CREATING WEALTH WITH FINANCIAL PLANNING

IPO PT Power Telecom Tbk,

Jakarta , 4 Agustus 2008

Satu lagi perusahaan dalam bidang telekomunikasi akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Power Telecom Tbk,. Perusahaan ini akan menawarkan saham sebesar 2 milyar saham dan diperkirakana akan mendapatkan dana sekitar Rp. 200 milyar. Dana hasil IPO akan dipergunakan untuk investasi infrastruktur jaringan telekomunikasi sebesar 59%; untuk tambahan modal kerja dan kebutuhan umum lainnya sebesar 32% dan pembelian kembali obligasi konversi yang diterbitkan perusahaan sebesar 9%.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2004 sebagai perusahaan provider jasa akses internet (internet service provider, ISP) dan pada tahun 2006 memperoleh izin dari Departemen Pos dan Telekomunikasi Selanjutnya, pada tahun 2007 memperoleh izin sebagai penyedia jasa internet telepon (VOIP).

Perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi berjangka waktu 2 tahun sebesar Rp. 43 milyar pada 29 Januari 2008 dan dibeli oleh BNI Securities yang juga menjadi penjamin emisi perusahaan. Obligasi konversi ini dapat ditukarkan dengan saham pada harga nilai buku perusahaan saat obligasi dikonversikan. Perusahaan mempunyai opsi untuk membeli obligasi konversi ini sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Obligasi konversi dijual ke BNI Securities dengan harga 95% dari nilai nominal dan harus dibeli kembalia paling lambat 29 November 2008 dan bila tidak dibeli kembali perusahaan dikenai denda sebesar 20% dari harga pembelian dalambatas waktu 7 hari kerja.

Perusahaan membuat perjanjian dengan BNI Securities pada tanggal 23 Juli 2008 untuk menerbitkan Sukuk Mudharabah Konversi senilai Rp. 118,950 milyar dengan periode 6 bulan sejak diterbitkan. BNI bertindak untuk kepentingan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD). Sukuk tersebut dapat dikonversikan ke 961,6 juta saham pada tanggal pencatatan di Bursa. Harga eksekusi saham tersebut sebesar Rp. 125 per saham.

Asset perusahaan bertumbuh dari Rp. 27 milyar pada akhir 2004 menjadi Rp. 321,7 milyar pada akhir a mret 2008. Kenaikan ini dikarenakan adanya injeksi modal setor yang dilakukan perusahaan sebesar Rp. 299 milyar pada tahun 2007. Sejak berdiri perusahaan belum mengalami keuntungan dan terus mengalami kerugian. Kerugian perusahaan sebesar Rp. 92,78 juta pada tahun 2004; sebesar Rp. 1 milyar pada tahun 2005; sebesar Rp. 2,66 milyar pada tahun 2006; dan sebesar Rp. 14,6 milyar pada tahun 2007 serta tiga bulan terakhir pada tahun 2008 terjadi sebesar Rp. 6,4 milyar. Pada tahun 2008 diperkirakan kerugian ini semakin kecil.

Perusahaan belum memperoleh penjualan dari hasil usaha sepeserpun sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2006. Tetapi, penerimaan dari hasil penjualan jasa yang dimiliki perusahaan telah tejadi cukup besar sekitar Rp. 12,24 milyar pada tahun 2007 dan sekitar Rp. 9,2 milyar selama tiga bulan pertama tahun 2008.

Melihat kondisi keuangan perusahaan maka saham ini akan dicatatkan pada papan pengembangan. Investor tidak bisa berharap mendapatkan dividen dari perusahaan dalam beberapa tahun mendatang, tetapi harapan besar dari kapital gain atas harga saham.

Harga saham ini direncanakan akan ditawarkan ke public sekitar Rp. 150,- s/d Rp. 250,-per saham. Menurut sumber yang dipercaya, perusahaan masih mengalami kerugian pada tahun 2008 tetapi sudah lebih kecil dan pada tahun 2009 perusahaan diperkirakan mengalami keuntungan sebesar Rp. 100 milyar. Untuk periode 2009, maka PE perusahaan diperkirakan melebihi 10x. (Adler Manurung)

SPONSOR PORTAL INVESTASI
Copyright (C)2008 PT.Finansial Bisnis Informasi