

 

 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkapkan terjadi lonjakan permintaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga Rp 5 triliun per September 2011. BCA tengah memproses Rp 3 triliun dari permintaan KPR tersebut. Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja di sela CWMA Conference di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa hari ini.

Bunga murah 7,5% jadi menarik akhirnya kita perpanjang hingga Desember 2011. Ternyata banyak permintaan hingga Rp 5 triliun, kita tengah proses Rp 3 triliun. Outstanding alias total kredit KPR di kuartal II-2011 telah mencapai Rp 15 triliun. Ke depan, di kuartal III-2011 bisa Rp 15 triliun.
KPR terus targetkan semaksimal mungkin,  untuk terus meningkatkan ekspansinya BCA dalam memberikan kredit fokus kepada lokasi rumah. BCA berani memberikan 80% pendanaan jika lokasinya strategis. Di kota bagus tempatnya, pasti kita berikan nasabah down payment hingga 20 persen minimal. Rasio Pendanaan Terhadap Kredit alias (Loan To Deposit Ratio/LDR) meningkat dari 56% di kuartal II-2011 menjadi 58% di kuartal III-2011. Hal ini dikontribusi oleh realisasi ekspansi KPR tersebut.

Kredit Macet Bank Naik Rp 1,7 Triliun dalam Sebulan     

Selasa, 18-10-2011 (08:11)

 

 

Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Agustus 2011 jumlah kredit macet perbankan naik Rp 1,794 triliun menjadi Rp 37,932 triliun, dari Juli 2011 yang sebesar Rp 36,138 triliun. Jumlah kredit macet ini juga tercatat naik jika dibandingkan dengan Agustus 2010 yang sebesar Rp 31,618 triliun. Berdasarkan data BI tersebut, jumlah kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) dari perbankan per Agustus 2011 mencapai Rp 56,26 triliun, naik dari posisi Juli 2010 yang sebesar Rp 54,48 triliun. Rasio NPL perbankan di Agustus 2011 mencapai 2,07%. Sampai Agustus 2011 total kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 2.031,61 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2010 yang nilainya Rp 1.640,43 triliun. Dari total kredit tersebut, sebanyak Rp 1.879,723 triliun masuk kategori lancar. Sementara Rp 10,236 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp 8,092 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 37,932 triliun masuk kategori macet.

Laba Makin Besar, Perbankan Raup Rp 38,8 Triliun dalam 8 Bulan    

Selasa, 18-10-2011 (07:12)

 

 

Bank-bank umum di Indonesia meraup laba bersih Rp 48,24 triliun sepanjang Januari-Agustus 2011. Laba tersebut naik 24% dibandingkan periode yang sama di 2010 Rp 38,89 triliun. Demikian isi data statistik perbankan yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Selasa (18/10/2011). Kenaikan laba perbankan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional selama Januari-Agustus 2011 yang sebesar Rp 252,429 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 225,704 triliun. Pendapatan non operasional perbankan pada periode Januari-Agustus 2011 juga naik menjadi Rp 96,65 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 65,16 triliun.
Sepanjang periode tersebut, beban operasional perbankan naik menjadi Rp 225,53 triliun, dari beban operasional bank pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 192,86 triliun.
Pada Januari-Agustus 2011, jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 2.031,61 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2010 yang nilainya Rp 1.640,43 triliun. Jumlah kredit di Agustus 2011 didominasi oleh kredit rupiah senilai Rp 1.704,91 triliun, kemudian kredit valas Rp 326,703 triliun. Total aset perbankan di Indonesia hingga Agustus 2011 mencapai Rp 3.252,684 triliun, naik dari posisi Agustus 2010 yang sebesar Rp 2.700,183 triliun.

Bank Pundi Serap Rp 328 Miliar dari Saham Baru

Senin, 17-10-2011 (15:45)

 

 

PT Bank Pundi Tbk (BEKS) telah merampungkan penawaran saham terbatasnya alias rights issue. Dari aksi korporasi itu, perseroan menerima dana segar Rp 328,2 miliar. Dengan masuknya dana tersebut, maka modal disetor Bank Pundi menjadi Rp 925,8 miliar (unaudited) meningkat dari sebelumnya Rp 597 miliar per akhir Juni 2011 (unaudited)," ungkap Direktur Utama Bank Pundi Gandhi G. Putra dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (17/10/2011).

Menurut Gandhi melalui rights issue tersebut, Bank Pundi akan memiliki keleluasan yang lebih dalam melakukan pengembangan usahanya. Sebagaimana yang telah disampaikan melalui prospektus, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan usaha seperti penambahan jumlah jaringan operasional. "Serta pengembangan perangkat IT dan sebagai modal kerja untuk meningkatkan pemberian kredit yang difokuskan kepada UMKM.
Rampungnya right issue ini, menjadikan porsi kepemilikan saham Bank Pundi menjadi sebagai berikut:
PT Recapital Securities: 69,81%
IF Services Netherland BV: 15,49%
Pershing LLC: 13,36%
Masyarakat: 1,34%

Saban Capital Beli 5% Saham MNC Rp 692 Miliar 

Senin, 17-10-2011 (15:34)

 

 

 

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berniat menjual 5% sahamnya ke Indonesia Media Partners LLC, sebuah perusahaan yang terafiliasi dengan Saban Capital Group, Inc. dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Keduanya telah melakukan penandatanganan kesepakatan definitif untuk membeli sebanyak 692,336 juta lembar saham MNCN di harga Rp 1.000. Dengan demikian, nilai transaksinya mencapai Rp 692,336 miliar. Terkait dengan kesepakatan itu, terdapat juga opsi berjangka waktu 27 bulan untuk membeli tambahan 346.168.075 lembar saham, setara dengan 2,5% dari total saham MNC yang beredar dari Global Mediacom. "MNC akan menjadi penerima terbesar dari pertumbuhan yang pesat pada konsumer ekonomi di Indonesia dan kami yakin terdapat berbagai area untuk kerjasama strategis antara Saban Capital Group dan MNC," kata Chairman dan Chief Executive Officer dari Saban Capital Group Haim Saban dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/10/2011).
UBS Securities berperan sebagai penasehat keuangan Indonesia Media Partners, sementara Latham & Watkins LLP dan Melli Darsa & Co. berperan sebagai penasehat hukum.Morgan Stanley Services Limited merupakan penasehat keuangan untuk Global Mediacom dari dan O’Melvenyy & Myers LLP berperan sebagai penasehat hukum. Transaksi ini diharapkan selesai pada pertengahan November 2011.Selain itu, MNC juga akan menaikkan payout dividen dengan jumlah minimum 45% dari laba bersih setelah pajak yang dihasilkan pada tahun sebelumnya yang akan dimulai pada pembayaran dividen di 2012.

Laba BTPN Naik 66% Menjadi Rp 958,7 Miliar

Senin, 17-10-2011 (12:30)

 

 

 

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat laba bersih hingga September 2011 sebesar Rp 958,7 miliar atau tumbuh 66% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2010 yang hanya sebesar Rp 577,5 miliar. Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit perseroan. "Pertumbuhan penyaluran kredit diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dalam rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga pada level 0,45% (nett)," ungkap Wakil Direktur Utama BTPN Djemi Suhenda dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (16/10/2011).
BTPN juga membukukan peningkatan penghimpunan dana masyarakat. Hingga September 2011, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BTPN mencapai Rp 32,8 triliun, meningkat 34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 24,5 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 20,9%, sehingga kedepan BTPN memiliki ruang yang cukup untuk bertumbuh. Dengan pertumbuhan kinerja yang solid tersebut, pada triwulan ketiga 2011, total aset BTPN mencapai Rp 43,4 triliun atau tumbuh 41% dibandingkan periode yang sama tahun 2010, yang tercatat Rp 30,8 triliun.

LPKR Rencana Buyback Saham Rp600 Miliar

Senin 17-10-2011 (11:45)

 

 

 

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan buyback saham sebesar Rp600 miliar kurun waktu 18 bulan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sendiri akan dilakukan pada 15 November 2011. Dalam siaran persnya, Direktur Investor Relations LPKR Mark Wong menyampaikan pembelian kembali saham-saham ini akan didanai dari kas internal Perseroan yang per 30 September 2011 mencapai Rp2,9 triliun.

Buyback ini bertujuan untuk memperbaiki struktur permodalan Perseroan dan juga merefleksikan keyakinan manajemen akan prospek Perseroan ke depan sehingga manajemen akan menggunakan kesempatan untuk membeli kembali saham-saham Perseroan pada harga yang dianggap tepat.
Pada harga saham saat ini, saham LPKR diperdagangkan sangat murah dan undervalued, di mana harga tersebut tidak merefleksikan nilai bisnis sesungguhnya, kualitas aset, kekuatan operasional dan finansial, dan prospek nisnis LPKR yang menarik.Presiden Direktur dan CEO LPKR Ketut Budi Wijaya mengatakan telah banyak meningkatkan nilai bisnis, kinerja finansial dan operasional LPKR, terutama dalam 12 bulan terakhir. Dalam kondisi pasar yang terus berubah saat ini, pasar tidak merefleksikan nilai perusahaan yang selayaknya. "Terlebih penting, fokus Perseroan saat ini adalah untuk melanjutkan eksekusi dan implementasi dari strategi pertumbuhan di seluruh segmen usaha Perseroan. Rencana ekspansi LPKR untuk rumah sakit dan mal, yang akan dibangun di kota-kota besar yang tersebar di Indonesia, tidak akan terpengaruh dengan pembelian saham-saham Perseroan, karena Perseroan telah mengalokasikan dana untuk pembangunan proyek-proyek tersebut. Saat ini Perseroan memiliki 6 rumah sakit dan 3 mal dalam tahap konstruksi.

Resources Alam Bagi-bagi Dividen Rp 50 per Saham.

Senin, 17-10-2011 (10:21)

 

Direktur Utama Pintarso Adijanto, rencana pembagian dividen ini berdasarkan keputusan rapat direksi bersama komisaris pada 14 Oktober 2011 lalu. PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) akan membagikan dividen interim kepada pemegang saham perseroan sebesar Rp 50 per lembar. Dividen ini akan disebar pada 22 November 2011. "Telah diputuskan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2011 sebesar Rp 50 per saham," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/10/2011).
Dividen tersebut akan dibagikan pada 22 November 2011. Sedangkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar digosiasi ditetapkan pada 8 November 2011.  Sedangkan tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai ini adalah per 11 November pukul 16.00 WIB. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.14 waktu JATS, harga saham KKGI naik 200 poin (+3,81%) ke level Rp 5.450 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 21 kali dengan volume 71 lot senilai Rp 193,1 juta.

BNBR Cari Dana untuk Refinancing Utang USD597 Jt

Senin 17-10-2011 (08:11)

 

 

 

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menuturkan dalam waktu dekat akan melunasi dan melakukan refinancing atas fasilitas pinjaman sebesar USD597 juta yang sebelumnya dikoordinasikan oleh Credit Suisse (CS). Manajemen BNBR menyampaikan bahwa saat ini perseroan telah memasuki tahap akhir pembahasan dan dokumentasi sebuah fasilitas pinjaman baru guna memenuhi komitmennya kepada para kreditur di atas yang diharapkan akan rampung sebelum atau sekira tanggal 31 Oktober 2011. Sebagaimana diketahui, pasar modal global akhir-akhir ini mengalami penurunan yang signifikan dipicu oleh krisis keuangan di Eropa. Penurunan harga saham-saham tidak hanya terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI), akan tetapi di Bursa Efek London di mana saham Bumi Plc tercatat. Perseroan menyadari bahwa turbelensi pasar modal global ini adalah yang sulit dihindari oleh semua hampir pelaku pasar. Mengingat turunnya harga-harga saham di Bursa Efek London juga mempengaruhi harga saham Bumi Plc yang merupakan jaminan atas pinjaman CS, maka perseroan pun mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan yang dipersyaratkan dalam perjanjian dengan para krediturnya antara lain dengan mengupayakan fasilitas pinjaman baru yang kini telah difinalisasi.

BI Yakin Inflasi Akhir Tahun 4,7-4,9%     

Jumat, 14-10-2011 (15:15)

 

 

Pascapenurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 6,5 persen, bank sentral optimistis tingkat inflasi sampai tahun ini dapat  ditekan di level 4,5-4,7 persen. Optimisme bank sentral ini, menurutnya telah memperhitungkan wacana kenaikan tarif dasar listrik dan juga volatilitas harga pahan pangan. "Kita sudah memperkirakan arah kebijakan BI rate yang turun, jadi inflasi yang tahun ini bisa 4,9 persen (year on year) atau sampai tahun depan 4,7 persen, itu kita sudah memperhitungkan dari policy-policy itu, termasuk kenaikan TDL sekira 0,25 persen (dampaknya terhadap kenaikan inflasi)," ungkap Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo di kantornya, Jumat (14/10/2011).
Bank sentral, menurut Perry, juga telah melihat volaitilitas harga bahan makanan seperti beras sebelum memutuskan menurunkan BI Rate. Pemerintah, menurutnya juga telah melakukan upaya-upaya seperti melakukan impor beras guna mengurangi dampak besarnya inflasi di bidang bahan makanan. Pemerintah sudah lakukan impor kan ya beberapa waktu lalu, sebagian juga sudah masuk kan, mereka juga sudah bicarakan yang dari Thailand itu (impor beras). Kalau tidak bisa, kemungkinan pemerintah kan  masih punya plan B seperti impor beras dari Vietnam atau dari mana. Lagi pula panen kan tahun ini relatif baik tahun ini, sehingga tekanan  inflasi dari volatilitas harga makanan itu manageable. Kecenderungan BI sendiri, menurut calon deputi gubernur BI ini, adalah inflasi di bulan Oktober sampai November ini masih bisa dalam tataran wajar. Kenaikan inflasi sediri baru diperkirakan akan terjadi pada Desember.

Induk TvOne Cs Dapat Izin Pra Efektif IPO     

Jumat, 14-10-2011 (14:45)

 

 

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memberi izin pra efektif PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), induk TvOne. Perseroan akan menawarkan 2,286 miliar lembar saham baru, serta 571,5 juta waran seri I. Demikian disampaikan Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam-LK, Gonthor R. Azis, di Kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (14/10/2011).Visi Media hari ini kami kasih pra efektif.
Perseroan memang mendaftarkan ulang proses IPO karena ada proses bookbuilding secara online, yang tidak lazim. Hal ini menjadikan laporan keuangan yang menjadi dasar IPO kadaluarsa, sebelum izin efektif keluar dari Bapepam-LK. Pada saat penawaran perdana saham (bookbuilding) sebelumnya sebelumnya, permintaan saham perusahaan media Grup Bakrie ini kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 5,12 kali. Harga penawaran IPO VIVA ini
Ditetapkan sebesar Rp 280, dengan target penerimaan dana Rp 640,1 miliar.
Belum diketahui secara pasti, apakah Visi Media akan menggelar bookbuilding ulang untuk menentukan harga baru. Namun, Direktur perseroan, Anindya Bakrie pernah menyebut, tidak ada harga baru. Harga IPO perusahaan yang ia pimpin tetap Rp 280 per lembar

Kartu ATM dan Debet Wajib Pakai Chip Sebelum Akhir 2015

Jumat, 14-10-2011 (13:25)

 

 

Bank Indonesia (BI) siap mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan standarisasi migrasi kartu ATM dan debet dari magnetic stripe menjadi berbasis chip paling lambat awal bulan depan. Sebelum 31 Desember 2015 bank diwajibkan untuk menyelesaikan migrasi kartu ATM dan debet. Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ronald Waas mengatakan kebijakan tersebut berbentuk Surat Edaran (SE) tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan debet yang diterbitkan di Indonesia. Nantinya standar kartu chip dikeluarkan oleh 3 perusahaan penyedia jasa elektronis yaitu Artajasa, Rintis, dan Alto. Ketiga perusahaan tersebut merupakan pemain dalam industri switching ATM dan debet Ronald menambahkan bank sentral juga mewajibkan ATM dan debet dilengkapi dengan Personal Identification Number (PIN) minimal 6 digit. Penggunaan PIN merupakan autentikasi pengganti tanda tangan yang pernah digunakan pada sebagian kartu debet.  BI membebaskan masing-masing bank apakah akan mebebankan dana penggantian kartu ke nasabah atau tidak. Ini, Hal tersebut merupakan kompetisi dari bank. Kalau bank A yang membebankan biaya ke nasabah, sedangkan bank B gratis maka nasabah dari bank A bisa pindah ke bank B. Selain itu, dalam surat edaran tersebut mewajibkan penyelenggara kartu ATM dan debet menyampaikan laporan tertulis rencana implementasi standar teknologi chip paling lama tanggal 31 Desember 2011.

Danamon Syariah Belum Lirik Bursa Komoditi Syariah

Jumat 14-10-2011 (11:38)

 

 

Pengembangan pembiayaan dan pembukaan kantor cabang baru, Bank Danamon Syariah dalam waktu dekat belum akan terjun ke dalam bisnis komoditas berjangka syariah. "Kita masih untuk fokus ke pembiayaan di sektor SME (small medium enterprises) dan buat buka cabang, jadi kayaknya enggak ke situ (komoditas berjangka syariah) dulu," ungkap Direktur Unit Usaha Syariah Bank Danamon Herry Hkymanto, ketika dihubungi okezone, Jumat (14/10/2011).
Bank Danamon masih akan berkonsentrasi pada pembiayaan untuk kepemilikan rumah bagi perorangan dan pembiayaan bagi koperasi-koperasi di seluruh Indonesia, mengenai penurunan suku bunga BI Rate beberapa hari lalu oleh BI. Syariah kan memang tidak selalu berpatokan ke tingkat suku bunga BI ya, itu mungkin saja ada pengaruhnya, tetapi karena baru beberapa hari lalu jadi belum bisa dilihat sekarang. Bank Muamalat menyambut baik adanya bursa komoditas berjangka syariah yang diluncurkan kemarin. hal ini bisa membantu perbankan syariah untuk menyimpan kelebihan likuiditasnya selain berbentuk Fasilitas Bisnis Syariah (Fasbis) dari Bank Indonesia dan Sukuk dari dari pemerintah.

Alfamart Private Placement Minimal Rp 3.386 per Saham

Jumat, 14-10-2011 (10:12)

 

 

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berencana menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement. Harga pelaksanaan diperkirakan minimal sebesar Rp 3.386 per lembar. Menurut Fernia Rosalie Kristanto, harga minimal tersebut minimal tersebut merupakan harga rata-rata penutupan pada 25 hari perdagangan bursa secara berturut-turut di pasar reguler. Dengan demikian, indikasi harga pelaksanaan untuk penerbitan saham baru perseroan adalah sekurang-kurangnya Rp 3.386 per saham," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat pagi ini.
Harga pelaksanaan tersebut lebih murah ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin di Rp 3.900 per lembar, atau diskon sekitar 15%. Rencana ini akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk dimintai persetujuan pada 20 Oktober 2011 mendatang. Dana yang akan diraup perseroan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, termasuk pembayaran seluruh utang perseroan serta pengembangan usaha perseroan. Sampai saat ini , kata Fernia, perseroan sedang dalam tahap pembicaraan dengan beberapa calon pembeli potensial, namun belum ada informasi mengenai pembeli secara definitif.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.10 waktu JATS, harga saham AMRT stagnan di Rp 3.900 per lembar tanpa ditransaksikan sama sekali.

Minta Jatah Lebih, Glencore Bantu Bakrie US$900Jt

Jumat, 14-10-2011 (08:55)

 

 

Pedagang komoditas terbesar di dunia mendekati kesepakatan untuk meminjamkan US$800-900 juta ke Grup Bakrie untuk membantu refinancing utang sebesar US$1,35 miliar dan menghindari potensi default potensial. Hal ini disampaikan sumber Reuters Kamis (13/10). Sebagai imbalannya, Glencore akan diberikan hak pemasaran tambahan untuk batubara yang diproduksi oleh Bakrie yang dikuasai Bumi Plc (BUMIP.L) dan pinjaman akan dijamin oleh 47% saham Grup Bakrie \ di tambang batu bara BUMI, kata sumber-sumber yang mengetahui kesepakatan itu.Saham Bumi Plc, perusahaan patungan antara Bakrie dan pemodal Nat Rothschild, naik 6 persen di London pada Kamis. Saham ini sempat jatuh tajam dipincu desakan pembayaran segera utang yang jatuh tempo Maret 2012 sebesar US$1,35 miliar oleh kreditur yang dipimpin Credit Suisse.
Berdasarkan perjanjian refinancing, Glencore akan memiliki opsi untuk mengkonversi pinjaman menjadi saham di Bumi Resources Plc, yang pada harga saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$2 miliar, jika Bakrie tidak bisa membayar utang, kata satu sumber.Hal pemasaran bisa diperluas untuk aset Bakrie non-batubara seperti seng dan tembaga dari Bumi Resources Miniral (BRMS), perusahaan lain yang dikendalikan oleh Bakrie, salah satu sumber mengatakan. Beberapa eksekutif Glencore sedang berada di Jakarta untuk membantu menutup kesepakatan. Perusahaan ini telah disebut-sebut sebagai pelopor sejak berita tentang pembicaraan muncul pekan lalu terkait rencana refinancing utang Grup Bakrie.

Transaksi Komoditas Syariah Ditargetkan Capai Rp50 M

Kamis 13-10-2011 (16:16)

 

 

Futures Exchange (JFX) menargetkan transaksi harian bisa mencapai Rp50 miliar per hari dalam komoditi syariah. "Untuk target transaksi harian kita saat ini masih dalam tahap simulasi jadi kita lihat dalam waktu tiga bulan dulu dan targetnya pun tidak terlalu besar. Kita mencoba di angka Rp50 miliar dalam satu hari, dari 10 perbankan syariah," ungkap  Direktur JFX, M Bihar Sakti Wibowo, di Jakarta, Kamis (13/10/2011). Di sisi lain dari segi komoditi yang diperdagangkan kali ini ada tiga macam yaitu cokelat, kacang mete, dan kopi. "Saat ini jumlah komoditinya baru tiga macam karena masih baru. Ke depannya kita sedang mengkaji untuk melirik potensi komoditas lainnya seperti CPO, batu bara, dan oil.
Dalam setahun mendatang, JFX berharap nilai transaksi harian bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari target saat ini yang ditargetkan mencapai Rp50 miliar dalam tiga bulan pertama. Sekadar informasi, dalam meluncurkan komoditi syariah tersebut, JFX akan menggandeng setidaknya 10 perbankan syariah untuk mendukung perdagangan komoditi syariah tersebut. Namun saat ini baru tiga perbankan syariah yang mendaftarkan yaitu Bank Syariah Mandiri, HSBC Amanah dan Bank Muamalat. "Dalam tiga bulan mendatang kita harapkan dapat menggandeng 10 bank lagi.

BCA Pinjami BTN Rp 2 Triliun Lewat Repo KPR

Kamis, 13-10-2011 (13:40)

 

 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) siap memberikan pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) senilai Rp 2 triliun. Perjanjian kredit tersebut dalam bentuk jual beli aset KPR bersyarat atau repo KPR. "BCA memberikan pinjaman kepada BTN nantinya dengan repo KPR. BTN menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan perumahan kembali," ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2011).
Menurut Jahja proses negosiasi telah diselesaikan sehingga dalam waktu dekat akad perjanjian kredit tersebut akan ditandatangani. Nanti dimanfaatkan pembiayaan peruamahan oleh BTN. Rencana begitu sudah disepakati dan tidak lama lagi bisa diproses," tuturnya.Ditambahkan Jahja, otomatis melalui skema ini akan mendongkrak Loan To Deposit Ratio (LDR) alias rasio pendanaan terhadap kredit BCA. Dalam perjanjian repo aset, BTN akan menjual tagihan KPR secara bersyarat kepada kreditur yang kemudian akan dibeli kembali oleh perseroan apabila telah jatuh tempo. Selama repo berlangsung BTN tetap mengelola administrasi dari KPR yang menjadi jaminan seperti proses penagihan, dan pembayaran angsuran.

Carrefour Kejar Saham Publik ALFA Pasca Tender Offer  

Kamis, 13-10-2011 (12:29)

 

 

 

Proses penawaran tender alias tender offer saham PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) telah usai. Carrefour selaku pemegang saham mayoritas tetap akan membeli saham-saham ALFA di publik yang tidak ikut dalam penawaran tender tersebut. Perseroan bersedia melakukan pembelian kembali saham milik pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya melalui penawaran tender," kata Direktur ALFA Kurnia Handoko dalam keterangan tertulisnya, Kamis.(13/10/2011).
Menurutnya, pembelian saham publik itu akan ditawar dengan harga wajar. Namun pembelian tetap tidak bisa dipaksakan dan harus menunggu kesediaan dari pemegang saham untuk melepas sahamnya tersebut kepada perseroan. Untuk keperluan tersebut, pemegang saham publik dapat menghubungi Abriyaldi, Corporate Secretary selama jam kerja, jelasnya.Seperti diketahui sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara alias suspensi perdagangan saham Alfa Retailindo hanya di pasar reguler negosiasi pada Sesi II Perdagangan Efek hari Jumat, 30 September 2011. Pencabutan suspensi dalam rangka pengalihan saham hasil tender offer kepada PT Carrefour Indonesia terkait dengan pelaksanaan go private dan voluntary delisting. Carrefour melakukan penawaran tender terhadap saham ALFA sebesar Rp 4.500 per saham. Harga penawaran tersebut premium 87,5% dari harga perdagangan tertinggi di Rp 2.400 per saham.


Total Penjualan Grup Ciputra Capai Rp3,14 T

Kamis 13-10-2011 (11:07)

 

 

 

Total penjualan grup Ciputra mencapai Rp3,14 triliun hingga akhir September 2011. Penjualan itu didukung dari ekonomi Indonesia relatif baik membuat bisnis perseroan semakin berkembang. Perseroan juga mengembangkan bisnis di luar Jakarta sehingga mendukung penjualan. "Daerah juga booming karena desentralisasi dan komoditi juga naik," tambah Direktur PT Ciputra Development Tbk, Candra Ciputra, Kamis (13/10).      
Grup Ciputra terdiri dari 3 sub-holding antara lain Sub-holding 1 menangani Citra Garden City di Jakarta Barat, Citra Raya Tangerang, CitraGrand City Palembang, Century 21, Artprenuership Center, dan proyek kota baru di Hanoi (Vietnam), Phnom Penh (Kamboja), dan Shenyang (China). Sub holding 2 terdiri 30 proyek perumahan dan properti komersial di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Kendari, Ambon, Pandaan, Bali, Lampung, Pekanbaru, Medan dan Manado.
Selain itu, sub-holding 3 yang mengelola Ciputra World Jakarta, mal dan hotel Ciputra Jakarta dan Semarang, Sommerset Citra Jakarta, Dipo Business Center, Ciputra Hospital, Citraland City Samarinda, Citra Bukit Indah Balikpapan, CitraLand Celebes, dan CitraGarden Makassar, Citraland NGK Jambi, CitraGarden Pekalongan, CitraGarden Banjarmasin, dan BizPark Banjarmasin. Saat ini, sub holding 3 sedang mempersiapkan proyek properti di Pangkal Pinang, Tegal dan Pontianak.


Adaro Beli 35% Saham Servo Meda Sejahtera

Kamis 13-10-2011 (10:43)

 

 

 

 

PT Alam Tri Abadi, anak usaha PT Adaro Energy Tbk telah menandatangani akta jual beli dan pemindahan hak atas 35% saham PT Servo Meda Sejahtera (SMS) senilai Rp200 miliar milik PT Servo Infrastruktur (SI). Transaksi ini dilakukan untuk menunjang dan mengembangkan kegiatan operasi logistik Adaro Energy dalam bidang batu bara di Sumatera Selatan. Penandatangan transaksi ini dilakukan pada (10/10) lalu. Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir mengatakan, investasi perseroan di SMS merupakan bagian dari strategi untuk mengulangi kesuksesan bisnis model Adaro Indonesia di Kalimantan Selatan, seiring dengan langkah perusahaan untuk mengakuisisi dan mengembangkan aset tambang batu bara di Sumatera Selatan. "Transaksi ini membawa kami selangkah lebih dekat untuk memiliki dan atau mengendalikan rantai pasokan batu bara yang terintegrasi secara vertikal di Sumatera Selatan," tambah Garibaldi, seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Kamis (13/10).
Tujuan utama perseroan adalah untuk memberikan nilai tambah jangka panjang yang berkelanjutan dari batu bara Indonesia. Adaro Energy ingin mewujudkan visi untuk menjadi kelompok perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka. Kepemilikan saham setelah dilakukannya transaksi tersebut, pemegang saham SMS menjadi SI 50%, ATA 35%, dan PT Bumi Alam Sejahtera (BAS) 15%. Transaksi ini bukan merupakan transaksi material maupun transaksi yang mempunyai benturan kepentingan. Transaksi ini dilakukan untuk menunjang dan mengembangkan kegiatan operasi logistik Adaro Energy dalam bidang batu bara di Sumatera Selatan.

Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Melambat

Kamis 13-10-2011 (08:34)

 

 

Akibat krisis finansial di Eropa dan perlambatan ekonomi AS, pertumbuhan kredit valas PT Bank Mandiri Tbk diperkirakan melambat. "Di kuartal IV 2011 akan ada perlambatan kredit US$. Kami kira tidak akan akan tumbuh setingi pada kuartal I 2011," ujar Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala N Mansyur di Jakarta, Rabu (12/10). Namun, meski ada perlambatan kredit valas (valuta asing), Pahala tetap meyakini pertumbuhan kredit total Bank Mandiri di akhir 2011 mencapai 23%. "Sampai September 2011 saja pertumbuhan kredit kami mencapai 25%. Perumbuhan kredit tersebut, jelas Pahala, masih didorong oleh sektor mikro dan small business. Perlambatan penyaluran kredit valas dikarenakan, perseroan lebih selektif dalam menyalurkan kredit. "Kredit valas kita akan lebih selektif untuk debitur yang melakukan kegiatan ekspor di beberapa negara Eropa yang terkenan dampak krisis global," paparnya.Sampai September 2011, porsi kredit valas masih jauh lebih kecil dibandingkan kredit rupiah. "Kredit valas kita sangat kecil sekali sekitar Rp4,5 miliar-Rp5 miliar. Sedangkan kredit rupiah kita sudah mencapai Rp45 triliun per September 2011. Adapun untuk 2012, Bank Mandiri belum menetapkan target pertumbuhan kreditnya karena masih menyusun rencana bisnis bank (RBB).

