Analisa atribusi (Attribution analysis) merupakan sebuah proses valuasi kinerja portofolio. Hasil yang diperoleh dapat ditelusuri bersumber dari tindakan pengelola portofolio atau eksternal. Analisa attribusi untuk portofolio saham dengan portofolio obligasi atau pendapatan tetap sangat berbeda. Pertama sekali yang dilakukan yaitu menghitung tingkat pengembalian portofolio yaitu:
A. |
Return Individu
Adapun perhitungan return individu sebagai berikut:
MV = market value
D = dividen atau distribusi of income |
(1) |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
B. |
Return Portofolio
Adapun perhitungan return portofolio sebagai berikut:
w i = alokasi kepada instrument investasi ke i |
(2) |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
Biasanya atribusi untuk saham hanya ada tiga kelompok yaitu waktu, seleksi dan interaksi seleksi dan waktu atau sering disebut juga kebijakan. Biasanya investor atau pihak yang berkepentingan dapat memperhatikan kontribusi alokasi asset dan seleksi dengan menggunakan model sebagai berikut;
Kontibusi dari alokasi aset
Kontribusi dari seleksi aset
Total Kontribusi dari kel. Asset |
Beberapa buku teks investasi juga memperkenalkan model untuk melihat efek seleksi dan waktu (timing) yaitu:
Model ini dikenal dengan model Treynor dan Mazuy. Bila c positif maka ada kemampuan market timing.
Model ini dikenal dengan model Henriksson dan Merton. Bila c positif maka ada kemampuan market timing. D adalah peubah boneka (dummy variable), dimana nilainya satu bila R m > R f , lainnya nol.
Sedangkan untuk portofolio obligasi dapat didekomposisi yaitu efek Durasi (Duration effect), efek seleksi (Selection Effect), Efek Spread (Spread Effect) dan efek pendapatan (income effect). Hasil investasi pada obligasi dapat dikelompokkan kepada dua kelompok besar yaitu hasil dari pendapatan dan hasil dari perubahan harga, yang dapat ditunjukkan bagan berikut.
|
D = duration AVC = Average Spread Change TC = treasury change |
|