Jumat, 11 Juli 2008 saham KBRI mulai ditransaksikan dengan harga penutupan di akhir sessi sebesar Rp. 355,-. KBRI mengalami kenaikan sebesar Rp. 95 atau sebesar 36,54%. Tingkat pengembalian yang diberikan KBRI sangat pantastis dan jauh lebih baik dari investasi di produk lain dengan periode yang sama. Saham ini dibuka dengan harga transaksi pada Rp. 330,- dan harga tertinggi sebesar Rp. 385,-Saham ditransaksikan sebanyak frekuensi 2300x dan volume transaksinya sekitar 96 juta saham dan nilai Rp. 36 milyar.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi dan distribusi kertas yang mempunyai lokasi pabrik di dua tempat yaitu Banyuwangi, Jawa Timur dengan PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) dan Desa Mungkid, Magelang, Jawa Timur dengan PT Kertas Blabak.Perusahaan mempunyai saham pada KBR sebesar 33,7%; sebesar 65,9% dimiliki Goald Trading Assets Ltd.; dan sebesar 0,4% dimilki Pemerintah Indonesia.
KBRI melakukan IPO sebesar 1.360.000.000 saham dengan harga Rp. 260 per saham sehingga dana yang dikumpulkan sebesar Rp. 353,6 milyar. Dana ini akan dipergunakan sebesar 87% untuk pengambilalihan 65,9% saham KBR dari Goal Trading Assets. Sisanya 13% digunakan untuk modal kerja perusahaan.
KBRI memiliki aset sebesar Rp. 1,3 trilliun pada akhir 2007 dan Penjualkan sebesar Rp. 201,32 milyar serta laba rugi sebesar Rp. Rp. 1,1 milyar. Berdasarkan beberapa analyst bahwa perusahaan ini diperkirakan akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 162,94 milyar untuk tahun 2008 dan Rp.921,31 milyar untuk tahun 2009. Laba bersih per saham pada tahun 2008 sebesar Rp. 1,38 per saham dan Rp. 1,48 per saham pada tahun 2009. (ivh)