First Media Hadirkan Layanan Video On Demand 

Rabu, 12-10-2011 (16:41)

 

 

First Media meluncurkan layanan hiburan berdefinisi tinggi (HD) yang pertama di Indonesia tahun lalu, hari ini First Media HomeCable meluncurkan layanan Video On Demand dengan nama 'Showtime!'. Layanan video on demand 'Showtime!' dari First Media memungkinkan para penggunanya untuk menikmati konten film lokal maupun internasional kapan saja. Showtime1 diibaratkan oleh First Media seperti memiliki perpustakaan video pribadi yang dapat dipilih sendiri. Pengguna dapat merekam, menghentikan atau mengulang program, serta konten tayangan yang diinginkan tanpa harus menunggu jadwal acara TV. "Showtime! merupakan produk gabungan antara First Media dengan PT. Link Net, yang untuk kontennya luarnya bekerjasama dengan HBO Asia, dan Digital Buana sebagai aggregator untuk film-film lokal," ujar Hengkie Liwanto, CEO Link Net, di Jakarta, Rabu (12/10/2011). Dedi Handoko, Product Development PT. Link Net, menjelaskan bahwa perusahaannya adalah sebuah penyedia broadband internet dan TV kabel. "Kami masih berada di bawah payung First Media Dedi menjelaskan bahwa Showtime yang memiliki konsep '4C' yakni Convenience, Content, Control dan Choice ini, memerlukan perangkat satu buah HD TV, setup box dan modem internet. "Untuk perangkat setup box-nya, kami bekerjasama dengan Samsung untuk providernya," ujar.Hengkie mengatakan bahwa saat ini di layanan Showtime! sudah ada 12 saluran, dengan kualitas di atas rata-rata HD, yakni 10 HD (1080 piksel). "Untuk salurannya kami upayakan untuk terus menambahnya. Dikatakan pula oleh Hengkie bahwa untuk tiga bulan ke depan layanan Showtime! akan dilepas gratis khusus untuk para pelanggan first media. "Tentunya juga harus menyewa setup box-nya terlebih dahulu. Dalam tahap pengenalan user experience selama tiga bulan, maka untuk target pengguna baru kita mulai perhitungkan awal tahun 2012. Sementara untuk target wilayah, Hengkie mengatakan bahwa layanan V.O.D Showtime! yang diklaim pertama di Indonesia ini sudah bisa dinikmati oleh pelanggan First Media di Jakarta

Strategi untuk ADRO, HRUM, BMRI & BBRI 

Rabu, 12-10-2011 (14:36)

 

 

 

Saham ADRO, HRUM, BMRI dan BBRI mendapat rekomendasi buy on weakness. Di level dan target harga berapa trader bisa masuk. Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, saham PT Adaro Energy (ADRO) akan bergerak dalam kisaran support 1.800 hingga resistance 1.850 hari ini. Tapi, untuk buy on weakness lebih baik di level Rp1.800 dengan target Rp1.900-an. Begitu juga dengan saham PT Harum Energy (HRUM). Trader diharapkan mengambil posisi di angka Rp7.300-7.500. "Buy on weaknes bisa dilakukan di level Rp7.300-7.400 dengan target resistance Rp8.000. PT Bank Mandiri (BMRI) bisa beli di bawah 6.400 dengan target jual di angka Rp6.700-7.000. "Tapi, untuk jangka pendek, ditargetkan di angka Rp6.700," papar diaPrska menambahkan, pelaku pasar bisa masuk ke saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di level Rp6.000-6.200 dengan target Rp6.500. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (12/10), saham ADRO ditransaksikan menguat Rp50 (2,80%) ke level Rp1.830, HRUM naik Rp400 (5,47%) ke Rp7.700, BMRI naik Rp100 (1,55%) ke Rp6.550, dan BBRI naik Rp100 (1,60%) ke angka Rp6.350

BNI Janji Turunkan Bunga Kredit Mengikuti BI Rate   

Rabu, 12-10-2011 (13:09)

 

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merespons baik kebijakan penurunan bunga acuan atau BI rate dari 6,75% menjadi 6,5%. BNI menyatakan bakal menurunkan bunga kreditnya. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BNI Gatot Suwondo saat ditemui di peresmian PLTU Indramayu 3x330 MW, Indramayu Jawa Barat, Rabu (12/10/2011). Bunga pinjaman akan turun bervariasi (dari masing-masing bank). BNI, kita bicarakan nanti, kemarin kan baru turun, kita akan rapatkan. Selain itu turunnya BI rate akan memberi pengaruh terhadap harga jual suatu produk yang ikut tertekan. Harga jual akan ikut turun, karena harga bahan baku akan turun.
Gatot mengatakan yang terpenting adalah pihaknya akan terus memberikan akses bagi pengusaha yang membutuhkan pinjaman. BNI terusberusaha menyediakan pinjaman untuk menggerakkan sektor riil."Sektor riil akan bergerak kalau BI Rate turun. Yang penting adalah kalau masalah akses bagi pengusaha, kapan mereka butuh kita berikan

BCA Genjot Pengguna Mobile Banking      

Rabu, 12-10-2011 (11:25)

 

 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi meluncurkan layanan baru BCA Mobile, dengan maksud memudahkan transaksi perbankan finansial ataupun non finansial melalui ponsel pintar mereka. Pada tahun pertama, ditargetkan ada peningkatan pengguna dan nilai transaksi hingga 20%. Menurut Kepala Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA, Ina Suwandi, sampai saat ini total rekening nasabah BCA mencapai 9,7 juta, dimana 2,3 juta rekening telah memanfaatkan fasilitas mobile banking (m-BCA), dan sekitar 2,4 juta telah mengakses melalui internet banking (klikBCA). Rata-rata bulanan transaksi m-BCA mencapai Rp 20 triliun, sedangkan klik BCA individu Rp 30 triliun per bulan. Pada tahun pertama, diharapkan ada pertumbuhan 20%-30% untuk keduanya," ujar Ina di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu hari ini.
Layanan baru ini memadukan fasilitas sebelumnya, m-BCA dan klikBCA. Pada tahap awal, aplikasi BCA Mobile bisa hanya bisa digunakan pada ponsel Blackberry. Dikembangkan untuk dapat diakses melalui berbagai smartphone yang ada di pasaran. Pertumbuhan pengguna kedua fasilitas ini mencapai 30%, dengan ini tentunya menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia khusus nasabah BCA, semakin dekat dengan fasilitas berbasis teknologi.

Garuda Indonesia Experience, Kunci Peningkatan Penumpang

Rabu, 12-10-2011 (09:59)

 

 

PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) percaya diri akan terjadi peningkatan jumlah penumpang 30% sepanjang 2011. Apalagi setelah peluncuran Garuda Indonesia Experience, layanan yang memadukan suasana dan keramahtamahan khas Indonesia. "Sampai akhir tahun pertumbuhan penumpang naik sekitar 30%, dari posisi akhir tahun ini 12,5 juta penumpang," kata Direktur Keuangan GIAA, Elisa Lumbantoruan di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Selasa (11/10/2011) malam.Menurutnya, program ini terlaksana seiring transformasi Garuda Indonesia. Peningkatan pelayanan, tidak melulu basic need berupa armada, tapi juga pelayanan. "Ini perbaikan, yang ditargetkan human and delivery touch point. Lima keunikan yang ditonjolkan, lanjut Elisa, mulai dari wewanginan yang teraplikasi pada handuk basah, masakan hasil olahan koki William Wongso, hingga aplikasi emboss batik di kabin. Dengan demikian, akan terwujud peningkatan yield 10%, dalam jangka pendek. "Pada saatnya nanti, orang akan mau bayar lebih mahal untuk naik pesawat. Aplikasi ini ada di seluruh penerbangan. Kami ingin ubah persepsi, yang naik Garuda bukan karena hanya lebih murah dari Chatay (Pacific), SQ (Singapore Airlines).


Sampai Akhir Tahun, Garuda Kedatangan 4 Pesawat Baru Setelah kedatangan satu pesawat Boeing 737-800 kemarin, Garuda masih menantikan empat armada lain yang mereka pesan. Rencananya pesawat ini akan hadir sebelum akhir tahun 2011. Satu pesawat Boeing 737-800 segera datang di 17 Oktober. Dua armada dengan jenis serupa juga ter-delivery di Desember. Sementara Airbus 330-800 akan datang di November 2011. Dari Seattle akan datang lagi 17 Oktober ini. Dan spesial, kerana seri 737 yang pernah diterima Garuda ke-123. November Airbus 330-300, dan Desember Boeing 737-800, dua. Garuda yakin, dengan bertambahnya armada akan terjadi peningkatan utilisasi pesawat dari 8,5 jam menjadi 11 jam seat per pesawat. "Market tumbuh terus, yang kurang Capacity, makanya kami tambah jumlah pesawat. Sementara, untuk penerbangan murah perseroan dalam balutan brand Citilink, menunjukkan peningkatan permintaan. Khususnya jalur reguler Jakarta-Surabaya. Dan Citilink dengan Airbus A320, penuh terus. Karena kunci penerbangan LCC adalah kapasitas kursi yang seimbang, 180 sheet. Bukan lagi pada destinasi, tapi frekuensi. Untuk menjadi pengaruh, minimal harus tiga kali sehari. Dengan rute yang ada saja, kami kekurangan. Makan kita telah sepakat dengan lessor untuk datangkan empat Airbusss hingga akhir tahun, total 10 pesawat di 2011. Tahun depan 10 lagi. Ini untuk menambah frekuensi dengan rute yang ada, belum ada penambahan penerbangan.

Laris Manis, Penjualan ORI008 Tembus Rp 5 Triliun     

Rabu, 12-10-2011 (07:18)

 

 

Jumlah pemesanan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 terus meningkat. Dalam tiga hari, penjualan ORI008 tembus Rp 5,012 triliun dengan jumlah pemesan mencapai 7.901. Hari ini (hari ketiga) pemesanan Rp 1,722 triliun, secara kumulatif (tiga hari) Rp 5,012 triliun,
Seperti diketahui, pemerintah telah lima kali menerbitkan ORI hingga ORI 007 pada Agustus 2010 lalu. Rahmat sebelumnya mengatakan, untuk situasi krisis ORI merupakan instrumen investasi paling aman karena dijamin negara.

Kupon atau bunga ORI008 sebesar 7,3% lebih tinggi dari rata-rata deposito dan pajaknya hanya 15%, lebih kecil dibanding deposito yang pajaknya 20%. Keuntungan lain dari ORI ini, lanjut Rahmat adalah bisa dibeli maksimal Rp 3 miliar dan semuanya dijamin penuh oleh negara. Beda halnya dengan deposito yang dijamin hanya Rp 2 miliar dengan bunga penjaminan lebih rendah yaitu 7,25%. ORI008 mulai ditawarkan sejak 7 Oktober hingga 21 Oktober 2011. Kemenkeu sebelumnya telah menunjuk 25 agen penjual yakni:

  1. Bank UOB Indonesia 
  2. Citibank, N.A 
  3. PT ANZ Bank Panin 
  4. PT Bank Bukopin Tbk 
  5. PT Bank Central Asia Tbk 
  6. PT Bank CIMB Niaga Tbk 
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk 
  8. PT Bank Internasional Indonesia Tbk 
  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  10. PT Bank Mega Tbk
  11. PT Bank Negara Indonesia Tbk
  12. PT Bank OCBC NISP Tbk
  13. PT Bank Panin Tbk
  14. PT Bank Permata Tbk
  15. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  16. PT Ciptadana Securities
  17. PT Danareksa Sekuritas
  18. PT Kresna Graha Securindo
  19. PT Lautandhana Securindo
  20. PT Mega Capital Indonesia
  21. PT Reliance Securities Tbk
  22. PT Sucorinvest Central Gani
  23. PT Trimegah Securities Tbk
  24. Standard Chartered Bank
  25. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

Nasabah BCA & Mandiri Baru Bisa Transfer ATM 2 Bulan Lagi  

Selasa, 11/10/2011 16:20 WIB

 

 

 

Para nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Mandiri Tbk baru bisa saling transfer rekening via ATM 1-2 bulan lagi. Saat ini kedua bank tersebut baru tandatangan kerjasama saja. Hari ini dilakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Rintis Sejahtera selaku pengelola Jaringan ATM PRIMA, di mana BCA adalah salah satu pesertanya. MoU tersebut juga dilakukan oleh Direktur Utama PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan dan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo, Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI Ronald Waas, serta Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja di Ritz Carlton Jakarta. Zulkifli menambahkan, kerjasama ini hasil masukkan dari para nasabah yang selama ini tidak dapat bertransaksi di ATM Mandiri atau BCA. Kerjasama bank besar ini tentu menguntungkan secara jangka panjang, karena mendorong pertumbuhan transaksi, dan efisiensi. Akurnya kedua bank ini memungkinkan nasabah dapat bertransaksi tarik tunai, cek saldo, dan transfer antar bank di lebih dari 22 ribu ATM yang terhubung melalui jaringan ATM PRIMA, termasuk di lebih dari 7 ribu ATM BCA. Begitu pula sebaliknya, nasabah ke-48 bank peserta anggota Jaringan ATM PRIMA pun dapat melakukan transaksi serupa di ATM Mandiri. Biaya transaksi antar Jaringan Prima, Link, dan ATM bersama juga akan diseragamkan. "Biaya itu standar. Kita lakukan pakai BCA di Prima juga ada biaya. Itu hal yang logis," tegas Zulkifli.

Kredit Bank Tumbuh 23% Dalam Sembilan Bulan

Senin, 03-10-2011 (14:22)

 

 

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan terus menggeliat. Hingga akhir triwulan III-2011, kredit tumbuh 23,8% yang ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 30,1%. Demikian disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/10/2011). "Penyaluran kredit untuk pembiayaan kegiatan perekonomian terus berlanjut di mana tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 23,8% hingga akhir September 2011," kata Darmin.
Menurutnya dari komposisi penyaluran kredit, sektor investasi masih menjadi penopang disusul kredit konsumi dan kredit modal kerja. Dilihat komposisinya, kredit investasi tumbuh paling tinggi 30,1%. Kredit konsumsi nomor dua yakni mencapai 24,8% serta kemudian kredit modal kerja yang pertumbuhannya 20,8%," jelasnya.Darmin mengungkapkan, BI akan terus memperhatikan pertumbuhan kredit konsumsi. Bahkan jika terus menggeliat tumbuh maka BI siap mengeluarkan langkah dalam bentuk kebijakan menahan laju kredit konsumsi.
Kredit investasi 30% tinggi ya tidak ada yang buruk. Yang penting jangan kredit konsumsinya yang meningkat sangat cepat. Nanti pada saatnya kita menjelaskan langkah-langkah dalam hal-hal yang menyangkut konsumsi. Kalau dilihat per sektor. Sektor yang paling tinggi kenaikan atau pertumbuhan kreditnya adalah listrik. Itu pasti kredit investasi, dimana naiknya 58,5%. Kemudian pertambangan 22,8%. Jasa sosial 20,8%.  Kredit valas jumlahnya kecil sekali dibanding kredit rupiah. Oleh karena itu kredit valas secara posisi jumlahnya hanya sekitar Rp 53,3 triliun realisasi sampai Agustus 2011. Tapi dibandingkan dengan total ekspansi kredit rupiah Rp 212 triliun kita bisa melihat bahwa kebutuhan kredit valas itu tidak besar.

Ciptadana Jamin Emisi Tiga Perusahaan di 2012     

Selasa, 11-10-2011 (13:55)

 

 

PT Ciptadana Securities menargetkan menjadi penjamin emisi atas tiga perusahaan di tahun 2012. Satu calon emiten sektor infrastruktur telah mengamahkan penjaminan emisi atas saham barunya, dengan nilai Rp 300 miliar. Hal ini disampaikan Direktur PT Ciptadan Securities Ferry Budiman Tanja di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (11/10/2011). "Yang ada di pipeline ada tiga IPO. Kemungkinan awal tahun. Masih jauh prosesnya," katanya.
Satu perusahaan siap IPO di 2012, dengan target emisi Rp 300 miliar. Ferry menyebut, kliennya bergerak di bidang infrastruktur. Untuk dua perusahaan lain, ia tidak mau menyebut secara rinci, karena masih proses negosiasi. Yang dua, belum bisa sebut karena belum diberi mandat dan satu lagi masih pitching. Seperti diketahui, Ciptadana sepanjang 2011 telah membantu dua emiten untuk mencatatkan sahamnya di Bursa. Yakni, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) yang listing di bulan Mei lalu. Terakhir, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Emiten terakhir yang terakhir disebut baru saja mencatatkan sahamnya hari ini. Pada perdagangan perdana, saham SUPR naik dikisaran Rp 300 ke posisi Rp 3.700. Pada proses penawaran umum sebelumnya, penyerapan saham Solusi Tunas Pratama lebih banyak dilakukan oleh investor institusi. "60% diserap institusi, sisanya ritel. Emiten lain yang dibantu proses penjaminan emisinya oleh Ciptadana adalah PT Visi Media, induk usaha perusahaan media grup Bakrie. Permohonan IPO Visi Media tetap berjalan, dengan target listing di November 2011

Beli Menara, Solusi Tunas Siapkan Dana Rp 170 Miliar      

Selasa, 11-10-2011 (11:32)

 

 

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) tengah bernegosiasi dengan 3-4 perusahaan dalam rangka akuisisi menara ataupun seluruh aset. Dengan mengeluarkan dana maksimal Rp 170 miliar, perseroan optimis dapat meningkatkan nilai aset menjadi empat kali lipatDemikian disampaikan Corporate Secretary SUPR, Juliawati Gunawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (11/10/2011). Kami masih bidding dengan beberapa perusahaan. Jumlahnya sekitar 3-4 perusahaan.
Namun karena terikat perjanjian kerahasiaan, Juliawati enggan menerangkan identitas penjual. Proses negosiasi berlanjut, dan bisa saja pengambilalihan tidak hanya menara, namun keseluruhan perusahaan. Bisa akuisisi menara atau aset menaranya. Tergantung yang punya. Jika semuanya berhasil, aset bisa naik empat kali lipat. Dengan 2011 menyisakan tiga bulan lagi, perseroan menargetkan dua akuisisi perusahaan akan rampung di akhir tahun. Sedangkan sisanya dilakukan pada 2012. "Tahun ini satu, dua. Sisanya tahun depan. Selain akuisisi, perseroan juga siap membangun 100 menara baru. Pembangunan ini menghabiskan dana sekitar Rp 100 miliar, dan diambil dari dana IPO. Untuk bangun, terus akan kita lakukan. Biayanya satu menara sekitar Rp 1 miliar. Total kita bangun baru 100 menara.

Dian Swastatika Pinjami Anak Usaha US$ 100 Juta    

Selasa, 11-10-2011 (10:32)

 

 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memberikan fasilitas pinjaman sebesar US$ 100 Juta kepada anak usahanya, PT DSSP Power Sumsel. Pinjaman ini berbunga 8% per tahun. Menurut Corporate Secretary DSSA Hermawan Tarjono, pinjaman ini diberikan dalam rangka proyek independent power producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-5 dengan kapasitas 2x150 megawatt (MW).
Jangka waktu pinjaman mulai dari 7 Oktober 2011 sampai dengan 31 Oktober 2012).
transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi yang tidak mengandung benturan kepentinganPada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.25 waktu JATS, harga saham DSSA stagnan di Rp 13.000 per lembar tanpa ditransaksikan sama sekali.

Pefindo Tetapkan Rating 'AA+' untuk Indosat 

Selasa 11-10-2011 (09:22)

 

 

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat AA+ terhadap PT Indosat Tbk (ISAT). Peringkat tersebut juga untuk obligasi II tahun 2002, obligasi V tahun 2007, obligasi VI tahun 2008, dan obligasi VII tahun 2009 serta peringkat AA+ terhadap sukuk ijarah II tahun 2007, sukuk ijarah III tahun 2008, dan sukuk ijarah IV tahun 2009. Outlook peringkat tersebut stabil. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan kuat dari pemegang saham utama, posisi pasar perusahaan yang sangat kuat, dan membaiknya kinerja operasional. Peringkat itu dibatasi oleh permodalan perusahaan yang agresif dan ketatnya persaingan dalam industri telekomunikasi. Per 30 Juni 2011, saham ISAT dimiliki oleh Qatar Telecom sebesar 65%, Pemerintah Indonesia sebesar 14,3%, Skagen Funds sebesar 5,6%, dan masyarakat 15,1%

Adhi Karya Bidik Rights Issue Rp 800 Miliar 

Senin, 10-10-2011 (14:44)

 

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan dana segar hingga Rp 800 miliar dalam penerbitan saham baru alias rights issue. Aksi korporasi itu rencananya akan digelar pada semester II-2012. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011)."Rencananya rights issue akan kami selenggarakan di semester kedua tahun depan dan dananya ditargetkan Rp 800 miliar," kata Kiswodarmawan. Menurutnya, segala proses rights issue baru saja bisa diselesaikan, karena dibutuhkan persetujuan dan proses yang tidak mudah. Terutama laporan update terus-menerus kepada pemerintah.
Pemerintah memang memiliki 51% saham di ADHI sementara sisanya adalah 49% adalah milik publik. "Dana rights issue tersebut akan digunakan untuk mendanai beberapa proyek besar milik ADHI. Salah satunya adalah pembangunan power plant di Pupuk Sriwijaya dengan kapasitas 3x30 megawatt," kata Kiswodarmawan. Pada bagian lain, perseroan menuntut piutang terkait proyek monorel diselesaikan. Hal ini akan menambah arus kas perusahaan."Piutang kita yang harus dipenuhi oleh Jakarta monorel itu Rp 136 miliar," kata dia. Dalam proyek tersebut, lanjut Kiswodarmawan, ADHI bertindak sebagai kontraktor

WIKA Ambil Alih Proyek Jepang Rp100 M di Al Jazair

Senin, 10-10-2011 (14:24)

 

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh pengalihan proyek dari perusahaan Jepang, Wasimi sebesar Rp100 miliar di Al Jazair. "WIKA memperoleh pengalihan proyek dari Wasimi untuk pembangunan jalan dan jembatan di Al Jazair yang nilainya Rp100 miliar," ungkap Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah BUMN Karya dan Komisi VI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011).
Sebelumnya, WIKA memang memperoleh proyek jembatan di Al Jazair dari sebelumnya Rp400 miliar yang kemudian naik menjadi Rp800 miliar.Tambahan nilai proyek tersebut didapat setelah lead konsorsium kontraktor asal Jepang meminta WIKA menggarap bagian lain dari proyek jembatan tersebut. Permintaan ini dilakukan karena perseroan dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari target yang ditentukan. Sementara itu, WIKA menargetkan, hingga saat ini total perolehan kontrak sudah sebesar Rp9,1 triliun. "Saat ini total perolehan kontrak sudah sebesar Rp8,1 triliun. Di mana target perolehan kontrak baru hingga akhir tahun mencapai Rp12,843 triliun. Sementara itu, saat ini WIKA juga tengah menggarap proyek pembangkit listrik di Timor Leste sebesar 2x25 megawatt (mw). Nilai proyek tersebut sebesar Rp200 miliar. "Proyek tersebut Join Operation (JO) dengan perusahaan Hong Kong. WIKA pegang 30 persen. Diharapkan selesai November tahun ini,"

Fajar Surya Bagi Dividen Interim Rp 12 di November

Senin, 10-10-2011 (10:25)

 

Produsen kertas industri, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berencana membagikan dividen interim tahun sebesar Rp 12 per saham. Dividen yang diambil dari kinerja paruh pertama tahun 2011 ini totalnya Rp 29,73 miliar. Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Senin hari ini, nilai total dividen interim tersebut merupakan 16,87% dari total laba bersih enam bulan pertama tahun ini sebanyak Rp 176,29 miliar. Dividen tersebut akan dibagikan pada 15 November 2011. Sedangkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar digosiasi ditetapkan pada 27 Oktober.  Sedangkan tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai ini adalah per 1 November pukul 16.00 WIB.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.22 waktu JATS, harga saham FASW turun 25 poin (-0,84%) ke level Rp 2.925 per lembar. Sebanyak 267 lot sahamnya ditransaksikan 54 kali senilai Rp 392,988 juta.

Medco Terbitkan Obligasi US$150 Juta

Senin 10-10-2011 (09:07)

 

PT Medco Energi Internasional Tbk menerbitkan obligasi tanpa warkat sebesar US$150 juta. Dalam prospektusnya Senin (10/10) disebutkan obligasi yang akan diterbitkan perseroan terdiri dari 3 tahap. Obligasi berkelanjutan dalam bentuk dolar AS Medco Energy Internasional I Tahun 2011 sebesar US$50 juta dan memiliki suku bunga sebesar 6,05% per tahun dalam jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi obligasi tahap I. Pembayaran bunga pertama obligasi akan dilakukan pada 14 Oktober 2011, sedang pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi pada 14 Juli 2016. Untuk obligasi tahap II sebesar US$30 juta dengan bunga 6,05%. Pembayaran bunga pertama dilakukan pada 27 Januari 2012, sedang jatuh tempo pada 27 Oktober 2016. Selanjutnya, obligasi tahap III akan ditentukan kemudian. Rencananya dana hasil penjualan obligasi ini akan digunakan perseroan 60% (US$90 juta untuk pelunasan utang.

IPO, Atlas Tawarkan Harga di Kisaran Rp1.500-Rp1.900

Jumat, 07-10-2011 (15:15)

 

 

 

PT Atlas Resources Tbk berencana melakukan penawaran Saham Umum Perdana atau Initial Public Offering/IPO dengan kisaran harga penawaran Rp1.500-Rp1.900 per lembar saham dengan nilai nominal Rp200 per lembar saham. Managing Director PT Indo Premier Securities Moleonoto menuturkan, perseroan akan melempar saham ke publik sebesar 783,333 miliar lembar saham atau setara dengan 25 persen.  Direktur Utama Perseroan Abdi Andre menyampaikan, dana hasil IPO ini selain untuk membiayai modal kerja. Rencananya, perseroan akan menggunakan dana tersebut sebagai belanja modal infrastruktur dan pengembangan fasilitas di Hub Muba. Sebesar USD25 juta akan digunakan untuk membayar biaya kompensasi atas restrukturisasi kontrak pemasokan batu bara kepada Noble menjadi kontrak pemasaran dan penjualan baru," tambahnya dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (7/10/2011).
Selain itu, sekira 27,5 persen hasil tersebut akan dialokasikan untuk akuisisi wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambahan dan/atau peningkatan kepemilikan pada anak perusahaan yang berhubunan dengan pertambangan, apabila ada peluang yang cocok. Bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter) adalah PT UBS Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities.  Kami akan memberikan opsi kepada underwriter untuk dapat melakukan penjatahan lebih (ovel allotment) sampai sebanyak-sebanyak 117,500 miliar sahan lama apabila terjadi oversubscribe," ungkap Corporate Secretary Atlas, Aulia Setiadi.
Adapun nilai tersebut, setara dengan 15 persen dari saham yang ditawarkan pada penawaran umum. Sedangkan proses Bookbuilding dan International Roadshow akan berlangsung 10-18 Oktober 2011. Jakarta, ditunjuk sebagai tempat pertama dimulainya road show dan akan dilanjutkan dibeberapa negara seperti Hong Kong, Singapura, New York, dan Boston. Perseroan menargetkan dapat meraih pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 27 Oktober 2011. Masa penawaran Umum sendiri akan digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2011. Pada 8 November 2011 diharapkan dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia


United Tractor Bagi Dividen Interim Rp 185 per Saham

Jumat, 07-10-2011 (14:38)

 

PT United Tractors Tbk (UNTR) berniat bagi dividen interim sebesar Rp 185 per saham. Total dividen yang akan dibagikan dari kinerja paruh pertama 2011 itu sebanyak Rp 690,075 miliar. Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Jumat (7/10/2011), jadwal pembagian dividen interim tersebut pada 11 November 2011. Untuk cum dividen tunai di pasar reguler dan pasar negosiasi dilakukan pada 27 oktober 2011. Selanjutnya, 28 Oktober 2011 untuk ex dividen di pasar reguler dan negosiasi.  Sementara cum dividen tunai di pasar tunai dilakukan pada 1 November 2011, dengan ex dividennya di 2 November 2011. Pengumuman recording date atau yang berhak atas dividen tunai akan dilakukan pada 1 November 2011.
Dividen itu diambil dari saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebanyak Rp 12,505 triliun per 30 Juni 2011. Anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) itu membukukan laba bersih sebanyak Rp 2,54 triliun.Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.28 waktu JATS, harga saham UNTR naik 200 poin (+0,97%) ke level Rp 20.750 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 1.609 kali dengan volume 11.856 lot senilai Rp 123,7 miliar.


