ADHI raih kontrak Rp500 miliar |
Jakarta ,15 September 2009 (09:14)
PT Adhi Karya Tbk mendapatkan kontrak baru yang mencapai Rp 500 miliar untuk pembangunan Stadion Utama Sepak Bola di Gedebage, Bandung . Nilai konstruksi total pembangunan stadion olah raga itu mencapai Rp495,94 miliar, termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 %.
Pengerjaan proyek tersebut akan dimulai September 2009. Dan dengan waktu pengerjaan 883 hari atau 2,5 tahun, proyek tersebut ditargetkan akan rampung pada Maret 2012.
Dengan total nilai perolehan kontrak yang berasal dari tahun sebelumnya (carry over) mencapai 9,1 triliun rupiah, total target perolehan kontrak Adhi Karya hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 18 triliun rupiah.(wyd) |
 |
PTRO raih kontrak US$ 200 juta |
Jakarta , 25 Agustus 2009 (14:00)
PT Petrosea Tbk (PTRO) meraih kontrak sebesar US$ 200 juta untuk pekerjaan pertambangan batu bara PT Adimitra Baratama Nusantara di Sanga Sanga, Kalimantan Timur dengan durasi selama 60 bulan.
Lingkup pekerjaan mencakup overburden removal (pemindahan tanah penutup) sebanyak 126 juta bcm dan penambangan batu bara sebanyak 14 juta ton selama lima tahun.
Dengan kontrak jangka panjang tersebut akanakan memperkuat operasional pertambangan Petrosea selama lima tahun mendatang dan mendukung kesuksesan Petrosea dalam memperluas operasional kontrak pertambangannya.
Dalam kontrak itu, Petrosea menawarkan investasi sebesar US$44 juta atau sekitar Rp400 miliar melalui bantuan peralatan dari berbagai proyek perseroan. Petrosea merupakan anak usaha PT Indika Energy yang diakuisisi dari Clough International Singapore Pte Ltd pada pertengahan tahun ini senilai US$83,8 juta.(wyd) |
 |
TLKM akan kuasai Indonesia Tower |
Jakarta , 21 Agustus 2009 (14:00)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan mengambil alih 80% saham salah satu perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Tanah Air, PT Solusindo Kreasi Pratama ( Indonesian Tower ). Akuisisi itu ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2009.
Nantinya akuisisi Indonesian Tower dilakukan oleh anak usaha Telkom, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat ( conditional agreement ) dengan pemegang saham dan manajemen Indonesian Tower . HSBC bertindak sebagai konsultan keuangan.
Dana akuisisi berasal dari anggaran belanja modal ( capital expenditure/capex ) Telkom. Tahun ini, total capex perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu mencapai Rp 21 triliun.
TLKM mengalokasikan sekitar 30% dari total capex untuk keperluan induk usaha, sedangkan porsi terbesar adalah anak usaha, yakni mencapai 70%. Capex untuk TLKM selaku induk usaha akan digunakan untuk optimalisasi infrastruktur dan ekspansi layanan baru di antaranya membangun akses broadband , jaringan data, komunikasi, IT aplikasi konten, dan satelit.
Sedangkan anak usahanya, yakni PT Telkomsel akan memakai dana capex untuk perluasan kapasitas dan jaringan, serta mendukung pengembangan layanan baru. |
 |
ELTY promosi di Singapura |
| Jakarta , 20 Agustus 2009 (16:00) PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) kembali melakukan kegiatan serupa di Singapura setelah sebelumnya mempromosikan kinerja dan prospek perseroan selama dua hari bersama UBS di Singapura dan Hong Kong pada awal Agustus 2009. Perseroan mengikuti Indonesia Corporate Day bersama BNP Paribas di Singapura.
Sebelumnya, Bakrieland Development berniat mencari pendanaan Rp 500 miliar untuk menutupi kekurangan pembiayaan sejumlah proyek senilai Rp 2-2,5 triliun. Saat ini, perseroan memiliki dua opsi pendanaan, yaitu melalui fasilitas perbankan, atau meminjam dari pemegang saham, Avenue Luxembourg SARL.
Nantinya untuk membayar pinjaman bank, perseroan menjajaki penerbitan obligasi syariah atau konvensional. |
 |
Antam kuasai tambang emas CSD |
Jakarta , 09 Juli 2009 (10:10)
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi memiliki tambang emas PT Cibaliung Sumber Daya (CSD) dengan menuntaskan akuisisi 95% saham perusahaan tambang emas di Cibaliung, Banten, tersebut.
Sebelum melakukan akuisisi, Antam hanya memiliki 5% saham Cibaliung. Kemudian, Antam membeli 95% saham Cibaliung lagi dari perusahaan asal Australia, ARC Exploation Ltd, senilai US$ 8 juta. Dana yang digunakan untuk melakukan akuisisi tersebut berasal dari kas ANTM.
Perusahaan tambang milik pemerintah ini telah menyiapkan dana US$ 40 juta yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur tambang CSD. (wyd) |
 |
Vallourec tambah kepemilikan di CTBN |
| Jakarta , 06 Juli 2009 (15:10)
Vallourec & Mannesmann Tubes, meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menjadi 78,2% dari sebelumnya 33,5%. Penambahan kepemilikan saham ini dilakukan secara progresif sejak 2008-2009.
Vallource telah mempreoleh 44,7% saham Citra Tubindo melalui kombinasi akuisisi dan penawaran tender ( tender offer ). Pengambilan moyoritas saham Citra Tubindo merupakan langkah strategis untuk memperkuat bisnis Vallourec di Indonesia dan kawasan Asia Pasific
Vallourec & Mannesmann Tubes merupakan perusahaan multinasional yang berkantor di pusat Perancis. Vallource Group menguasai 55% saham perseroan, sedangkan Werke GmbH (Jerman) memiliki 45% saham perseroan. Vallourec & Mannesmann mengoperasikan 11 pabrik pembuatan pipa baja untuk produksi dan distribusi migas.
Sementara itu, Citra Tubindo merupakan perusahaan penyedia fasilitas tambang minyak dan gas bumi. Perseroan menguasai 40%-50% pasar jasa penguliran pipa produk migas di Tanah Air. Pelanggan perseroan antara lain Pertamina, Exxon Mobil, Conoco Philips, Shell, VICO, Caltex, Santos , British Gas, dan Gulf Resources. (wyd) |
 |
ETWA perkuat sektor hulu |
Jakarta , 03 Juli 2009 (15:50)
PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) saat ini sedang gencar masuk ke sektor hulu untuk memperkuat bisnis biodiesel perseroan di tahun ini. Hal ini ditempuh perseroan untuk mengamankan sumber bahan baku produksi biodiesl 70.000 metrik ton per tahun
Perseroan akan mendapatkan dana segar dari mitra strategis luar negeri dalam menggarap proyek biodiesel tersebut. Namun bentuknya dan berapa kebutuhan dana yang dibutuhkan masih belum pasti.
Porsai kepemilikan pada ETWA saat ini adalah Centrin Telecom Ltd memiliki saham sebesar 14 %, Credit Suisse Singapore 7 %, Hadisan Sridjaya 7 % , Osville Energy Coproration (S) 6 %, The Bank of New York AS Custod 5 %, dan Watervale Wordldwide Inc (WWI) 31%. Sedangkan sisanya dimiliki publik. |
 |
|
|
|
|
|
|
|