Jakarta , 22 September 2008 (13:25)
Mengantisipasi gejolak saham yang tinggi beberapa waktu lalu, menteri negara Badan Usaha Milik Negara menyerukan buy back untuk saham-saham perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI. Ia meminta perusahaan milik negara yang terdaftar di BEI untuk membuat program ini. “Buat program dulu, untuk perusahaan yang memiliki ekstra cash, bisa langsung buy back,” ujarnya seusai mengikuti RUPSLB Telkom Jumat lalu (190908).
Sofyan menjelaskan bahwa dirinya akan segera memanggil pimpinan perusahaan BUMN yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia .”Kita akan lihat individual perusahaan, daripada cashnya disimpan di deposito.” Rencananya pekan sebelum lebaran akan digunakan untuk bertemu dengan perwakilan beberapa perusahaan BUMN, antara lai PT Antam Tbk, PT Timah Tbk, PT Perusahaan Gas Negara dan PT Bukit Asam Tbk.
Sebelum keputusan buy back dilakukan, Sofyan menyerukan untuk membuat program.”Buat program dulu, kemudian disahkan dalam RUPS. Tapi tidak akan kita paksakan, kita berikan kesempatan pada mereka untuk melindungi investor.” Reboundnya saham gabungan pekan lalu menutup kemerosotan tajam pasar keuangan global. Sofyan menilai jika ini terus berlanjut, BUMN tidak perlu melakukan buy back.”Tapi kalau pasarnya terus bagus ya ga usah buy back.”[stb] |