BRI Kucurkan Kredit Konsumsi Rp 12,5 Triliun

Jumat, 07-10-2011 (12:30)

 

Kredit konsumsi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hingga akhir triwulan III-2011 mencapai Rp 12,5 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 8,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Direktur Konsumer BRI Toni Soetirto mengatakan perseroan menargetkan kredit konsumsi sampai akhir tahun bakal mencapai Rp 14 triliun"Total kredit konsumsi Desember 2010 Rp 13 triliun. Sampai dengan September saja Rp 12,5 triliun, naik year on year dari tahun lalu Rp 8,5 triliun," jelas Toni di Plaza Bapindo, Jakarta, Jumat (7/10/2011). Jenis pembiayaan perumahan dan kredit tanpa agunan (KPA) mendominasi portofolio kredit konsumsi bank plat merah ini. Porsi keduanya mencapai 90% dari total portofolio consumer loan. Sisanya disumbang oleh kredit kendaraan bermotor, dan sedikit dari kartu kredit.
Kartu kredit mencapai 500 ribu kartu, dengan sales volume Rp 3 triliun. Sampai akhir tahun diharapkan 600 ribu kartu. Dan target kredit konsumsi tahun ini sendiri Rp 14 triliun. Hari ini, perseroan juga menjalin kerja sama strategis dengan PT Ti-phone Mobile Indonesia (TMI) dan PT Akses Makmur Bersama (AMB) dalam manfaatkan fasilitas Mobile Cash (MoCash).Perseroan yakin, aliansi yang terjalin dapat meningkatkan pendapatan bunga BRI hingga 10% dari posisi saat ini Rp 2 triliun. Sampai dengan akhir tahun fee based income ditargetkan mencapai Rp 3 triliun.

Ti-phone Mobile Tawarkan 30% Saham ke Publik

Jumat, 07-10-2011 (11:48)

 

PT Ti-phone Mobile Indonesia (TMI) siap menawarkan saham perdana (Initial Public Offering). Pelaksanaan listing ditargetkan pada akhir 2011 dengan porsi saham ke publik lebih dari 30%. Demikian disampaikan Direktur Utama Ti-phone, Garuda Widodo Januarso di Plaza Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (7/10/2011). Ia menambahkan, perseroan baru akan menyelenggarakan mini expose dihadapan Bursa Efek Indonesia (BEI) sore ini untuk mendapatkan persetujuan pendahuluan.
Perseroan menargetkan dapat listing sebelum pergantian tahun ini, atau paling lambat awal 2012. Ti-phone telah menunjuk PT Sinarmas Securities sebagai penjamin emisi.
"Kami dalam mengembangkan bisnis butuh dana, khususnya investasi. Kami butuh dukungan IT, backbone, dan transmisi. Kami belum bisa sampaikan detail, sebelum selesai. Tapi lebih dari 30%.

Dirikan 2 Pabrik Baru, ROTI Siapkan Rp100 Miliar

Jumat 07-10-2011 (09:29)

 

PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) akan menambah produksinya dengan membangun dua pabrik baru di Palembang dan Makassar. Hal ini disampaikan Director of Opertions ROTI, Yusuf Hady, saat konferensi pers di acara Investor Summit and Capital Market Expo 2011, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/10/2011) malam. Pembangunan di Palembang dan Makassar akan dirikan pabrik dengan biaya investasi sekira Rp100 miliar untuk pendirian itu. Tujuan pendirian pabrik tersebut, ditambahkannya, akan menekan laju pertumbuhan NICC dan menaikkan target penjualan. "Laju pertumbuhan naik 25 persen year to date dari pertumbuhan semester I yang sebesar 27 persen.  Dari hasil pembangunan dua pabrik baru tersebut, nantinya total penjualan produk perseroan akan meningkat menjadi Rp1 triliun. Setiap tahun total kami naik ya. Di 2010 totalnya mencapai Rp612 miliar, di 2011 bisa mencapai Rp700 miliar-Rp800 milar dan 2012 target kami mencapai Rp1 triliun.

BUMI Akan Bayar Utang USD1,7 Miliar

Jumat 07-10-2011 (08:14)

 

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengatakan, akan membayar utang sebesar USD1,6-USD1,7 miliar. Pembayaran utang tersebut akan dilakukan dari akhir 2011 hingga akhir 2012. Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava menuturkan, perseroan berencana membayar utang yang merupakan cicilan pertama kepada China Investment Corporation (CIC) sebesar USD600 juta pada Oktober 2011 ini. Selain itu, perseroan juga akan melakukan cicilan kedua untuk pelunasan kepada CIC sebesar USD600 juta pada kuartal-IV 2012. Perseroan, juga akan membayar obligasi konversi yang diterbitkan pada tahun 2009 sejumlah USD375 juta dengan saham pada semester-I 2012. Perseroan, dikatakannya, akan membayar utang anak usahanya yaitu PT Bumi Resources Mineral tbk (BRMS) sebesar USD280 juta pada akhir 2012 juga.

Bank Mandiri Operasikan Cabang Shanghai di November    

Kamis, 06-10-2011 (15:41)

 

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) siap mengoperasikan kantor cabang Shanghai pada November 2011. Sedangkan cabang Malaysia, masih ada sedikit hambatan hingga diharapkan baru dapat terealisasi 2012. "Cabang Shanghai, November akan buka cabang. Sebelum akhir tahun ini sudah bisa," kata Direktur Finance & Strategy BMRI, Pahal Mansury di Jakarta, Kamis (6/10/2011). Langkah yang sedikit terhambat terjadi di Malaysia. Perseroan masih bernegosiasi dengan bank sentral Malaysia, khususnya pada penyesuaian modal awal US$ 100 juta.
Sebelumnya, Zulkifli Zaini Direktur Utama BMRI menyebutkan bahwa agak sulit bagi perseroan untuk masuk di kawasan ASEAN karean regulasi yang ketat dari bank sentral masing-masinf negara. Akan sulit jadi regional champion di ASEAN, karena setengah ditutup regulasinya. Di Malaysia, kepemilikan asing maksimal 30%," tuturnya.Sampai akhir triwulan III, perseroan optimis kredit konsolidasi tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian ia enggan menyebutkan detail pencapaian kredit, karena laporan audit belum tuntas dilakukan. Kondisi saham volatilitas, namun di triwulan III pertumbuhan kredit terjadi 25% bank only, sedangkan konsolidasi biasa selisih 2% lebih besar. Perseroan dalam menghadapi potensi krisis dunia, juga telah menyiapkan early warning system berupa rasio NPL. Saat rasio NPL mencapai 3%, maka perseroan akan mengetatkan kredit dan memonitoring setiap gerak pembiayaan, khususnya pada bidang manufaktur dan power plan.Namun hingga triwulan II-2011 perseroan mencatat kualitas aset produktif masih berada di level aman 0,58%.

Garuda Sudah Belanjakan Dana IPO Rp621 M   

Kamis, 06-10-2011 (15:31)

 

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) per Juni 2011 sekira Rp621 miliar, dari rencana total penggunaan dana IPO sebesar Rp3,3 triliun. "Untuk pengembangan armada baru sudah sekira Rp396,51 miliar. Sementara untuk belanja modal perseroan maupun anak perusahaan perseroan sudah sebesar Rp255,5 miliar," ungkap Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar saat rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis siang ini.
Sehingga, dana yang belum digunakan hingga saat ini masih sekira Rp2,53 triliun. Sisa dana hasil IPO tersebut ditempatkan di deposito berjangka satu bulan dalam mata uang dolar dan rupiah.Seperti diketahui, Garuda menggelar IPO pada 11 Februari 2011 dengan melepas 6,34 miliar saham ke publik senilai Rp750 per saham. Jumlah saham yang dilepas itu setara 26,67 persen dari total modal yang ditetapkan, dengan perolehan total sebesar Rp4,75 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,9 miliar lembar saham milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp1,45 triliun, sehingga jumlah dana segar yang dikantongi perusahaan BUMN aviasi itu sebesar Rp3,3 triliun.

BNI Life Disuntik Modal Rp 150 Miliar     

Kamis, 06-10-2011 (11:44)

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah mengucurkan modal kepada anak usahanya BNI Life sebesar Rp 150 miliar. Dana tersebut diambil dari hasil penawaran umum saham terbatas alias rights issue yang dilakukan di 2010. Direktur Utama BNI Gatot Suwondo meralat pernyataan sebelumnya yang mengatakan suntikan dana ini untuk BNI Multifinance. Di 2010 BNI telah berhasil menyelesaikan rights issue sehingga mendapat tambahan modal sebesar Rp 10,2 triliun, selain itu BNI juga berhasil melakukan penjualan saham green shoe Rp 1,3 triliun di Januari 2010 dan memberikan pemasukan ke pemerintah Rp 741,6 miliar dari rights issue BNI. Sebanyak 80% digunakan untuk ekspansi pertumbuhan kredit atau pembiayaan, dan selebihnya digunakan untuk mengembangkan jaringan dan infrastruktur sebanyak 15% termasuk penyaluran pembiayaan BNI yang akan difokuskan pada industri unggulan yang diidentifikasi. Sisanya untuk modal anak usah. BNI telah menetapkan 8 sektor unggulan sebagai fokus bisnis, yaitu pertanian komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar & eceran, migas & pertambangan, konstruksi, makanan minuman (termasuk rokok), dan bahan kimia / pupuk (termasuk barang dari karet)."Sektor-sektor tersebut adalah pertanian yakni tanaman bahan makanan, perkebunan karet, sawit, kakao, kehutanan, perikanan dan peternakan. Kemudian pertambangan migas dan non-migas seperti batubara, nikel, bauksit, alumina, tembaga, bijih besi dan emas. Kemudian, konstruksi pelabuhan, jalan tol, airport, rel KA.

Astra Agro Produksi 930 Ribu Ton CPO di Triwulan III  

Kamis, 06-10-2011 (10:26)

 

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memproduksi 930.827 ton minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) di triwulan III tahun ini. Angkanya naik 19,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 777.210 ton. Hal ini terutama didukung oleh peningkatan produksi TBS (Tandan Buah Segar) AALI sebesar 13,5%, dari 3,02 juta ton pada periode yang sama tahun lalu menjadi 3,43 juta ton," kata Investor Relation AALI Yarmanto dalam buletin AALI, Kamis hari ini.

Area Sumatra memberikan kontribusi poduksi TBS terbesar, yaitu 1,45 juta ton atau sekitar 42,3% dari total produksi. Sementara itu, area Kalimantan dan Sulawesi pada sembilan bulan pertama 2011 ini memberikan kontribusi masing-masing 37,8% dan 19,9%. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.24 waktu JATS, harga saham AALI naik 500 poin (+2,94%) ke level Rp 17.450 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 147 kali dengan volume 371 lot senilai Rp 3,216 miliar.

Kalbe Farma Siapkan Rp1 T untuk Akuisisi   

Kamis 06-10-2011 (09:09)

 

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyediakan dana sekira Rp500 miliar-Rp1 triliun untuk melakukan proses akuisisi. Direktur Keuangan KLBF, Vidjongtius menuturkan, akuisisi yang akan dilakukan oleh perseroan bisa berupa produk atau berupa perusahaan. "Tentu akuisisi produk akan jauh lebih mudah, jika dibandingkan dengan akuisisi perusahaan. Kita belum tahu akan akuisisi yang mana, kita lihat saja nanti," ungkapnya kala ditemui dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2011, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (5/10/2011) malam.
Perseroan menargetkan dapat melakukan akuisisi khusus terhadap produk kesehatan, herbal, dan nutrisi sesuai dengan core bisnis daripada perseroan. dana sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun tersebut bisa saja berubah, tergantung dari kebutuhan untuk akuisisi tersebut. Dana yang kita siapkan untuk akuisisi itu berasal dari kas internal, tapi jika nilainya lebih dari itu kita akan melakukan pendanaan eksternal, dimana kita masih punyak standby loan sebesar Rp1 triliun.

Penerbitan Obligasi Sarinah Masih dalam Kajian     

Kamis 06-10-2011 (08:53)

 

Obligasi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan pelat merah PT Sarinah (Persero) saat ini masih dalam kajian. kabar yang beredar jika Sarinah akan menunda penerbitan obligasi lantaran keadaan pasar sedang fluktuatif.   Sementara itu, mengenai penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan, dia juga memastiskan masih dalam tahap perencanaan. Ini karena masih menunggu Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJP) selesai dilakukan.
Seperti diketahui, sempat tersiar kabar jika Sarinah batal menerbitkan obligasi lantaran keadaan pasar yang tidak menentu saat ini. Sehingga, perseroan menginginkan jika penerbitkan oblogasi bisa dilakukan tahun depan. Adapun penerbitan obligasi atau aksi korporasi yaitu IPO tersebut dilakukan guna menjawab kebutuhan dana yang besar sekira Rp2 triliun-Rp4 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun tower baru yang rencananya diberi nama Sarinah Square, dengan luas lahan sementara 17 ribu meter persegi dan akan diperluas menjadi 2,4 hektare-2,7 hektare

Saham BUMI Ditutup Anjlok Hampir 10% ke Rp1.620

Selasa 04-10-2011 (16:17)

 

 

 

Saham-saham Bakrie kembali mengalami tekanan dan turun cukup tajam pada penutupan perdagangan Selasa ini. Saham BUMI bahkan sudah jatuh sebesar 9,49% ke harga Rp1.620. Volume perdagangan sebanyak 541,67 ribu saham dengan nilai transaksi Rp455,77 miliar untuk 8.129 kali transaksi. Selanjutnya saham UNSP anjlok 2% ke harga Rp245. Volume transaksi 235,66 ribu saham dengan nilai transaksi Rp28,92 miliar untuk 1.441 kali transaksi. Kemudian saham ELTY meluncur 4,85% ke Rp98. Volume perdagangan 587,98 ribu saham dengan nilai transaksi Rp28,72 miliar untuk 2.219 kali transaksi. Saham ENRG melemah 1,70% ke Rp115. Volume perdagangan sebanyak 638,44 ribu saham dengan nilai transaksi sebesar Rp36,68 miliar untuk 1.905 kali transaksi. Saham DEWA juga tidak luput dari kejatuhan dengan turun 5,79% ke Rp65. Volume perdagangan mencapai 268,61 ribu saham dengan nilai transaksi Rp8,89 miliar untuk 1.232 kali transaksi. Saham BTEL melorot 7,81% ke Rp295. Volume perdagangan sebanyak 68,14 ribu saham dengan nilai transaksi Rp10,2 miliar untuk 427 kali transaksi. Terakhir, saham BNBR stabil di Rp50. Volume perdagangan 1,32 juta saham dengan transaksi Rp33,02 miliar untuk 2.496 kali transaksi.

PT. Chandra Asri Raih Pinjaman US$465 Juta

Selasa 04-10-2011 (15:41)

 

 

 

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menerima fasilitas modal kerja baik dari perbankan nasional maupun internasional sebesar US$465 juta. Dalam keterbukaanya ke BEI, Selasa (4/10) disebutkan fasilitas modal kerja tersebut termasuk fasilitas Revolving Credit sejumlah US$25 juta. Secara total, sebanyak 7 bank berpartisipasi dalam memberikan pembiayaan tersebut, di antaranya: DBS Bank, Standard Chartered Bank, Bank Central Asia, HSBC, Bank Danamon, ANZ dan BNI, di mana DBS Bank bertindak sebagai Collateral Agent. Perjanjian fasilitas ditandatangani pada tanggal 28 September 2011. Fasilitas modal kerja akan digunakan untuk mendukung operasional usaha Perseroan dan menyediakan platform untuk pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Tersedianya fasilitas ini jelas menunjukkan bahwa Perseroan memiliki dukungan dan kepercayaan dari bank nasional maupun regional yang terkemuka.
Kapasitas produksi CAP termasuk ethylene sebesar 600 ribu ton per tahun, 320 ribu ton propylene per tahun, 320 ribu ton dari polyethylene per tahun, 480 ribu ton polypropylene per tahun, crude C4 220 ribu ton per tahun serta styrene monomer 340 ribu ton per tahun. CAP berterima kasih kepada mitra kerja serta stakeholder atas kepercayaan dan komitmennya terhadap Perseroan. Dengan dukungan tersebut, Perseroan optimistis pertumbuhan bisnis CAP tetap solid di tengah bergejolaknya kondisi perekonomian global.

Indo Premier Incar Penawaran 3 Obligasi

Selasa, 04-10-2011 (13:21)

 

 

 

PT Indo Premier Securities mengharapkan dapat menangani penawaran tiga obligasi dengan total nilai sekitar Rp5 triliun pada kuartal pertama 2012. Hal itu disampaikan Head of Investment Banking PT Indo Premier Securities, Rayendra L.Tobing, Selasa siang. Dalam pipeline kita akan menangani tiga obligasi tahun depan senilai Rp5 triliun pada kuartal pertama 2012. Sektornya keuangan terdiri perbankan dan pembiayaan. Kedua sektor omo diperkirakan masih akan mendominasi penerbitan obligasi pada 2012. Rayendra menuturkan, hal itu didorong dari sektor tersebut membutuhkan pendanaan untuk penyaluran pembiayaan.
Penawaran obligasi itu ada yang menggunakan mekanisme obligasi berkelanjutan. Kemungkinan obligasi tersebut akan ditawarkan kepada investor lokal. Hal ini didorong dari investor lokal yang berminat terhadap obligasi korporasi dibandingkan asing. Hingga kuartal ketiga 2011, kata Rayendra, PT Indo Premier Securities telah menangani 10 penerbitan obligasi. Saat ini, PT Indo Premier Securites menangani penerbitan obligasi PT Clipan Finance Tbk senilai Rp500 miliar.


Clipan Finance Patok Bunga Obligasi 8,25-10,25%

Selasa, 04-10-2011 (12:10)

 

 

 

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menawarkan tingkat bunga pada kisaran 8,25-10,25% pada obligasi yang mereka keluar dengan total nilai Rp 500 miliar. Menurut Direktur Utama PT Evergreen Capital, Rudy Utomo, obligasi Clipan terbagi menjadi tiga seri. Seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan kisaran bunga 8,25-8,75%. Untuk seri B, berbunga 8,75-9,75% dengan tenor 24 bulan. Seri terakhir, C berbunga ‎​9,25-10,25%. Dalam keterangan perseroan, dana hasil obligasi Clipan Finance III akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja perseroan, dalam pembiayaan konsumen (70%), sewa guna usaha (20%), dan anjak piutang (10%).
Perkiraan masa penawaran awal terlaksana pada 4-14 Oktober 2011, dan tanggal efektif 25 Okober 2011. Masa penawaran awal di 27-31 Oktober, dengan penjatahan di 1 November dan tanggal distribusi secara elektronik di 3 November. Selaku penjamin pelaksana emisi obligasi, selain Evergreen adalah PT Indopremier Securities. Sedangkan wali amanat PT Bank Mega Tbk (MEGA). Jumlah minimum pemesanan sekurang-kurangnya Rp 5 juta atau kelipatannya. Perseroan juga menjaminkan piutang performing untuk kepentingan pemegang obligasi melalui wali amanat dan dilakukan dengan pembebanan jaminan fidusia.
Hingga akhir triwulan I-2011, perseroan mencatat laba bersih Rp 87,48 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 84,42 miliar. Peningkatan laba dikontribusikan oleh pendapatan sebesar Rp 205,8 miliar. Pendapatan perseroan naik dibanding sebelumnya, Rp 133,89 miliar


Restrukturisasi Internal, DI Investasi Rp700 M

Senin 03-09-2011 (15:50)

 

 

Direktur PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso di Jakarta, Senin hari ini menyampaikan Restrukturisasi internal, PT DI investasi sebesar Rp700 miliar. PT DI untuk restrukturisasi harus memperbaiki internal kami sendiri sekitar Rp700 miliar. Dana investasi tersebut, lanjutnya, diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Dari penambahan PNM dari pemerintah. Kita planning ini bersama-sama dengan PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Jadi jangan sampai investasinya salah. Nah, PPA ini diberi tugas oleh Kementerian BUMN untuk melaksakan restrukturisasi PT DI.
Restrukturisasi internal, PT DI juga meningkatkan daya saingnya dengan memperkuat kerjasama dengan Airbush Military. "Untuk membuat PT DI lebih kompetitif maka mereka mengajak kita mengenai teknologi yang sekarang seperti apa. Selain itu, dengan kerjasama ini PT DI bisa mengetahui produksi industri aerospace dan bagaimana bisnis di aerospace.

 

 

Astra Agro Sebar Dividen Interim Rp 300 Miliar  

Senin, 03-10-2011 (15:02)

 

 

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana bagi-bagi dividen interim senilai Rp 300 per saham. Dividen tunai akan dibagikan pada 10 November 2011. Menurut Direktur sekaligus Corporate Secretary AALI Santosa, dividen akan dibagikan kepada pemegang saham anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) itu yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 27 Oktober 2011. Pemberitahuan ini merupakan pemberitahuan resmi dari perseroan dan perseroan tidak mengeluarkan surat pemberitahuan secara khusus kepada pemegang saham.  Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dilakukan pada 24 Oktober, sementara ex dividennya pada 25 Oktober 2011. Sedangkan cum dan ex dividen di pasar tunai masing-masing pada 27 dan 28 Oktober 2011. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.55 waktu JATS, harga saham AALI terkoreksi 1.200 poin (-6,21%) ke level Rp 18.100 per lembar. Sebanyak 2.248 lot sahamnya ditransaksikan 807 kali senilai Rp 20,485 miliar.

Total Klaim Manulife Capai Rp894 Miliar per Juni  

Senin 03-09-2011 (14:24)

 

 

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatatkan total klaim mencapai Rp894 miliar hingga semester pertama 2011. Hal itu disampaikan CEO Manulife Indonesia, Alen Merten, dalam peresmian kantor pemasaran Manulife Indonesia, di Jakarta, Senin (3/10). "Klaim per Juni 2011 sekitar Rp894 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu tumbuh 49%, ini didukung dari pertumbuhan premi kita. Manulife Indonesia mencatatkan premi baru kotor naik 87% dari Rp1,3 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp2,4 triliun pada semester pertama 2011. Premi asuransi naik 51% dari Rp2,3 triliun pada akhir Juni 2010 menjadi Rp3,5 triliun pada akhir Juni 2011.
Total premi bisnis baru termasuk asuransi individu dan asuransi kesehatan berkumpul berdasarkan annual premium equivalent (APE) tumbuh 51% dari Rp329,6 miliar pada akhir Juni 2010 menjadi Rp497,7 miliar pada 2011. Untuk total APE Manulife Indonesia termasuk di dalamnya adalah reksa dana dan dana pensiun meningkat 16% dari Rp570 miliar pada akhir Juni 2010 menjadi Rp661,1 miliar pada Juni 2011. Jumlah agen bertumbuh 32% dari 5.214 agen pada kuartal kedua 2010 menjadi hampir 7.000 agen pada 30 Juni 2011.

Latinusa Tingkatkan Kapasitas Pabrik Jadi 160 Ribu Ton 

Senin, 03-10-2011 (14:22)

 

 

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berniat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 160.000 ton per tahun di awal 2012, dari saat ini kapasitas terpasang sebesar 130.000 per tahun. Rencana ini masuk dalam proyek revamping. Seperti dikutip dari bahan presentasi perseroan di Investor Summit, Senin siang ini, tujuan lain dari proyek revamping itu adalah meningkatkan efisiensi dan kualitas produk perseroan.
Anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) itu sudah menggelar proyek revamping dari triwulan I-2010. Saat ini, proyek tersebut sudah masuk dalam tahap konstruksi yang akan dilanjutkan dengan commissioning di Desember 2011. Peningkatan produksi dilakukan supaya perusahaan yang biasa disebut Latinusa itu bisa menggenjot pendapatannya. Seperti diketahui, hingga semester I tahun ini emiten berkode NIKL itu sudah alami penurunan pendapatan menjadi Rp 631,291 miliar, dari sebelumnya Rp 722,926 miliar di tahun lalu.
Perseroan juga tidak bisa melakukan efisiensi sehingga beban pokok penjualannya hanya turun tipis, dari Rp 590,349 miliar menjadi Rp 589,134 miliar di paruh pertama tahun ini. Kedua hal tersebut akhirnya menggerus laba bersih perseroan yang menjadi hanya Rp 3,332 miliar di periode enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan Rp 55,281 miliar di periode yang sama tahun lalu. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.14 waktu JATS, harga saham NIKL turun 15 poin (-5,88%) ke level Rp 240 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 72 kali dengan volume 1.098 lot senilai Rp 132,87 miliar

Kupon Obligasi Tahap I Pegadaian 7,5-9%

Senin 03-09-2011 (11:03)

 

 

Perum Pegadaian menetapkan kisaran kupon obligasinya berkelanjutan tahap pertamanya senilai Rp1 triliun ada di kisaran 7,5-9 persen. Dalam keterangan tertulis perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (3/10/2011), perseroan pun memperkecil jumlah emisi yang diterbitkannya menjadi hanya tiga seri dari rencana sebelumnya delapan persen. Seri A berjangka waktu tiga tahun sebesar Rp250 miliar dengan kupon 7,25 persen, seri B berjangka waktu lima tahun sebesar Rp250 miliar dengan kupon delapan persen, dan seri C berjangka waktu 10 tahun sebesar Rp500 miliar dengan kupon 10 persen. Tiga obligasi tersebut akan mulai berlaku pada 11 Januari 2012. Adapun obligasi ini telah mendapatkan peringkat idAA+ dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Penjamin pelaksana emisi efek obligasi ini adalah PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas. Sementara wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk. Tanggal efektif obligasi ini pada 30 September dan masa penawaran pada 4-6 Oktober, penjatahan pada 7 Oktober dan pencatatan di bursa pada 12 Oktober. Pegadaian akan menggunakan 30 persen dari dana hasil obligasi ini untuk modal kerja, yakni menyalurkan kredit kepada masyarakat. Sementara 70 persen sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan, utang perum tersebut di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), rencananya akan diturunkan hingga Rp300 miliar, di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diturunkan hingga Rp300 miliar dan PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp100 miliar.

Kimia Farma Bidik Pendapatan Rp 4 Triliun di 2012

Senin, 03-10-2011 (09:50)

 

 

Optimisme PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan bisnis farmasi makin meninggi, dengan meningkatnya belajna obat pemerintah, serta permintaan yang terus tumbuh. Perseroan optimis dapat mengantongi pendapatan Rp 4 triliun di 2012. Pendapatan akan dari lebih dari target kami Rp 3,5 triliun. Kita bisa mencapai Rp 3,6 triliun. Target di 2012 Rp 4 triliun, dan ini belum termasuk akuisisi PT Indofarma Tbk (INAF)," kata Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/10/2011). Hal ini pantas diusung mengingat belanja pemerintah pada sektor farmasi terus naik. Pada tahun ini saja anggaran Rp 600 miliar siap cair untuk pembelian beragam obat-obatan milik KAEF, dari periode sebelumnya hanya Rp 500 miliar. "Budget kesehatan pemerintah naik, maka kita naik. Kan penjualan kepada pemerintah naik. Pasar juga bertumbuh, otomatis pemain ikut (tumbuh).
Saat adanya terapi baru, memungkinkan perseroan mengembangkan priduk baru dan berkontribusi kepada penjualan. Pendapatan juga ditopang oleh produk kosmetik yang dihasilkan KAEF. Permintaan naik, income juga. Penduduk dan daerah tumbuh. Dengan kondisi ini, perseroan pun optimis dapat meraih laba Rp 220 miliar di 2012, atau naik signifikan dari target hingga akhir tahun ini Rp 160 miliar. Terkait rencana penerbitan saham baru (rights issue), Syamsul menambahkan, sampai saat ini perseroan masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah, melalui Kementerian BUMN. Dalam waktu dekat KAEF siap menyeleksi penjamin emisi atas penerbitan saham baru tersebut.

Bayan Perpanjang Kontrak US$ 1,2 Miliar

Jumat, 30-09-2011 (11:44)

 

 

 

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) perpanjang dua kontrak senilai total US$ 1,2 miliar. Kontrak tersebut dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Firman Ketaun Perkasa (FKP) dan PT Teguh Sinarabadi (TSA). Direktur Utama Bayan Chin Wai Fong mengatakan, keduanya telah menandatangani perubahan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Thies Contractors Indonesia, masing-masing pada 28 September 2011. "Perubahan perjanjian merupakan perubahan terhadap perjanjian jasa pertambangan yang ditandatangani FKP dan TSA dengan Thiess pada 9 dan 14 Oktober 2008," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/9/2011).
Perubahan perjanjian itu merupakan komitmen dari FKP dan TSA untuk meningkatkan produksi batubaranya. Perubahan perjanjian meliputi jangka waktu, penambahan jumlah produksi batubara, serta perluasan wilayah kerja yang dilakukan Thiess di tambang dua anak usaha perseroan itu.  Dengan adanya perpanjangan tersebut, maka nilai kontrak diantara ketiganya juga mengalami perubahan, yaitu sekitar US$ 400 juta untuk TSA dan US$ 800 juta untuk FKP.


IPO Solusi Tunas Pratama Rp3.400/Saham

Jumat, 30-09-2011 (10:24)

 

 

 

PT Solusi Tunas Pratama Tbk akhirnya menetapkan harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp3.400 per saham. Perseroan akan melepas sebanyak 100 juta saham biasa, yang telah mewakili sebanyak 16,7 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Demikian diungkapkan perseroan melalui prospektus ringkasnya di Jakarta, Jumat siang ini.  Sebelumnya, hasil penawaran awal (bookbuilding) PT Solusi Tunas Pratama Tbk berada di kisaran Rp3.200-Rp3.800 per saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar. Adapun penjamin emisi efek (underwriter) adalah PT Ciptadana.
Perseroan, juga menyetujui pelaksanaan program kepemilikan saham perseroan oleh manajemen dan karyawan (Management and Employee Stock Allocation/MESA), dengan mengalokasikan sebanyak lima presen dari total saham yang ditawarkan. Perusahaan yang bergerak dibidang usaha penunjang telekomuniasi yang meliputi penyediaan, pengelolaan, dan penyewaan menara akan melempar sahamnya kepada publik sekira 16,7 persen atau setara dengan 100 juta lembar saham. Rencana penggunaan dana yang akan diraih dari publik sebesar kurang lebih Rp300 miliar tersebut akan digunakan sebanyak 35 persen pengembangan investasi yang berkaitan dengan pembangunan menara. Lalu sebanyak 50 persen akan dialokasikan untuk investasi berupa akuisisi yang bertujuan untuk memperluas usaha perseroan. Serta sisanya sebesar 15 persen akan dikeluarkan untuk modal kerja.

