PORTAL INVESTASI
Creating Wealth with Financial Planning

YIELD CURVE

Dalam membahas struktur tingkat bunga dikaitkan dengan periode jatuh tempo dari obligasi dapat digambarkan dalam sebuah kurva yang dikenal kurva hasil (yield Curve). Kuva hasil tersebut dapat berbentuk kurva naik, datar dan turun. Kurva hasil naik menceritakan tingkat bunga jangka panjang diatas tingkat bunga jangka pendek (lihat Gambar 1a). Kurva hasil datar menggambarkan tingkat bunga jangka panjang sama dengan tingkat tingkat bunga jangka pendek (lihat Gambar 1c). Kurva hasil turun disebut dengan inverted yield curve. Kurva ini menggambarkan tingkat bunga jangka pendek lebih tinggi dari tingkat bunga jangka panjang (lihat Gambar 1b).

Metoda Estimasi Kurva Yield

Banyak metode yang berkembang untuk mengestimasi kurva yield yaitu:

  • Metode Sederhana
  • Metode Bootstrapping
  • Metode Spline Polynomial/Exponential
  • Metode Exponential Functional Form
  • Metode Hetereoscedastic Error Correction
  • Metode Error Weighing
  • Metode Penalized Spline

Portal ini hanya menguraikan metode Bootstrapping dimana metode ini sangat sering dipergunakan berbagai pihak untuk berinvstasi. Adapun metode ini melakukan iterasi dari obligasi yang berkupon nol sampai yang paling panjang. Obligasi sebagai sumber pembuatan kurva yield harus ada untuk semua periode dan tidak bisa ada yang bolong selama periode tersebut. Kalau boleh, obligasi yang dibaut menjadi dasar metode ini harus sudah kelihatan smoothnya supaya hasil yang diperoleh lebih bagus.

Dalam membuat kurva yield, maka harus dihitung yield to maturitas dengan rumusan (2.1) dan dibuat lebih mudah dalam perhitungan sebagi berikut:

Tabel 4.2: Data Obligasi untuk Bootstrapping

Maturitas

Kupon

Harga

1

9.50%

100.507

2

14.00%

112.899

3

12.68%

111.495

4

10.00%

102.670

5

11.00%

106.608

6

10.75%

105.272

7

10.00%

100.260

8

11.60%

110.350

9

11.50%

109.150

10

12.80%

118.921

Untuk menghitung yield masing-masing obligasi sebagai berikut:

Untuk mendapatkan yield obligasi kedua, maka hasil yield obligasi satu tahun sebesar 8,57% dimasukkan ke persamaan kedua, hasilnya diperoleh yield sebesar 6,53%. Dengan cara yang sama, obligasi ke-tiga sampai obligasi ke-sepuluh dapat dihitung masing-masing yieldnya. Adapun, hasil perhitungan yield masing-masing obligasi digambarkan pada gambar berikut.

Pada gambar kelihatan bahwa obligasi ke-dua mempunai yield lebih kecil dari obligasi ke-satu. Artinya, yield obligasi maturitas satu tahun lebih tinggi dari yield obligasi maturitas dua tahun. Demikian pula bahwa, obligasi maturitas delapan tahun lebih tinggi dari yield obligasi maturitas sembilan tahun. Apakah mungkin terjadi ? Bisa saja, karena faktor likuiditas dari obligasi dan situasi yang terjadi.

Untuk metoda lain, investor dapat membaca buku teks dan untuk bahasa indonesia dapat dibaca Adler Haymans Manurung (2007); Pengelolaan Portofolio Obligasi; PT Elex Media Komputindo.

 
GENERAL MENU
IKLAN - IKLAN

RISET PT. FBI
Untuk Memesan FBR
IKLAN - IKLAN

Hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dan diolah PT. Finansial Bisnis Informasi dengan beberapa metode penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. © 2008 PT. Finansial Bisnis Informasi,Inc. All Rights Reserved.