Pencarian
SPONSOR PORTAL


 

Selamat Datang Di Berita Portal Investasi Finansial Bisnis Informasi
Pasar Dibayangi Sentimen Negatif

Jakarta , 5 September 2008 (09:35)

Oleh; Sahat Tarida

Pasar saham dalam negeri belum sehat. Faktor eksternal seperti turunnya harga minyak dunia yang kini di posisi US$ 107 per barel, dan melemahnya saham-saham di Wall Street menyeret pasar dalam negeri dalam arus pelemahan. Ditambah pula dengan kenaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 9,25%. Pasar diakhir pekan nampaknya masih dibayangi sentimen negatif. Berikut analisa yang dikirimkan ke meja redaksi finansialbisnis;

Paramitra Sekurities; RDG Bank Indonesia yang memustuskan kembali untuk menaikkan tingkat suku bunga BI rate sebesar 25 basis poin yaitu menjadi 9,25% membuat IHSG pada perdagangan kemarin melemah sebesar 1,93% (40 poin). Dow Jones pada perdagangan kemarin malam melemah sebesar 2,99% (344 poin) akibat dari kecemasan pasar atas data ekonomi tentang belanja ritel dan tingkat pengangguran bulan Agustus.

Pengaruh dari bursa global dapat menjadi sentimen negatif di bursa regional dan IHSG hal tersebut mengakibatkan pagi ini bursa regional dibuka melemah. Turunnya harga minyak mentah dunia masih menjadi penyebab tertekannya IHSG, selain itu proyeksi penurunan harga komoditas bisa menjadi tambahan tekanan IHSG hari ini.

Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak mixed dengan pola bullish dalam jangka pendek. Resistance indeks berada pada level 2098-2122 sementara support indeks di level 2058-2037.

Optima Securities; Indeks terkoreksi  40 poin kelevel 2.075 akibat profit taking di sektor pertambangan, perdagangan dan infrastruktur. Keputusan BI kembali menaikkan BI rate 25 bps kelevel 9.25% menambah sentimen negatif  ke sektor perbankan. Indeks menunggu sentimen positif dari harga minyak dan komoditas. Indeks selanjutnya diperkirakan bergerak dilevel 2.030-2.090 dengan pilihan saham: TINS, SMCB, INDF, UNSP, dan  APEX.[stb]

                                Copyright © 2008 www.finansialbisnis.com/News