Clipan Finance Resmi Tawarkan Obligasi Rp500 M

Jumat 30-09-2011 (09:38)

 

 

PT Clipan Finance Tbk (CFIN) menawarkan obligasi senilai Rp500 miliar. Obligasi ini dibagi dalam tiga seri. Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Jumat pagi ini, untuk seri A berjangka waktu 370 hari, seri B 24 bulan dan seri C 36 bulan. Peringkat obligasi ini idA+ dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Berperan sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT Indo Premier Securities dan PT Evergreen Capital. Sementara wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk.Dana dari hasil obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan konsumen sebesar 70 persen, sewa guna usaha sebesar 20 persen dan 10 persen sisanya untuk piutang. Masa penawaran awal obligasi Clipan Finance Indonesia III tahun 2011 dengan tingkat bunga tetap ini pada 4-14 Oktober, efektif pada 25 Oktober, penawaran umum pada 27-31 Oktober, penjatahan 1 November dan pencatatan di bursa pada 4 November.
Perseroan juga akan penambahan saham melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HEMTD) atau right issue. Perseroan menawarkan 1,17 miliar lembar saham saham dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan HMETD. Harga penawaran Rp400 per lembar saham. Di perkirakan akan memperoleh dana sekira Rp468,6 miliar dari hasil right issue ini Sebelumnya, perseroan berencana menawarkan Rp500 per lembar saham dalam rangka right issue PUT dengan HMETD, namun akhirnya turun menjadi Rp400 per lembar saham. Penurunan harga ini, semata agar saham yang ditawarkan dapat diserap pemegang saham lama. Untuk stanby buyer untuk mekanisme right issue tersebut, CFIN telah menunjuk PT Evergreen Capital. Nantinya, dana hasil right issue akan digunakan untuk pembiayaan. Saat ini, perseroan melakukan pembiyaan dalam bidang konsumer sebanyak 60 persen, sedangkan sebanyak 30-35 persen pembiyaan leasing, dan sisanya untuk pembiayaan leasing.

KFC Patok Kupon Obligasi 9,5%

Jumat 30-09-2011 (09:32)

 

 

Pemegang waralaba KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mematok kupon obligasi senilai Rp200 miliar di level 9,5 persen. Demikian disampaikan perseroan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/9/2011). Sebelumnya, kisaran kupon bunga obligasi ini ada di kisaran 9-9,8 persen. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, berjangka waktu lima tahun, dengan tingkat bunga tetap dan ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok, jatuh tempo adalah pada 6 Oktober 2016.
Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk ekspansi usaha di 2011. Sekira 68 persen akan digunakan untuk pendirian gerai-gerai baru, dan 24 pesen akan digunakan untuk melakukan renovasi atas gerai-gerai peseroan dan prospek usaha perseroan. Sedangkan sekira tujuh persen, akan digunakan untuk peluasa gudang-gudang produksi perseroan yang sudah ada, dan sebesar satu persen akan digunakan untuk pembangunan gudang-gudang baru.Selain itu, perseroan berencana menambah gerai baru sebanyak 20-25 gerai, di mana hingga saat ini perseoan baru membangun lima gerai baru. Dalam rangka penerbitan obligasi ini perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan efek utang jangka panjang (obligasi) dengan rating idAA (double A) dari Pefindo..

Reksa Dana Syariah Belum Banyak Dilirik      

Kamis, 29-09-2011 (16:16)

 

Jenis reksa dana syariah masih mencatat dana kelolaan terkecil dibanding instrumen investasi lain. Hingga Agustus, AUM reksa dana syariah mencapai Rp 3,701 triliun. Angka ini turun (year to date) dari posisi akhir Desember 2010, Rp 3,763 triliun. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (29/9/2011). Karena kurangnya sosialisasi atau edukasi ke masyarakat. Khususnya bagi mereka yang buta akan dunia investasi. Satu faktor yang juga jadi penyebab minumnya AUM reksa dana syariah adalah kurangnya unit penyertaan (underlying). Faktor terbesar, supply-nya kurang. Tidak banyak, tapi dalam satu bulan sukuk akan keluar lagi. Mungkin itu bisa jadi trigger baru untuk masuk sektor syariah. Kemudian masalah sosialisasi, edukasi.  Berdasarkan catatan, jenis reksa dana ini sangat minim. Jauh dibandingkan dana kelolaan reksa dana saham yang mencapai Rp 58,28 triliun. Investasi dengan unit penyertaan saham ini telah meningkat 27,62% (YTD), dari posisi akhir 2010 Rp 45,66 triliun.
Reksa dana campuran memiliki AUM Rp 32,94 triliun hingga Agustus 2011. Dana kelolaan reksa dana ini tumbuh 49,82% dari posisi akhir 2010, Rp 21,98 triliun. Selanjutnya, reksa dana saham tercatat mencapai Rp 58,28 triliun per Agustus, naik 27,62% dari akhir tahun lalu, Rp 45,66 triliun. Jenis reksa dana lain, pendapatan tetap mencatat kenaikan 28,23% (YTD) menjadi Rp 34,97 triliun. Untuk reksa dana pasar uang hingga Agustus mencatat dana kelolaan Rp 8,045 triliun, naik (YTD) 4,19% darisebelumnya Rp 7,72 triliun. Terakhir reksa dana terproteksi yang mencapai Rp 42,236 triliun. Untuk ETF-Equity fund mencapai Rp 27,25 miliar hingga Agustus. Sedangkan investasi EFT-Fixed Income Fund mencapai Rp 436,63 miliar.

Bukit Asam Incar Laba Rp 3 Triliun      

Kamis, 29-09-2011 (13:45)

 

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) targetkan laba perusahaan tembus Rp 3 triliun pada tahun ini. Sementara itu, pendapatan perusahaan tambang tersebut berada pada kisaran Rp 11 triliun. Demikian disampaikan Dirut PTBA Sukrisno saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (29/9/2011). "Kalau saya lihat target profit, kepala 3 itu Insya Allah tercapai Rp 3 triliun. Itu berdasarkan perkembangan sampai Agustus. Dari hitung-hitungan saya. Kedua, revenue Rp 10-11 triliun, dari perkembangan Agustus, bisa tercapai," ujarnya. Menurut Sukrisno, pencapaian tersebut karena ditentukan 3 hal yaitu produksi meningkat, penjualan meningkat, dan pengangkutan kereta api yang meningkat. Untuk produksi batu bara, dia menyampaikan bisa mencapai melebihi 14 juta ton.
Produksi bisa lebih dari target 7-10 persen dari volume, 14 koma sekian. Jadi melebihi target yang kita rencanakan pada awal tahun," ungkapnya.Untuk proyek pembangunan jalur kereta api, Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Sukrisno mengharapkan pada Oktober mendatang sudah dilakukan penandatangan antara pihaknya dengan 4 bank China untuk pendanaannya. "Total proyeknya kan US$ 1,8 miliar nanti kan tinggal kemampuan, mereka gak masalah, PTBA juga gak masalah. BATR pendanaannya dari China, kan besar, ada 4 bank dan kita sudah komit, Oktober mudah-mudahan sudah signing, sekarang kan lagi begini (krisis). Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 13.42 waktu JATS, harga saham PTBA naik 150 poin (+0,93%) ke level Rp 16.250 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 351 kali dengan volume 1.172 lot senilai Rp 9,463 miliar.

BEI: 2 Bulan, Asing Lepas Rp14 T

Kamis, 29-09-2011 (12:22)

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan dalam dua bulan terakhir, investor asing melakukan aksi jual atau nett sell sebesar Rp14 triliun. Direktur Utama PT BEI Ito Warsito menuturkan, dalam dua bulan terakhir (Agustus dan September), asing sudah melakukan net sell sebanyak Rp14 triliun. Dana tersebut, kata dia, telah kembali berkat invesor Indonesia.  "Kondisi seperti ini sekilas terlihat sama seperti 2008. Namun yang membedakan, pada waktu itu investor domestik belum matang dan mudah panik. Jadi ikut-ikutan jual dan dalam dua hari terakhir kepercayaan asing sudah kembali. Asing pun terpantu kembali melakukan aksi beli atau net buy. ," disampaikan  Ito dalam acara Peresmian dan Diskusi Panel Semua Bisa Jadi Investor, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2011).
Pertumbuhan agregat emiten Indonesia saat ini sudah mencapai 30 persen, di mana secara full year 2010 pertumbuhan agregat emiten mencapai 40 persen. Artinyapertumbuhan agregat emiten hingga akhir 2011 bisa melebihi 2010.Indonesia tidak akan ditinggalkan oleh investor asing, karena jika dilihat dari segi fundamental ekonomi masih masuk dalam kategori stabil. Investor asing perlu diberi insentif agar asing tidak jera kembali berinvestasi di Indonesia. perlu diberi fasilitas seperti ketika mereka akan keluar dari Indonesia, mereka pasti akan butuh dolar Amerika Serikat, maka ketersediaan dolar AS di pasar uang kita harus terpenuhi, agar mereka tidak susah untuk mencari dolar AS

Bakrie Sumatera Bayar Utang Rp 5 Miliar Pakai Saham     

Kamis, 29-09-2011 (11:28)

 

PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) berniat membayar sebagian utangnya ke Credit Suisse LLC dari Amerika Serikat (AS) dengan menyerahkan sebagian kepemilikan sahamnya. Saham yang akan diserahkan sebanyak 6,1 juta lembar. Menurut, Direktur UNSP Harry M Nadir, utang perseroan kepada Credit Suisse sebanyak US$ 600 ribu atau sekitar Rp 5,1 miliar jika memakai kurs Rp 8.500 per dolar AS.
Harga saham yang akan dipindahtangankan tersebut sebesar Rp 347,023 per lembar. Dengan demikian, total nilai sahamnya mencapai Rp 2,116 miliar. Saham-saham tersebut sebelumnya beredar di publik, sebelum akhirnya dibeli kembali (buyback) oleh perseroan di 2008 lalu di harga Rp 327,2934 per lembar. Pembayaran utang dengan saham ini akan dilakukan kelompok usaha Grup Bakrie ini 14 hari terhitung sejak Rabu 28 September 2011 kemarin. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.20 waktu JATS, harga saham UNSP turun 5 poin (-1,72%) ke level Rp 285 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 408 kali dengan volume 44.522 lot senilai Rp 6,418 miliar.

BNI Suntik Dana ke Rp275 M ke AFI 

Kamis, 29-09-2011 (09:58)

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk memberikan kredit sebesar Rp275 miliar ke PT Andalan Finance Indonesia (AFI). Dukungan dan kepercayaan dari perbankan nasional sangat berperan karena sebagian beaar kebutuhan pendanaan usaha kami berasal dari pinjaman bank," ucap Presiden Direktur AFI Bungai Ongo di Jakarta, Kamis hari ini. Sampai akhir tahun ini, lanjutnya, di samping fasilitas pendanaan total sebesar Rp275 miliar dari BNI, AFI merencanakan adanya komitmen perbankan lainnya sebesar hampir Rp1 triliun. Dengan fasilitas yang sudah tersedia, kami yakin komitmen pendanaan untuk memenuhi kebutuhan usaha kami di 2012 akan dapat kami capai di pengujung tahun ini.
Head of Business Banking BNI Wilayah Semarang Siwi Peni mengatakan, kerjasama awal ini dapat ditingkatkan untuk kerjasama yang lainnya. Ini adalah starting awalnya. Ke depan kita perluas kerjasamanya yang bisa menguntngkan kedua belah pihak, seperti cash management dan supply chain. BNI memberikan bunga yang sesuai dengan pasar. Bunga kita perlakukan sesuai dengan pasar. Tapi, untuk Nascomo Group ini kita berikan bunga spesial melihat dari ukuran perusahaan ini yang cukup besar.

Manulife Luncurkan Produk Baru Syariah Awal 2012     

Kamis, 29-09-2011 (07:36)

 

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia berencana meluncurkan produk baru syariah awal 2012. Hal ini disampaikan Vice President Director & Chief Operating Officer Manulife Indonesia Nelly Husnayati usai acara 'Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan' dengan tema 'Inspiring Shariah, Mantap di Jalur Shariah' di Jakarta, kamis pagi ini. "Rencana produk baru awal tahun depan," ujarnya tanpa bersedia menyebutkan produk jenis apa yang bakal diluncurkan tersebut. "Ini kan baru digodok," tambahnya.Di tempat yang sama Direktur Unit Syariah Manulife, Yetty Rochyatini menyampaikan per Agustus 2010 Manulife sudah berhasil meraup premi sebesar Rp10 miliar dari unit syariah ini dari target 2011 sebesar Rp25 miliar. Premi ini mengalami kenaikan sekitar 130% dibanding periode yang sama 2010. Sementara dana kelolaan syariah per Agustus 2011 mencapai Rp866 miliar. "Kontribusi syariah ini mencapai 3 persen dari bisnis total agency di Manulife.
Menambahkan untuk tahun depan perusahaan menargetkan pertumbuhan premi di atas 50% untuk unit syariah ini. Sementara Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis Arya Damar berharap nasabah syariah ini harus bisa dilayani seperti nasabah konvensional. Dia mencontohkan pemakaian kartu-kartu syariah yang jarang digunakan di toko-toko dan pusat perbelanjaan. Ini menyebabkan industri syariah menjadi kalah bersaing dengan yang konvensional.

Adaro Tambah Saham di Bhakti Energy Hingga 10,22% 

Rabu, 28-09-2011 (16:26)

 

 

 

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berniat menambah kepemilikannya di PT Bhakti Energy Persada (BEP) dari saat ini 10,22%. Rencana ini akan dilaksanakan sebelum tutup tahun 2011. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin, usai Halal bi Halal AEI, di MidPlaza Jakarta, Kamis (28/9/2011). Sampai dengan saat ini, perseroan memiliki dana kas US$ 608 juta. Ini masih ditambah dari fasilitas pinjaman baru US$ 750 juta, dan sisa fasilitas US$ 460 juta. Praktis pengeluaran besar perseroan baru dilakukan pada saat mengakuisisi PT Mustika Indah Permai (MIP) senilai US$ 222,5 juta.
Bhakti Energi memang telah perseroan jajaki sejak tahun 2010. Informasi yang persoan dapat tambang BEP memiliki dua konsesi tambang di Kalimantan Timur. Yaitu, Blok I Bulungan dengan cadangan batu bara 110 juta ton. Satu lagi Kutai Timur dengan cadangan 5,6 miliar ton. Bulungan telah memproduksi sejak 2010, dan dengan perkiraan produksi 2011 mencapai 2 juta ton.
Masih ada rencana akuisisi dua tambang lain yang siap perseroan lakukan. Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir, waktu itu menyatakan sedang mengincar tambang baru di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan serta Sumatra Selatan.Tambang yang perseroan incar terlebih dahulu harus memenuhi kriteria cadangan terbukti minimal 100 juta ton batu bara, dengan tingkat kalori sedang atau 5.000 kilo kalori. Atas pertumbuhan an-organik ini produksi batubara Adaro diharapkan akan meningkat menjadi 48 juta ton.

Bank Mandiri Pasang ATM di 7-Eleven

Rabu, 28-09-2011 (15:58)

 

 

 

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bekerja sama dengan PT Modern Putra Indonesia, pengelola ritel modern 7-Eleven untuk menempatkan ATM-nya di setiap gerainya. Selain memasang ATM, Bank Mandiri juga akan memasang electronic data capture (EDC). Bank pelat merah ini juga akan mengelola transaksi keuangan 7-Eleven dengan layanan cash management, mandiri virtual account dan mandiri cash pick-up service untuk meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri Sunarso menyatakan pihaknya akan terus memperkuat jaringan elektronik untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi keuangan
"Penguatan jaringan ini juga mendorong pertumbuhan transaksi nasabah melalui jaringan elektronik Bank Mandiri,"ungkap Sunarso di kantornya, Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (28/9/2011). Sunarso otimistis, kerja sama ini dapat mendukung peningkatan transaksi elektronik Bank Mandiri tahun ini, mengingat rata-rata jumlah transaksi di setiap outlet 7-Eleven yang mencapai 1.000 transaksi per hari.
Permintaan makanan dan minuman juga akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik yang menguat. Omzet industri ritel, juga diperkirakan akan naik 15 persen tahun ini.Sebagai informasi, jaringan elektronik Bank Mandiri telah dilengkapi 8.960 ATM, yang tersambung lebih daru 21 ribu jaringan ATM Link dan 30 ribu ATM bersama dan 68.034 unit electronic data capture. Upaya ini dapat meningkatkan transaksi jaringan elektronik hingga 24,85 juta transaksi (Agustus) atau naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu

Trimegah Bidik Rp 300 Miliar dari Dua Reksa Dana Baru

Rabu, 28-09-2011 (14:21)

 

 

 

PT Trimegah Asset Management kembali meluncurkan dua reksa dana baru berjenis pendapatan tetap, yakni TRAM Regular Income dan TRAM Strategic Plus. Keduanya ditargetkan meraup dana kelolaan masing-masing Rp 150 miliar hingga akhir 2011. Direktur Utama Trimegah Asset Management Denny R. Thaher, menjelaskan, dana TRAM Regular Income akan diinvestasikan pada obligasi pemerintah serta korporasi unggulan yang memberikan tingkat keamanan tinggi dan imbal hasil kompetitif. TRAM Regular Income dijanjikan memberi gain secara reguler tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan manajer investasi.
Investor baru yang memiliki profil konservatif hingga moderat dan ingin mengoptimalkan return investasinya melalui re-investasi gain sangat cocok berinvestasi di produk ini. Investasi TRAM Strategic Plus terbagi pada surat utang pemerintah (dominan), kemudian obligasi korporasi sektoral dengan return yang baik. Sisanya 5%-15% akan ditempatkan pada instrumen saham, atau dapat juga di instrumen pasar uang dengan maksimal porsi 20%. TRAM Strategic Plus sesuai untuk investor yang memiliki profil yang moderat hingga agresif.
Pertumbuhan Ekonomi Jatim 7,1%, Trimegah Securities Buka Cabang di Surabaya. PT Trimegah Securities, bersama TRAM melihat potensi investasi di sektor saham untuk wilayah Jawa Timur. Dengan pertumbuhan yang mencapai 7,1%, atau lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata nasional, menjadi keyakinan bagi keduanya untuk membuka cabang disana. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang selalu lebih tinggi, telah meningkatkan jumlah masyarakat kelas menengah. Segmen masyarakat ini semakin sadar akan pentingnya berinvestasi di pasar modal sehingga kebutuhan akan berbagai produk investasi terus meningkat.  
Pada semester I ini, ekonomi Jawa Timur tumbuh 7,1%. Selain itu, Jawa Timur merupakan provinsi dengan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Umum terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Per Juli 2011, DPK JawaTimur mencapai Rp 228,1 triliun atau sekitar 9,2% dari total DPK nasional sebesar Rp2.464,1 triliun.

BRI Kucurkan Kredit Rp 300 Triliun, Incar Pertumbuhan 23% 

Rabu, 28-09-2011 (12:42)

 

 

 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah mengucurkan kredit hingga Rp 300 triliun per September 2011. Untuk tahun 2012, BRI menargetkan pertumbuhan kredit hingga 23%. Angka 2012, ekspansi lihat ekonomi seperti apa, dan pendanaan kita. Itu kita tetap pasang 20-23%. Angka moderat di situ, dijelaskan Sekretaris Perusahan BRI Muhamad Ali kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Gedung BRI, Sudirman, Jakarta, Rabu (28/9/2011).
BRI saat ini masih memperbaiki kualitas aset, terutama di sektor ritel dan menengah yang memiliki tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) lebih tinggi. Melihat modal juga, serta untuk ritel dan menengah mau memperbaiki portofolionya, NPL cukup tinggi dbanding segmen mikro dan korporasi. Jadi perlambatan di situ, fokus perbaiki lebih dahulu. BRI tetap fokus di segmen mikro dengan portofolio dari total kredit mencapai 32% per semester satu 2011. Di tahun 2012, BRI tetap mematok target tinggi untuk pertumbuhan di segmen tersebut, mencapai 30%."2012, untuk mikro kita tetap pasang target 30%, pertumbuhannya. Tahun ini tetap, sudah tumbuh sekitar 30%. Itu karena kita fokus di mikro, unit kerja banyak di mikro.
Dari sisi permodalan, lanjutnya, dengan target pertumbuhan moderat di tahun 2012, sebesar 20-23%, menurutnya tidak akan menggerus rasio kecukupan modal (CAR) cukup dalam sehingga perlu untuk mempertebal dengan penerbitan obligasi subordinasi (subdebt). kondisi di lapangan kredit tumbuh lebih dari 20-23%, kalau masih seperti itu belum akan subdebt Hingga akhir semester satu 2011, portofolio kredit BRI mencapai Rp 265,82 triliun, naik Rp 39,58 triliun atau 17,49% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 226,24 triliun. Saat ini kredit tumbuh sekitar Rp 200-Rp 300 triliun dan valas hanya tumbuh 7% dari total pinjaman Per-September 2011.

Naik 8 Kali Lipat, Laba Barito Pacific Capai Rp 226 Miliar    

Rabu, 28-09-2011 (09:55)

 

 

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menghasilkan laba Rp 226,4 miliar hingga semester I-2011, atau meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Prestasi ini tidak lepas dari total pendapatan perseroan hingga Juni 2011 yang mencapai Rp 10 triliun. Pendapatan naik 13,9% dari periode yang sama tahun lalu Rp 8,8 triliun. Laba sebelum pajak juga naik 87,9% menjadi Rp 353,8 miliar, dari semester I-2010, Rp 188,3 miliar. Dimana posisi kas dan setara kas BRPT hingga akhir Juni mencapai Rp 1,29 triliun.
Menurut Senior Vice President Investor Relations BRPT Agustino Sudjono, kontribusi bisnis petrokimia masih mendominasi sumbangan pendapatan ke BRPT, sebesar 99,5%. Sedangkan lainnya berasal dari bisnis perkebunan, kehutanan dan properti.Ia menjelaskan, kinerja ini memberi kepercayaan diri bisnis perseroan akan tetap solid di masa mendatang. Sementara, atas penjualan saham sebagian saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) kepada SCG Chemicals Co., Ltd., memberi keleluasaan untuk mempercepat realisasi rencana ekspansi dalam rangka peningkatan kinerja perseroan di masa depan.

Akuisisi Anak Usaha MIRA Terkendala

Rabu 28-09-2011 (09:52)

 

 

 

Rencana Tuscany Investment mengakuisisi 93,35 persen Sabre System International, anak usaha PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), masih terkendala. Kesepakatan awal jual beli tersebut kemungkinan tidak akan terlaksana seiring dengan masih adanya saham Sabre yang dijaminkan MIRA kepada kreditor. Saat ini, Tuscany baru bisa mengambil alih sebanyak 63 persen Sabre.  Penyelesaiannya akan sangat tergantung pada kemampuan MIRA untuk menebus saham yang dijaminkan tersebut. Kami berharap, MIRA bisa membebaskan paling lambat Desember 2011,” ujar Direktur Tuscany Investment Group Ltd Ery Yunasri di Jakarta, kemarin. Menurut dia, jika MIRA belum bisa menyelesaikan masalahnya hingga batas waktu ditentukan, maka total transaksi yang dilakukan hanya sebesar 63 persen. Namun mengenai nilainya, Ery tidak menyebutkan. Tuscany berkomitmen penuh terhadap penyelesaian transaksi tersebut. Termasuk melakukan tender offer atas sisa saham PT Apexindo Pratama Duta yang merupakan anak usaha Sabre System. Apexindo yang sebelumnya merupakan perusahaan tercatat masih menyisakan saham publik sebesar 0,28 persen.  Nantinya, Sabre harus membeli sisa saham publik yang ada tersebut. Terkait tender offer, hal itu akan ditentukan kemudian. “Harga tender akan ditentukan sesuai dengan hasil laporan penilai independen. Saat ini sebagai  Sekretaris Perusahaan MIRA Imaculata Tri Marianti mengakui, masih adanya saham Sabre System di kreditor membuat finalisasi akuisisi tersebut mengalami kendala. Saham yang digadaikan tersebut, terutama untuk jaminan atas utang sebesar USD18,25 juta kepada Ancora Investmen.
Di sisi lain, Tuscany juga akan menyelesaikan kewajiban Sabre kepada kreditornya. Manajemen Tuscany, menurut Ery, akan berbicara dengan kreditor untuk penyelesaian utang tersebut. Tuscany berharap bisa melakukan restrukturisasi atas utang Sabre System kepada kreditor yang mencapai USD850 juta. Pada pilihan lain Tuscany juga akan menawarkan adanya konversi utang menjadi saham. “Itu juga bisa dilakukan, tergantung kesepakatan dengan kreditor nantinya,” tambahnya.  Setelah proses selesai, Tuscany akan meningkatkan kinerja SSI dengan berkonsentrasi pada sektor pertambangan. Sementara untuk Apexindo, perseroan tengah mengkaji kemungkinan adanya relisting (pencatatan kembali) saham Apexindo di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mandiri Sekuritas Luncurkan Online Trading

Selasa, 27-09-2011 (16:07)

 

 

 

PT Mandiri Sekuritas meluncurkan layanan online trading. Sampai dengan akhir tahun, Mansek menargetkan dapat merengkuh 10.000 nasabah baru, dengan volume transaksi harian Rp 15-20 miliar per hari. Menurut Head of Online Trading Mandiri Sekuritas, Ridwan Pranata, peluncuran online trading ini menjadi lanjutan dari platform online berbasis web yang telah perseroan luncurkan di Oktober tahun lalu. Kami memiliki unggulan, dengan brand besar Mandiri yang dimiliki. Dengan membuka online trading, yang hanya Rp 5 juta, akan langsung dibukakan Mandiri Tabungan Bisnis nvestasi,yang disebutkan di Pasific Place, SCBD Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Peluncuran online trading ini sekaligus akan memperkuat basis investor ritel perseroan. Dalam meningkatkan jumlah nasabah baru, Mansek akan menjalin aliansi pada produk Mandiri Prioritas milik Bank Mandiri. Program kemitraan, kita akan lakukan di Mandiri Prioritas. Kami sudah membuka di empat cabang, dua di Jakarta, dan di Medan dan Palembang. Akhir tahun akan tambah di 11 cabang. Strategi jangka panjang yang perseroan siapkan, selain perkuat investor ritel juga mencoba meraih pasar baru di tingkat regional. Sasaran utama adalah Singapura. Kami akan masuk secara bertahap di regional. Jajaki dengan membidik institusi dulu. Jadi grand lauching untuk perkuat ritel, dan go regional untuk institusi Dengan masuknya perseroan ke Singapura, membuka peluang lebih besar akan perusahaan berbadan hukum di Singapura, untuk mencatatkan sahamnya di Indonesia, dalam kaitannya dengan dual listing.

Down Payment Diatur, Penjualan Mobil Bisa Turun 50%

Selasa, 27-09-2011 (15:47)

 

 

 

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) merasa keberatan apabila kebijakan penetapkan batas minimum down payment atau uang muka kendaraan bermotor ditetapkan. Ketua APPI Wiwie Kurnia mengatakan, uang muka sebesar 10 persen sudah dirasakan ideal. Sebab, jika di atas itu akan memberatkan perusahaan pembiayaan. "Kita tidak mengharapkan itu diatur. Kita punya stress management sendiri. Kita sudah lewati krisis. NPL 1,3 persen rekor lima tahun terakhir," ungkapnya di sela-sela Halal Bihalal APPI "Economic Outlook 2012", di Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Konsumen yang mengajukan pembiayaan memiliki rekam jejak yang aman, maka pembiayaan pun bisa berjalan lancar dan nonperforming loan (NPL) industri pembiayaan pun bisa diredam.contoh, pada masa krisis keuangan 2008, rata-rata NPL sebesar 2,7 persen. Angka ini terus menurun dan per Juli 2011 NPL tercatat sebesar 1,3 persen. Selain itu, kata dia, apabila DP diatur minimum 30 persen maka penjualan akan terhambat. Penjualan mobil, misalnya bisa turun sampai dengan 50 persen.

Saranacentral Akan Lepas 30% Saham ke Publik   

Selasa 27-09-2011 (12:11)

 

 

PT Saranacentral Bajatama akan melepas 30% saham ke publik menjelang akhir tahun 2011. Hal itu disampaikan Direktur PT Makinta Securities Harry Kurniawan, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/9). "PT Saranacentral Bajatama akan melepas maksimum 30% saham ke publik pada semester kedua 2011," ujar Harry. Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan akan memakai laporan keuangan Juni 2011 untuk melakukan penawaran saham perdana. Perseroan menargetkan dapat meraih dana sebesar Rp120 miliar-Rp150 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana. Dana penawaran saham perdana tersebut untuk ekspansi perusahaan seperti membangun pabrik. PT Makinta Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.  Dokumen penawaran saham perdana masuk ke Bapepam-LK pada Oktober 2011. Seperti diketahui, PT Saranacentral Bajatama didirikan pada 1996 dan termasuk grup SaranaSteel yang bergerak di bidang industri baja. Terkait penawaran saham perdana pada 2011,Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan, di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuaktif belum ada calon emiten yang menunda pelaksanaan penawaran saham perdana. Pihaknya pun optimis sekitar 25 emiten dapat melakukan penawaran umum saham perdana pada 2011. Hingga kini sekitar 15 emiten telah mencatatkan saham perdana di BEI.

