Jakarta , 11 Agustus 2008.
Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan di pembukaan pekan masih tertahan di zona merah. Sore ini, IHSG ditutup pada 2.133,920 merosot jauh sebanyak 62.006 poin atau 2,82%. Indeks LQ-45 turun 14,139 poin (3,11%) menjadi 439,934 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,633 poin (3,78%) menjadi 347,301. Saham-saham yang merosot harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 500 menjadi Rp 5.150, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 900 menjadi Rp 17.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 menjadi Rp 12.700, Indika Energy (INDY) turun Rp 350 menjadi Rp 2.550, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.375 dan Timah (TINS) turun Rp 375 menjadi Rp 2.600.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Hexindo (HEXA) naik Rp 50 menjadi Rp 2.800, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.975 dan Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 20 menjadi Rp 750. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)hari mencatat frekuensi sebanyak 51.811 kali, dengan volume 2,398 miliar unit saham, senilai Rp 3,417 triliun. Sebanyak 26 saham naik, 180 saham turun dan 48 saham stagnan.
Dari data yang berhasil dikumpulkan, kinerja pasar saham dunia saat ini mengalami kelesuan yang diakibatkan krisis subprime mortgage yang terjadi di Amerika Serikat hingga dampaknya merembet dan menyeret kerugian investasi di pasar asaham dunia. Tercatat hampir satu tahun belakangan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan 19,61%.[stb] |