Jakarta , 04 Desember 2008 (15:30)
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengakaji kemungkinan akan melakukan pencatatan di dua bursa (dualisting) dengan bursa Iran. Pengkajian ini akan melihat apakah rencana tersebut dapat menguntungkan perusahaan kedua negara.
"Kita masih jajaki benefitnya bagi kedua negara, apakah ada emiten kita yang mau listing kesana atau sebaliknya,” kata Direktur Utaman BEI Erry Firmansyah saat di termui di kantornya, Kamis (4/12/2008) di Gedung BEI Jakarta.
Meski begitu, Erry dapat berkomentar lebih jauh tentang rencana itu. Pasalnya, lanjutnya, kedua belah pihak masih dalam penjajakan awal. "Saya belum bisa kasih komentar, karena itu masih preminary sekali," katanya.
Pihak Bursa pada saat ini juga masih melihat apakah ada perusahaan dalam negeri yang bersedia mencatatkan saham di bursa Iran, begitu pula sebaliknya. "Nanti akan kita lihat, karena bursa Iran masih baru," katanya.
Erry menekankan, rencana dualisting perlu dilakukan guna pengembangan pasar modal dalam negeri dan basis investor domestik. Bahkan ditegaskan Erry hingga kini belum ada emiten yang mau mencatatkan sahamnya di bursa Ira. "Belum, untuk saat ini siapa yang mau," katanya.
Penjajakan kerja sama ini, terangnya, merupakan kelanjutan dari rencana Bapepam-LK terkait dengan dualisting. Tetapi, dengan kondisi pasar finansial global yang selalu berubah maka emiten Indonesia perlu memerhatikan hal itu seperti itu. "Tapi masalahnya kondisi sekarang berubah, jadi kita lihat lagi apakah ada emiten kita yang mau listing ke sana, dan kalau memang menguntungkan kenapa tidak," pungkasnya.
Di sisi lain, Erry menegaskan, kemungkinan pelaksanaan dualisting akan bisa dilakukan pada tahun depan. "Ya bisa tahun depan, tahun ini kan tinggal satu bulan lagi," katanya.
Bentuk-bentuk kerja sama diantara kedua bursa bisa dilakukan dalam bentuk pembagian informasi, pelatihan dan islamic financial market.
Untuk menyongsong rencana tersebut, pihak BEI saat ini tengah mengkaji aturannya. "Sekarang sudah kita siapkan," tuturnya.
Selain itu, pihak BEI juga tengah mengkaji bekerja sama dualisting dengan pihak bursa saham Eropa (Euromax). Namun dalam kondisi saat ini yang belum stabil maka rencana itu tertunda.[r10]
|
|