 

 

BRI Syariah Targetkan Pembiayaan Mikro Capai Rp3 T   

Selasa 27-09-2011 (11:51)

 

 

PT Bank BRISyariah menargetkan jika anggaran pembiayaan sektor mikro tahun depan bisa meningkat sekira Rp2,5 triliun-Rp3 triliun. Posisi terakhir untuk pembiayaan sektor mikro Rp1 triliun, tahun ini Rp1,2 triliun, dan 2012 ingin tumbuh dua kali lipat, anggarannya Rp2,5 triliun-Rp3 triliun, yang disebutkan Chief of Retail Banking BRISyariah, Khairullah dalam sambutannya di Kantornya Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Pada pembiyaan sektor makro, saat ini terdapat 155 tim mikro yang tersebar di seluruh Indonesia di antaranya Banda Aceh, Mataram, dan Makassar. Diakuinya, tim tersebut bisa terus bertambah di tahun depan, karena hal tersebut merupakan salah satu komitmen BRIS untuk menjadi bank ritel yang modern. Diharapkan 2012 tim tersebut bertambah 150, sehingga diakhir tahun punya 300 tim. Ini komitmen untuk mewujudkan bank ritel modern.
Sebagai informasi, BRIS saat ini mempunyai 102 cabang, dengan jumlah karyawan lebih dari 4.500 orang. Sementara jumlah aset tercatat meningkat menjadi Rp9 triliun saat ini, dibanding 1 Januari 2009 yang sebesar Rp1 triliun

Astra Bagi Dividen Rp2,42 Triliun

Selasa 27-09-2011 (09:43)

 

 

PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen interim 2011 sebesar Rp600 per saham atau total Rp2,42 triliun. Hal itu disampaikan manajemen ASII dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/9) malam. Adapun tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 31 Oktober 2011 dan pembayaran dividen interim pada 14 November 2011. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp48,43 triliun. Sebelumnya perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,59 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp6,44 triliun. Pendapatan perseroan naik 24% dari Rp61,51 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp76,26 triliun


Panin Financial Tawarkan Saham Rights Issue Rp125

Selasa 27-09-2011 (09:41)

 

 

 

PT Panin Financial Tbk menawarkan harga rights issue sebesar Rp125 per saham. Dalam prosektusnya yang diterbitkan Selasa (27/9) disampaikan perseroan akan melakukan penawaran umum terbatas VII sebanyak 3,99 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp125. Dengan harga saham yang ditawarkan Rp225, perseroan diperkirakan akan meraup dana sebesar Rp499,25 miliar dari hasil penjualan saham rights issue ini.
Menerbitkan saham baru, perseroan juga akan menerbitkan waran seri V sebanyak 3,99 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp130 per waran yang menyertai saham baru.
Dengan demikian, perseroan akan meraup total dana sebesar Rp998,5 miliar dari penjualan saham dan waran baru tersebut. Adapun dana hasil rights issue tersebut rencananya akan digunakan perseroan 60% untuk investasi pada saham PT Panin Bank Tbk yang dimiliki Panin Life dan 40% untuk menambah penyertaan saham di PT Panin Life. Sedang untuk menjualan waran, dananya 20% akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan sisanya untuk menambah penyertaan saham di Panin Life.


Fast Food Tetapkan Kupon Bunga Obligasi 9,5%

Senin, 26-09-2011 (15:54)

 

 

Kupon bunga obligasi PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) I tahun 2011 senilai Rp200 miliar ditetapkan di kisaran 9,5%. Hal itu disampaikan Direktur PT OSK Nusadana Securities Mardy Sutanto, lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Senin (26/9)."Kupon bunga telah ditetapkan di bawah kisaran batas atas yaitu di 9,5%.
kupon bunga obligasi 9,5% tersebut menarik untuk emiten dan investor di tengah situasi pasar modal dan yield sangat tak menentu. Permintaan obligasi PT Fast Food Tbk didominasi oleh investor institusi baik dalam dan luar negeri khususnya Malaysia.  Seperti diketahui, PT Fast Food Indonesia Tbk menawarkan kupon bunga obligasi I tahun 2011 dengan tingkat bunga tetap senilai Rp200 miliar berjangka waktu lima tahun. Sebelumnya kupon bunga obligasi yang ditawarkan sebesar 9%-9,8%. Pembayaran bunga obligasi PT Fast Food Tbk akan dilakukan setiap tiga bulan di mana pembayaran bunga pertama dilaksanakan pada 6 Januari 2012 dan pembayaran bunga terakhir pada 6 Oktober 2016.
Dana penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pendirian gerai baru sebesar Rp136 miliar, renovasi gerai baru sebesar Rp48 miliar, perluasan gedung produksi sebesar Rp14 miliar, dan pembangunan gudang-gudang baru sebesar Rp2 miliar.

Charoen Kucurkan Rp2,5 T untuk Ekspansi Usaha

Senin, 26-09-2011 (13:55)

 

 

PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN) anggarkan Rp2,5 triliun untuk ekpansi usaha pada tahun ini hingga akhir 2012. Tambahnya, dana ekspansi sebanyak Rp1 triliun digunakan guna membangun pabrik pakan ternak di daerah Cirebon, Jawa Barat, Bali, dan wilayah Lampung. "Untuk Cirebon sudah ada lahan sementara untuk Bali, kita masih mencari lahan," jelas Presiden Direktur CPIN, T Thomas Effendy, di Jakarta, Senin (26/9/2011). Selain itu, sebesar Rp1 triliun digunakan perseroan untuk pengembangan anak usia sehari (Day-Old-Chick/DOC). Sementara, sebanyak Rp500 miliar digunakan perseroan pengembangan food processing (pabrik makanan olahan ayam) di Medan dan Pasuruan. Adapun sumber dana untuk ekspansi tersebut adalah berasal dari pinjaman dan kas dana internal.
Adapun 13 bank yang menandatangani persetujuan fasilitas. Pinjaman sindikasi tersebut adalah Citi Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), DBS Bank Ltd/PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Mizuho Indonesia, PT ANZ Panin Bank, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Commonwealth, Chang Hwa Commercial Bank Ltd cabang Singapura, Mega International Commercial Bank Co Ltd cabang offshore banking, dan Chatay United Bank cabang Labuan. Seperti diketahui, CPIN memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi senilai setara USD250 juta dari 13 gabungan bank, di mana Citi Indonesia merupakan coordinating bank dari fasilitas pinjaman tersebut. Fasilitas pinjaman senilai USD250 juta tersebut, adalah unsecured basis alias tidak ada aset perusahaan yang dijaminkan dan terdiri atas dua fasilitas. Fasilitas pertama adalah amortizig term loan facility senilai USD100 juta. Ini terealisir dalam mata uang gabungan rupiah Indonesia dan dolar Amerika Serikat (AS) dengan jangka waktu pengembalian lima tahun. Fasilitas kedua adalah revolving credit facility senilai USD150 juta, dalam mata uang gabungan rupiah Indonesia dan dolar AS dengan jangka waktu pengembalian tiga tahun dan mempunyai dua tahun opsi perpanjangan dengan diskresi dari kreditur.

BWPT Bagi Dividen Rp36,33 M

Senin, 26-09-2011 (11:38)

 

 

 

Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT BW Plantation Tbk (BWPT), akan membagikan dividen tunai final tahun buku 2010 sebesar Rp36,333 miliar atau setara Rp9 per lembar saham.Demikian diungkapkan perseroan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/9/2011).
Para pemegang saham dalam bentuk warkat, perseroan akan mengirimkan langsung ke alamat pemegang saham. Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya berada pada penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), maka pembayaran dan pendistribusiannya akan dilakukan oleh KSEI. Sementara, bagi pemegang saham yang merupakan Wajib Pajak (WP) dalam negeri, namun tidak mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dividen yang dibayarkan kepada Badan Hukum Indonesia akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 30 persen.Sekedar informasi, berikut adalah jadwal pembagian dividen tunai. Cum Dividen pasar reguler dan negosiasi, pada 13 Oktober, ex dividen pasar reguler dan negosiasi, pada 14 Oktober. Cum dividen pasar tunai, pada 18 Oktober dan ex dividen pasar tunai  pada 19 Oktober. Selain itu, recording date yang berhak atas dividen akan dibayarkan pada 18 Oktober 2011, dan pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 1 November 2011

13 Bank Kasih Utang Baru US$ 250 Juta ke Charoen Pokphand

Senin, 26-09-2011 (11:10)

 

 

 

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), perusahaan pengolah makanan dengan merek dagang Fiesta mendapat fasilitas pinjaman baru US$ 250 juta dari sindikasi perbankan. Pinjaman ini untuk menutup utang perseroan di 2007. Menurut Presiden Direktur CPIN T. Thomas Effendy, utang US$ 250 juta selain untuk refinancing, juga sebagai belanja modal dan kebutuhan modal kerja. Adapun 13 bank yang terlibat dalam fasilitas pinjaman adalah Citi Indonesia (selaku koordinator), PT Bank Central Asia Tbk, DBS Bank Ltd, PT Bank Mandiri Tbk, Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Mizuho Indonesia, PT ANZ Panin Bank, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Commonwealth, Chang Hwa Commmercial Bank Ltd, Mega International Commercial Bank Co Ltd, dan Cathay United Bank.
Dalam pinjaman kali ini, Citi bertindak sebagai koordinator pinjaman. Kemudian BCA, DBS, serta Bank Mandiri sebagai joint Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners. Status dari fasilitas pinjaman ini adalah tanpa penjaminan aset perseroan atau unsecured basis. Pinjaman terdiri dari amortizing term loan facility senilai US$ 100 juta dalam mata uang rupiah dan dolar AS. Amortizing term loan facility memiliki jangka waktu lima tahun. Kemudian sisanya, merupakan revolving credit facility US$ 150 juta. Tingkat pengembalian tiga tahun, dan atau opsi dua tahun perpanjangan dengan diskresi dari kreditur. CPIN memutuskan untuk memperbesar jumalah fasilitas dari jumlah awal setara US$ 200 juta menjadi US$ 250 juta.

Matahari Department Store Raup Laba Rp 258 Miliar, Naik 99% 

Senin, 26-09-2011 (10:22)

 

 

PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) cetak peningkatan laba 99,07% menjadi Rp 258,98 miliar di semester I-2011, dibandingkan pendapatan tahun lalu pada periode yang sama Rp 130,092 miliar. Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan, Senin (26/9/2011), perseroan juga mencatat pendapatan naik dari Rp 1,647 miliar di semester pertama tahun lalu menjadi Rp 1,856 triliun di tahun ini.Beban pokok pendapatan perseroan juga ikut naik menjadi Rp 633,038 miliar di paruh pertama tahun ini, dari sebelumnya Rp 596,202 miliar tahun lalu. Rasio beban terhadap pejualan menjadi lebih kecil di tahun ini.
Laba usaha perseroan naik cukup tinggi menjadi Rp 324,158 miliar di semester I tahun ini dari perolehan laba usaha tahun sebelumnya Rp 179,007 miliar. Naiknya laba usaha ini mendorong tumbuhnya laba bersih. Atas naiknya laba bersih tersebut, laba bersih per saham dasar emiten berkode LPPF itu terkerek ke Rp 89 per lembar saham, dari sebelumnya Rp 45 per lembar saham pada paruh pertama tahun lalu. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.15 waktu JATS, harga saham LPPF, stagnan di Rp 2.700 per lembar saham tanpa ditransaksikan sama sekali.


Chandra Asri Raih Laba US$ 26,3 Juta

Senin, 26-09-2011 (09:49)

 

 

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), perusahaan kimia hasil merger antara PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk mencatat laba bersih US$ 26,3 juta hingga semester I-2011. Laba meningkat 14,84% dibanding periode yang sama tahun lalu, US$ 22,9 juta. Menurut Corporate Secretary & Investor Relations Director TPIA, Suryandi, raihan laba disumbang oleh meningkatnyanya pendapatan perseroan 20,11% dari US$ 949,107 juta di semester I-2010 menjadi US$ 1,14 miliar. Hasil penjualan produk kimiat terintegtasi TPIA ini sebagian besar berasal dari pasar dalam negeri. Sementara total aset hingga akhir Juni mencpai US$ 1,6 miliar. Kinerja perseroan pada semester I-2011 yang sangat baik tersebut, menunjukkan perseroan berhasil melanjutkan konsistensi pertumbuhan bisnis sepanjang enam bulan paska merger. Konsistensi tersebut akan terus dipertahankan perseroan secara berkelanjutan. Sampai dengan saat ini, perseroan masih terus menyelesaikan pembangunan pabrik butadiene pertama di Indonesia. Total investasi yang dihabiskan TPIA mencapai US$ 120 juta. Produksi akan dimulai Juni 2013, dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun. Produksi akan butadiene dilakukan oleh anak perusahaan CAP, PT Petrokimia Butadiene Indonesia. Produksi butadiene memang ditujukan untuk memenuhipasar dalam negeri, yang hasilnya adalah bahan campuran untuk membuat karet sintetis dan menjadi salah satu komponen pembuat ban serta berbagai komponen otomotif lain. Selama ini, kebutuhan butadiene dalam negeri masih diimpor dari luar negeri seperti Jepang dan Korea.


BUMI Jual Saham BRMS Rp 17,5 Triliun

Senin, 19-09-2011 (14:03)

 

 

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menjual sebagian sahamnya di PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) senilai Rp 17,52 triliun kepada Bumi Plc yang dahulu bernama Vallar Plc. jumlah saham yang akan dilego sebanyak 20,85 miliar lembar saham. Atas transaksi tersebut, makan Bumi Plc akan menguasai 75,1% saham di BRMS. Rencananya, perusahaan kongsi Grup Vallar dan Bakrie itu akan menerbitkan convertible bonds (CB). Nilai dari surat utang itu sendiri diperkirakan US$ 2 miliar atau setara Rp 17 triliun jika memakai kurs Rp 8.500 per dolar AS. Surat utang itu juga bisa dikonversikan menjadi sebanyak-banyaknya 107,70 juta saham Bumi Plc.
Bunga dari surat utang itu ditetapkan 2% tiap tahunnya dan akan jatuh tempo dalam janka waktu 66 bulan atau setara lima tahun enam bulan. Setelah transaksi ini, kepemilikan BUMI di BRMS akan berkurang menjadi hanya 11,99%. Perseroan berharap dapat mengurangi tingkat utang dan fokus pada bisnis pertambangan batubara pasca transaksi ini. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 13.55 waktu JATS, harga saham BUMI turun 25 poin (-0,92%) ke level Rp 2.675 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 643 kali dengan volume 98.179 lot senilai Rp 131,763 miliar.


BCA Beli Perusahaan Sekuritas Rp 189 Miliar

Senin, 19-09-2011 (13:20)

 

 

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah membeli 56.250 saham atau setara 75% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada PT Dinamika Usaha Jaya, milik PT Poly Kapitalindo. Nilai transkaksi jual beli tersebut mencapai Rp 189 miliar. Demikian disampaikan BBCA dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan, di Jakarta, Senin (19/9/2011). Akta jual beli saham dilakukan pada 16 September 2011 lalu, dan telah dibayarkan kepada Poly Kapitalindo.Nilai transaksi ini tidak lebih besar dari 20% dari ekuitas perseroan sebesar Rp 31,107 triliun. Dengan rampungnya transaksi ini, BBCA menguasai 75% saham Dinamika Usaha Jaya, atau setara dengan 56.250 lembar. Pemegang saham lain adalah PT Poly Kapitalindo, 11.250 lembar (15%) dan individu Chandra Adisusanto 7.500 lembar (10%).
Transaksi pengambilalihan saham kepada perseroan sebesar Rp 189 miliar, atau lebih rendah dibandingkan nilai wajar saham Dinamika, yang sebesar Rp 203,713 miliar berdasarkan hasil analisa tim independen, KJPP Toto Suharto dan Rekan.Dinamika Usaha Jaya, sebagai perusahaan sekuritas dianggap perseroan memiliki prospek menjanjikan dengan imbal hasil yang baik dan tingkat risiko terukur.
Aktivitas penjaminan emisi 2011 diproyeksikan tetap meningkat, seiring membaiknya ekonomi maupun kinerja koporasim dan diperkirakan akan banyak perusahaan yang go publik. Perseroan juga akan memperolah satu perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI.  Dengan akusisi tersebut, terdapat sinergi, di mana BCA dapat memenuhi kebutuhan jasa keuangan nasabah yang beragam. Antara lain melalui cross-selling produk sekuritas kepada nasabah perseroan. Serta, meningkatkan pendapatan dan laba perseroan.

IPO, Solusi Tunas Pratama Lepas 16,5% Saham

Senin 19-09-2011 (10:11)

 

 

PT Solusi Tunas Pratama Tbk akan menawarkan 100 juta saham atau 16,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham pada penawaran umum perdana perseroan. Dalam prospektusnya yang dipublikasi Senin pagi  disampaikan mengingat perseroan akan melaksanakan perluasan dan penambahan portofolio menara telekomunikasi dari waktu ke waktu, maka jika diperlukan dari sehubungan dengan pengembangan usaha tersebut, perseroan akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan saham baru dan atau efek yang bersifat ekuitas selain saham dan efek lain yang dapat dikonversi menjadi saham dalam waktu 12 bulan setelah pernyataan pendaftaran perseroan yang dinyatakan efektif Bapepam-LK.
Dana hasil IPO ini akan digunakan perseroan 35% untuk pembiayaan investasi yang berkaitan dengan pembangunan menara atau penambahan sites telekomunikasi baru, yang terutama berlokasi di Jabodetabek, Pulau Jawa selain Jabodetabek, Bali, dan Sumatera, di mana jumlah yang dibangun sangat bergantung pada lokasi dan tipe menara serta sites yang dibutuhkan.

Sedang 50% dana IPO akan digunakan untuk akuisisi guna perluasan kegiatan usaha dan penambahan portofolio menara dan atau sites telekomunikasi. Sekitar 15% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, antara lain utnuk biaya operasional perseroan, termasuk biaya operasional untuk pengoperasian aset, biaya keamanan, biaya asuransi, biaya pemasaran, pemeliharaan kantor, dan gaji karyawan.

Transaksi Kartu Kredit BNI Capai Rp1,3 T

Senin 19-09-2011 (09:23)

 

 

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan transaksi kartu kredit (KK) BNI mencapai Rp1,3 triliun pada Ramadan atau puasa tahun ini. Angka tersebut dengan jumlah transaksi sebanyak 1,4 juta. Diketahui, BNI menargetkan transaksi kartu kredit untuk Ramadan dan Lebaran sekira Rp1,5 triliun. Saat itu, perseroan berharap terjadi lonjakan transaksi sebesar Rp1,5 triliun. Selama periode Ramadan dan Lebaran kemarin, biasanya terjadi kenaikan transaksi kartu kredit 10-15 persen dibanding hari biasa. Tahun ini, nilai transaksi kartu kredit BNI ditargetkan mencapai Rp14,1 triliun atau tumbuh 48 persen.

Bank Pundi Salurkan Kredit Mikro Rp1,8 T

Jumat, 16-09-2011 (16:10)

 

 

PT Asuransi Sinar Mas meraup perolehan premi bersih (net premi income) sebesar Rp30 miliar sampai akhir Agustus 2011. Portofolio saat kami berdiri tahun 2004 net premi income-nya sebesar Rp21 miliar. Sekarang sampai 31 Agustus 2011, net premi income kami mencapai Rp35 miliar. ujar Direktur Asuransi Sinar Mas, Marten P Lalamentik di Jakarta, Kamis (15/9). Sementara untuk premi bruto sebagian besar masih disumbangkan oleh kendaraan bermotor yang kontribusinya mencapai 90%. "Untuk asuransi properti preminya sebesar Rp1,1 triliun. Hasil underwriting yang dibukukan perseroan hingga Agustus 2011 meningkat 2 dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hasil underwriting naik 2 kali lipat dari tahun lalu menjadi Rp6 miliar karena network kami besar dan office channeling. Tahun ini kami menambah jumlah kantor dari 5 kantor cabang menjadi 7 kantor cabang. Laba ditargetkan sebesar Rp9 miliar di akhir 2011. Dan perseroan menargetkan akan spin off 2-3 tahun ke depan. "Modal kita sekarang Rp35 miliar dan akan ditingkatkan jadi Rp50 miliar agar bisa spin off.

Hary Tanoe Bangun Gedung Grup MNC Rp 1,4 Triliun

Jumat, 16-09-2011 (15:30)

 

 

PT Global Land Development berencana untuk membangun proyek properti senilai Rp 1,4 triliun untuk kebutuhan Grup MNC milik Hary Tanoesudibjo. Akan ada 3 proyek yang dibangun tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Direktur Global Land Development Daniel Yuwono saat ditemui di MNC Tower, Jakarta, Jumat Hari ini. Total nilai proyek yang akan dibangun adalah Rp 1,4 triliun. Proyek ini semua dilakukan di 2011. Adapun ketiga proyek yang akan dibangun adalah:

1.MNC Financial Center, Kebon Sirih Jakarta
MNC Financial Center dibangun dengan total Rp 248 miliar. Sebesar Rp 150 miliar dibiayai melalui pendanaan sindikasi bank. MNC Financial Center dibangun diatas tanah 4.227 meter persegi yang berlokasi di kebon Sirih. Gedung ini akan memiliki 22 lantai dan 2 basement dengan luas bangunan 24.406 meter persegi.Ruangan kantor ini akan disewakan dengan peruntukkan perusahaan investasi, sekuritas, asuransi, bank, dan lembaga keuangan lainnya di MNC Grup. Globaland resmi menunjuk joint operation PT Solobakti Trading dan Contractor dan PT Multibangun Adhitama Konstruksi Indonesia.

2. Gedung Sindo
Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 1.064 m2 dengan 8 lantai dan luas bangunan 4.749 m2.

3. Gedung MNC News Center
Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 5.850 m2 dengan luas bangunan 59.387 m2. Gedung ini merupakan pusat pemberitaan dengan studio televisi RCTI, Global TV, dan MNC TV. Untuk 2012 akan dimulai pembangunan MNC Tower II yang direncanakan berjumlah 45 lantai dengan luas 70.000 m2.

Bank Jabar-Banten Bidik Kredit Rp 30 Triliun di 2011

Jumat, 16-09-2011 (12:49)

 

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat-Banten Tbk (Bank Jabar-Banten) menargetkan penyaluran kredit hingga Rp 30 triliun sampai akhir 2011. Hingga Juni 2011, Bank Jabar telah menyalurkan kredit hingga Rp 26 triliun. Sampai Juni itu Rp 26 triliun, kemudian masih bisa tumbuh lagi sekitar range-nya antara Rp 28 triliun sampai Rp 30 triliun sampai akhir tahun. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jabar Bien Subiantoro usai Sindikasi dengan 3 BPD di MNC Tower, Jakarta, Jumat (16/9/2011).
Sekarang Bank Jabar segmennya masih konsumer sekitar 60-70% karena selama ini pasarnya adalah kredit konsumer fix income seperti pegawai berpenghasilan tetap. Untuk ke depannya porsi kredit akan diseimbangkan antara yang komersial dan konsumer. Ke depan tentunya komersial lebih banyak, contohnya infrastruktur. Mungkin ke depannya turunlah porsi konsumer menuju ke 50:50.  Adapun untuk kredit mikro sampai Agustus 2011 tercatat sebesar Rp 3 triliun. Mikro kreditnya kira-kira Rp 3 triliun. Itu juga akan menjadi prioritas kita untuk membangun jaringan mikro karena potensinya cukup besar. Sementara untuk non performing loan (NPL) keseluruhan kredit tercatat sebesar 2%. Adapun dana pihak ketiga (DPK) sampai saat ini sebesar Rp 37 triliun. "Sekarang sudah Rp 37 triliun. Porsinya masih 60% deposito, 40% untuk giro dan tabungan. Tumbuh 20% setiap tahun.


Sampai Agustus, Bank Sumut Menyalurkan Kredit Rp 10,9 Triliun  

Jumat, 16-09-2011 (11:31)

 

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 10,9 triliun sampai Agustus 2011, naik sekitar Rp 300 miliar dibanding posisi akhir 2010. Kredit pertumbuhannya bagus, sampai Agustus kredit sudah Rp 10,9 triliun. Tumbuh Rp 300 miliar dari akhir tahun lalu," ungkap Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sumut Zenilhar usai sindikasi dengan Tiga BPD di MNC Tower, Jakarta, Jumat (16/9/2011).Menurut Zenilhar, segmentasi kredit sampai saat ini paling besar masih di usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 98% dari total kredit.
UKM untuk kredit sampai Rp 5 miliar. Itu total kredit 98% UKM, termasuk itu pola yang Garmin Bank kepada ibu-ibu itu jumlah nasabahnya sudah hampir 46 ribu orang di seluruh Sumatera Utara. Sementara untuk bisnis syariah, sampai Agustus 2011, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sumut telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 420 miliar dari target yang dipatok mencapai Rp 700 miliar di 2011. Syariah, nasional target aset 5%, aset UUS kita sudah 7% dari induk itu sekitar Rp 800 miliar per Agustus. Pembiayaan sekitar Rp 420 miliar dari target Rp 700 miliar. Ini bisa kita kejar dengan sindikasi.

OSK Nusadana: Saham-saham Domestik Aman Dikoleksi

Jumat, 16-09-2011 (09:52)

 

IHSG kembali ditutup melemah -24.7 pts ke level 3,774 (-0.65%), terjadi foreign net sell sebanyak Rp1.3 triliun. IHSG bergerak anomaly disaat bursa regional sebagian besar naik, IHSG sempat turun ke titik terendah di level 3,710 sebelum akhir nya sedikit menguat pada sesi penutupan. Penurunan rupiah terhadap US$ menjadi salah satu penyebab keluar nya dana asing dari bursa Indonesia, pada penutupan hari ini rupiah ditutup Rp8,788/US$. Sementara dari bursa regional, Hang seng ditutup naik +0.7%, Nikkei +1.76%, dan Singapore +0.97%. Rencana European Central Bank dan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa menarik bursa Eropa dan US kembali menguat. Hal tersebut menyebabkan penarikan dollar besar-besaran dari negara-negara di Asia termasuk Indonesia. Hal tersebut menyebabkan penguatan dollar terhadap mata uang di Asia. Pada perdagangan semalam, Dow naik 1.66%, FTSE +2.11%, dan DAX +3.15%.
Tekanan jual terhadap obligasi semakin membuat penurunan yang dalam terhadap rupiah. Hal ini mempengaruhi penurunan pada beberapa saham yang banyak terpengaruh oleh nilai mata uang asing khususnya US dollar. Saham-saham berbasis domestik adalah saham yang aman untuk dikoleksi ditengah volatiliatas market yang sedang tinggi saat ini, sementara saham dari group Astra dan Perbankan secara valuasi menarik untuk dilirik setelah penurunan harga yang cukup dalam dan melihat fundamental mereka yang masih kuat. Secara technical, IHSG hari inidiperkirakan cenderung naik dengan perkiraan resistance terdekat di level R1 (3,803.78) dan support di level S2 (3,753.37).
Stock pick untuk hari ini antara lain:
Bank Central Asia (BBCA), Acc.Buy
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Acc.Buy
United Tractors (UNTR), Acc.Buy

First Asia Capital: Incar Saham Bank yang Sudah Terkoreksi Tajam 

Jumat, 16-09-2011 (09:39)

 

IHSG kemarin bergerak diluar tren positif pasar global dan kawasan, menyusul masih derasnya arus dana asing yang keluar. Saham-saham unggulan perbankan menjadi saham sektoral yang paling banyak dilepas asing. Nilai penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp.1,36 triliun. Selama empat sesi perdagangan terakhir nilai penjualan bersih asing di pasar saham telah mencapai Rp.3,64 triliun.
Akibat aksi lepas saham oleh sejumlah fund asing tersebut, IHSG sempat anjlok hingga 89 poin, namun pada sesi akhir perdagangan pembelian balik oleh investor membuat posisi IHSG ditutup lebih baik di 3774,334 atau hanya melemah tipis 24 poin (0,65%). Sementara perdagangan saham hari ini diperkirakan akan berpotensi mengalami technical rebound. Perkembangan pasar saham global tadi malam masih melanjutkan tren penguatannya.  Hal ini dipicu langkah yang diambil bank sentral utama di dunia, seperti The Fed dan ECB, untuk melonggarkan likuiditas dengan memberikan fasilitas pinjaman dolar untuk perbankan Eropa.
Langkah ini membuat nilai tukar Euro kembali menguat dan indeks sejumlah bursa utama dunia di AS dan Eropa naik berkisar 1%-3%. Sedangkan harga logam mulia kembali melemah 2% ditutup di USD1788,50/t.oz pada perdagangan di AS.Pelaku pasar bisa melakukan pembelian pada saham-saham perbankan yang sudah mengalami koreksi tajam dan saham Astra Grup. Membaiknya pasar saham global dan kenaikan harga komoditas logam juga memberikan dampak positif bagi pergerakan harga saham tambang. Hari ini IHSG diperkirakan akan mencoba menguji level resisten di 3830 dan support di 3710
Perhatikan :
HRUM 7850-8500 Trading Buy
INTP 13900-14750 Trading Buy
ADRO 1940-2125 Buy
BMRI 6150-6600 Buy
BBRI 6150-6550 Buy
UNTR 22000-24200 Buy
ADHI 550-630 Trading Buy
BKSL 285-320 Trading Buy
ASRI 415-450 Buy
BUMI 2500-2725 Trading Buy
ASII 64850-66800 Trading Buy

LPKR Bagi Dividen 2010 Sebesar RpRp7,21/Saham

Kamis 14-09-2011 (16:28)

 

PT Lippo Karawaci Tbk )LPKR) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2010 sebesar Rp7,21 per saham atau setara Rp150 miliar. Pada tahun sebelumnya perseroan membakikan dividen Rp8,56 per saham. Untuk pembagian dividen interim Rp2,88 per saham atau Rp50 miliar. Selain itu, perseoran membagikan dividen untuk tahun buku 2010 kepada pemegang saham tercatat pada 10 Oktober 2011 sekitar Rp100 miliar. Dividen tahun 2010 ini merefleksikan 1% yield, pada harga saham Rp720 per saham dan payout ration 28,6%. Pada awal Agustus 2011, perseroan mengumumkan hasil kinerja keuangan semester I yang menguat didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut, penjualan rumah, pendapatan dari healthcare, dan peningkatan produktivitas.

