Jakarta , 14 Agustus 2008
IPO BAYAN RESOURCE Tbk
Gejolak peningkatan harga komoditi pertambangan dan kebutuhan material energi memicu perusahaan pertambangan untuk bergerak maju memperluas bisnisnya. Salah satu perusahaan pertambangan Indonesia yang akan segera menawarkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia adalah PT. Bayan Resource Tbk. Perusahaan ini akan menawarkan saham sebesar 833 juta lembar saham dengan harga perdana yang ditawarkan adalah adalah Rp. 5800 per lembar dengan nilai nominal Rp.100 per lembar saham.
perkiraan pendapatan sebesar Rp 4,8 Trilyun. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi Floating Transfer Station dari AS Energy, pengembangan tiga proyek pertambangan, modal kerja perseroan dan apabila masih tersisa akan dialokasikan untuk pengambilalihan ladang batubara.
PT. Bayan Resource didirikan pada tahun 2004 yang kemudian berubah menjadi PT Bayan Resource Tbk pada April 2008 yang memiliki anak perusahaan sehingga menjadi Bayan Group dengan kepemilikan beberapa orang.
Bayan Group merupakan perusahaan batubara terbesar kedelapan di Indonesia berdasarkan jumlah produksi ditahun 2007 dengan produk batubara thermal dan berkalori tinggi. Cadangan batubara yang dimiliki berjumlah 476,9 juta ton, yang terdiri dari cadangan terbukti sebesar 78,7 juta ton dan cadangan terduga 389,2 juta ton. Di tahun 2008, PT. Bayan Resource telah memiliki 13 anak perusahaan secara langsung dan 8 anak perusahaan lainnya secara tidak langsung.
Aset perusahaan pada tahun 2004 sebesar Rp 540,1 milyar kemudian meningkat menjadi Rp 2.833,2 milyar di tahun 2007 dengan peningkatan aset lancar sebesar Rp 892,1 milyar semenjak tahun 2004.
Nilai pendapatan perusahaan ditahun 2004 sebesar Rp 114,6 milyar dan belum memberikan laba bagi perusahaan, namun di tahun 2007 pendapatan perusahaan bertumbuh hingga Rp3.451,1 milyar dengan laba bersih Rp 100,1 milyar dan Penerimaa Arus kas bersih perusahaan adalah sebesar Rp 411,7 milyar dengan ROE sebesar 8,92 % pada tahun 2007. Pada Maret 2008, perusahaan melakukan pinjaman jangka pendek sebesar Rp 184,3 milyar yang berasal dari pihak ketiga, yaitu Merrill Lnych Credit Products LLC dengan donasi pagu US $ dan bunga floating berdasarkan LIBOR.
Setelah melakukan IPO, perusahaan berencana untuk memberikan dividen kepada pemegang saham hingga 60% dari laba bersih setiap tahunnya yang akan dimulai pada tahun 2009. (fbi) |