Pencarian
SPONSOR PORTAL


 

Selamat Datang Di Berita Portal Investasi Finansial Bisnis Informasi
Bapepam-LK Minta Dokumen Terkait Default DAVO

Jakarta ,11 Juni 2009 (08:35) 

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menekankan perlunya pemeriksaan terhadap dokumen tertulis pihak PT. Davomas Abadi Tbk (DAVO) terkait gagal bayar (default) bunga obligasi 11% quarantee senior secured notes senilai US$283 juta yang jatuh tempo pada tanggal 8 Mei 2009. Namun sayangnya Bapepam tidak memberikan tenggat waktu penyerahan dokumen yang dimaksud.

Hal ini disampaikan oleh Anis Baridwan selaku Kabiro PKP Bapepam-LK di ruang kerja nya di Bapepam-LK sebagaimana di kutip dari inilah.com, Rabu (10/6).

""Mereka sudah menyampaikan secara lisan ke kita, tapi kita tidak memberikan tenggat waktu," ujar Anis. "Jadi, yang menentukan apakah resiko itu adalah resiko investasi atau tidak adalah pemegang saham independen," lanjutnya. Dokumen tertulis yang dimaksud nantinya harus memaparkan skema restrukturisasi default, wali amanat, dan kondisi perusahaan. Jika dokumen tersebut diterima Bapepam-LK maka akan dilakukan evaluasi apakah restrukturisasi tersebut merugikan investor publik atau tidak.

Hutang yang jatuh tempo tersebut terdiri dari 3 surat utang yang diterbitkan oleh Davomas International Finance Company Pte Ltd dan dijamin oleh Davomas Abadi.Yaitu Quarantee Senior Secured Notes US$123 juta dengan bunga 11%, Quarantee Senior Secured Notes senilai US$25 juta yang juga berbunga 11% dan Quarantee Senior Secured Notes senilai US$ 88 juta dengan bunga 11%.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai otoritas pasar modal melakukan suspensi ke Davomas pada 12 Mei 2009 karena gagal bayar (deafult)  utang 3 surat utang yang diterbitkan Davomas International Finance Company Pte Ltd dan dijamin oleh Davomas Abadi tersebut.Kondisipasar global yang tak menentu telah menghantam industri cokelat secara global membuat permintaan produk menjadi merosot. Perseroan pun telah menghentikan penjualannya sejak Maret 2009 lalu.

Saat ini PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) berencana untuk menjajaki kemungkinan restrukturisasi atas 11 persen guaranteed senior secure notes senilai USD238 juta yang jatuh tempo pada 2011. Hal ini diungkapkan Presiden Direktur DAVO dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (10/6/2009), dalam penjajakan tersebut sebelumnya telah dilakukan pembicaraan awal dengan komite yang dibentuk oleh pemegang notes. (frd)

                                Copyright © 2008 www.finansialbisnis.com/News