Asuransi Sinar Mas Raup Premi Rp30 M

Kamis 14-09-2011 (15:53)

 

PT Asuransi Sinar Mas meraup perolehan premi bersih (net premi income) sebesar Rp30 miliar sampai akhir Agustus 2011. Portofolio saat kami berdiri tahun 2004 net premi income-nya sebesar Rp21 miliar. Sekarang sampai 31 Agustus 2011, net premi income kami mencapai Rp35 miliar. ujar Direktur Asuransi Sinar Mas, Marten P Lalamentik di Jakarta, Kamis (15/9). Sementara untuk premi bruto sebagian besar masih disumbangkan oleh kendaraan bermotor yang kontribusinya mencapai 90%. "Untuk asuransi properti preminya sebesar Rp1,1 triliun. Hasil underwriting yang dibukukan perseroan hingga Agustus 2011 meningkat 2 dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hasil underwriting naik 2 kali lipat dari tahun lalu menjadi Rp6 miliar karena network kami besar dan office channeling. Tahun ini kami menambah jumlah kantor dari 5 kantor cabang menjadi 7 kantor cabang. Laba ditargetkan sebesar Rp9 miliar di akhir 2011. Dan perseroan menargetkan akan spin off 2-3 tahun ke depan. "Modal kita sekarang Rp35 miliar dan akan ditingkatkan jadi Rp50 miliar agar bisa spin off.

Bank Sinarmas Suntik Rp300 M ke Alijarah Finance

Kamis, 15-09-2011 (12:27)

 

 

PT Alijarah Indonesia Finance (Alif) mendapatkan fasilitas channeling syariah sebesar Rp300 miliar dari Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Sinarmas. Fasilitas tersebut digunakan Alif untuk pembiayaan kendaraan bermotor jenis sepeda motor dan mobil. "Pembiayaan untuk mobil itu sebesar Rp200 miliar dan Rp100 miliar untuk sepeda motor," ujar Presiden Direktur Alif Herbudhi S Tomo di Jakarta, Kamis (15/9).
Jangka waktu fasiltas channeling pembiayaannya, bervariasi. Untuk mobil jangka waktunya 4 tahun dan untuk motor 3 tahun, Sementara akad yang digunakan dalam pembiayaan tersebut adalah akad murabaha (jual-beli). Di tempat yang sama, Direktur PT Bank Sinarmas Syariah Heru Agus Wuyanto mengatakan perseoran telah banyak bekerja sama dengan perusahaan multifinance. "Kali ini kita bekerjasama dengan Alijarah. Dengan Alijarah ini salah satu yang terbesar. Strategi ini sesuai dengan strategi kami mempertimbangkan keterbatasan network kami. Selain itu, kami juga menggandeng rekan dari BPR dan Koperasi. Dalam bekerjasama dengan perusahaan multifinance, Bank Sinarmas melakukan dengan program channeling. Dari total portofolio, 50-60% disalurkan melalui skema chaneling. Saat ini, total portofolio hampir Rp600 miliar per Agustus.

Perbankan Raup Laba Rp 42,3 Triliun Dalam 7 Bulan    

Kamis, 15-09-2011 (10:27)

 

 

Bank-bank umum di Indonesia meraup laba bersih Rp 42,397 triliun sepanjang Januari-Juli 2011. Laba tersebut naik 23,4% dibandingkan periode yang sama 2010 yang sebesar Rp 34,33 triliun. Demikian isi data statistik perbankan yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Kamis (15/9/2011). Kenaikan laba perbankan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional selama Januari-Juli 2011 yang sebesar Rp 219,415 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 200,06 triliun. Sepanjang periode tersebut, beban operasional perbankan naik menjadi Rp 191,935 triliun, dari beban operasional bank pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 171,452 triliun. Pada Januari-Juli 2011, jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 1.973,599 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2010 yang nilainya Rp 1.597,98 triliun. Jumlah kredit di Juli 2011 didominasi oleh kredit rupiah senilai Rp 1.664,262 triliun, dan kredit valas Rp 309,337 triliun. Total aset perbankan di Indonesia hingga Juli 2011 mencapai Rp 3.216,89 triliun, naik dari posisi Juli 2010 yang sebesar Rp 2.683,46 triliun.

SCTV Bagi-bagi Dividen Interim Rp 205 per Saham 

Kamis, 15-09-2011 (10:42)

 

 

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), induk usaha dari SCTV, berniat membagikan dividen interim sebesar Rp 205 per lembar. Dividen tunai ini akan dibagikan pada 18 Oktober 2011. Rencana pembagian dividen interim ini berdasarkan keputusan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada 13 September 2011 lalu. Dividen ini akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan untuk periode Januari sampai Juli 2011. Untuk cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Oktober, sementara ex dividen di keesokan harinya. Sedangkan cum dividen di pasar tunai pada 6 Oktober 2011, dan ex dividen juga di keesokan harinya. Pembayaran dividen tunai ini akan dilakukan pada 18 Oktober.Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.35 waktu JATS, harga saham SCMA naik 50 poin (+0,92%) ke level Rp 5.450 per lembar. Sebanyak 42 lot sahamnya ditransaksikan 12 kali senilai Rp 114,45 juta.

TBIG Siap Tampung 4.000 Menara Indosat      

Kamis, 15-09-2011 (09:44)

 

 

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyatakan kesiapannya untuk membeli 4.000 menara yang akan dijual PT Indosat Tbk (ISAT). Perseroan telah siapkan dana segar US$ 1,65 miliar. Hal ini disampaikan Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (14/9/2011) malam. Namun selaku calon pembeli, perseroan menunggu proses yang diatur oleh Indosat. Sambil menantikan rangkaian penawaran, TBIG pun telah menyiapkan dokumen pendukung atas minatnya atas 4.000 menara ISAT tersebut.
Dana pun tidak menjadi soal. Karena terdapat US$ 2 miliar sumber pendanaan yang siap digunakan. Dimana hingga saat ini baru terpakai US$ 350 juta.Namun yang paling penting adalah, bagaimana ke depan ISAT beralih peran dari pemilik menjadi penyewa menara. Tentu akan ada pertimbangan secara matang dalam pemilihan calon pembeli menara tersebut. Tentu mereka sebagai penyewa akan pilih mana operator tower yang memiliki pengalaman untuk jumlah yang cukup banyak. Memang pemain tower besar tidak banyak. So far cuma tiga itu (PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Solusi Tunas Pratama, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk).
Sebelumnya santer terdengar ISAT siap lepas 4.000 menara miliknya senilai US$ 500 juta. Terdapat tiga calon pembeli strategis yang siap melakukan penawaran. ISAT kemudian akan memilih satu pembeli dan transaksi akan rampung sebelum akhir September ini.

BW Plantation Raih Pinjaman BRI Rp 1,3 Triliun

Rabu, 14-09-2011 (14:37)

 

 

PT BW Plantation Tbk (BWPT), melalui anak usahanya PT Sawit Sukses Sejahtera (SSS) mendapat pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total nilai Rp 1,304 triliun. Kredit ini digunakan untuk investasi dan modal kerja. Menurut Direktur BWPT, Pointo Pratento, kredit investasi dengan jumlah Rp 1,258 triliun dan diperuntukkan sebagai pengembangan kebun Rp 1,036 triliun, serta pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) senilai Rp 221,5 miliar. Kredit investasi bertenor delapan tahun, termasuk grace period tiga tahun untuk kebun. Sementara tenor 11 tahun, termasuk grace period tiga tahun untuk PKS. Suku bunga 10% per tahun (kredit investasi), dibayar setiap triwulan
Jaminan kredit investasi ini adalah Hak Guna Usaha (HGU) seluas 20.220 ha yang terletak di Desa Senyiur, Kab Kutai Timur, Kalimantan. Selain itu perseroan juga menjaminkan tanaman, aktiva tetap milik SSS dan bangunan pabrik yang akan dibangun. Penarikan pinjaman akan dilakukan bertahap sejak 2011 sampai dengan maksimal lima tahun setelah perjanjian tersebut ditandatangani. Sementara ittu, kredit modal kerja dengan nilai maksimal Rp 46,5 miliar sebagai biaya pemeliharaan tanaman yang menghasilkan. Kredit ini berjangka waktu 2 tahun dengan tingkat bunga 10% per tahun, dan dibayar setiap triwulan. Jaminan atas kredit investasi juga berlaku untuk kredit modal kerja. Penarikan pinjaman (kredit modal kerja) akan dilakukan bertahap sejak 2012 sampai 2013.

MEDC Terbitkan Obligasi Senilai US$60 Jt

Rabu, 14-09-2011 (14:23)

 

 

PT Medco Energi Tbk (MEDC) diperkirakan akan kembali menerbitkan obligasi dolar tahap kedua senilai US$50 juta pada November 2011. Hal itu disampaikan Direktur PT Bahana Securities Andhi Sidharta, Rabu (14/9). "Kita sedang proses penawaran obligasi Medco Energi tahap kedua. Lagi mau bookbuilding, diharapkan November," ujar Andhi. Lebih lanjut ia mengatakan, tingkat kupon bunga obligasi Medco Energi ini diharapkan sama dengan penerbitan obligasi dolar tahap pertama senilai US$50 juta pada pertengahan tahun 2011. PT Bahana Securities juga sedang menggodok penerbitan obligasi perusahaan lain untuk kuartal keempat 2011. Nilai penerbitan obligasi itu mencapai di atas Rp1 triliun. Tapi Andhi masih enggan menyebutkan lebih detil mengenai penerbitan obligasi tersebut.
PT Bahana Securities juga sedang menggodok tiga penawaran saham perdana yang diharapkan dapat melakukan saham perdana pada akhir 2011. "Masih tiga ipo lagi hingga akhir tahun, yang satu Cardig, dua lain saya belum bisa beritahu. Penawaran saham perdana tergantung pasar. Nilainya bisa mencapai Rp1 triliun-Rp2 triliun, tapi semua itu tergantung pasar," kata Direktur Utama PT Bahana Securities Eko Yuliantoro.

Pegadaian Tawarkan Bunga Obligasi 6,25%-9% 

Rabu, 14-09-2011 (12:56)

 

Perum Pegadaian menawarkan obligasi berkelanjutan Rp 2 triliun. Tahap awal surat utang yang ditawarkan sebesar Rp 1 triliun dengan tingkat bunga 6,25%-9% dan terdiri dari delapan seri. Direktur PT Bahana Securities Andhi Sidharta menerangkan, seri A dengan jangka waktu 370 hari dan indikasi bunga 6,25%-7%. Kemudian seri B dengan tenor dua tahun dan indikasi kupon 6,5%-7,25%. Seri C, tiga tahun dengan kupon bunga 6,75%-7,50%. Selain itu, seri D memiliki tenor empat tahun, dengan kupon bunga 7%-7,25%. Sedangkan seri, lima tahun dengan indikasi bunga 7,25%-8%. Untuk seri F, tujuh tahun, perseroan menawarkan tingkat bunga 7,5%-8,5%. Seri G, 10 tahun dengan bunga 8,5%-9%. Seri terakhir, H jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga mengambang yang besarnya ditentukan berdasarkan tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia dengan jangka waktu lima tahun dengan memakai SBI 9 bulan ditambah 1%.Surat utang tersebut segera ditawarkan kepada investor institusi dan ritel. Untuk seri berjangka waktu pendek banyak diminati investor ritel, sementara jangka waktu obligasi jangka panjang diminati oleh institusi semisal perbankan, asuransi dan dana pensiun. Obligasi BUMN ini juga akan ditawarkan kepada investor asing karena mendapat respon positif.
Dana yang nanti diraup dari penerbitan obligasi ini sebanyak 30% akan digunakan untuk modal kerja, khususnya ekspansi kredit dalam rangka menyalurkan pinjaman kepada masyarakat. Sementara 70% digunakan untuk membayar utang," ujar Andhi dalam paparan publik, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (14/9/2011). PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas ditunjuk perseroan sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat. Pegadaian juga telah memperoleh peringkat AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pegadaian akan menggelar masa penawaran awal di 14-23 September 2011. Sementara tanggal efektif diperkirakan pada 29 September 2011 yang dilanjutkan dengan masa penawaran pada 3-6 Oktober 2011.Masa penjatahan jatuh pada 7 Oktober 2011 dengan distribusi secara elektronik pada 11 Oktober. Obligasi ini akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 12 Oktober 2011.

Allianz Indonesia Cetak Premi Bruto Rp3,2 T

Rabu 14-09-2011 (12:54)

 

PT Allianz Indonesia mencatatkan pendapatan premi bruto gabungan (Gross Written Premi/GWP) dari dua anak usahanya, yaitu Allianz Life Indonesia dan Allianz Utama Indonesia sebesar Rp3,2 triliun pada semester I-2011, tumbuh 32 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp2,4 triliun. President Director Allianz Life Indonesia Joachim Wessling mengungkapkan, Allianz Life Indonesia mencata pertumbuhan premi bruto sebesar Rp2,87 triliun, tumbuh 35 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp2,12 triliun. Tiap lini bisnis, asuransi jiwa individual memberikan kontribusi lebih dari 64 persen dari premi bruto, kontribusi bisnis asuransi jiwa kumpulan sebesar 34 persen dan sisanya dikontribusikan bisnis asuransi kesehatan.
Sementara itu, President Director Allianz Utama Indonesia Don Nguyen mengatakan, untuk Alians Utama mencatat premi bruto sebesar Rp400,7 miliar, naik enam persen dibandingkan periode yang sama sebesar Rp388 miliar. Perolehan ini merupakan dukungan kuat dari agen-agen Allianz Star Nerwork, tim telemarketing dan account executive. Menurut Don, pertumbuhan premi bruto yang signifikan terjadi pada lini bisnis asuransi kenderaan bermotor sebesar Rp110,9 miliar, naik 73 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp64,1 miliar. Asuransi aneka (Liability & Casuality) mengalami pertumbuhan sebesar Rp86,3 miliar, naik 44 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp60,05 miliar. Broker tetap merupakan saluran distribusi utama dengan 52 persen dari premi bruto sementara saluran keagenan memberikan kontribusi 21 persen dan salurkan distribusi alternatif lainnya menyumbang 27 persen. Tercatat gabungan aset keduanya sebesar Rp13,6 triliun, meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama. Rasio solvabilitas (RBC) sebesar 572,3 persen (Allians Life Indonesia) dan 142,4 persen (Allianz Utama Indonesia).

CIMB Niaga Biayai Mobil Belajar Rp627 Juta

Rabu 14-09-2011(11:01)

 

Sistem operasionalnya adalah Mobil Belajar CIMB Niaga akan berkeliling ke sekolah yang ditentukan dan sesuai jadwal yang ditetapkan. Untuk kurikulum yang digunakan, kami menggunakan modul program pelatihan komputer sesuai standar salah satu lembaga pendidikan ternama di Indonesia, yang di sampaikan Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, Catherine Hadiman di Jakarta, Rabu (14/9).  PT Bank CIMB Niaga Tbk membiayai program laboratorium komputer keliling dalam bentuk Mobil Belajar CIMB Niaga Sebesar Rp627 juta.
Mobil Belajar CIMB Niaga mempunyai fasilitas 13 unit laptop yang sudah dilengkapi dengan fasilitas internet. "Saat ini Mobil Belajar CIMB Niaga memang masih terbatas di wilayah Jakarta dan Tanggerang. Dalam menjalankan program ini, CIMB Niaga bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCBA). Program ini ditujukan untuk pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah di 20 sekolah yang tersebar di tiga wilayah, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Tangerang dengan target peserta sebanyak 240 peserta selama 1 tahun.

PTPP Raup Kontrak Baru Rp803 Miliar 

Rabu 14-09-2011(10:01)

 

PT PP (Persero) Tbk telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp803 miliar pada Agustus 2011. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT PP (persero) Tbk Betty Aviana saat Selasa kemaren. "Kontrak baru yang sudah didapat sekitar Rp803 miliar pada Agustus 2011. Proyek besar senilai di atas Rp100 miliar antara lain proyek dermaga Telukbayur Padang, Kali Pesanggarahan Jakarta, Kali Madiun, Rumah Sakit Kariadi Semarang, dan Dermaga Kariangau Kalimantan. Lebih lanjut ia mengatakan, total kontrak baru yang didapat hingga Agustus 2011 mencapai Rp6,3 triliun. Perseroan optimis dapat meraih kontrak baru mencapai Rp16 triliun pada 2011. "Kita optimis dapat mencapai target karena biasanya pada triwulan ketiga dan keempat mendapatkan proyek besar, kontrak baru berasal dari proyek BUMN sekitar 80% dan swasta sebesar 20% pada 2011. Seperti diketahui, PTPP mencatatkan laba bersih naik 78,45 dari Rp25,2 miliar pada semester pertama 2010 menjadi Rp44,99 miliar pada semester pertama 2011. Kenaikan laba bersih juga didukung kenaikan pendapatan dari Rp1,35 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp1,67 triliun pada semester pertama 2011.

 

Pefindo Incar Obligasi Pemprov DKI Rp1,7 T 

Selasa, 13-09-2011 (16:48)

 

 

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) berharap bisa menangani rating obligasi yang akan diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta senilai Rp1,7 triliun pada tahun depan. Sejauh ini pemda yang siap untuk menerbitkan obligasi, yaitu Pemda DKI. Di mana penerbitan obligasinya mundur dari tahun ini menjadi tahun depan karena sesuatu hal. Semoga rating obligasinya bisa ditangani oleh kami," ungkap Direktur Utama Pefindo Ronald T Andy saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa hari ini. Sejauh ini ada lima pemda yang siap untuk melakukan penerbitan obligasi, yakni Pemda Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Balikpapan. Saat ini, rating penerbitan obligasi Pemda Makassar dan Balikpapan sudah ditangani oleh Pefindo.

Astra Graphia Kantongi Pendapatan Rp886 Miliar   

Selasa, 13-09-2011 (14:16)

 

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) targetkan pendapatan hingga akhir tahun bisa mencapai Rp1,8 triliun. Realisasi pendapatan perseroan  hingga Agustus 2011 sudah mencapai Rp886 miliar. Pendapatan konsolidasi kita hingga Agustus 2011 sudah mencapai Rp886 miliar dan kita targetkan hingga akhir tahun nilainya bisa mencapai Rp1,8 triliun," ungkap Presiden & CEO ASGR Lukito Dewandaya, kala ditemui dalam acara Perjanjian PermataBank dengan Astra Graphia di PermataBank Tower, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Dari pendapatan sebesar Rp886 miliar tersebut sebanyak 60 persen berasal Dokumen Solution dan 40 persen berasal dari IT Solution. Walaupun pendapatan perseroan hingga Agustus 2011 ini masih mencapai Rp886 miliar dari target Rp1,8 triliun namun anak usaha grup Astra ini optimis dapat mencapai target tersebut dengan perseroan memperkirakan pada kuartal-IV akan lebih banyak menangani proyek daripada kuartal-kuartal sebelumnya.  Di kuartal IV ini kita biasanya akan lebih banyak menangani banyak pr4oyek, hal itu dibuktikan dengan kita memiliki proyek pemerintah pada akhir tahun yaitu proyek silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran).

Medco Rogoh US$ 8,628 Juta Untuk Eksplorasi 3 Blok Migas 

Selasa, 13-09-2011 (13:56)

 

Demikian disampaikan oleh Direktur Operasi Medco Frila B. Yaman dalam keterangan di bursa yang dikutip Selasa (13/9/2011).Untuk blok Bengara yang 58,33% sahamnya dikuasai Medco dan sisanya Salamander, perseroan telah melakukan pemboran di blok ini. Namun sampai saat ini belum ada hasil yang didapatkan. Biaya yang dikeluarkan perseroan untuk eksplorasi di blok ini mencapai US$ 6,217 juta. Medco Rogoh US$ 8,628 Juta Untuk Eksplorasi 3 Blok Migas.  PT Medco Energi Internasional Tbk telah merogoh US$ 8,628 juta untuk kegiatan eksplorasi 3 blok migas hingga akhir Agustus 2011 lalu. Ketiga blok itu adalah Bengara PSC, Rimau PSC, dan South & Central Sumatera PSC.
Sementara blok Rimau PSC, Medco menguasai 95% blok ini, sedangkan sisanya adalah Perusahaan Daerah Pertambangan & Energi Sumatera Selatan. Sampai saat ini belum ada hasil dari eksplorasi yang dilakukan. Perseroan telah mengeluarkan biaya US$ 26.831 untuk eksplorasi. Terakhir blok South & Central Sumatra PSC, Medco menguasai 100%. Telah dilakukan pemboran sejak 11 Juli 2011 di sumur Lica 1 di blok tersebut. Telah ditemukan minyak sebesar 195 barel per hari. Jumlah biaya eksplorasi yang dikeluarkan mencapai US% 1,61 juta. Untuk Lica 2 juga sudah dilakukan pemboran sejak Agustus 2011 lalu, dan belum ada hasil yang didapat. Jumlah biaya eksplorasi yang dikeluarkan mencapai US$ 773.217.

Dana Asing Rp 3,85 Triliun Serbu Surat Utang Pemerintah   

Selasa, 13-09-2011 12:45

 

Investor asing terus masuk ke sektor keuangan Indonesia pasca kekhawatiran krisis di AS beberapa minggu lalu. Di surat utang negara (SUN), dana asing Rp 3,85 triliun masuk dalam 9 hari. Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip, Selasa (13/9/2011), jumlah kepemilikan investor asing pada surat utang pemerintah hingga 9 September 2011 mencapai Rp 251,23 triliun, naik dari akhir Agustus 2011 yang sebesar Rp 247,38 triliun. Jumlah ini mewakili 35,7% dari keseluruhan SUN yang diterbitkan pemerintah. Total surat utang negara (SUN) yang diperdagangkan hingga 9 September 2011 mencapai Rp 703,98 triliun. Porsi terbesar saat ini dipegang oleh investor asing.
Kemudian perbankan memiliki SUN sebesar Rp 223,15 triliun. Bank Indonesia (BI) memiliki SUN sebesar Rp 3,44 triliun. Lalu industri reksa dana memiliki SUN sebesar Rp 48,49 triliun, industri asuransi Rp 93,28 triliun, industri dana pensiun Rp 35,79 triliun, industri sekuritas Rp 90 miliar, dan lain-lain Rp 48,51 triliun.

Astra Produksi 807 Ribu Ton Sawit di Agustus      

Selasa, 13-09-2011 (11:11)

 

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat produksi Crude Palm Oil (CPO) 807.720 ton sampai dengan Agustus 2011, meningkat 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan produksi CPO perseroan hingga akhir tahun lalu tercatat 1,113 juta ton. Menurut Investor Relations AALI, Yarmanto, kenaikan produksi CPO akibat produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang bertumbuh 13,4% dari 2,62 juta ton menjadi 2,987 juta ton hingga akhir Agustus ini. Pada periode yang sama, area Sumatera memberi kontribusi sebesar 41,9% dari total TBS, sedangkan area Kalimantan dan Sulawesi masing-masing 37,9% dan 20,2%," jelasnya dalam bulletin investor yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Sementara produksi kernel juga meningkat 16,4% menjadi 169.092 ton dari periode sebelumnya 145.268 ton. Seperti dikutip dalam laporan Oil World, AALI juga menyampaikan, tingkat konsumsi CPO dunia hingga 2011 akan mencapai 47,8 juta ton. Angka ini turun 800 ribu ton dibawah tingkat produksinya, namun disisi lain juga meningkat 3% dari 122,3 juta ton tahun lalu. Tingkat konsumsi minyak nabati utama dunia di tahun 2011 diperkirakan mengalami penurunan menjadi 125,6 juta ton, atau 0,3 juta ton di bawah tingkat produksinya.

Toyota Ekspansi Rp 6,1 Triliun, Serap Tenaga Kerja 15.000 Orang  

Selasa, 13-09-2011 (10:48)

Presiden Direktur Toyota Motor Corporation Akio Toyoda menemui Wapres Boediono. Kedatangan Toyoda untuk menyampaikan rencana ekspansi Toyota US$ 380 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk membangun sarana industri di Indonesia.

Kadatangannya untuk menyampaikan rencana ekspansi perusahaan. Toyota mengumumkan rencana investasi US$ 380 juta untuk membangun sarana industri di Indonesia," ujar Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat usai menghadiri pertemuan Boediono dan Akio Toyoda di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Toyota juga akan investasi untuk sarana distribusi."US$ 380 juta itu investasi untuk sarana industri. Sedangkan investasi untuk sarana distribusi diperkirakan sekitar Rp 2,9 triliun. Adanya tambahan investasi besar ini, bahwa akan terserap sekitar 15.000 tenaga kerja baru. Dengan tambahan investasi besar ini akan ada 7000 tenaga kerja yang terserap pada jaringan pemasoknya. Kalo ada supplier, tentu akan ada lapangan kerja yang lain terbuka, dan ada 7000 tenaga kerja pada jaringan distribusi. Total tenaga kerja yang dapat terserap sekitar 15.000. Dengan investasi besar ini, otomatis Toyota menargetkan kapasitas produksi akan bertambah. Dari semula hanya 110.000 unit per tahun, menjadi 200 ribu unit pertahun.

Akuisisi Tambang Batubara, Semen Gresik Anggarkan Rp 1 Triliun     

Senin, 12-09-2011 (16:27)

 

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan akuisisi satu perusahaan tambang batu bara akan tuntas di akhir 2011, dengan biaya yang disiapkan mencapai Rp 1 triliun. Dengan area konsesi yang diincar berada di Kalimantan Selatan dan Kalimatan Timur. Menurut Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto, hasil tambang dari satu perusahaan tersebut dapat memasok bahan bakar 400 ribu ton batu bara atau 10% dari total kebutuhan perseroan, 4 juta ton. Kita alokasikan Rp 1 triliun, dan akan masuk dalam budget tahun ini. Tapi kita masih berhitung. Ada yang menawarkan, dari Kalimantan Selatan dan Timur . Kalau grup kebutuhannya 3 juta ton per tahun dan jika satu pabrik (semen) selesai, maka kebutuhannya menjadi 4 juta ton. Dengan perhitungan ini, maka 10-20% sudah cukup besar.

Aksi strategis tersebut dimaksudkan untuk mendukung rencana jangka menengah dan jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas terpasang produksi semen. Dimana target kapasitas terpasang SMGR sebesar 20 juta ton semen di 2011, dengan kebutuhan konsumsi batu bara sebanyak 3,5 juta ton. Berdasarkan perhitungan SMGR, kebutuhan konsumsi batu bara pada 2015 akan meningkat lebih dari 6,5 juta ton per tahun. Konsumsi ini digunakan untuk mengejar peningkatan kapasitas terpasang 30 juta ton semen per tahun.

Bayar Utang, Shinta Utama Jual 233 Juta Saham Bank Sinarmas      

Senin, 12/09/2011 14:24 WIB

 

Salah satu pemegang saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Shinta Utama, menjual 233,33 juta lembar saham BSIM untuk bayar utang. Nilai transaksi penjualan saham itu sebanyak Rp 70,9 miliar. Hal tersebut dilaporkan Direktur Bank Sinarmas Dani Lihardja dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/9/2011). Transaksi penjualan saham tersebut dilakukan sebanyak tiga kali dalam dua hari perdagangan. Transaksi pertama dilakukan 6 September 2011 sebanyak 200,3 juta (400.645 lot) saham dengan harga Rp 305 per lembar.

Masih pada hari yang sama, sebanyak 10.500 lembar (21 lot) saham BSIM dijual di harga Rp 310 per saham. Transaksi terakhir dilakukan pada 7 September 2011, sebanyak 33 juta lembar (66.000 lot) saham dijual Rp 305 per lembar. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 14.22 waktu JATS, harga saham BSIM turun 5 poin (-1,63%) ke level Rp 300 per lembar. Sebanyak 730 lot sahamnya diperdagangkan 22 kali senilai Rp 110,803 juta.

Nestle Resmi Bangun Pabrik Bubur Bayi Rp 1,7 Tiliun     

Senin, 12-09-2011 (12:32)

 

Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry, mengatakan dengan dibangunnya pabrik tersebut pihaknya berharap dapat meningkatkan produksi sejalan dengan kebutuhan konsumen yang meningkat. PT Nestle Indonesia hari ini meresmikan dimulainya pembangunan pabrik baru senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,7 Triliun di kawasan industri Suryacipta Karawang, Jawa Barat.  Pabrik yang dibangun pada lahan seluas 28,8 hektar tersebut rencananya akan memproduksi bubur bayi Cerelac, susu cokelat Milo, dan susu bubuk Dancow. "Kebutuhan Nestle untuk bangun investasi senilai US$ 200 juta merupakan komitmen jangka panjang di Indonesia, sejalan dengan peningkatan produksi dalam negeri untuk penuhi kebutuhan konsumen yang meningkat," kata Arshad disela-sela acara peresmian mulainya pembangunan pabrik, di Karawang, Senin (12/9/2011)
Investasi pabrik baru yang keempat ini merupakan pabrik Nestle yang terbesar di Indonesia. Sebelumnya, pihaknya menginvestasikan dana sebesar US$ 100 juta untuk perluasan pabrik di wilayah Kejayan, Jawa Timur, Maret 2011 lalu. Kami optimis melihat peluang petumbuhan yang ada di Indonesia. Jumlah populasi yang besar serta situasi perekonomian yang kondusif menawarkan peluang pertumbuhan yang menjanjikan.
Dengan dibangunnya pabrik baru ini, dirinya berjanji, akan semakin menambah kesempatan kerja baru dan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal yang nantinya akan diolah menjadi produk dengan nilai tambah di Indonesia. Rencananya pabrik baru ini akan memproduksi produk olahan susu dengan kapasitas 65.000 ton per tahun yang sekaligus akan menjadi basis produksi olahan susu untuk kawasan Asia Tenggara.


Agustus, Volume Trade Finance BNI US$15,4 M   

Senin 12-09-2010 (11:08)

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merevisi target transaksi trade finance 15%-20% dari target. Sampai Agustus 2011, volume transaksi trade finance BNI mencapai US$15,4 miliar. "Pencapaian itu sudah melebihi dari target kami tahun ini yang sebesar US$13 miliar," ujar Direktur Treasuri dan Financial Institution BNI Adi Setianto. Ditambahkan Adi, 90% transaksi trade finance yang dilakukan BNI dilakukan dalam mata uang dolar. "Sehingga imba dari penguatan rupiah itu tidak terlalu berpengaruh terhadap volume transaksi trade finance," tukasnya.
Adapun negara tujuan trade finance yang dilayani BNI sebagian besar dari negara Asia Pasifik, seperti China, Jepang, Korea dan Asean. Negara-negara tersebutlah yang memacu pertumbuhan trade finance BNI dibandingkan Amerika Serikat dan Eropa. Jumlah nasabah trade finance kami banyak ya sekitar 1.200-an nasabah tak hanya korporasi tapi juga komesial dan SME," tutunya. Sementara sektor trade finance-nya terutama sektor non oil & gas, infrastruktur dan manufakruting. Sementara nasabah trade finance BNI 62%-nya adalah korporasi. Sesanya adalah SME dan komersial. "30% yang aktif di SME sendiri adalah korporasi ekspor impor.

Suspensi Saham Prasidha Aneka Niaga Dicabut

Senin, 12-09-2011 (09:39)

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN). Saham PSDN bisa kembali diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi.  Pembukaan kembali suspensi tersebut tercatat di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama perdagangan 12 Juli 2011," kata Pjs Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam keterbukaan informasi di situs resmi BEI, Senin (12/7/2011).
Perdagangan saham PSDN sebelumnnya dihentikan sementara pada Jumat 8 Juli 2011. Kala itu, secara kumulatif, saham perseroan sudah naik hingga 320%. Sebelumnya, BEI mencabut suspensi PSDN pada perdagangan Rabu 6 Juli 2011, sahamnya ditutup naik 50 poin (24,39%) ke Rp 255 per lembar dengan volume transaksi yang tipis, hanya 26 lot. Keesokan harinya, Kamis 7 Juli 2011, saham PSDN kembali melejit 60 poin (23,52%) ke Rp 315 per lembar. Jumlah tranasaksinya bertambah menjadi 65 lot senilai 10,222 juta. Secara kumulatif terjadi peningkatan harga yang signifikan pada saham perseroan sebesar Rp 240 per saham atau 320% dari harga penutupan sebesar Rp 75 per saham pada 6 Juni 2011 menjadi Rp 315 pada 7 Juli 2011.

NAB Reksa Dana Syariah Rp5,60T

Senin, 12-09-2011 (09:02)

 

Dana kelolaan reksa dana syariah mengalami penurunan menjadi Rp5,60 triliun pada Agustus 2011 dari Juli 2011 sebesar Rp5,69 triliun. Demikian seperti dikutp dari data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), akhir pekan ini. Total dana kelolaan reksa dana syariah sebesar Rp5,60 triliun dari 49 jumlah reksa dana syariah pada 26 Agustus 2011. Komposisi jenis reksa dana syariah antara lain reksa dana syariah campuran ada sekitar 16 unit dengan dana kelolaan Rp1,08 triliun, reksa dana syariah indeks berjumlah satu unit dengan dana kelolaan Rp119,64 miliar, reksa dana pendapatan tetap berjumlah delapan unit dengan dana kelolaan Rp480,29 miliar. Reksa dana syariah saham berjumlah 10 unit dengan dana kelolaan Rp1,63 triliun dan reksa dana syariah terproteksi berjumlah 14 unit dengan dana kelolaan Rp2,28 triliun.

INKA Dapat Kucuran Dana Rp 118 Miliar oleh PIP untuk KA Batubara   

Jumat, 09-09-2011 (16:05)

 

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyatakan akan segera menyuntikkan dana Rp 118 miliar kepada PT Industri Kereta Api (INKA). Dana ini untuk pengadaan gerbong angkutan batubara di Sumsel. Investasi PIP yang sudah di depan mata itu adalah PT INKA. Ada investasi Rp 118 miliar untuk gerbong angkutan batubara di Sumatera Selatan," ujar Soritaon. Sampai saat ini PIP sudah menyuntikkan dana investasi ke-52 Pemda lewat BUMD dengan nilai Rp 3,2 triliun. Dana ini untuk pembangunan rumah sakit dan beberapa jalan tol. Kucuran dana untuk PLN sebesar Rp 7,5 triliun, Soritaon mengatakan pihaknya saat ini tengah menunggu revisi peraturan pemerintah (PP) sebelum dikucurkan. Menunggu revisi PP No.1 untuk PLN. Kalau PP selesai, kita bisa tandatangan investasi yang totalnya Rp 7,5 triliun. Mudah-mudahan bulan ini aturannya siap.

Newmont Setor Rp 3,26 Triliun di Triwulan II-2011   

Jumat, 09-09-2011 (14:59)

 

Selama triwulan II-2011 PT Newmont Nusa Tenggara mengaku telah menyetor Rp 3,263 triliun kepada pemerintah Indonesia. Setoran ini berupa pajak, non pajak, dan kontrak karya. Newmont selalu melaksanakan kewajiban keuangan kepada pemerintah tepat waktu dan memenuhi semua ketentuan perpajakan. Sejak 2003 Newmont selalu mendapatkan predikat wajib pajak patuh dari pemerintah. Pembayaran pajak terbesar pada triwulan II-2011 adalah Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) Rp 3,108 triliun, disusul Pajak Penghasilan Perorangan (PPh 21) Rp 43 miliar, dan pembayaran royalti produksi mencapai Rp 32 miliar. Dibandingkan dengan pembayaran pajak, non-pajak dan royalti triwulan I-2011 yaitu sebesar Rp 1,41 triliun, terjadikenaikan Rp 1,853 triliun pada triwulan II-2011. Peningkatan ini disebabkan karena adanya penambahan pembayaran kekurangan Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) dan kenaikan cicilan Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) di 2011. selama 2010 Newmont telah menyetor Rp 5,761 triliun sehingga sejak 1999 sampai triwulan II-2011, Newmont telah menyetor pajak, non pajak, dan royalti Rp 25,942 triliun kepada negara.

Indosat masih Tawarkan 4.000 Menara Telekomunikasi

Jumat 09-09-2011 (11:39)

 

Singapura - PT Indosat Tbk (ISAT) merencanakan menjual 4.000 menara telekomunikasi yang telah menyumbang 20% terhadap bisnis perseroan. Saat ini sudah ada beberapa yang tertarik seperti PT Menara Bersama Insfrastruktur, PT Solusi Tunas Pratama dan PT Sarana Menara Nusantara. Penjualan ini diperkirakan dapat mengantongi dana US$500 juta. Salah seorang sumber Bloomberg.com mengatakan penawaran akan dilakukan selama dua pekan.
Indosat yang berbasis di Jakarta seperti dikutip dari bloomberg.com menyatakan bisnis menara telah menyumbang sekitar 20% dari pendapatan perseroan. Setiap menara akan dilego sekitar US$125.000. Pembangunan menara telepon selular menelan biaya US$100.000. Pendapatan dari usaha sewa menara mencapai Rp198 miliar dari data per Juli lalu. Sementara PT Menara Bersama Infrastruktur mengakui tertarik unutk memiliki menara milik ISAT tersebut. "Kami tertarik mendapatkan menara sebagai aset," kata Dirkeu PT Menara Bersama Infrastur, Heli Yusman Santoso.

SMGR Sedang Studi Akuisisi KP Batu Bara   

Jumat 09-09-2011 (11:11)

 

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sedang melakukan studi untuk mengakuisisi salah satu KP batu bara di dalam negeri yang telah beroperasi. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan SMGR Sunardi Prionomurti dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/9). Langkah ini dilakukan sesuai dengan rencana jangka menengah dan jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas terpasang produksi semen.
Perseroan menargetkan kapasitas terpasang perseroan sebesar 20 juta ton semen per tahun dengan kebutuhan konsumsi batu bara sebesar 3,5 juta ton pada 2011. Kebutuhan konsumsi batu bara sebesar 3,5 juta ton. Kebutuhan konsumsi batu bara diperkirakan akan meningkat di atas 6,5 juta ton per tahun pada 2015 seiring dengan peningkatan kapasitas terpasang perseroan ditargetkan mendekati 30 juta ton semen per tahun. Sementara itu dalam struktur biaya produksi perseroan, biaya batu bara tercatat sekitar 27% dan merupakan komponen biaya terbesar.

Rencana untuk membeli KP batu bara hingga saat ini masih dalam tahp penjajagan dan pengkajian. Perseroan akan melakukan eksekusi rencana pembelian KP batu bara setelah mendapatkan keyakinan, hal tersebut akan membawa dampak positif terhadap kinerja perseroan serta dapat meningkatkan.

Surya Semesta Dapat Pinjaman US$ 32 Juta dari BCA

Jumat, 09-09-2011 (10:23)

 

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usahanya PT Suryalaya Anindita International (SAI) mendapatkan kredit dari Bank Central Asia senilai US$ 32 juta dan Rp 117 miliar. Pinjaman akan digunakan sebagai pembiayaan kembali utang SAI, serta renovasi hotel Gran Melia, Jakarta. Menurut manajemen SSIA dalam keterangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip detikFinance Jumat 9/9/2011), fasiltas pinjaman ini berjangka 8 tahun.
Pinjaman dengan dua denominasi mata uang ini menjaminkan hak tanggungan atas tanah dan bangunan hotel Gran Melia Jakarta yang dimiliki SAI, dan gadai atas seluruh saham SAI yang dimiliki perseroan sekitar 53,75%, serta saham SAI milik PT Lumbunh Sumber Rejeki. SAI juga mensubordinasikan utangnya kepada pemegang saham setelah pelunasan kepada BCA, baik utang yang telah ada maupun yang ada dikemudian hari dan menandatangani perjanjian subordinasi utang pemegang saham. SAI memiliki dua hotel, yakni Gran Melia Jakarta dan Melia Nusa Dua Bali, dan dioperasikan oleh Melia Hotels International (Sol Melia) dari Spanyol. SSIA selain bergerak pada bisnis perhotelan juga memiliki bisnis usaha jasa konstruksi dan kawasan industri. Hingga Juni ini perseroan menghasilkan pendapatan usaha konsolidasi Rp 1,542 triliun, naik 105,7% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 750 miliar.

Kembangkan Divisi Komersial, PT PAL Cari Mitra Strategis   

Jumat, 09-09-2011 (09:55)

 

PT PAL Indonesia berencana menarik mitra strategis untuk mengembangkan divisi komersial, dengan kepemilikan saham minoritas 10-20%. Usulan ini siap disampaikan kepada pemegang saham, Kementerian BUMN. Menurut Direktur Utama PAL, Harsusanto, sebagai industri strategis memang PAL tidak diperkenakan sahamnya dijual ke pihak lain. Namun seiring dengan pengembangan usaha di divisi komersial, hal tersebut nampaknya bisa terealisir. Kerja sama dengan pihak swasta pada divisi komersial, ya apa dilarang. Nanti divisi komersial dijual 20% ke publik. Misalkan Korea atau Belanda
Manajemen PAL telah berbicara pada tingkat staf kedeputian Kementerian BUMN. Namun memang harus dipikirkan, bagaimana realisasi teknis di lapangan.  Â Pengembangan usaha inti juga terus perseroan lakukan, dimana tiga kapal rudal cepat siap PAL kerjakan yang merupakan pesanan dari TNI AL. Bahkan pemesanan kapal jenis ini akan ditambah menjadi 15 unit, dalam waktu tiga tahun ke depan. Kebutuhan kapal niaga denga adanya asas Cabotage juga menguntungkan perseroan. Dengan kebutuhan kapal berbendera Indonesia yang berlayar di wilayah nusantara senilai Rp 360 triliun, berpotensi meningkatkan kebutuhan armada hingga 2.142 kapal.

 

Hexindo Alokasikan USD15 Juta 

Kamis 08-09-2011 (16:26)

 

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menginvestasikan dana sekira USD15 juta untuk tahun fiskal 2011 ini. Division Head Finance HEXA Syamsu Anwar menuturkan dari USD15 juta ini sebanyak 35 persen telah dipakai. "Besaran 35 persen ini telah dipakai untuk membuat training center di wilayah Balikpapan," tutur Syamsu di Jakarta, Kamis (8/9/2011). Dana itu, lanjutnya, juga digunakan untuk pembelian tanah di wilayah Pontianak guna untuk membangun kantor cabang. Sehingga sekarang ini perseroan sudah memiliki 36 kantor cabang. informasi laba bersih hingga Juli 2011 sudah mencapai USD16,6 juta dan laba kotor sebesar USD36,5 juta.

Penyaluran Kredit Perbankan Capai 24,2% 

Kamis 08-09-2011 (14:56)

 

Realisasi penyaluran kredit yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada Agustus ini, telah mencapai 24,2 persen. Penyaluran kredit ini diklaim guna meningkatkan perekonomian Indonesia. Penyaluran kredit hingga Agustus 2011 mencapai 24,2 persen (year-on-year/yoy) yang sebagian besar disalurkan untuk pembiayaan kegiatan perekonomian yang produktif," tulis Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A Johansyah, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis hari ini.
Stabilitas perbankan saat ini cenderung tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik, serta stabilitas industri perbankan yang tetap terjaga, itu tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum delapan persen dan rendahnya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross di bawah lima persen.  BI tetap mencermati perkembangan kredit pada beberapa sektor yang cenderung konsumtif. Bank Indonesia berupaya mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan dalam mendukung ekspansi perekonomian nasional dengan tetap menjaga stabilitas sistem perbankan secara keseluruhan.

Sari Roti Bangun Dua Pabrik, Cari Utang Rp 100 Miliar   

Kamis, 08-09-2011 (13:33)

 

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tengah mencari pinjaman perbankan Rp 100 miliar untuk membiayai pembangunan dua pabrik baru di Cibitung dan Palembang. Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri menjadi calon kuat debitur. Menurut Direktur Operasional ROTI Yusuf Hady, pencairan pinjaman kemungkinan kedua bank ini akan cair bulan depan. "Terus melakukan pendekatan dengan dua bank lokal, BCA dan Mandiri. Sudah cukup dekat, tinggal ngomongin bunganya," ungkap Yusuf di Jakarta, Kamis (8/9/2011).
Kedua pabrik baru ini akan menghabiskan dana Rp 150 miliar. Sementara sisa dana, akan didapat dari kas internal dari pos laba ditahan. Pabrik Cibitung memasuki proses penyelesaian pembangunan. Rencananya pabrik ini akan selesai pada Desember 2011. Sementara pabrik Palembang akan selesai dibangun pada Mei tahun depan.
Pembangunan pabrik untuk memperluas distribusi kami ke luar daerah. Untuk pabrik Semarang dan Medan, Pembangunan pabrik roti di Semarang dan Medan menggunakan sisa dana hasil penawaran saham perdana (IPO). Dari total Rp 190 miliar yang perseroan dapat, Rp 150 miliar habis untuk membangun pabrik. Rp 40 miliarnya untuk bayar utang. Jadi hasil dana IPO sebesar Rp 190 miliar sudah seluruhnya digunakan untuk bayar utang dan pembangunan pabrik. Selain di kedua tempat tersebut, ROTI sebelumnya sudah memiliki tiga pabrik lainnya, dimana dua berada di Cikarang.

Dian Swastatika Jual 30% Saham Golden Energy Mines 

Kamis, 08-09-2011 (13:30)

 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melepas 1,764 miliar (30%) saham PT Golden Energy Mines (GEM) kepada GMR Singapura.  Harga penjualan disepakati setara dengan harga penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) GEM yang akan dilakukan tahun ini. Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Kamis (8/9/2011), harga saham pada IPO itu nantinya dikalikan jumlah saham yang dibeli secara Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan hukum negara Singapura sehingga menjadi nilai total transaksi ini. Transaksi ini rencananya dilakukan dalam rentang waktu 135 hari terhitung tanggal penandatanganan CSPA pada 11 Agustus 2011. Penyelesaian jual beli dan pengalihan saham akan dilaksanakan melalui mekanisme jual beli saham melalui transaksi tutup sendiri alias crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Golden Energy sendiri awalnya berniat menggelar IPO di Agustus 2011 dengan menawarkan saham perdana sebanyak 1,25 miliar lembar, atau setara 20% dari saham yang dicatatkan. Harga yang dutetapkan pada level Rp 2.300- 3.500 per saham. Namun, karena satu dan dua hal, rencana itu akhirnya molor ke akhir tahun ini. Manejemen perseroan berniat untuk memperbaharui penggunaan laporan keuangan. Sementara GMR Singapura yang menjadi pihak pembelia adalah anak usaha GMN Energy Ltd yang tercatat di bursa India. Perusahaan infrastruktur ini bergerak di bidang pembangkit listrik, dengan kapasitas 808 mw serta 8.448 mw sedang dalam proses pembangunan di India. Nilai dari aset tersebut disepakati sebesar Rp 129 miliar sehingga akan meningkatkan arus kas dan lukuiditas perseroan. PT Sinar Mas Teladan akan menjadi pihak pembeli dalam aksi korporasi ini. Emiten berkode DSSA itu akan segera menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 Oktober 2011 dalam rangka meminta persetujuan penjualan saham anak usaha dan aset tersebut.

BI Tak Akan Naikkan BI Rate

Kamis 08-09-2011 (10:24)

 

Bank Indonesia (BI) diprediksi akan tetap menahan BI Rate di posisi 6,75 persen. Inflasi inti year on year masih di posisi 4,79 persen, itu kan masih di bawah angka BI Rate. Jadi BI masih aman menahan BI Rate di 6,75 persen. Bahwa menurutnya posisi BI rate masih aman sampai akhir di tahun di posisi 6,75 persen. Di awal tahun depan, BI baru diprediksi untuk menaikkan posisi BI rate.  6,75 persen masih aman sampai akhir tahun. Kalau dinaikkan, baru dinaikkan awal tahun depan dengan syarat harga BBM juga naik. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka inflasi di bulan Agustus ini di angka 0,93 persen. Laju inflasi Januari- Agustus ini sendiri sebesar 2,69 persen, dengan inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen.

Bank Mutiara Belum Laku, Pembeli Tak Memenuhi Syarat

Kamis, 08-09-2011 (08:54)

 

Proses penjualan saham PT Bank Mutiara Tbk (Bank Century) akhirnya telah diselesaikan. Namun pada masa pertama ini, tidak ada satupun calon investor yang dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan dan persyaratan lain sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI). Sesuai amanat Pasal 42 UU LPS,Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan membuka kembali proses penjualan saham Bank Mutiara pada waktu yang akan ditentukan kemudian. LPS menjelaskan proses penjualan saham telah diawali dengan pemberitahuan mengenai penjualan saham Bank Mutiara melalui media massa pada tanggal 8 Juli 2011, dimana telah diberi kesempatan bagi calon investor yang berminat untuk menyampaikan minatnya kepada PT. Danareksa Sekuritas paling lambat tanggal 18 Juli 2011. "Terdapat 9 (sembilan) calon investor yang menyatakan minat berpartisipasi dalam proses penjualan saham PT. Bank Mutiara, Tbk. LPS melalui PT Danareksa Sekuritas telah menyampaikan Teaser mengenai Bank Mutiara kepada sembilan calon investor.
Dari kesembilan calon investor tersebut, terdapat 3 calon investor yang menyampaikan konfirmasi Surat Pernyataan Minat (Conforming Letter of Interest) beserta dokumen-dokumen pendukungnya.Selanjutnya, LPS telah melakukan proses prakualifikasi terhadap ketiga calon investor tersebut berdasarkan dokumen yang disampaikan. Dengan tidak adanya calon investor yang memenuhi syarat, maka sesuai amanat Pasal 42 UU LPS, LPS akan membuka kembali proses penjualan saham PT. Bank Mutiara Tbk, pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, pada tahun ketiga setelah diambil alih, Bank Mutiara harus dijual dengan harga sesuai penyertaan modal sementara. Pada saat Bank Century diambil alih, LPS memberi dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun.


Astra Akuisisi 95% Saham Jalan Tol Kertosono-Mojokerto 

Selasa, 06-09-2011 (16:17)

 

PT Astratel Nusantara (Astratel), anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII) menandatangani dokumen pengalihan saham atas 95 persen saham-saham PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI) dari PT Natpac Graha Arthamas (Natpac). Dengan demikian, komposisi pemegang saham MHI setelah akuisisi tersebut menjadi 95 persen Astratel dan lima persen Natpac. Untuk akuisisi tersebut, Astratel membayar sekira Rp750 miliar kepada Natpac.
Dana tersebut berasal dari internal funding induk perusahaan, ASII. Akuisisi ini dinilai strategis, karena merupakan kelanjutan dari langkah Grup Astra dalam bidang infrastruktur, khususnya pengembangan jalan tol di Indonesia. Kami berupaya ikut serta dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, yakni dengan pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan Indonesia. Sekadar informasi, MHI adalah perusahaan yang telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan MHI akan melaksanakan pengusahaan jalan tol ruas Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km, yang meliputi kegiatan pendanaan, perencanaan teknik, melaksanakan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol tersebut.
Biaya proyek jalan tol ini secara keseluruhan diperkirakan adalah sekira Rp3,5 triliun termasuk biaya pembebasan tanah dan konstruksi. MHI sekarang ini telah masuk dalam tahap proses pembebasan tanah dan melakukan pekerjaan konstruksi. Dengan akuisisi MHI ini, maka Astratel telah memiliki tiga ruas tol, termasuk PT Marga Mandalasakti (MMS) yang mengoperasikan jalan tol ruas Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km dan PT Marga Trans Nusantara (MTN) yang akan membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km bekerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk. Total penyertaan Astratel untuk ketiga jalan tol ini mencapai Rp3,4 triliun dengan total panjang jalan 124,15 km, di mana 72,5 km yang dikelola oleh MMS telah beroperasi. Astratel yang didirikan 12 Oktober 1992 merupakan perusahaan induk untuk Divisi Infrastruktur dalam Grup Astra.

Askrindo Suntik Modal Reasuransi Nasional Rp35 M

Selasa, 06-09-2011 (10:16)

 

PT Reasuransi Nasional Indonesia mendapatkan suntikan modal atas 35 ribu saham senilai Rp35 miliar dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Dalam keterangan tertulisnya yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (6/9/2011), penambahan modal tersebut akan dilakukan melalui inbreng (pemasukan ke dalam perusahaan) atas sebidang tanah seluas 1.710 meter persegi berikut bangunan seluas 3.411 meter persegi. Tanah dan bangunan tersebut, memiliki sertifikat hak guna bangunan. Tanah ini terletak di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, yang terdaftar atas nama Askrindo. Sebelumnya, Kementerian BUMN telah melantik direksi baru PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada Selasa 23 Agustus 2011. Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/8/2011), Kementerian BUMN melalui Keputusan Menteri Negara BUMN selaku RUPS PT Askrindo (Persero) Nomor: KEP-199/MBU/2011 tanggal 15 Agustus 2011 memutuskan memberhentikan dengan hormat anggota-anggota Direksi PT Askrindo (Persero), yakni Chairul Bahri (sebagai Direktur Utama) dan Hartono (sebagai Direktur Pemasaran dan Pertanggungan).

ITMG Bagi Dividen Interim Rp1.168/Saham    

Selasa, 06-09-2011 (09:22)

 

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menetapkan pembagian dividen interim 2011 sebesar Rp1.168 per saham atau senilai dengan 75% dari laba bersih semester I 2011 US$205 juta. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, kemarin. Pembagian dividen interim ini telah disetujui oleh jajaran komisaris perseroan pada 25 Agustus 2011. Sesuai rencana, cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 28 September, sedangkan ex dividen pada 29 September 2011. Adapun cum dividen di pasar uang masing masing 3 dan 4 Oktober 2011. Untuk pembayarannya akan dilakukan pada 14 Oktober 2011. ITMG mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 53% menjadi US$205,33 juta pada semester I 2011 dibandingkan sebelumnya US$134,14 juta. Kenaikan ini didukung oleh kinerja penjualan bersih naik menjadi US$970,3 juta dibandingkan sebelumnya US$815,07 juta.

Laba Periode Berjalan BEI Naik 6,75%

Jumat 26-08-2011 (11:12)

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan kenaikan laba 6,75 persen. Laba periode berjalan per Juni 2011 tercatat Rp156,420 miliar naik dari laba per Desember 2010 sebesar Rp146,525 miliar. Pada laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan Jumat (26/8/2011), tercatat pendapatan bersih naik hingga 16 persen persen year on year (yoy) menjadi Rp345,883 miliar dari sebelumnya Rp298,166 miliar.
Kenaikan 12,8 persen tercatat di kolom laba sebelum pos keuangan dan lain-lain. Per Juni 2011, BEI membukukan laba Rp127,767 miliar. Sedangkan laba periode yang sama tahun lalu adalah Rp113,180 miliar. Pos laba komprehensif menghimpun dana Rp156,651 miliar. Angka tersebut naik 2,73 persen dari tahun lalu Rp152,477 miliar. Hingga Juni 2011, BEI memiliki total aset Rp4,407 triliun. Sebelumnya, total aset perusahaan pada Desember 2010 adalah Rp3,556 triliun.

Bakrie Sumatra Raup Laba Rp 218 Miliar, Melonjak 362% 

Jumat, 26-08-2011 (10:04)

 

PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) mencatat laba Rp 218,62 miliar di semester I-2011. Laba melesat 362,58% dari periode yang sama tahun lalu Rp 47,26 miliar. Menurut laporan keuangan UNSP yang dipublikasikan, Jumat (26/8/2011), peningkatan kinerja perseroan terdorong oleh kenaikan pendapatan dari Rp 1,134 triliun di semester I-2010 menjadi Rp 2,303 triliun di semester I-2011. Usai terpangkas beban penjualan Rp 1,46 triliun, laba kotor UNSP hingga Juni 2011 mencapai Rp 840,262 miliar. Laba ini naik 85,27% dari periode yang sama tahun lalu, Rp 453,52 miliar
Pendapatan selisih kurs Rp 123,51 miliar dan nihilnya amortisasi goodwill pada semester ini, menjadikan kinerja perseroan makin apik. Posisi laba usaha mencapai Rp 654,103 miliar atau naik tinggi 101,18% dari periode sebelumnya Rp 325,13 miliar. Laba bersih periode berjalan perseroan juga melesat dari Rp 47,26 miliar menjadi Rp 406,101 miliar. Namun terdapat negatif pendapatan komprehentif lain Rp 189,48 miliar. Dengan demikian laba bersih atau pendapatan komprehensif periode berjalan berada pada posisi Rp 218,62 miliar. Posisi laba bersih per saham dasar mencapai Rp 60,32 per lembar, naik dari posisi sebelumnya Rp 8,5 per lembar. Aset perseroan pun hingga Juni 2011 mencapai Rp 18,761 triliun, naik dari posisi akhir tahun lalu Rp 18,502 triliun. Sementara total kewajiban UNSP mencapai Rp 10,134 triliun, naik dibandingkan posisi akhir tahun lalu Rp 9,954 triliun.

Saham Lippo Cikarang Kembali Diperdagangkan  

Jumat, 26-08-2011 (09:54)

 

Saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) kembali dibuka perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai sesi I hari ini, Jumat, 26 Agustus 2011. Demikian disampaikan Ph. Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Egy Essigy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8/2011).
BEI membuka suspensi atas perdagangan saham LPCK di pasar reguler dan pasar tunai. Saham ini telah dihentikan perdagangannya selama dua kali, akibat kenaikan harga saham hingga 269,23%. Pada 18 Juli 2011, harga saham LPCK berada di level Rp 650 per lembar. Namun hingga 16 Agustus, langsung melesat dan berada di level Rp 2.400 per lembar. Suspensi juga telah dilakukan pada 12 Agutus 2011 lalu karena sudah naik 138,46%.

Wilmar Akuisisi Duta Sugar USD105 Juta 

Kamis 25-08-2011 (14:23)

 

Perusahaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) asal Singapura, Wilmar International Limited, telah mengakuisisi produsen gula rafinasi, PT Duta Sugar International dengan nilai akusisi USD105 juta pada bulan lalu. Melalui akuisisi itu, diharapkan kapasitas produksi Duta Sugar akan meningkat hingga 30 persen dari saat ini yang sebesar 800 ribu ton per tahun. "Sebulan lalu, proses akusisi Duta Sugar baru selesai. Nilainya sekitar USD105 juta. Pabrik refinary gula rafinasi, bukan perkebunan,"kata MP Tumanggor di Jakarta Kamis (25/8/2011).

Target peningkatan kapasitas tersebut bisa tercapai apabila didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. "Selama ini Duta Sugar sudah punya pelanggan. Pasar bisa kami perluas tapi itu tergantung kebijakan pemerintah. Misalnya, dikeluarkan izin impor raw sugar (gula mentah) lalu kita proses dan ekspor. Itu juga bisa meningkatkan penerimaan negara.

Laba Bersih Citra Tubindo Naik 584,25%

Kamis 25-08-2011 (14:16)

 

PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) membukukan kenaikan lababersih yang sangat signifikan sebesar 584,25% menjadi US$28,67 juta dari US$3,75 juta pada periode serupa 2010. Dalam laporan publikasinya ke BEI dijelaskan kenaikan laba bersih di tengah tahun 2011 ini disebabkan kenaikan laba usaha menjadi US$33,11 juta dari US$5,88 juta tahun lalu. Kenaikan laba usaha ini dipicu peningkatan pendapatan operasi lainnya menjadi US$5,71 juta dari hanya US$750,89 ribu. Pendapatan dari penjualan dan jasa semester 1-2011 juga naik menjadi US$98,31 juta dari sebelumnya hanya US$92,63 juta. Kewajiban perseroan pada medio 2011 ini mencapai US$111,27 juta, sedang ekuitasnya mencapai US$125,31 juta.

Perbankan dan Astra untuk Sesi Dua

Kamis, 25-08-2011 12:07

 

Penguatan IHSGsiang ini akan berlangsung hingga penutupan. Saham sektor perbankan dan saham Astra Internasional menjadi penggeraknya. Pada sesi pertama perdagangan Kamis (25/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 8,30 poin (0,22%) ke level 3.855,322. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45yang naik tipis 1,26 poin (0,19%) ke angka 679,623.Laju indeks siang ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,987 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4,209 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,376 triliun di pasar reguler dan total Rp2,418 triliun dan frekuensi 50.149 kali. Sebanyak 117 saham menguat, sedangkan 95 saham melemah dan 80 saham stagnan.Penguatan indeks sesi pertama, justru diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 136 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp 1.066 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp 1.202 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Sektor properti memimpin kenaikan 1,58%, disusul perkebunan 0,90%, keuangan 0,74%, perdagangan 0,43%, aneka industri 0,29% dan konsumsi 0,07%. Hanya saja, empat sektor saham justru melemah seperti industri dasar yang turun 1,03%, pertambangan 0,26%, infrastruktur 0,25% dan manufaktur 0,13%Analis Infovesta Utama Praska Putrantyo memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan menguat. Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.820 dan resistance 3.920 jika mengalami kenaikan hingga 1%.

Beban Operasi Naik, Laba Bank Ekonomi Anjlok 45% ke Rp 173 Miliar 

Kamis, 25-08-2011 (11:17)

 

PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Bank Ekonomi) mencatat laba bersih sebesar Rp 173,67 miliar di semester I-2011, turun 45,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 253,24. Penurunan laba ini dikarenakan adanya kenaikan beban operasional dan penurunan pendapatan operasional.  Berdasarkan laporan keuangan bank dengan kode emiten BA, Kamis (25/8/2011) beban operasional bank ekonomi mengalami kenaikan menjadi Rp 386,9 miliar dibandingkan beban operasional periode yang sama tahun 2010 yang sebesar Rp 305,6 miliar. Sedangkan dari sisi pendapatan operasional terjadi penurunan dari Rp 127,85 miliar di semester I-2010 menjadi Rp 99,39 miliar. Total pendapatan bunga dari anak usaha Bank HSBC ini tercatat sebesar Rp 461,2 miliar naik dibandingkan pada periode yang sama 2010 yang sebesar Rp 431,8 miliar.

Dari sisi kredit, Bank Ekonomi mencatat pertumbuhan kredit sebesar 32,29% atau dari Rp 9,6 triliun di semester I-2010 menjadi sebesar Rp 12,7 triliun di semester I-2011. Aset Bank Ekonomi juga tercatat turun dari Rp 22,1 triliun di semester I-2010 menjadi Rp 21,3 triliun di semester I-2011. Rasio keuangan Bank Ekonomi masing-masing yakni, Rasio Kredit Macet (NPL) gross turun dari 0,57% menjadi 0,34% di semester I-2010. Sedangkan Rasio Kecukupan Modal alias CAR tercatat 18%. Laba bersih per saham BAEK tercatat turun dari semester I-2010 sebesar Rp 72,06 menjadi Rp 49,34 per semester I-2011. Bank Ekonomi dimiliki oleh pemegang saham HSBC Holdings Plc melalui HSBC Asia Pacific Holdings (UK) limited sebesar 98,94% dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar 1 %. Sisanya dimiliki oleh publik sebesar 0,06%.

Berlipat Ganda, Laba Timah Capai Rp 688 Miliar

Kamis, 25-08-2011 (10:39)

 

PT Timah Tbk (TINS) mencetak laba bersih sebanyak Rp 688,99 miliar di semester I-2011, naik dua kali lipat lebih (113,76%) dari laba tahun sebelumnya Rp 322,31 miliar. Lonjakan ini diakibatkan naiknya volume penjualan dan harga jual timah.Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Kamis (25/8/2011), pendapatan bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang ini sebanyak Rp 4,83 triliun, naik cukup tinggi dari pendapatan semester I tahun lalu dari Rp 3,749 triliun. Beban pokok pendapatan ikut naik menjadi Rp 3,577 triliun di paruh pertama tahun ini, dari sebelumnya Rp 3,06 triliun. Rasio beban terhadap pendapatan perseroan menurun karena harga jual produk yang naik.
Pada laba kotor perseroan pun melonjak tinggi dari Rp 689,07 miliar di semester pertama tahun lalu menjadi Rp 1,252 triliun di tahun ini. Laba bersih per sahamnya pun terkerek menjadi Rp 137 per lembar, dibandingkan Rp 64 per lembar di tahun lalu. Perseroan juga mencatat pertumbuhan aset di periode enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp 6,527 triliun, dari tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 5,881 triliun. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, harga saham TINS justru berkurang 9% menjadi Rp 2.500 per lembar di akhir Juni 2011, dibandingkan Rp 2.750 per lembar di akhir 2010 lalu. Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.33 waktu JATS, naik 25 poin (1,14%) ke level Rp 2.200 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 163 kali dengan volume 4.695 lot senilai Rp 5,17 miliar.

BRI Akuisisi Remittance di Hongkong   

Kamis, 25-08-2011 (10:29)

 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) resmi mengakuisisi PT BRIingin Remittance perusahaan penyedia jasa pengiriman uang, yang berpusat di Hong Kong pada semester 1-2011. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Achmad Baiquini di Jakarta Rabu (24/8) malam. Nilai akuisisi Remittance ini mencapai Rp3 miliar. Sebelumnya PT BRIingin Remittance dimiliki oleh dana pensiun BRI sehingga tidak terkonsolidasi dengan BBRI. Dengan adanya akuisisi ini, maka kedepannya kami harapkan pendapatan fee dapat meningkat dari bisnis international.
Baiquini menjelaskan Remittancae terbesar berasal dari Malaysia, diikuti Timur Tengah dan Hong Kong. "Mulai tahun ini fee based cukup besar lewat pengiriman uang dari para TKI. Total remittance sampai dengan Juli mencapai US$7,5 miliar (TKI dan non TKI) yang terdiri dari 436.975 transaksi. Dibanding posisi sepanjang 2010, transaksinya naik 53%, dan secara nominal naik 23 persen. Khusus TKI, posisi per Juni 2011 terdiri dari 363 ribu rekening senilai Rp1,2 triliin per Juni. "Itu untuk incomingnya. Untuk outgoing sampai dengan Juli 2011 nilainya mencapai US$12,9 miliar.
Terkait pengembangan jaringan remittance ini, BRI menegaskan belum memiliki rencana untuk membuka di luar negeri, tapi dengan menempatkan tenaga BRI di jasa pengiriman uang di Malaysia dan Timur Tengah. Cabang yang betul-betul itu masih ada di New York. Di Hong Kong hanya representatif. Tapi ke depan diharapkan ini nantinya bukan lagi ditangani remittance representatif tapi oleh anak perusahaan kita. Karenanya kita jemput bola dengan menempatkan orang-orang kita di Malaysia dan Timur Tengah. Kalau di Hong Kong itu ditangani remittance kita langsung.share rimittance BRI secara nasional baru sekitar 5 persen.  dalam 1-2 tahun bisa mencapai 8-9 persen.

Saham BAYU Teraktif Diperdagangkan Rabu Ini

Rabu, 24-08-2011 (16:39)

 

Saham BAYU teraktif diperdagangkan pada hari ini dengan transaksi mencapai 21.635 kali senilai Rp57,1 miliar dengan volume 159,2 juta saham. Demikian dikutip dari data BEI, Rabu (24/8). IHSG ditutup melemah 33,44 poin atau 0,8% ke 3.847,02. Volume perdagangan mencapai 7,2 miliar saham senilai Rp4,6 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp484,02 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,07 triliun.
Urutan kedua saham ADRO dengan transaksi sebanyak 4.287 kali senilai Rp300,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 137,5 juta saham. Urutan ketiga saham PGAS dengan transaksi sebanyak 3.762 kali senilai Rp196,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 62,5 juta saham. Urutan keempat saham CPIN dengan transaksi sebanyak 3.710 kali senilai Rp143,6 miliar dengan volume perdagangan mencapai 49,9 juta saham. Urutan kelima saham TMPI dengan transaksi sebanyak 3.001 kali senilai Rp7,09 miliar dengan volume perdagangan mencapai 64,9 juta saham. Urutan keenam saham BBRI dengan transaksi sebanyak 2.789 kali senilai Rp278,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 42,8 juta saham. Urutan ketujuh saham KIJA dengan transaksi sebanyak 2.745 kali senilai Rp59,9 miliar dengan volume perdagangan mencapai 325,8 juta saham.Urutan kedelapan saham ELTY dengan transaksi sebanyak 2.717 kali senilai Rp51,3 miliar dengan volume perdagangan mencapai 351,1 juta saham. Urutan kesembilan saham EBRG dengan transaksi sebanyak 2.599 kali senilai Rp57,6 miliar dengan volume perdagangan mencapai 295,3 juta saham. Urutan kesepuluh saham BKSL dengan transaksi sebanyak 2,484 kali senilai Rp76,7 miliar dengan volume perdagangan mencapai 322,9 juta saham.

Danamon Dapat Restu Rights Issue Rp 4,9 Triliun       

Rabu, 24-08-2011 (16:07)

 

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akhirnya mendapatkan restu untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue kepada para pemegang saham. Pasalnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah menyetujui rencana Perseroan melepas lepas sahamnya sebanyak 1.162.285.399 lembar dengan nilai Rp 4,9 triliun.  Rights Issue V yang dilakukan akan memperkuat posisi permodalan dan neraca Danamon, serta mendukung pertumbuhan lini usaha kami di masa yang akan dating. Dengan memperhitungkan perolehan dana dari Rights Issue, performa rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) untuk standalone akan meningkat dari 12,05% menjadi 16,98%, dan untuk konsolidasi Danamon akan meningkat dari 14,75% menjadi sebesar 19,16% per tanggal 31 Maret 2011.
Rights Issue V ini akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan sebesar 1.162.285.399 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp 500 (lima ratus Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp 4.300 (empat ribu tiga ratus Rupiah) setiap saham, atau dengan nilai total sebesar Rp 4.997.827.215.700. Dana hasil Rights Issue V ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan digunakan oleh Danamon untuk pemberian pinjaman yang diberikan pada sektor kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pembiayaan otomotif.

Latinusa Peroleh Lisensi Plat Timah Nippon Steel       

Rabu, 24-08-2011 (13:27)

 

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) alias Latinusa bekerjasama dengan Nippon Steel Corporation (NSP) untuk meningkatkan efisiensi, kualitas dan kapasitas produksi Tinplate (plat timah). Latinusa memperoleh non-exclusive licenses dari teknologi Nippon Steel. Menurut manajemen Latinusa, dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan bersama NSP telah menandatangani perjanjian Agreement Regarding Technical Assistance for Operation of Electrolytic Tinning Line and Its Peripheral Facilities of Latinusa. Nilai transaksi afiliasi tersebut mencapai US$ 690 ribu," ungkap manajemen Latinusa di kantornya, Rabu (24/8/2011). NSP tercatat memiliki 35% saham perseroanKerja sama teknologi ini, dipercaya menjadikan Latinusa penyedia Tinplate berkualitas namun dengan harga kompetitif. "Rencana kerjasama bantuan teknis (Technical Assistance) pengoperasian electrolytic tinning line dan fasilitas pendukungnya antara Perseroan dengan NSC adalah wajar.
Perseroan akan membayar kompensasi teknologi ini sebesar US$ 1 per ton produk Tinplate, yang dijual relatif lebih kecil dibandingkan manfaat (pendapatan dan laba) yang dihasilkan. Sebagai informasi, anak usaha Krakatau Steel ini mencatat laba di triwulan I-2011 anjlok 90,23% menjadi Rp 2,74 miliar, dibanding laba periode yang sama tahun lalu Rp 28,05 miliar. Turunnya laba disebabkan berkurangnya penjualan serta beban pokok penjualan hanya turun tipis.

Central Omega Lepas Rights Issue di Rp 1.000     

Rabu, 24-08-2011 (12:43)

 

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) akan menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 983.736.000 lembar, dengan harga penawaran Rp 1.000 per lembar. Direktur Central Omega, Feni S. Budiman mengatakan dana hasil rights issue tersebut digunakan perseroan sebagai peningkatan modal untuk penyertaan investasi pengolahan nikel (smelter).  Saham baru bernilai nominal Rp 500 per lembar, dengan harga penawaran Rp 1.000. Total dana yang perseroan dapat mencapai Rp 983 miliar.
Setiap pemegang satu lembar saham, berhak atas sembilan saham baru HMETD. Setiap 27 lembar saham rights issue juga disertakan waran secara cuma-cuma. Total waran seri I ini mencapai 36.434.667 lembar. Selaku arranger, perseroan mempercayakan keapda PT Panca Global Securities, dengan penasihat keuangan PT Eagle Capital. Selaku Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita. Perseroan akan melaksanaan RUPS luar biasa di 30 September 2011, dengan permohonan rights issue kepada Bursa di 28 September 2011. Pernyataan efektif dari Bapepam-LK rencananya di 29 September 2011.DKFT beberapa waktu lalu sempat disuspen perdagangannnya, karena terjadi peningkatan saham hingga 209,47%, dari Rp 475 menjadi Rp 1.470.

 

KS Gelar Rights Issue dan IPO Anak Usaha di 2012 

Rabu, 24-08-2011 (10:34)

 

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memiliki segudang rencana dalam rangka pengembangan bisnis dan ekspansi usahanya. Diantaranya, penerbitan saham baru (rights issue) serta Initial Public Offering (IPO) yang dikhususkan untuk anak usahanya PT Krakatau Wajatama. KRAS menargetkan aksi ini akan dilakukan pada awal tahun 2012, dengan mempertimbangkan kondisi momentum yang tepat.
Sedangkan IPO anak usaha, PT Krakatau Wajatama prosesnya tengah dipersiapkan perseroan. Rencananya, pada triwulan I-2011 menjadi waktu yang tepat untuk penerbitan saham perdana Krakatau Wajatama Sedang dalam persiapan. Dana hasil IPO digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan, khususnya produksi baja olahan. Krakatau Wajatama telah berdiri sejak 1992, dengan produksi andalan seperti INP, IWF, H-Beam, U-Channel, L-angels, Reinforcing Bars (Deformed & Plain Bars).

Melonjak 42%, Indofood Raup Laba Rp 2,5 Triliun      

Rabu, 24-08-2011 (10:02)

 

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil meraup laba Rp 2,552 triliun di semester I-2011, naik signifikan 42,17% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,795 triliun. Menurut laporan keuangan INDF yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (24/8/2011), peningkatan laba ditopang oleh apresiasi penjualan hingga 20,5%. Hingga Juni 2011, penjualan perusahaan grup Salim ini mencapai RP 21,849 triliun. Padahal tahun sebelumnya hanya Rp 18,122 triliun.Dengan beban Rp 15,52 triliun, INDF menhghasilkan laba kotor Rp 6,32 triliun, meningkat 7,5% dibandingkan periode sebelumnya Rp 5,88 triliun. Namun marjin laba kotor turun menjadi 28,9% dari sebelumnya 32,5%, karena naiknya harga bahan baku. Perseroan mencatat pertumbuhan laba usaha 16,8% dari 2,97 triliun menjadi Rp 3,47 triliun. Dimana laba per saham INDF hingga semester I ini mencapai Rp 180 per lembar, meningkat dari periode yang saham tahun lalu Rp 161 per lembar.
Perseroan mencatat total aset di semester I lalu mencapai Rp 52,544 triliun, naik signifikan dibandingkan akhir 2010 Rp 47,27 triliun. Total kewajiban INDF sendiri mencapai Rp 23,21 triliun, naik dari Rp 22,42 triliun di Desember 2010. Prestasi tersebut tidak lepas dari kelompok usaha strategi konsumen bermerek dibawah payung PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kelompok usaha ini menyumbang 42,27% dari penjualan INDF. Disusul Bogasari 24% dan Agribisnis, Distribusi 7%. ICBP sendiri berhasil meraih laba bersih 18,39% dari Rp 861,69 miliar menjadi Rp 1,049 triliun. Laba ditopang oleh kenaikan penjualan sekitar 4,7% menjadi Rp 9,422 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, ICBP hanya meraih penjualan Rp 8,91 triliun. Laba kotor naik tipis, dari Rp 2,39 triliun menjadi Rp 2,42 triliun. Sedangkan lab usaha meningkat 7,8% dari Rp 1,204 triliun di semester I-2010 menjadi Rp 1,38 triliun. Laba bersih per saham yang dibagikan kepada pemilik entitas induk, akhirnya ditutup pada level Rp 170 per lembar, turun dari periode sebelumnya Rp 172 per lembar.

RUPSLB Eratex Setujui Konversi Utang ke Saham

Selasa, 23-08-2011 (14:22)

 

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) menyetujui untuk mengkonversi utang ke Radmet Concept Investment (RCI) sebesar US$2,81 juta menjadi sebesar 48,07 juta saham dengan nilai konversi Rp500. Secara fair sudah disetujui pemegang saham untuk konversi utang Radmet ke Eratex. Radmet Concept Investment bukan afiliasi kita. Nilai konversi saham sebesar Rp500. Perseroan mengharapkan rencana tersebut dapat selesai pada September 2011 setelah mendapatkan pengesahan dari Hukum dan HAM. Radmet Concept Investment akan memiliki saham ERTX sebesar 32,86% setelah konversi saham tersebut. Konversi utang ini akan dilakukan sesuai peraturan Bapepam-LK dan BEI. Saham hasil konversi utang tersebut nanti tidak akan diperdagangkan selama setahun untuk melindungi investor.
Kepemilikan saham setelah konversi utang tersebut antara lain ISM dari 25% menjadi 16,79%, South East Limited dari 22,5% menjadi 15,1%, PT Wakalau Corpora Indonesia dari 10,69% menjadi 7,18%, continuity development dari 2,5% menjadi 1,68%, dan masyarakat menjadi 26,38%.

Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Rp 22,7 Triliun di ATM 

Selasa, 23-08-2011 (13:38)

 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan Rp 22,7 triliun atau rata-rata Rp 1,3 triliun per hari untuk memenuhi kebutuhan dana masyarakat menyambut lebaran tahun 2011 ini.  Sebesar 60% dari jumlah dana yang disiapkan itu akan didistribusikan di wilayah Jabodetabek sementara 40% lainnya akan disalurkan ke kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Semarang, Surabaya dan Bandung.  Dana yang disiapkan untuk menghadapi libur lebaran tahun ini meningkat 20 persen dibandingkan pada saat normal. Untuk menghadapi libur lebaran ini, Bank Mandiri telah menyiapkan uang untuk mengisi ATM, menjaga ketersediaan supplier, infrastruktur, dan sistem operasional ATM. Bahwa pendistribusian dana itu akan difokuskan pada dua minggu sebelum lebaran danselama libur lebaran. Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan dana di seluruh ATM, Bank Mandiri telah menyiapkan Rp 1,1 triliun per hari untuk pengisian uang di seluruh ATM Bank Mandiri.
Bank Mandiri juga memastikan seluruh operasional layanan ATM tetap terjaga dengan membentuk tim ATM yang akan selalu siaga selama liburan. Tim itu terdiri dari tim ATM di masing-masing cabang yang menangani operasional ATM Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Sementara tim dari kantor pusat Bank Mandiri akan terus memonitor kinerja ATM. Saat ini nasabah Bank Mandiri dapat melakukan transaksi melalui 8.742 mandiri ATM, yang terhubung dengan 30.000 jaringan ATM Bersama dan 21.000 ATM Link yang tersebar di seluruh Indonesia. Penambahan ATM saat ini terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya transaksi masyarakat. Melalui dukungan teknisi, monitoring kinerja ATM dipantau selama 24 jam dan Pada tanggal 29, 30, 31 Agustus 2011 dan tanggal 1, 2 September 2011 seluruh kantor cabang (dalam negeri) tidak beroperasi, kecuali beberapa kantor cabang yang ditunjuk untuk beroperasi melayani transaksi Bank secara terbatas untuk setoran BBM/Non BBM

Pembiayaan Mikro Bank Muamalat Capai Rp2,4 T

Selasa, 23-08-2011 (11:27)

 

Hingga Juli 2011, Pembiayaan mikro PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) mencapai Rp2,4 triliun. Demikian diutarakan President Director Bank Muamalat Arviyan Arifin di Jakarta, Selasa (23/8). "Pembiayaan mikro kami sekarang Rp2,4 triliun atau 21% dari total pembiayaan ritel kami. Pembiayaan mikro tersebut adalah 12% dari total pembiayaan Bank Muamalat. "Diharapkan meningkat beberapa tahun ke depan. Apalagi setelah bekerjasama dengan beberapa institusi. Target pembiayaan mikro sekitar Rp2,8 triliun pada akhir tahun ini," tuturnya. Ia menambahkan sektor mikro akan menjadi perhatian perusahaan untuk dikembangkan mengingat potensinya yang sangat besar di Indonesia.

 

Suspensi Saham Central Omega Dibuka 

Selasa, 23-08-2011 (11:14)

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) setelah kemarin disuspensi akibat kenaikan harga saham 209,47%. Suspensi atas perdagangan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) dibuka kembali di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 23 Agustus 2011. suspensi saham Central Omega dilakukan karena sahamnya mengalami kenaikan luar biasa yakni sebesar Rp 995 atau 209,47% dari harga penutupan Rp 475 di 9 Agustus 2011 menjadi Rp 1.470 pada 19 Agustus 2011.

BUMI Berencana Buyback Saham Rp 3,9 Triliun 

Selasa, 23-08-2011 (10:45)

 

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya senilai Rp 3,9 triliun. Rencana buyback saham ini akan dibawa dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dalam prospektusnya yang dikutip, Selasa pagi ini, BUMI bakal melakukan RUPSLB pada 26 September 2011. Jika disetujui, maka pelaksanaan buyback ini akan dilakukan paling lama 18 bulan setelah persetujuan di dalam RUPSLB.
Perusahaan batubara ini akan melakukan buyback maksimal sebanyak 780 juta lembar sahamnya atau 3,75% dari seluruh modal saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Saat ini komposisi pemegang saham BUMI adalah Vallar Investments UK Limited sebesar 32,42%, dan sisanya adalah masyarakat dengan kepemilikan saham di bawah 5% dengan total 67,58%. Buyback saham ini bakal dilakukan melalui bursa ataupun di luar bursa. BUMI telah menunjuk PT Danatama Makmur untuk menangani buyback saham perseroan melalui bursa.  Harga buyback saham ini adalah harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian saham BUMI di bursa selama 90 hari terakhir sebelum tanggal buyback saham dilakukan oleh perseroan.

Laba Bersih Dirilis, Target INDF Rp6.700

Selasa 23-08-2011 (09:13)

 

Jelang rilis laporan keuangan emiten akhir Agustus ini, saham INDF masih bullish. Pekan ini, target harga dapat mencapai Rp6.700 dan September di level Rp7.500. Rekomendasi buy and hold! Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, setelah bursa Eropa dan Dow Jones Future bergerak positif, Indeks Harga Saham Gabungan kemarin berhasil menguat dari level bottom-nya. Banyak sekali saham-saham yang berubah dari minus menjadi plus,terbukti ada 128 saham yang naik dan 106 yang turun. Karena itu, banyak saham unggulan dan lapis dua yang menarik. Namun, lanjutnya, yang saat ini sedang ditunggu pasar adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Hal ini terkait laporan keuangan perseroan yang akan dirilis akhir Agustus ini.
Pada perdagangan Senin (22/8), INDF ditutup menguat Rp350 (5,73%) ke level Rp6.450 dari posisi sebelumnya Rp6.100. Harga intraday tertingginya Rp6.450 dan terendah Rp6.000. Volume transaksi mencapai 21,6 juta unit saham senilai Rp134,8 miliar dan frekuensi 2.097 kali. INDF masih bullish berdasarkan grafiknya. Level penutupan kemarin sangat kuat karena ditutup di level tertinggi, dengan bentuk candle panjang dari Rp6.000 hingga Rp6.450. Unsur spekulasi kemungkinan cukup tinggi di saham ini, yakni kinerja yang dirilis akan bagus. Sebab, jika melihat anak usaha INDF, PT Indofood Agri Resources sendiri, laba bersihnya naik 51%. Karena itu, laba bersih INDF pun berpeluang naik di atas 40%. Apalagi secara historis 5 tahun terakhir, tren kenaikan laba bersihnya di atas 40% . Karena itu, untuk semester pertama 2011, ada kemungkinan di atas 40%. INDF berpeluang mencapai level tertinggi barunya di level Rp6.700 dalam pekan ini. Dengan catatan, laporan keuangannya dirilis sebelum tutup pekan. Level Rp6.700, menurutnya, sekaligus menjadi level resistance untuk sepekan ke depan. Setelah tembus level all time high-nya, target berikutnya adalah Rp7.500 yang pada September 2011 sudah bisa dilihat jika laporan keuangaannya mencatatkan laba bersih di atas 40%.

News sebelumnya

Tahun Ini Bakrie Telecom Rugi Rp 179 Miliar 

Jumat, 19-08-2011 (11:11)

 

 

 

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menderita rugi bersih sebesar Rp 179,69 miliar di semester pertama tahun ini dibandingkan laba bersih sebanyak Rp 2,72 miliar. Rugi terjadi karena beban usaha yang naik tinggi. Dari laporan kinerja keuangan BTEL semester I-2011, Jumat (19/8/2011), pendapatan usaha perseroan hanya naik tipis dari Rp 1,718 triliun di tahun lalu menjadi Rp 1,726 triliun tahun ini.
Sementara beban usaha operator Esia itu justru naik lebih tinggi dari pendapatan, mencapai Rp 1,396 triliun di paruh pertama tahun ini, dari tahun sebelumnya Rp 1,2 triliun. Dengan demikian, anak usaha Grup Bakrie itu menderita rugi usaha Rp 18,265 miliar, dari laba usaha Rp 174,59 miliar Rugi usaha tersebut sedikit terbantu oleh adanya laba selisih kurs sebanyak Rp 154,35 miliar yang sebelumnya di tahun lalu hanya Rp 48,263 miliar. Sayangnya, dengan beban lain-lain yang juga naik cukup tinggi membuat rugi sebelum pajak membengkak jadi Rp 232,94 miliar dari untung Rp 15,62 miliar. Atas turunnya kinerja emiten berkode BTEL itu maka rugi bersih per saham dasar pun menjadi Rp 6,31 per lembar di setengah tahun 2011 ini dibandingkan laba bersih per saham Rp 0,1 per lembar tahun lalu. Sepanjang paruh pertama tahun ini, harga saham BTEL justru naik 55,31% dari Rp 235 per lembar di akhir tahun 2010 menjadi Rp 365 per lembar di akhir Juni 2011.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.05 waktu JATS, harga saham BTEL turun 30 poin (7,69%) ke level Rp 360 per lembar. Sebanyak 13.932 lot sahamnya diperdagangkan 154 kali senilai Rp 2,536 miliar.


 Dalam Waktu 2 Minggu Puasa, BNI Syariah Tambah Uang Tunai Rp300 M

Jumat, 19-08-2011 (10:28)

 

 

 

Dalam menyambut Lebaran, transaksi pengambilan uang di Bank BNI Syariah mengalami meningkat. Dalam dua minggu puasa saja, perseroan telah menambahkan jumlah uang tunai sebesar Rp300 miliar.  Hal ini di sampaikan Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah mengatakan meningkatnya pengambilan uang ini karena banyaknya orang yang belanja yang kemudian membutuhkan uang tunai. Karakteristik selama bulan Ramadan orang cenderung belanja, penambahan bulan ini (sampai saat ini) Rp300 miliar dari Rp6,8 triliun biasanya sekarang menjadi Rp7,1 triliun.  Dan menjelaskan peningkatan pengambilan dana tunai ini paling drastis terjadi di ATM, namun karena BNI syariah bekerja sama dengan Bank BNI sebagai bank induk dalam ATM. Transaksi lewat ATM yang meningkat drastis. ATM kita bekerja sama dengan BNI dan manfaatkan jaringan ATM BNI terutama yang konvensional.

Saham Holcim Anjlok  karena Tekan Bursa Eropa Negatif

Kamis, 18-08-2011 (15:10)

 

 

Bursa saham Eropa menurun tajam pada perdagangan Kamis (18/8). Invetor kecewa dengan laporan pendapatan perusahaan AS yang turun serta kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Mengutip Reuters, Indeks FTSE turun 1,1% ke 5.269, ndeks DAX turun 1,6% ke 5.853 dan indeks CAC turun 1,4% ke 3.205. Saham fitur perbankan dan Intesa SanPaolo turun 2,2%. Sementara saham Semen Holcim di Swiss turun 4,9%. Franc Swiss naik 0,5%.

Bursa saham Asia melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,5%, indke nikkei turun 1,2%, indeks Shanghai turun 1,5%, innde ASX turun 1,2% ke 4.251. Sedangkan Wall Street sebagian melemah di akhir perdagangangan. Indeks Dow Jones naik 4,28 poin atau 0,04% ke level 11.410,21. Indeks S&P naik 1,12 poin atau 1.193,88. Indeks Nasdaq turun 11,97 poin atau 0,47% ke level 2.511,48.

Produksi CPO Astra Agro Tumbuh 24%